"Memosisikan dirimu sebagai musuhku adalah kesalahan terbesar dalam hidupmu, Aleeza!"
AUSTIN VANDERBILT — Miliarder Spanyol yang sempurna, kaya, dan berkuasa. Pria yang disembah semua wanita, kecuali ALEEZA WIRA, paparazzi blasteran Indonesia yang paling ia benci.
Hidup Aleeza hancur saat berita skandal panas Austin mendadak meledak dan namanya difitnah sebagai dalang utama. Demi membalas dendam, Austin menyeret Aleeza masuk ke dalam sangkarnya.
Di antara kebencian, jebakan konspirasi, dan pesona berbahaya, akankah Aleeza berhasil lolos atau justru sang miliarder yang akan berlutut pada wanita yang paling ia benci?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veyra Noir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4. DI BALIK BAYANGAN SANG PANGERAN
"Ke kediaman keluarga Stevano " Perintah Austin Vanderbilt pada pengemudinya dengan nada dingin tanpa ekspresi.
Sepanjang perjalanan melintasi gemerlap kota Madrid, nama wanita itu seolah enggan pergi dari benak Austin. Aleeza Wira.
Austin mengepalkan tangannya di atas pangkuan. Wanita paparazzi itu benar-benar unik, keras kepala, dan selalu punya cara untuk menyulut amarahnya. Bahkan di tengah ancaman kehancuran karirnya, Aleeza masih sempat mengejek cara Austin menyebutkan nama belakang Indonesia milik Aleeza yang terdengar asing bagi lidah Spanyol-nya.
Penasaran, Austin merogoh ponsel pintarnya, membuka aplikasi Google Translate, lalu mengetikkan nama tengah Aleeza yang kerap diejek gadis itu.
Austin menekan tombol sound. Suara mesin penutur bahasa berbunyi nyaring: "Wi-ra."
Austin mencobanya sendiri, berbisik di dalam kemewahan mobil Limousine-nya. "Wi-ra..."
Lidahnya terasa agak kaku. Austin mencoba menirukannya kembali, berulang kali dengan dahi berkerut frustrasi.
"Gezz Kenapa begitu sulit mengeja nama sesederhana itu?!" umpat Austin kekeh seraya mematikan layar ponselnya.
Ia menyandarkan kepala, merutuki kekonyolannya sendiri. Mengapa seorang billionaire terpandang seperti dirinya harus bersusah payah melatih lidahnya hanya demi memanggil nama seorang wartawan pengganggu? Virus gila apa yang sudah disebarkan Aleeza ke dalam pikirannya?
" Kita sudah sampai, Tuan Muda," suara sang sopir memecah lamunan Austin.
Austin melangkah masuk ke dalam mansion megah milik keluarga Stevano. Di ruang tamu yang megah, sesosok wanita bergaun putih elegan tampak sedang menunggunya.
Angeline Stevano. Wanita yang pernah mengisi relung hatinya, kini tersenyum manis menyambut kedatangan Austin.
"Austin ." sapa Angeline lembut.
Bagaimana bisa aku pernah begitu mencintaimu? batin Austin miris seraya menatap wanita di depannya.
"Kau sedang apa, calon istri orang?" sindir Austin dengan kekehan tajam, matanya tertuju pada selembar kartu undangan pernikahan mewah bertinta emas yang tergeletak di atas meja.
Angeline tertawa kecil. "Aku calon istri Rafael, Austin. Jangan mulai lagi."
Austin meraih undangan itu, lalu memandangnya dengan raut wajah kaku. "Kau yakin ini tidak salah cetak, Angel? Harusnya di sini tertulis nama Austin Vanderbilt, bukan Rafael Lucero."
Seketika tawa Angeline terhenti. Wajahnya berubah penuh penyesalan. "Austin hentikan. Jangan membuat skandal pertunangan palsu di media hanya demi menutupi rasa sakitmu dan melindungiku dari publik!"
"Maksudmu berita pertunanganku dengan Aleeza tadi siang?" sahut Austin dengan senyuman miris yang terukir di bibirnya.
"Iya! Jangan mengorbankan namamu hanya karena aku meninggalkanmu, Austin!" tegas Angeline, melangkah mendekat. "Jangan libatkan wanita biasa seperti Aleeza ke dalam konflik kita! Lepaskan dia, Biarkan aku bahagia bersama Rafael, Austin..."
Austin tertawa sumbang, menggelengkan kepalanya pelan. Suara tawa dingin itu membuat suasana ruangan mendadak menjadi sangat hampa.
"Kau percaya berita itu kubuat demi membantumu, Angel?" Austin menatap Angeline tepat di matanya dengan pandangan tajam yang tak terbaca.
Angeline tertegun, lidahnya mendadak terkelu.
"Kebohongan ini mengalir begitu lancar dari mulutku, bukan?" bisik Austin, mendekatkan wajahnya pada Angeline. "Asal kau tahu Aku membuat skandal itu bukan untuk menyelamatkanmu, dan bukan pula untuk mengemis cintamu lagi."
"Maksudmu...?"
Austin menarik napas panjang, lalu mengukir senyuman paling arogan yang pernah ada.
"Aku tidak menjadikan Aleeza Wira sebagai alat penutup skandalmu. Sebaliknya aku menggunakan skandalmu sebagai alasan agar aku bisa memiliki wanita itu sepenuhnya."
Mata Angeline membelalak tak percaya.
"Kau mencintai wanita paparazzi itu?"
Austin tidak menjawab. Ia hanya menyunggingkan senyuman misterius, membalikkan badan, dan melangkah keluar dari mansion tanpa menoleh lagi.
Dua kebohongan besar telah terucap dari mulutnya hari ini. Namun satu hal yang pasti: di mata Austin, Aleeza Wira bukan lagi sekadar mangsa balitanya, melainkan obsession baru yang harus berlutut di dalam cengkeramannya.
▪️▪️▪️
Aleeza: Langsung membuka mulut.
PEMBACA: AHAHAHAHA! Aleeza, ternyata ancaman El Oso cukup ampuh!