NovelToon NovelToon
Kesayangan Kakak Kedua

Kesayangan Kakak Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Fantasi Wanita / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dhe vi

Leana putri tunggal seorang pengusaha yang tidak pernah terekspos, sehingga dia di kenal sebagai anak orang miskin yang masuk ke tempat elit demi menaikkan derajat. Menjadi pacar seorang anak miliyader membuatnya menjadi pusat perhatian, Reno putra ke tiga dari keluarga ternama di kotanya, Ketika berkunjung kerumah sang pacar dia mendapati teman baiknya sedang berduaan. Meminta pertanggung jawaban namun tak di hiraukan Reno.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhe vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Rumah keluarga Wilder.

"Sayang kamar kamu terlalu kecil, bukannya kamu anak kesayangan ayah kamu kenapa kamar kamu kecil begini". Keluh Melinda pada Reno

"Ya gimana lagi, nanti aku bilang sama ayah untuk mengganti kasur yang lebih besar".

"Janji ya".

"Iya-iya. sudah tidur dulu sana".

Melinda berasa seperti nyonya muda di rumah ini, karena hanya dirinya yang tinggal di sini tapi terkadang kakak iparnya Ray dan Asael pulang kerumah ini.

Melinda pergi ke dapur untuk mencari pembantu rumah itu.

"Melin?".

"Shut ibu jangan keras-keras".

"Apa yang kamu lakukan?".

"Merubah hiduplah apa lagi, lihat aku juga hamil anaknya Reno loh bu".

"Ya ampun Melin, kenapa kamu ceroboh sekali sih".

"Ceroboh gimana sih bu, aku begini juga biar hidup kita nggak begini- begini aja".

"Tapi Melin".

"Ada apa ini?". Tanya mama Ray

"Eh nyonya, tidak nona muda bilang mau makan kue jadi saya bilang saya tidak memasak kue hari ini". Alasan Ibunya Melinda.

"Kue? Sarapan pagi sudah siap kan bi, anak-anakku mau datang untuk sarapan dirumah".

"Sudah nyonya".

Melihat ke arah Melinda kemudian mama Ray meninggalkannya.

"Buruan bu, aku juga sudah lapar".

"Iya-iya".

Ibu Melinda melanjutkan pekerjaannya. Sebagai seorang yang telah lama bekerja di rumah keluarga Wilder Ibu Melinda tahu seluk beluk keluarga ini, termasuk tentang Reno.

"Dasar anak bodoh". Umpat ibunya Melinda

Di dalam kamar Reno sudah bersiap untuk pergi bekerja di hari pertamanya, walaupun hanya sebagai Manager dia harus berusaha keras untuk bisa menjadi kaki tangan ayahnya.

"Sudah siap sayang". Tanya Melinda pada Reno

"Iya, kamu dari mana?",

"Dari dapur, lihat apa yang di masak bibi".

"Oh, mandi sana sudah jam berapa ini".

"Iya iya".

Asael dan Isabella datang lebih dulu dari pada Ray karena jarak rumah utama dan rumahnya hanya beberapa kilo meter saja.

Selesai mandi Melinda memakai baju yang agak terbuka pada bagian dadanya, melihat itu Isabella merasa risih.

"Beb gede banget beb". Bisiknya pada Asael

"Kegedean begitu".

"Ya ampun kamu memperhatikan banget ya".

"Jangan aneh-aneh Isabel, kamu jadi istri baru kelihatan ya aslinya".

Isabella hanya tertawa setelah mengerjai suaminya itu.

Tidak lama setelahnya Ray datang dengan mobil Leana.

"Loh Lea mana Ray?".

"Dia pulang ke rumah orang tuanya, ada yang mau dia urus di sana".

"Wah wah kesepian dong nih". Di barengin gelak tawa Isabella.

Melinda sudah duduk cantik di meja makan bersama dengan Reno, layaknya pengantin baru mereka terlihat mesra dan sebagai istri yang baik dia melayani Reno dengan baik di meja makan.

Selesai sarapan Asael segera ke kantor dan Isabella akan tinggal karena mau menemani mertuanya belanja, sedangkan Ray sibuk dengan ponselnya menghubungi Leana yang jauh di sana.

Reno juga pergi ke kantor karena dia tidak mau mendapat omelan dari ayahnya.

"Bekerja yang rajin ya sayang untuk anak kita".

Isabella yang mendengarnya merinding sekujur tubuh dengan tingkah laku Melinda, dia yang pengantin baru saja tidak begitu. Mungkin karena dia terbiasa bertemu dengan Asael sehingga dia merasa biasa saja setelah menikah, malahan suaminya itu yang sangat manja ketika mereka berada di rumah.

Ray yang tidak sibuk hari ini memutuskan dirumah orang tuanya, namun kini hanya ada dirinya dan Melinda dirumah.

"Hallo kakak ipar". Godanya pada Ray

"Duh kaka dingin banget sih kayak kulkas. Kakak benaran pacaran sama Lea?".

"Lalu apa hubungannya sama kamu?"

"Aku kan teman baiknya kak, kakak mau tau tentang Leana keseluruhan tidak, aku tau semua loh kak".

"Oh ya? Sejauh apa kamu tau tentangnya".

Ray segera mengirim pesan pada Lea bahwa Melinda mendekatinya dengan dalih tau tentang Leana, Leana membalas dengan ekspresi ketawa namun terlihat jelas bahwa dia cemburu pada Ray.

"Lea itu ya kak, suka gonta ganti pria, dia juga suka jajan sembarangan".

Ray hanya mngangguk.

"Kalau aku ini bersih kak, aku cuma sama Reno saja". Sambungnya lagi

Ray tersenyum sinis melihat Melinda dari atas ke bawah siapapun tahu bahwa Melinda adalah wanita berpengalaman entah sudah berapa kali dia bergonta ganti pria dan pada akhirnya berakhir pada Reno yang dia fikir adalah anak terakhir dalam keluarga Wilder.

Setelah menghabiskan teh mawarnya dia pergi dari rumah orang tuanya, merasa risih dengan perempuan yang mencoba mendekatinya itu.

"Jika kamu mencoba mengusik Leana jangan salahkan aku jika aku bertindak". Ucapnya pada Melinda.

"Hish apa sih baiknya dari Leana itu, anak angkat keluarga kaya saja belagu. Lagian juga kenapa Ray tidak melirikku sama sekali sih". Keluh Melinda

Karena Melinda hanya seorang diri dia memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Ray yang tidak terkunci. Bau parfum yang sering Ray gunakan tercium dari dalam kamarnya.

Bau khas cowo maskulin dan kamarnya juga rapi, namun yang membuatnya tidak nyaman ada foto Leana di sana tergantung dengan rapi.

"Cih cantik apanya, toh lebih cantikan aku juga".

Setelah puas di dalam kamar Ray, Melinda keluar dari kamar Ray yang di sambut oleh tatapan sinis mertuanya yang kebetulan baru datang bersama Isabella.

"Ngapain kamu ke kamar Ray, dimana Ray". Tegurnya pada Melinda

"Kak Ray baru saja keluar ma".

"Bel nanti minta orang bersihkan kamar Ray kalau perlu ganti semua perabotannya".

"Ya ma". Jawab Isabella.

Melinda terlihat sangat marah, apa dia segitu kotornya di hadapan keluarga suaminya ini.

"Lagian jadi istri kok diam aja dirumah, bantu suaminya cari uang ato kerja gitu", sindir mama Ray

"Duh untung deh menantuku satu ini istri yang sempurna untuk anakku". Sambung beliau lagi.

Melinda segera masuk ke dalam kamar dengan perasaan marah dia menelpon Reno mengadukan semua yang terjadi padanya hari ini.

{Sudah lah Lin aku lagi sibuk ini nanti ayahku marah}. Tutup Reno pada telpon Melinda.

Rasanya badan Melinda mulai sakit, dia turun ke bawah meminta sang ibu untuk memijatinnya dan ibunya mengiyakan karena pekerjaan beliau sudah selesai.

"Bu minta uang dong, aku mau jalan-jalan". Ucapnya pada ibunya yang sedang memijat dirinya

"Ibu belum gajihan Mel, kamu bisakan minta ssma Reno".

"Reno juga baru kerja bu, mana ada uang dia, ibu minta deh sama mertuaku".

"Minta bagaimana sih Lin, sudahlah ibu cape". Ibu Melinda melanjutkan memijat anaknya.

Tidak lama setelahnya, mama Ray memanggil ibu Melinda.

"Iya nyonya". Buru-buru turun ke bawah.

"Kamu dari mana?".

"Tadi non Melin minta tolong".

"Ini kenapa belum di susun, nanti kalau rusak bagaimana sih".

"Baik nyonya".

1
Yovi arine
😄😄
Suci Dava
klo kamu tahu asal-usul Melinda, pasti shock kamu Lea
Evelyn
masuk rak dulu, nunggu bab nya banyak baru baca🤭..
semangat ngetik thor sampe tamat..
Yovi arine: Iya terimakasih semangatnya 🥰🥰
total 1 replies
Yovi arine
Iya,, terimakasih 🥰🥰🥰
Muna Junaidi
Simpan dulu ya thor 🥰🥰
Yovi arine: Iya, terimakasih banyak kak 🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!