NovelToon NovelToon
LENTERA

LENTERA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:18.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Satu lagi cerita tentang salah satu Garis Keturunan Keluarga Nugraha hadir kembali, Sean, laki-laki yang mengalami kecacatan pada kekuatan Supranatural nya bisa di sempurna kan kembali tanpa terduga, dengan sosok Wanita biasa yang mempunyai tekad kuat di tengah kepungan keterpurukan perekonomian keluarga, bagaimana kelanjutan ceritanya?, yuk kita ikuti_

Salam Autor Sinho, semangat, sehat dan jangan lupa Bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Perbincangan Rahasia

Setelah Lentera pamit keluar dari ruang paviliun VIP untuk melanjutkan jadwal kontrol pasiennya di lantai bawah dengan langkah kaki yang kembali ceria, suasana di dalam ruangan mewah itu mendadak berubah total.

Riuh rendah tawa dan candaan komedi para wanita yang sempat memecah keheningan beberapa menit lalu menguap tanpa bekas dalam sekejap mata.

Ruangan itu kembali diselimuti oleh keheningan yang tegang, berat, dan sarat akan rahasia besar yang dapat mengguncang peta kekuatan kota.

Alensky, sepupu wanita Sean yang memiliki garis wajah tegas namun menawan, melangkah perlahan menuju sudut ruangan.

Dengan gerakan yang sangat lembut dan penuh kasih sayang seorang tante, ia meletakkan keponakan mungilnya yang masih terlelap ke dalam boks bayi khusus berlapis kain sutra putih.

Setelah memastikan sang bayi tidur dengan aman tanpa gangguan, Alensky berbalik dan berjalan kembali mendekati tempat tidur perawatan Sera.

Sean masih berdiri tegak di tempatnya semula, persis seperti patung marmer yang kokoh dan tak tergoyahkan.

Sepasang mata elangnya menatap lurus ke arah pintu kayu jati besar yang baru saja tertutup rapat di belakang punggung mungil Lentera.

Pria itu tampaknya sedang mengunci memori tentang senyuman jujur gadis itu di dalam labirin benaknya.

"Sean," Sera membuka suara terlebih dahulu. Nada suaranya kini berubah drastis, tidak lagi dipenuhi oleh candaan manja atau protes konyol seorang adik sepupu yang haus perhatian, melainkan sarat akan keseriusan dan wibawa seorang tetua keluarga yang mengerti hukum alam dinasti mereka.

"Gadis itu, energinya sangat murni, bersih, dan tidak memiliki riak kegelapan sedikit pun. Saat aku memegang telapak tangannya tadi, sisa rasa nyeri di perutku akibat proses persalinan mendadak hilang seolah disapu oleh aliran air es yang menyejukkan. Dia adalah Lentera yang selama ini dicari oleh garis darah keturunan kita untuk mengatasi masalahmu, bukan?"

Sean memutar tubuhnya perlahan, menatap kedua sepupu wanitanya dengan sepasang mata gelap yang memancarkan kilatan ketegasan mutlak. Aura pimpinan tertinggi yang dingin kembali menyelimuti ruangan itu seperti kabut tipis.

"Iya,"

jawab Sean pendek namun berbobot, suaranya bergaung rendah di dalam ruangan yang kedap suara.

"Dia adalah wanita yang meredam serangan kejang hebatku di UGD setahun lalu, dan dia juga yang menyempurnakan regenerasi sel tubuhku saat kecelakaan mobil tragis minggu lalu. Energi supranatural di dalam tubuhku yang selama lima tahun ini cacat dan merusak pembuluh darahku dari dalam, kini berubah menjadi kekuatan murni yang sempurna setiap kali aku berada di dekatnya. Tanpa perlu sentuhan fisik yang konstan, kehadirannya saja sudah cukup menjadi penyeimbang potensial bagi jiwaku."

Alensky menarik napas dalam-dalam, mencoba mencerna informasi yang luar biasa tersebut.

Ia melipat kedua tangannya di depan dada sambil menyandarkan punggung anggunnya pada pilar tempat tidur kayu jati. Sebagai sepupu perempuan Sean yang juga mengerti beban berat klan mereka, ia tahu persis apa artinya ini.

"Ini adalah temuan terbesar sekaligus berkah untuk kelangsungan hidup dinasti Nugraha, Kak Sean," ucap Alensky dengan nada suara yang bergetar karena terkesima.

"Tapi yang membuatku paling terkejut adalah, gadis itu tampaknya sama sekali tidak menyadari keberadaan kekuatan supranatural masif yang ada di dalam tubuhnya sendiri. Dari caranya menatap kita tadi, dia benar-benar mengira semua aliran hangat penyeimbang itu hanyalah respons biologis tubuh atau sekadar keajaiban medis belaka."

"Memang sengaja aku sembunyikan dari pengetahuannya untuk saat ini," jawab Sean tenang, suaranya rendah, dalam, dan dipenuhi oleh perhitungan yang matang.

"Karakter Lentera itu sangat unik. Dia memiliki prinsip harga diri yang sangat tinggi seperti baja yang ditempa. Jika aku menggunakan kekuasaan Nugraha Group atau menggunakan alasan mistis supranatural untuk menekannya agar tetap berada di sampingku, dia justru akan merasa dirinya direndahkan. Dia akan mengira dirinya hanya dijadikan sebagai alat transaksi medis darurat atau tabung oksigen berjalan, dan dia akan berlari menjauh sejauh mungkin dari hidupku."

Sera tersenyum manis mendengar penjelasan abang sepupunya itu. Binar matanya memancarkan rasa bangga yang mendalam terhadap kedewasaan cara berpikir Sean yang tidak egois.

"Langkah yang sangat bijaksana dan jantan, Sean," ujar Sera lembut, jemarinya mengelus permukaan selimutnya.

"Seorang wanita dengan hati yang murni dan tulus seperti Tera tidak akan pernah bisa ditaklukkan atau dibeli dengan tumpukan emas, berlian, atau ancaman kekuasaan korporat. Dia hanya bisa diikat dan ditundukkan menggunakan satu hal yang paling murni di dunia ini: ketulusan hati dari seorang pria yang menghargainya sebagai manusia."

"Aku sudah berjanji pada Daddy dan Mommy di telepon tadi malam," sambung Sean. Pandangan matanya menerawang jauh, menembus kaca jendela besar ke arah pelataran bawah rumah sakit yang mulai dipenuhi lampu-lampu kendaraan malam kota besar.

"Aku akan melakukan pendekatan yang sewajarnya sebagai seorang pria biasa yang sedang jatuh cinta. Tanpa ada paksaan, tanpa ada manipulasi kekuasaan korporat yang kasat mata. Aku ingin dia menerimaku karena dia mengenalku sebagai Sean, seorang manusia biasa, bukan karena aku adalah penguasa tertinggi Nugraha Group yang ditakuti kota ini. Dan keputusan akhir tentang masa depan hubungan kami, sepenuhnya berada di tangan Lentera sendiri. Aku tidak akan mengekangnya."

Alensky melangkah maju dan menepuk bahu tegap Sean dengan kuat, memberikan sebuah dukungan moral penuh sebagai sesama saudara perempuan yang sangat menyayanginya dan ingin melihatnya bahagia.

"Kami berdua mendukung penuh keputusanmu, Kak Sean. Tapi ingat, jaga dia dengan barikade perlindungan terbaik yang kamu miliki di bawah bayang-bayang,"

peringat Alensky dengan sorot mata yang menajam seketika.

"Di luar sana, musuh-musuh dari klan hitam dunia bawah masih mengira kamu adalah anggota keluarga Nugraha yang paling lemah dan rapuh karena masalah cacat energimu. Jika mereka sampai mencium sedikit saja keberadaan Lentera sebagai kunci kesembuhan mutlakmu, mereka pasti akan mengarahkan seluruh moncong senjata dan konspirasi busuk mereka ke arah gadis polos itu."

"Aku tahu," jawab Sean singkat.

Tepat setelah kalimat itu terucap, atmosfer di dalam kamar VIP mewah itu mendadak turun hingga ke titik beku. Sepasang manik mata gelap Sean mendadak berkilat dengan aura kegelapan seorang predator tertinggi yang sangat mengerikan, dingin, dan mematikan. Dari tubuh tegapnya, memancar niat membunuh yang mutlak dan tak terbantahkan, sebuah janji terselubung dari seorang penguasa klan yang murka.

"Siapa pun di dunia bawah ini yang berani mengarahkan pandangan mata kotor mereka atau berani menyentuh seujung rambut milik Lentera, akan aku pastikan seluruh garis keturunan, sekutu, dan klan bisnis mereka terhapus selamanya dari peta peradaban dunia sebelum matahari terbit keesokan harinya. Aku akan menjadi iblis paling kejam jika itu menyangkut keselamatannya."

Sera dan Alensky saling berpandangan, merasakan bulu kuduk mereka meremang akibat aura protektif Sean yang begitu kuat dan pekat.

Mereka tahu benar, Sean tidak pernah bermain-main dengan ucapannya. Gadis bernama Lentera itu kini telah memiliki pelindung paling berbahaya di dunia.

Sementara itu, di luar ruangan paviliun VIP yang mewah dan kedap suara itu, Lentera sedang berjalan santai menuruni tangga darurat menuju bangsal umum dengan senyuman kecil yang manis menghiasi bibirnya.

Tangannya sibuk merapikan saku jas dokternya yang agak longgar akibat aktivitas harian yang padat.

Ia sama sekali tidak menyadari bahwa di dalam ruangan atas yang baru saja dia tinggalkan dengan penuh tawa, sebuah ikatan komitmen rahasia tingkat tinggi berskala besar untuk melindunginya telah resmi disepakati oleh para petinggi Nugraha.

Jangan lupa komen sebelum lanjut ya.

1
Siti Aisah
tera terenyuh oleh ketulusan sean, jadi tera kamu bukan alat untuk menyempurnakan kekuatan sean...tpi sudah takdir ya thor🤗
Siti Aisah
ci muka retak jgan menyakiti tera.. sean akan murka 🤭
Siti Aisah
tera tenang sean sedang memantau keadaan..
Siti Aisah
tenang sera sean ikut dalam rombongan jdi pasti di lindungi ..
Kaa
semoga sampai ke jenjang pernikahan tera sean lanjut thor👍
Kaa
kekuatan Sean mungkin campuran kekutan mominya ya driyana
Kaa
apa ada kekuatan lain dari tera selain aliran penenang tuan Sean lawan Sera gunakan kekuatan mu lanjut thor
Nurul Ambar
semoga hidup bahagia
Nurul Ambar
akhirx....
Nurul Ambar
sean datang
Nurul Ambar
deg deg an smga baik2 saja
Mety Haula
kayanya nanti muksnya buksn retak lahi malah berbalik kebelskang tenang tera tuan sean psdti datang apa yg nyusup ke rs dr klan hitam blm ketahusn ya
Mety Haula
alhamdullilah akhirnya yera luluh juga hatinya semoga kedepannya berjalan mulus langsung tancap mks
Novita Sari
Alhamdulillah tera menerima sean.....
Endang Hidayanti
so sweet bgt Sean, 😍
Novita Sari
si muka retak salah pilih lawan
Novita Sari
tenang tera kekuatan sean udah sempurna..
Novita Sari
si muka retak gak kapok kapok muka udah jelek masih sok sokan
Tri Hastuti
baru bab awal udh tegang
sean anaknya siapa ini?
Rita Susanti
sedikit banget sih thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!