NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Jadi Istri Petani Tampan

Tiba-tiba Jadi Istri Petani Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Fantasi Wanita / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aida

Luna, seorang mahasiswi jurusan teknologi informasi semester akhir selalu begadang mengerjakan tugas-tugasnya yang menumpuk. Suatu malam ia tertidur di meja belajar bersama tumpukan kertas-kertas nya lalu tiba-tiba ia merasa seperti jatuh dari kursi. Tapi saat ia membuka matanya rupanya ia berada di dalam tubuh seseorang yang mirip dengannya. Ia yakin itu bukan dirinya yang sebelumnya. Tempat itu juga sangat asing baginya. Dan yang lebih mengejutkan lagi adalah seorang pria tampan berparas lembut berbicara padanya. "Annette, kau sudah lebih baik ? Bangunlah, aku membuatkan mu sarapan,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dijebak lagi

Annette meminta bantuan Sisilia untuk membereskan kamar yang bisa ia tempati selain kamarnya dulu. Entah mengapa ia merasakan firasat tidak baik. Dan Sisilia memberikan kamar diujung lorong yang biasanya diperuntukkan untuk tamu.

Annette masuk ke dalam kamarnya saat hari benar-benar larut. Matanya sudah berat sejak tadi tapi ia paksa terbuka karena terlalu asik membuat kerajinan.

Baru saja ia memejamkan matanya tapi suara gaduh dari luar kamar membangunkan nya. Ia sudah menduga apa yang terjadi. Pasti serbuk mawar liar itu mulai bekerja dan ia tidak peduli. Ia mengantuk dan ingin tidur saja.

"Leonnn...." ia bahkan mengigau menyebut nama Leon.

...

Sepanjang malam Nyonya Vivian dan Emilie membuat keributan. Ia marah-marah karena badannya terasa gatal semua dan Emilie malah lebih parah. Belum reda gatal karena alergi tadi sekarang malah terasa lebih parah.

Semua pelayan dibangunkan dan diperintahkan mencari obat yang bisa menyembuhkan gatal-gatal yang tiba-tiba menyerang mereka berdua.

Meskipun para pelayan mengantuk tapi mereka tetap wara-wiri bergantian jika sang Nyonya sudah berteriak.

"Dimana Annette ?" tanya Nyonya Vivian pada salah satu pelayan yang sedang mengoleskan minyak pada lehernya.

"Maaf, Nyonya. Saya tidak tahu," jawab pelayan itu menunduk takut.

"Ibu, bagaimana ini tubuhku semakin gatal. Apa dokter tidak akan datang ?" tanya Emilie yang wajah dan tubuhnya memerah semua.

"Diamlah, Emi. Ibu juga tidak tau. Seorang pelayan pria sedang menjemput nya," sentak Nyonya Vivian. Ia sejak tadi risih mendengar rengekan Emilie. Emilie lalu diam dan menggerutu tidak jelas.

"Cari Annette dan bawa dia kesini," perintah Nyonya Vivian. Ia merasa yakin jika ini semua adalah ulah Annette.

Para pelayan ditugaskan mencari Annette di dalam rumah yang besar itu. Tapi hampir satu jam mereka berkeliling Annette tidak juga ketemu dan Nyonya Vivian semakin marah mendengar hal itu.

"Dimana dia ? Apa jangan-jangan dia pergi dari rumah setelah membuat masalah ? Lihat saja aku akan mengatakan hal ini pada Wiles," geram Nyonya Vivian.

Meskipun rasa gatal di tubuh Nyonya Vivian dan Emilie belum mereda, tapi mereka akhirnya tidur juga setelah dokter datang memeriksa dan memberikan obat campuran antara bahan kimia dan herbal.

..

Annette bangun tidur dengan perasaan gembira saat membayangkan apa yang dialami oleh Nyonya Vivian dan Emilie tadi malam. Ia memang sengaja tidur di tempat yang jarang dimasuki oleh orang agar tidak bisa ditemukan keberadaannya.

Sisilia masuk ke dalam kamar Annette dengan membawakan sarapan serta pakaian ganti yang ia ambil dari kamarnya.

"Selamat pagi, Nona" sapanya dengan senyuman.

"Pagi juga Sisilia. Apa kau melihat Vivian dan Emilie pagi ini ?" tanya Annette ingin tau.

"Saya belum melihat mereka berdua, Nona. Tadi malam Nyonya Vivian tidur di kamar Nona Emilie setelah dokter memeriksa mereka," jelas Sisilia sembari menyiapkan makanan di depan Annette.

Annette mengangguk dan mengucapkan terima kasih. Setelah itu ia mulai memakan makanannya dan Sisilia membersihkan ruangan. Sesekali Annette menanyakan hal yang tidak penting dan Sisilia tetap menjawabnya.

"Aku jadi merindukan Leon. Sedang apa ya dia sekarang," gumam Annette setelah menghabiskan makanan nya.

Sisilia yang mendengar itu ingin menyahut. Tapi ia urungkan sebab Annette tidak sedang bicara dengan nya.

Selesai mandi dan menata rambutnya dengan dibantu oleh Sisilia, Annette memutuskan berkeliling rumah. Masih banyak tempat-tempat yang belum dilihatnya.

"Ini tempat apa, Sisilia ? Kenapa dikunci seperti ini ?" tanya Annette penasaran. Pasalnya ruangan itu seperti sangat rahasia sekali karena pintunya dikunci dengan rantai besar.

Sisilia melihat kearah Annette. Lagi-lagi ia merasa heran tapi tetap menjawab juga.

"Ini adalah kamar mendiang Nyonya Isabela, ibu anda Nona," Jawab Sisilia.

Annette terdiam sesaat. Kenapa tidak ada ingatan apapun tentang ibunya dan tentang kamar ini.

"Dimana kuncinya ?" tanya Annette.

"Saya tidak tau, Nona. Kamar ini sudah seperti ini bahkan sebelum saya bekerja disini. Yang saya dengar Tuan memang melarang siapapun memasuki ruangan ini dan besar kemungkinan jika kuncinya sudah dibuang," jelas Sisilia. Entah mengapa jawaban Sisilia terasa janggal bagi Annette.

Bukankah yang terlintas di benaknya jika Tuan Wiles mencintai Nyonya Isabela. Tapi mengapa mengunci rapat-rapat kamar mendiang istrinya seolah ada rahasia di dalamnya yang tidak boleh diketahui banyak orang.

"Kalau begitu panggil pengawal kemari," perintah Annette. "Dan jangan lupa membawa alat yang bisa membuka rantai ini,"

"Tapi, Nona.." ucap Sisilia tidak yakin.

"Sudah, pergi saja" balas Annette tegas. Ia tidak mau dibantah.

Sisilia mengangguk dan bergegas pergi. Annette berusaha melihat sekelilingnya. Kamar ini berada di tengah-tengah rumah. Tidak pantas rasanya jika dibiarkan terkunci.

"Kenapa tidak ada ingatan tentang kamar ini ya," gumam Annette.

Tidak lama kemudian Sisilia datang bersama tiga pengawal. Dan Annette segera memerintahkan mereka untuk merusak rantai tersebut agar ia bisa membuka pintunya. Tapi dari ketiga pengawal itu tidak ada yang mau bersuara sama sekali.

"Maafkan kami, Nona. Kami masih menyayangi nyawa kami. Nyonya Vivian mengancam kami agar tidak mencampuri urusan keluarga termasuk membuka pintu kamar ini. Jika tidak, maka kami sendiri juga keluarga kami akan mendapatkan masalah," kata seorang pengawal tersebut dengan suara lirih.

Annette merasa marah. Vivian menggunakan kekuasaannya untuk mengancam orang-orang yang tidak berdaya.

Jika ini kamar ibunya, maka ia berhak membukanya. Tapi masalahnya sekarang ia pun tidak bisa melakukan itu sendiri. Jadi yang bisa ia lakukan adalah menunggu Leon datang menjemputnya kemudian menyuruh Leon membukanya.

Sisilia dan tiga pengawal itu saling pandang saat melihat Annette yang tersenyum sendiri. Rasanya ada yang aneh dengan Nona muda mereka.

"Yasudah kalian pergilah. Kau juga boleh pergi, Sisilia," kata Annette. Lalu ia melangkahkan kakinya kearah ruangan yang tadi malam ia datangi. Ruangan kecil tempat ia menyalurkan hobinya.

"Mungkin ini adalah ibunya Annette," katanya saat mengambil sebuah lukisan seorang wanita dewasa yang sangat cantik. Rambutnya disanggul ke belakang dengan hiasan mahkota kecil di atas kepalanya.

"Kenapa aku merasa kematian ibunya Annette tidak wajar," gumamnya.

Lalu Annette memutuskan membuat kerajinan keramik seperti kemarin. Di dunia modern ia sangat suka melakukan itu dan tidak disangka saat terlempar ke dimensi yang berbeda pun ia tetap bisa melakukan hal kesukaan nya.

Lama Annette membuat kerajinan hingga fokusnya tidak teralihkan. Ia tidak menyadari ada api membumbung tinggi dibelakangnya. Barulah saat ia terbatuk-batuk karena asap, ia menoleh dan amat terkejut bahwa ruang kecilnya sudah dilahap api.

Segera ia menyelamatkan lukisan ibunya dan pergi menuju pintu. Sebuah kemalangan atau memang kesengajaan. Pintu yang menjadi satu-satunya tempat agar ia bisa keluar tidak bisa dibuka seperti ada yang menahannya.

"Siapa diluar ? cepat buka sialan ?" teriak Annette. Wajah dan tubuhnya sudah merasa panas akibat api yang memenuhi ruangan. Ia pun terbatuk-batuk tapi masih ingat untuk menutup hidungnya.

Annette berteriak hingga hampir lemas. Namun di detik saat matanya hampir terpejam, ia seperti mendengar sebuah bisikan di telinganya.

'Kau harus selamat,'

Suara itu berulang-ulang seperti berasal dari kepalanya sendiri. Lalu dengan sisa-sisa tenaganya ia menjauh dari pintu dan menabrakkan tubuhnya dengan sekuat tenaga pada pintu itu berharap pintunya rusak.

Dan benar saja pintu yang terbuat dari kayu tipis itu hancur di bagian atasnya. Lalu Annette keluar dengan susah payah bersamaan dengan kedatangan Tuan Wiles yang terlihat panik.

...

1
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Pasti diracun
Susi Akbarini
apa rahasia yg akan anette temukan di kamaar ibunyaaa..

😍😍💪❤❤
Susi Akbarini
waaahhh..
paati meninggalnya diracun ama vivian..
❤😍😍💪💪💪❤❤❤
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Siap2 annette bakal dijebak lagi
Susi Akbarini
akankah vivian kerahuan sama suaminya😍😍💪💪
Susi Akbarini
lnjutttt😍❤❤💪
Susi Akbarini
so Sweet...
❤❤❤💪💪💪
Susi Akbarini
mudah2an bapak anette nemu dakangnya dan ngehukum vivian dan emely..
🤣😄😄❤💪💪
Susi Akbarini
soga anettw selamat❤😍😍💪💪11
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Nah loh kerjaan siapa tuh
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Moga aja bpk na cepet sadar
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Waah bikin esmosi aja nih duo racun 😤😤
aku
sisilia klo bs jgn pggil anet dg KAU. kurang sopan bacanya 🙏
Aida: Oke kak, othor perbaiki 🙏😄
total 1 replies
Susi Akbarini
lanjutttttt
😍❤❤❤💪💪💪💪
Dew666
😍😍😍😍😍
Susi Akbarini
sekamat gatal2 ya emely...
🤣😄❤❤💪
Susi Akbarini
apalagi yg akan vivian lakukan...
❤❤😍😍💪
Dwi Agustina
Semangat up trs othor 💪💪💪🫰
Dew666
🥰🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!