Mengisahkan seorang gadis yang berjuang membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya
Di umurnya yang ke 25 tahun, dia harus rela menyandang status sebagai janda.
Bagaimana kisah selanjutnya Sob.
Tetep pantengin nih novel, karena author insya alloh akan rajin update.
Budayakan tinggalkan Like and comment, karena itu sangat berarti for Author.
By. YINGJUN
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arby yingjun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HARI MELELAHKAN 2
"Ayo buruan waktu kita tak banyak"ucap Jon yang ingin menyudahi acara belanja keluarga.
Dengan paper bag yang memenuhi tangan kiri dan kanan mereka, tentu saja membuat Jon tidak nyaman melihatnya.
"Pelayan... bawa semua belanjaanya ke mobilku!!!"titah Jon yang tak bisa di bantah pada pelayan Boutique tersebut.
Para pelayan langsung berjejer dan mengambil paper bag dari tangan Jumira dan Lusi.
Dengan gesit mereka membawa semuanya itu dan memasukanya pada bagasi mobil Jon.
Tak berselang lama kepala pelayan Boutique tersebut datang menghampiri Jon.
"Sudah selesai Bosku, ada lagi yang bisa saya bantu"tanya kepala pelayan dengan nafas yang terengah engah.
"Aku kira sudah cukup, dan ambil ini! "jawab Jon sambil memberikan segepok uang tips untuk di bagikan kepada pelayan yang telah membantu dalam pekerjaannya.
"Ayo Bu, Lusi, kita pulang, kita tak boleh terlambat!"ajaknya pada mereka berdua.
Jon berlalu pergi menuju mobil yang sudah berada tepat menunggunya di depan Lobi muslimah centre tersebut.
"Ini kuncinya Tuan"ucap Penjaga yang telah memparkirkan mobil Jon di lobi.
Mereka bertiga segera memasuki mobil yang pintunya sudah di bukakan oleh penjaga tersebut.
Jon menyalakan mobil dan menyalakan klakson mobilnya, membuat si penjaga mendekat ke arah kaca kemudi mobil.
"Ada apa Tuan"tanya nya sambil menunduk sopan dan segan pada Jon.
"Ambil ini!"jawabnya sambil menutup kembali kaca mobil dan melajukan mobilnya dengan pelan.
Seketika senyum penjaga itu mengembang, karena telah menerima segepok uang tips dari Jon.
"Terima kasih ya alloh, semoga engkau membalas budi baiknya berlipat ganda"ucapnya sambil berdoa mengangkat kedua tanganya ke langit.
Jon yang baru sampai dan keluar dari mobilnya, seketika berlari kecil ingin melihat hasil pekerjaan bawahanya.
Jon yang baru saja mendapati hasil kerja bawahanya tersenyum puas sambil memanggut kepalanya.
Jon mengecek baik exterior dan interiornya, tak hanya itu Jon juga memastikan menu hidangan apa yang akan di suguhkan oleh para chef terbaiknya untuk menyambut kedatangan Sultan Abdullah di rumah Jon.
"Apa menu yang akan kalian suguhkan kepada tamu agungku"tanya Jon pada salah salah satu chef sambil melipat tanganya di dada.
"Kami telah membuat menu kambing guling khas Madinah almunawaroh yang nikmat dan tak berbau prengus"jawab salah satu chef dengan percaya dirinya.
"Bagusss lanjutkan!!, kalau kau, apa yang kau persiapkan untuk tamu agungku? "tanya nya lagi sambil berpindah ke chef lain yang masih sibuk berkutat dengan masakanya yang hampir matang.
"Di sini saya menyiapkan daging kalkun oven khas negeri kincir yang terkenal dengan selera pedasnya"jawabnya sambil mengeluarkan daging dari oven yang sudah terlihat matang.
"Bagus sekali, tapi…. hei apa yang sedang kau kerjakan"tanya Jon yang pandanganya tertuju pada chef yang kalem dan terlihat santai.
"Saya sedang membuat sambal terasi khas Sunda dan sambal pecel khas Lamongan Bos, yang di beri sedikit tetesan jeruk lemon untuk mengkombinasikanya dengan ayam kampung yang di bakar"jawabnya sambil tangan yang memegang cobek.
"Apakah hasilnya akan nikmat? "tanya Jon kembali mencari kepastian dari mata sang chef tersebut.
"Tentu saja Bos, saya berani jamin, apalagi saudara saya telah membuat Es kuwut sebagai dorongan penyempurnanya"jawab
chef tersebut sambil memamerkan Es kuwut buatan adiknya.
"Bagus tidak sia sia aku mempekerjakan kalian di rumahku"Puji Jon pada seluruh chef yang bekerja saat itu.
Jon berlalu meninggalkan dapurnya untuk menemui kekasihnya Lusi.
Di kamar Lusi yang telah selesai dengan acara mandinya, kini dia sedang mencoba hijab muslimah baru saja dia beli di boutique tadi siang.
Tok.. Tok.. Tok..
"Lusi apa kau di dalam"tanya Jon sambil mengetuk pintu kamar Lusi.
"I ya aku di dalam"jawabnya sambil mendekati pintu.
Jon ternganga dan terkesiap setelah melihat penampilan Lusi dengan gaya muslim terbarunya.
"Subhanallohu rob"Jon berdecak kagum melihatnya.
"Cantik seperti bidadari"ucapanya itu lolos dari mulut Jon tanpa sengaja,
Jon seketika menangkup pipi lusi dengan kedua tanganya.
Cups…
Jon mendaratkan ciuman kecil di kening Lusi dan mencoba memeluknya.
"Eitsss"Lusi menghidar dari rangkulan Jon yang akan memeluknya.
"Knapa Lusi? "tanya Jon dengan sedikit heran.
"Kita belum muhrim camkan itu tuan tampan"jawab Lusi sambi menggoyangkan jari telunjuknya ke kiri dan kekanan.
"Tapi kita kan sudah per…. "ucapan Jon terhenti karena Lusi menutup mulut Jon dengan jari telunjuknya
Wajah Lusi memerah melihat Jon yang masih tersenyum licik dan penuh teka tekinya itu.
"I ya… iya, aku tahu"ucap Jon sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
John berlalu pergi meninggalkan Lusi dengan tersenyum puas.
GOOD😳❤
Semangat!🙏🙏🙏❤❤
sm dgn kenyataan hidup.disaat keingnan tercapai disertai kehilangan yg lain