NovelToon NovelToon
Sang Pemain

Sang Pemain

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / Romansa Fantasi
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: SelToon

Bima Arka Pradipta , anak dari keluarga sederhana di pinggiran Manado. Keras kepala, tidak banyak bicara di luar lapangan tapi meledak-ledak di dalam lapangan. Hamstring putus , pensiun umur 34 tahun. Dikenal karena tendangan bebas melengkungnya dan loyalitasnya sama tim. Dari anak kampung yang main bola pakai kaki ayam -> ditolak akademi karena dianggap terlalu emosional -> bangkit setelah cedera parah di musim hujan -> jadi kapten yang mengangkat tim degradasi jadi juara.
"Bukan tentang seberapa keras kau terjatuh, tapi seberapa lama kau tetap berdiri di tengah hujan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SelToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 Trial Neraka Di Sawangan - 30 Anak Jakarta & 1 Anak Yg Minta Gaji Duluan

Sawangan , Depok. Lapangan Persija Elite. Rumputnya bukan rumput. Karpet sintetis yang kalau jatuh , kulit akan kebakar.

Mess U-18 , AC dingin , makanan sehat , dan gym. Berbeda jauh dengan rumah panggung Tuminting yang kalau hujan , air masuk dari kolong.

30 anak trial. Bima yang paling jauh kota asalnya. Sisanya dari Jabotabek , Bandung , Surabaya , dan 2 anak dari Papua yang sudah di Persija sejak U-12.

Hari pertama datang , manager sudah sebar gosip "Itu anak Manado yang minta kasbon 10 juta sebelum lolos."

Semua melihat Bima dengan tatapan aneh. Di kantin , anak no 10 , namanya Farrel , anak bekas timnas U-16 juga , menyindir.

"Gimana , perahunya sudah lunas , nelayan ?"

Bima hanya diam dan tidak menjawab. Dia makan nasi dan telur saja. Lauk ayamnya dia simpan , dia bungkus dengan tisu , untuk dimakan malam nanti. Kebiasaan di Tuminting.

Trial 1 minggu. Sistem gugur tiap hari. Hari pertama gugur 5 anak. Hari kedua gugur 5 lagi. Hari ketiga gugur 10. Hari terakhir tinggal 10 anak untuk final game lawan Persija U-18 yang asli.

Coach Elite : Coach Sudirman , yang merupakan mantan bek timnas , dan botak.

Hari 1 : Fisik. Yo - yo test. Bima ranking 4 dari 30 orang. Karena di Manado dia sudah lari tiap pagi sama Yudi sebelum Yudi kerja menjadi kernet.

Hari 2 : Teknik. Bima ranking 9. Lumayan.

Hari 3 : Game kecil 5 vs 5. Di sinilah neraka.

Bima satu tim sama anak - anak yang tidak suka sama dia. Mereka tidak oper ke Bima. Kalau Bima minta bola , mereka bilang "Nanti dulu , main gampang dulu."

Bima tidak mendapatkan bola selama 15 menit. Dia cuma berlari - lari dari arah belakang.

Di menit ke 16 , dia mendapatkan bola. Di depan ada 2 orang. Dia lewat satu orang , lalu lewat dua orang. Lalu dia tidak passing. Dia shoot dari 25 meter. Gol. Pojok atas.

Timnya menang 1 - 0.

Coach Sudirman mencatat : "No 28 Bima - Selfish but effective."

Malam di hari ke 3 , di papan pengumuman mess , 10 nama yang gugur ditempel. Nama Bima tidak ada. Lolos.

Tinggal 20 anak.

Hari ke 4 , 5 , dan 6. Bima main hemat , dia tidak banyak bicara. Dia simpan tenaganya. Dia tahu , di Tuminting , nelayan yang hemat tenaga yang akan mendapatkan ikan yang banyak.

Tinggal hari terakhir. Hari ke 7. Final trial game : Tim Trial vs Persija U-18 Inti yang sudah juara Elite Pro pada musim yang lalu.

Kalau tim trial kalah telak , semua tidak dikontrak. Kalau seri atau menang , 3 - 4 anak yang diambil.

Skor di menit ke 70 : 2-0 untuk Persija U-18 Inti. Tim Trial berantakan. Farrel No 10 yang menyindir Bima tadi sudah menangis di bangku cadangan karena sudah digantikan oleh yang lainnya.

Di menit ke 75 , Coach Sudirman menunjuk Bima yang dari tadi di bangku cadangan di babak kedua.

"Bima! Masuk! Jadi no 10!"

Posisi playmaker. Bukan sayap. Pertama kalinya dalam hidup Bima main no 10 asli.

Di menit ke 82 , Tim Trial dapat tendangan bebas. Jarak 28 meter. Jauh. Hampir tengah lapangan.

Semuanya sudah capek. Farrel yang sudah keluar berteriak dari luar lapangan "Jangan kasih ke anak Manado! Dia mau gaya lagi!"

Tapi kapten Tim Trial , anak dari Bekasi , melihat kearah Bima. Dia tahu cuma Bima yang bisa.

"Bima , kau saja."

Bima taruh bola di atas tanah. Dia melihat kearah gawang.

Di kepalanya bukan ada Sawangan. Di kepalanya : Bapak bilang "Tendang seperti angin." Dan ketua koperasi bilang "3 bulan lagi."

28 meter. Lebih jauh dari semua Pisang Raja yang pernah dia tendang. Di Thailand 26 meter saja sudah hampir gagal.

Tapi dia mundur 4 langkah. Lebih jauh dari biasanya. Karena butuh tenaga lebih.

Wasit trial tiup peluit.

Bima lari. Bukan usap pelan. Dia hantam dengan punggung kaki , tapi dengan putaran. Teknik yang dia pelajari diam - diam dari YouTube waktu di mess PSSI , melihat video James Ward Prowse.

Bola melayang tinggi. Sangat tinggi. Kiper Persija U-18 Inti yang sudah timnas U-19 , tertawa , karena kira akan melambung di atas.

Lalu bola turun. Berbelok. Jatuh.

Pisang Raja Jatuh versi 28 meter.

GOL. Skor 2 - 1.

Di menit ke 88 , Bima dapat bola lagi di tengah. Dia tidak shoot. Dia chip cantik ke striker. Assist. 2 - 2.

Game selesai dengan skor 2 - 2.

Di pinggir lapangan , manager Akademi yang kasih kasbon 10 juta itu berdiri , bertepuk tangan pelan.

Dia dekati Coach Sudirman , kemudian berbisik pelan. Coach mengangguk.

Lalu manager panggil 4 nama.

"Bima Arka Pradipta - Manado , Farrel - Jakarta , Papua no 14 , no 22 dari Surabaya. Kalian dikontrak."

Bima tidak melompat , tidak membuka baju , dia cuma berjongkok. Kemudian memegang rumput sintetis yang panas itu.

Dia ingat kemeja kancing 2 Bapak yang dia bawa di tas , yang masih bau laut.

Dia lolos.

Malam itu , dia telepon Bapak.

"Pak , lolos. Gaji 7 juta. Bulan depan sisa utang perahu bisa lunas."

Di Tuminting , Bapak yang lagi tambal jaring di bawah lampu petromaks , terdiam lama.

Lalu Bapak berkata , suaranya serak

"Bima , perahu sudah lunas. Tadi siang ada orang dari Manado Post yang baca cerita kamu di koran. Dia yang bayar 12 juta sisanya. Dia bilang , jangan jual Sinar Mira. Biar jadi museum."

Bima menangis di dalam kamar mess Sawangan yang dingin itu. Pertama kalinya dia menangis sejak umur 12 tahun.

Perahu selamat tanpa dia bayar.

#####################################

Sampai di sini dulu ya , besok lanjut lagi. Semoga suka , jangan lupa berikan saran , like , dan hadiahnya

Happy reading

1
fabdul
lanjut thor
fabdul
Sinta melihat kearah Nadia dengan tatapan bingung. "Om Bima, Tante ini siapa? itu enak dibaca nya thor 🥰
Jesselyn Runtuwene: Ok , nanti direvisi
total 1 replies
fabdul
cerita mu seru thor cuman penulisan kurang menarik dan bikin pusing bacanya. tolong perbaiki ya thor ini cuman saran kalo pun tidak diperbaiki tidak apa-apa 🤗
Jesselyn Runtuwene: Oke , nanti dibaca ulang dan direvisi
total 3 replies
fabdul
Thor penulisannya lebih enak jika. Nadia, kamu masih ingat saya? jadi enak bacanya nggak ada spasi pas tanda koma di belakang nama Nadia dan kata Saya
Jesselyn Runtuwene: Ok siap nanti direvisi
total 1 replies
fabdul
thor masukan sedikit ya. aku ga enak bacanya karena kebanyakan koma 🙏
Jesselyn Runtuwene: Bab 3 dan 4 sudah direvisi juga
total 3 replies
fabdul
lanjut
fabdul
😭😭
fabdul
bab masih sudah banyak ya thor, ketinggalan jauh
fabdul
semangat nulis nya
Jesselyn Runtuwene: Siap , makasih kak
total 1 replies
fabdul
thor novel mu ini sudah di kontrak?
fabdul: iya thor
total 2 replies
fabdul
wah semangat Bima
fabdul
lanjut thor
fabdul
lanjut
fabdul
lanjut thor
fabdul
lanjut
fabdul
lanjut thor
fabdul
oh iya kah thor? berarti aku yang naik kapal laut ga diterima sama laut karena sering muntah dalam perjalanan 😭
fabdul: hahahaha 😭
total 2 replies
fabdul
maklum anak Kota baru turun gunung 😭
fabdul
😆
fabdul
setuju
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!