NovelToon NovelToon
Emergency Love

Emergency Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Cintamanis
Popularitas:33.2k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Dituduh Cinta karena kesalahan. Rama membuktikan kalau cintanya bukan kesalahan, murni rasa dari mata turun ke hati. Usaha mendapatkan cintanya seolah didukung oleh jagat raya meski berawal dari kesalahpahaman.

“Nggak masalah nikah karena digrebek, yang penting sah.”

“Siapa kamu, berani mencintai seorang Bimantara.”

“Di dunia ini, Rama jodohnya Gita.”

Kisah cinta Rama Purwangga dan Gita Putri Bimantara, jadilah saksi seberapa darurat cinta mereka.

Spin off Bosku Perawan Tua dan Diam-diam Cinta

=== Mohon dengan sangat agar tidak baca dengan melompat bab dan ikuti sampai akhir ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6. Calon Ibu Anak-anakku

Bab 5

 

Rama mengangkat tubuh gadis itu ke atas kursi roda. Dua orang pria dari keluarganya ikut mendampingi menuju UGD. Setiap menangani pasien tentu saja ada kekhawatiran, apalagi tugasnya di ruang operasi. Namun, rasa khawatir itu agak berlebihan dan otaknya agak tidak waras malah mengagumi wajah cantik Gita, ya gadis itu bernama Gita.

Saat kepala Gita bersandar mengenai tangannya, ingin sekali Rama meraih dan mendekapnya. Kalau ia bercerita di grup sudah pasti jadi hujat4n para netizen.

“Dok, pasien!” teriaknya saat memasuki UGD.

Kebetulan suasana di UGD agak landai. Ia melihat Asoka di nurse station menunjuk brankar yang kosong. Kembali Rama mengangkat Gita dan memindahkan ke atas bed.

“Geser dulu ya mas, biar dokter periksa," ujar Rama pada keluarga Gita.

“Kenapa ini?” tanya Asoka.

“Sesak nafas, kayaknya asma. Hampir pingsan,” seru Rama. “Punya riwayat asma ya?” tanya Rama pada keluarga Gita.

“Iya, adik saya ada asma dan alergi,” jawab Mada menjelaskan kondisi fisik adiknya. 

Rama mengangguk paham. Asoka mengarahkan perawat memasang oksigen untuk membantu Gita bernafas normal.

“Panggil Edward, tadi lagi rehat di samping,” titah Asoka pada Rama.

“Dok, ini VIP3,” bisik Rama.

“Hah, bukannya?”

“Anaknya. Gue serahin ke elo ya, pasien titipan gue yang spesialnya melebihi martabak telur dan nggak usah dibahas di grup lakn4t itu.”

Asoka ingin tergelak, tapi ia tahan. Fokus menangani Gita, sedangkan Rama mencari Edward. Tidak lama kembali bersama dokter vampire itu.

“Kenapa?”

“Tangani ini, aku mau oper pasien,” seru Asoka.

Edward mengangguk mendengar penjelasan Asoka. Kedua dokter itu bebagian berjaga di UGD selain jadwal spesialis mereka.

“Titipan Rama,” bisik Asoka lalu terkekeh.

Rama masih berada di nurse station, pandangannya tertuju pada bed di mana Gita masih di tangani. Dari penampilan keluarga yang mendampingi tampak bukan orang biasa. Asoka sedang operan pasien dengan perawat bangsal, karena kondisi pasien yang tidak biasa. 

“Masih betah?” tanya Asoka pada Rama yang diacuhkan. 

Edward bergabung di nurse station lalu mengisi rekam medik Gita.

“Gimana dok, perlu ranap?” cecar Rama dengan pandangan masih tertuju pada Gita.

“Siapanya kamu?” tanya Edward sambil melirik.

Asoka terkekeh, penasaran apa yang akan dijawab oleh Rama.

“Calon dok,” sahutnya.

Edward sampai menoleh. “Calon apa?”

“Calon ibu anak-anak gue. Nggak kelihatan di wajahnya ada masa depan gue.”

Asoka sampai menjauh karena ingin tertawa, tidak enak dengan keluarga Gita apalagi sampai tahu sedang dibicarakan.

“Ck, calon kepengen itu sih. Nggak perlu ranap, kalau sudah stabil dan keluhannya membaik udah boleh pulang.”

“Dia keluarga pasien yang kalian oper untuk cito.”

“Oh, sebelum tengah malam itu ya,” sahut Edward lagi. “Terus kamu ngapain di sini? Bukan balik ke OK.”

“Tumben gue betah di sini dok. Biasanya gue paling empet sama UGD. Apalagi kalau ngoper pasien cito pas ruang full semua.”

Edward berdecak lalu menghampiri keluarga Gita. Asoka kembali masih cengengesan.

“Lisa di mana? Shift malam juga?”

“Nggak, lagi off. Di rumah ayah. Kalau aku shift malam ya aku antar ke sana, kasihan di apartemen sendiri.”

Rama mengangguk.

“Nggak balik ke OK?” tanya Asoka.

“Astaga, romannya kayak gue nggak boleh lama di sini aja. Tapi si vampir nanya begitu sekarang elo? Pada nggak seneng amat sih, ini demi masa depan gue. Cobalah, disupport.”

Asoka kembali terkekeh sambil membuang pandangannya. “Awas jatuh, jangan mimpi ketinggian. Dimana-mana kenalan dulu, pendekatan bukan langsung ….”

“Iya, gue balik.”

Edward kembali ke nurse station. “Mau kemana?” tanyanya pada Rama .

“Dasar dokter plin plan, tadi nanya kenapa gue belum balik sekarang tanya mau kemana. Emang pada stress lo berdua.”

“Kamu yang gila cinta,” ejek Edward dan Asoka masih menahan tawa mengawasi Rama yang mendekat ke brankar.

“Permisi,” ujarnya mengambil kembali kursi roda. Sempat melirik Gita yang juga melirik ke arahnya.

Busyet, pengen gue kok0p aja kasih nafas buatan, batin Rama.

“Lekas sehat ya,” ucap Rama meski dalam hati ingin mengatakan Cinta aku pergi dulu.

“Makasih ya, mas,” ujar pria yang lebih tua.

“Dengan senang hati pak, sudah tugas saya.”

Kalau saja Beni, Yuli dan Sapri melihat tingkah Rama bisa dipastikan akan dihuj4t dan jadi bahan pembicaraan seumur hidup.

“Gaes gue balik ke OK, ingat titipan gue. Jagain baek-baek,” serunya sebelum pergi.

***

“Sayang, gimana? Udah enakan?” tanya Arya menyusul ke UGD saat subuh.

Gita mengangguk. Ia ditemani Edric karena Mada keluar.

“Sarah gimana, Ar?”

“Masih di ICU, tadi sudah sadar. Dokter bilang semuanya normal dan aman, tapi tidur lagi karena efek obat untuk recovery.”

Edric menghela lega. Arya menggenggam tangan Gita, oksigen masih terpasang karena nafasnya belum normal

“Kamu pulang ya?”

Gita menggeleng.

“Jangan begini sayang, nanti mama ikutan panik kalau dia tahu kamu di sini.”

“Papa kamu benar. Kondisi kamu stabil, ikut om pulang. Gilang dan Mada akan sibuk di sini,” seru Edric.

“Papa kabari terus kondisi mama. Kalau sudah masuk kamar ranap, kita video call. Nurut ya sama Papa, demi kebaikan semua.” Akhirnya Gita mengangguk, setuju dengan perintah Arya.

Hampir pukul delapan pagi, suasana mulai ramai. Gita sudah membaik dan Edric sedang mengurus administrasi. Sedang fokus dengan ponsel, tirai brankar di sibak. Dokter yang semalam menghampiri.

“Loh, ini sarapannya nggak dihabiskan?”

Gita beranjak duduk lalu menggeleng. “Nggak selera, dok.”

“Nanti di rumah harus makan yang banyak,” ujar Edward lalu memanggil perawat dan menjelaskan obat yang harus dikonsumsi lepas dari UGD.

“Lekas sehat ya.”

“Makasih, dok.” Pandangannya tertuju ke arah nurse station, tampak pria yang menolongnya beberapa jam yang lalu berdiri di sana dengan setelan kaos dan celana jeans.

Entah sedang berbincang apa karena rekannya terbahak sambil mendorong tubuh pria itu meski pandangan tertuju ke arahnya.

Om Edric sudah kembali, menunjukan nota pembayaran agar ia bisa pulang.

“Yuk,” ajaknya lalu membantu Gita turun dari bed. Bahkan memakaikan cardigan. “Nggak usah ngeyel, habis ini langsung istirahat.”

Saat melewati nurse station, Om Edric mengucapkan terima kasih. Sedangkan ia hanya tersenyum pada pria tampan yang masih menatapnya.

“Cepat sembuh ya.”

“Makasih,” ucapnya pelan.

 

 

1
Shee_👚
😂😂😂😂😂😂
dah tau pake nanya 🤭
Shee_👚
nah kan dah di tungguin sama para wartawan sengklek 🤣🤣🤣
Shee_👚
lah orang tua melindungi dari pergaulan bebas kaya kalian, bukannya malah mikir segitunya amat.
orang tua kalian juga kalau tau kelakuan kalian begitu pasti kecewa 😔
Shee_👚
salah bukan anak sultan tapi juragan 🤣🤣
Shee_👚
ck si arlan pengin dapetin gita cima tubuh nya doank, kalau dah dapet mah pasti g bakalan tanggung jawab.

denger arlan orang baik mah pasangannya sama orang baik, nah situ maniak cewe dapetnya juga tar yang sama kaya kamu 😏
Shee_👚
si anji g pake g suka bener kalau ngomong, undangan duwit receh mah a rama g butuh lah, kecuali undangannya tanah kosong buat bangun kontrakan baru dah di undang 🤭
Shee_👚
tantrum ya paling sama situ dok, makanya buruan di halalin, kelamaan sih jadi ke balap lagi😂
Shee_👚
ini nanya atau nyindir 🙈
Shee_👚
sabar jule, a rama lagi sibuk ngurusin istri baru🤣
gina altira
Iya Rama digrebeg, jd doanya terkabul kan. nikah jalur grebegan 🤭
mmh nengmuti
yg pnting gue udah nikah ya ram bodo amat cara nya mau d gerebek jg🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hati² kamu Ram, keknya si Arlan gak bakal lepasin Gita gitu aja deh
mery harwati
Rama nih aq kasih bunga karena mau kasih vote atw poin, belum cukup nih poinku /Slight/
mery harwati
Anji gak pake Ng jangan ngegas ya sama Rama, dalam otak Rama mau nikah digrebek mau nikah lamaran baik², yang penting Neng Cinta udah halal secara agama & negara menjadi Nyonya Purwangga 😄
Kalian yang jomblo & dokter vampire duda tambah ngiri aja ya, jangan sampe nganan itu lampu shein hatinya, ngiri aja 😜
Nugroho
kok kamu sok banget bang...,
ndak jujur az kalo ketangkep basah ma Camer???
hadew....
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Nandi Ni
nikah pake ke grebeg aje bangga bgt Si Rama🤣🤣🤣 alkonyol emang dasar Rama Rama,gue sudat ginjal Lo🤭
Elly Maryani
🤣🤣🤣
istri darmayanty
kangen Raman....
Siti Dede
Bener kata Cedric, Arya Rama 11 12
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!