NovelToon NovelToon
Bertukar Ranjang dengan Saudari Kembarku

Bertukar Ranjang dengan Saudari Kembarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Dark Romance / Selingkuh
Popularitas:93
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Sari

Nadia dan Nadine adalah saudari kembar identik berusia 28 tahun. Wajah mereka nyaris sama, tetapi kehidupan pernikahan mereka sangat berbeda.
Nadia lelah menghadapi Arga, suaminya yang dingin dan selalu sibuk. Sementara itu, Nadine hidup bersama Fajar, fotografer muda yang hangat, manja, dan penuh perhatian.
Berawal dari sebuah rencana nekat, mereka sepakat bertukar identitas selama lima belas hari. Nadia ingin merasakan bagaimana rasanya dicintai Fajar, sedangkan Nadine berniat memberi pelajaran kepada Arga agar lebih menghargai istrinya.
Mereka sudah menghafal kebiasaan, cara bicara, bahkan rahasia tubuh satu sama lain. Seharusnya tak ada yang menyadari pertukaran itu.
Namun mereka melupakan satu hal: perasaan tidak bisa ditiru.
Saat satu kamar berubah menjadi satu ranjang, sentuhan yang awalnya harus ditolak justru terasa semakin sulit dilepaskan. Nadia mulai mendambakan suami adiknya, sementara Nadine menemukan gairah yang tak pernah ia rasakan bersama suaminya sendiri.
Kebohongan selama lima belas hari itu akhirnya menyeret dua keluarga ke dalam cinta terlarang, kehamilan, pengkhianatan, dan rahasia yang terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35

Mata Fajar memerah seolah menahan amarah yang nyaris meledak. Ia mengepalkan tangan hingga urat-uratnya menonjol dan memukul meja kopi di depannya dengan keras. Dia meraung dan berkata kepada Nadine dan Nadia: "Kalian menganggap kami ini apa?" Lalu dia pergi tanpa menoleh ke belakang. Ia mengendarai motor tanpa tujuan sementara angin malam menerpa wajahnya. Di tengah perjalanan, seluruh kejanggalan yang selama ini membingungkannya mendadak terasa jelas. Pikirnya, tak heran jika sebelumnya Nadine tiba-tiba menjadi antusias, setuju untuk pergi ke Denpasar bersamanya, dan setuju untuk mengambil foto-foto seperti itu. Ternyata orang itu dari awal sampai akhir bukanlah Nadine, melainkan Nadia. Kenangan indah itu semuanya bohong. Fajar yang berusia 26 tahun itu terus mengendarai motor dengan air mata mengaburkan pandangannya. Karena khawatir, Nadine segera mengejarnya.

Arga tetap tenang. Lagipula, dia sudah menebak sesuatu saat melihat Nadine. Dia menatap mata istrinya yang merah dan bengkak dan menanyakan tebakan yang berani. Dia berkata, "Nadia, jawab dengan jujur. Perempuan yang bermain piano pada malam pertama kita bertemu lima tahun lalu itu kamu atau Nadine?" Nadia tidak menyangka Arga akan menanyakan hal tersebut. Ia mencoba mengingat kembali malam pertemuan mereka.

Nadia ingat saat pertama kali bertemu Arga, Arga menyambutnya dengan hangat dan memuji permainan pianonya. Tapi dia sendiri tidak mengingat orang ini sama sekali. Setelah mengingat-ingat, Nadia akhirnya memahami kejanggalan itu. Pertemuan pertama mereka terjadi pada malam pergantian tahun. Sehari sebelumnya, ia baru saja mengalami kejadian yang membuatnya terpukul. Pada hari itu, dia putus dengan pacar pertamanya selama tiga tahun. Dia menangis sedih sepanjang hari dan tidak berniat bekerja paruh waktu. Namun, gaji di restoran bergaya klasik sangat tinggi dan bosnya sangat baik. Karena tidak ingin kehilangan pekerjaan, ia meminta Nadine menggantikannya bermain piano malam itu. Melihat perubahan ekspresi Arga, Nadia akhirnya mengerti mengapa pria itu dahulu begitu gigih mengejarnya. Dia menutup mulutnya dan menjawab dengan suara rendah: "Orang yang bermain piano hari itu adalah Nadine."

Tenaga Arga seolah hilang. Ia jatuh terduduk di sofa dan menerima kenyataan yang sejak tadi sudah diduganya. Gadis yang ia cintai pada pandangan pertama sebenarnya adalah Nadine. Semuanya salah sejak awal. Ia menghela napas panjang dan menanyakan satu pertanyaan lagi pada Nadia. Dia berkata: "Apakah kamu mencintai Fajar? Nadia, jika kamu mencintainya dan ingin mempertahankan anak ini, aku bersedia menceraikanmu dan membiarkanmu memilih hidup yang kamu inginkan." Apakah Nadia mencintai Fajar? Tentu saja dia melakukannya. Sejak Fajar melindunginya dari reruntuhan saat gempa, Nadia menyadari betapa besar perasaannya kepada pria tersebut. Namun Nadia belum yakin apakah Fajar dapat menerima dirinya setelah mengetahui kebenaran. Melihat ekspresi Nadia yang ragu-ragu, Arga menepuk pundaknya dan berkata, "Beri tahu aku kalau kamu sudah memikirkannya." Arga kemudian naik ke ruang kerja, meninggalkan Nadia sendirian di sofa untuk memikirkan jawabannya.

Nadine menemukan Fajar di kursi santai di Taman Bungkul, dan ia ingat Fajar akan datang ke sini kapan pun ia sedang tidak bahagia. Hanya dalam satu malam, anak muda dan lugu itu seakan menghilang tanpa jejak. Pria yang duduk di kursi santai itu tampak sedih. Nadine menghampirinya dan duduk di sebelah Fajar. Dia berkata dengan rasa bersalah, "Maafkan aku, Fajar."

Fajar duduk membungkuk dengan kedua siku bertumpu pada lutut. Rokok di antara jarinya sudah hampir habis, tetapi ia tampaknya tidak menyadarinya. Nadine berhenti beberapa meter darinya, memberi waktu agar pria itu mengetahui kehadirannya. Taman yang biasanya ramai terasa sepi menjelang malam. Ketika Fajar akhirnya mengangkat kepala, kemarahan di matanya sudah bercampur kelelahan. Nadine duduk di ujung bangku yang sama tanpa menyentuhnya. Ia tahu percakapan berikutnya akan mengakhiri pernikahan mereka, tetapi menundanya hanya akan membuat luka keduanya semakin dalam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!