NovelToon NovelToon
Seporsi Kekalahan Dari Kehidupan, Aku Bangkit!

Seporsi Kekalahan Dari Kehidupan, Aku Bangkit!

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Mandul / Tamat
Popularitas:281.2k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Selama tujuh tahun, Zahira Narapati mengorbankan karier dan mimpinya demi mendampingi Deris Adikara membangun usaha. Namun, saat kesuksesan akhirnya diraih, Deris justru menceraikannya karena menganggap Zahira tak lagi sejalan dengan kehidupannya dan memilih wanita lain.

Semua orang mengira perceraian itu akan menghancurkan Zahira. Nyatanya, ia bangkit dari nol, membangun kembali kariernya hingga menjadi perempuan sukses yang berdiri di atas kakinya sendiri.

Dalam perjalanan itu, Zahira bertemu Revan Wiranata, pria yang menghargai kesetiaan dan memberinya kebahagiaan baru. Ketika Deris menyesali keputusannya dan ingin kembali, Zahira memilih melangkah bersama seseorang yang benar-benar menghargainya. Sebab, setiap luka bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode — 26.

Rumah keluarga Wiranata, suasana makan malam berlangsung tenang. Revan, ayahnya serta ibunya duduk di meja makan yang panjang.

Setelah beberapa menit menikmati makan malam, sang ayah meletakkan sendoknya.

“Revan, Papa dengar Almira sempat datang ke perusahaan.”

Revan mengangguk pelan. “Iya, Pa. Dia datang tanpa janji temu dan membuat suasana kantor jadi tidak kondusif.”

“Apa yang sebenarnya dia inginkan?”

“Entahlah, dia mengganggu para karyawan dan memaksa ingin bertemu denganku.”

“Kamu mengusirnya?”

“Aku hanya menyuruhnya pergi, tidak lebih.”

Ayahnya menatapnya lekat-lekat, lalu mengembuskan napas pelan. “Papa mengenalmu sejak kecil, cara kamu menyuruh seseorang pergi biasanya tidak pernah lembut.”

Revan terdiam beberapa saat, pada akhirnya dia tidak membantah sedikit pun.

"Revan, Mama tidak pernah memaksamu menikah dengan Almira. Tapi hubungan keluarga kita dengan Capital Group sudah berlangsung puluhan tahun." Ibunya yang sejak tadi diam akhirnya ikut berbicara.

"Aku tahu."

"Lalu kenapa kamu menolak begitu keras?"

Revan menyeka bibirnya menggunakan serbet sebelum menjawab. "Karena perusahaan bukan alat barter pernikahan. Papa membangun Wiranata Corp dengan kemampuan, dan aku ingin mempertahankannya dengan cara yang sama."

Ayahnya memandang putra sulungnya itu tanpa berkedip. "Lalu kalau suatu hari Capital Group menghentikan kerja sama?"

"Gak masalah."

"Kamu yakin?"

"Sangat yakin."

Tatapan Revan tetap tenang. "Kalau sebuah perusahaan hanya bisa bertahan karena hubungan pernikahan, berarti perusahaan itu memang tidak layak bertahan."

"Itu jawaban yang sejak dulu Papa harapkan."

"Berarti Papa juga tidak setuju soal perjodohan?" Ibu Revan justru tampak heran.

Thomas tertawa pelan. "Sejak awal tidak pernah."

"Kok Papa nggak pernah bilang?"

"Papa sengaja diam.“ Thomas menatap putranya itu dengan ekspresi bangga. "Papa hanya ingin melihat, apakah putraku cukup berani mempertahankan prinsipnya."

"Ternyata aku lulus." Revan mengembuskan napas pelan.

"Bukan hanya lulus, kamu membuat Papa bangga." Ayahnya tersenyum.

Tak lama kemudian, suara ponsel Revan bergetar, sekretarisnya mengirim sebuah pesan singkat.

>Pak, kami mendapat informasi ada beberapa akun anonim yang mulai menyebarkan gosip mengenai hubungan Bapak dengan Bu Zahira di forum bisnis internal.

Tatapan Revan langsung berubah tajam, Ia membalas singkat.

>Cari sumbernya, jangan bergerak dulu sebelum bukti lengkap didapat.

Revan memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku, Ia tidak terlihat marah. Namun siapapun yang mengenalnya pasti paham, semakin tenang ekspresi Revan maka semakin serius persoalan yang sedang dihadapinya.

...*****...

Esok paginya, Wiranata Corp tetap berjalan seperti biasa. Namun di balik kesibukan kantor, tim keamanan internal mulai bergerak diam-diam sesuai perintah Revan.

Beberapa akun anonim yang menyebarkan gosip mengenai hubungan Revan dan Zahira berhasil dilacak. Semua akun itu dibuat menggunakan identitas palsu, tetapi pola aksesnya mengarah pada satu jaringan yang sama.

Sekretaris Revan memasuki ruang kerja direktur utama sambil membawa tablet.

"Pak, kami menemukan sesuatu."

"Lanjutkan." Revan meletakkan pena di atas meja.

"Sebagian akun dibuat dari perangkat yang pernah digunakan untuk mengakses jaringan milik Capital Group."

Tatapan Revan menyipit. "Bukti lengkapnya?"

"Tim IT masih mengumpulkan jejak digital tambahan, tapi kemungkinan besar sumbernya memang berasal dari orang dalam."

"Jangan hentikan penyelidikan."

"Baik, Pak."

Di sisi lain, Zahira sama sekali belum mengetahui bahwa namanya sedang menjadi bahan gosip di beberapa grup bisnis internal. Pagi itu ia sedang memimpin rapat koordinasi distribusi, ketika salah seorang staf tampak ragu-ragu.

"Bu..."

"Ada apa?"

"Tidak apa-apa, Bu." Staf itu buru-buru menggeleng.

Zahira pun tidak memaksa.

Rapat tetap dilanjutkan hingga selesai, tapi setelah seluruh orang keluar, Nina yang baru datang dari divisi pemasaran langsung menutup pintu rapat.

"Ra, kamu sudah lihat forum internal?"

"Belum, kenapa?"

Nina menyerahkan ponselnya, di layar terlihat beberapa unggahan anonim.

General Manager baru langsung dekat dengan Direktur Utama. Pantas kariernya melesat, ternyata mereka berdua ada hubungan khusus.

"Siapa yang menyebarkan ini?" Wajah Zahira langsung berubah dingin.

"Belum tahu, tapi sejak tadi pagi mulai ramai."

Zahira membaca beberapa komentar lainnya. Ada yang percaya, ada juga yang meragukan. Adapula yang mulai menghubungkan kedekatannya dengan Revan saat forum bisnis sebelumnya.

"Kurang ajar." Nina mengepalkan tangan.

Zahira mengembuskan napas perlahan ."Jangan emosi dulu."

"Kamu gak marah?"

"Tentu saja aku marah, tapi orang yang menyebarkan ini... memang ingin melihatku kehilangan kendali." Jawab Zahira tenang.

"Kamu curiga pada siapa?" tanya Nina.

"Tidak sulit menebaknya, bukan?" Zahira mengangkat bahunya.

Nama Kayla dan Almira langsung terlintas di benak keduanya.

Tak lama kemudian, telepon kantor berdering.

"Bu Zahira, Pak Revan meminta Ibu ke ruangannya."

"Baik."

Zahira berdiri dan merapikan blazer krem yang dikenakannya. Saat memasuki ruang direktur utama, ia mendapati Revan sedang membaca laporan di tabletnya.

Zahira lalu mengambil tempat di hadapan meja kerja dan duduk disana.

"Aku sudah tahu soal gosip itu," ujar Revan tanpa bertele-tele.

"Aku juga baru melihatnya."

"Apa kamu terganggu?"

“Sedikit, aku gak terlalu perduli oleh tuduhan mereka. Tapi aku kesal, karena mereka berusaha menyeret nama perusahaan.”

"Itu sebabnya aku memanggilmu." Revan menggeser sebuah dokumen ke arah Zahira. "Tim keamanan sudah mulai melacak sumbernya."

"Secepat itu?" Zahira tampak terkejut.

"Mereka sudah bergerak sejak tadi malam."

"Jadi kamu memang menduga akan ada serangan seperti ini?"

Revan menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Iya, tapi aku tidak akan membiarkan nama karyawanku dirusak tanpa bukti."

Untuk beberapa saat, Zahira hanya menatap pria di depannya. Dulu, saat ia dihina sebagai wanita mandul, tak ada seorang pun yang berdiri di pihaknya. Sekarang, ada seseorang yang bahkan bergerak lebih dulu sebelum ia meminta bantuan. Perasaan hangat yang asing perlahan muncul di dadanya.

"Makasih, Revan." Ucap Zahira tanpa nada formal.

"Kamu tidak perlu berterima kasih untuk sesuatu yang memang menjadi tanggung jawabku."

"Tetap saja, rasanya berbeda ketika ada orang yang memilih membelaku." Senyum tipis muncul di wajah Zahira.

Tatapan Revan sedikit melunak. "Kalau aku tidak percaya pada kemampuan dan integritasmu, aku tidak akan membawamu ke Singapura."

Di waktu yang sama.

Sebuah pesan masuk ke ponsel Almira.

>Nona, beberapa akun anonim mulai dilacak oleh tim IT Wiranata Corp.

Wajah Almira langsung menegang, Ia segera menghubungi Kayla. "Kita harus berhenti menggunakan akun itu."

"Kenapa?" tanya Kayla.

"Revan mulai menyelidiki."

"Dia bergerak secepat itu?"

"Aku sudah bilang, jangan meremehkannya."

Rahang Kayla mengeras. "Lalu bagaimana dengan rencana di Singapura?"

"Tetap berjalan."

"Tapi kalau dia sudah curiga..."

Senyum tipis kembali muncul di bibir Almira. "Justru itu, kita buat dia sibuk mengejar gosip. Sementara serangan sebenarnya... dilakukan di Singapura."

"Aku mulai menyukai caramu bermain." Kayla pun tertawa puas.

1
Ardhianna Maniezz
itu baru bos yang keren
Mama Gezkara
kak Zahira suka banget sama warna putih, krem dan hitam ya kak...🤭
Rere💚: Itu aku yg suka, jadi ketempelan karakter Zahira nya deh 🤭
total 1 replies
murni l.toruan
Orang yang terdekat tidak pernah melihat batu yang bersinar. itu yang dialami Zahira. Deris gigit jari dan siap bangkrut
Sisca Raharjo
huhu bikin gregetan 🙄🙄
murni l.toruan
Pelakor tidak ada otak, bodoh n tolol
Punkpunk 234
kuyang sama Kunti klop bngt klo udah niat jahat 😡 dasar pasukan iblizz..😡😡
murni l.toruan
Karma dibayar lunas..sah..sah . terimalah karma keluargamu Deris
murni l.toruan
Baru baca saja aku emosi,
Sazmah Maa
rasakan kau deris
Thewie
masih tidur Lo ya deris.. bangun banguuuun
Thewie
nahhh kan karma datangnya naek jet🤭🤣🤣
Punkpunk 234
wadduhh c Kunti kena gampar.. mantan beud dakh👍😆👍
Punkpunk 234
good job Raa.. cuekkin aja pelakor gila mah👍💪👍
❥␠⃝ ͭ🍁ᴅʜɪᴛᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🇮🇩
ular betina mau dijadikan istri.. lah berlian malah di buang.. selama ini Denis matanya buta sih.. ngga ngeliat yang baik dan perhatian yg mana.. makan tuh pilihan mu Denis.. ❣️
♉ᴶᴬnjiku ᴷᴬᴿena 𝐂𝐢𝐧ᵀᴬ
lah ngapain noleh, kaya ngga laki lain-lain aja, pecundang mah buang aja kelaut biar dimakan ikan hiu.. ngga punya perasaan banget tuh si Deris😎
Eric ardy Yahya
Jalang diam aja , ELU UDAH KALAH YOTAL
Eric ardy Yahya
wah mengulang kejadian Zahira nih , Kurasa Rafka akan jadi orang bodoh kedua
Eric ardy Yahya
SADAR DIRI BU , ANAK ELU BIANG KEROK DAN MENYALAHKAN ZAHIRA ? emang benar-benar otak anda udah Korslet . Zahira wanita berkarir selama 7 tahun , dibandingkan anak elu yang manja yang pakai cara koneksi buat masuk
Dwi Vella
bagus👍👍
Desi Belitong
ada juga ya pelakor gak Tau malu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!