NovelToon NovelToon
Pria Titisan Raja

Pria Titisan Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:32.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Kalandra Wiranata adalah seorang Petugas Pemadam Kebakaran yang bertugas di sebuah Kota kecil.
Kota tempat tinggalnya itu terletak cukup strategis karena tepat berada di tengah - tengah dari lima Kabupaten di Provinsi itu.
Karena tempatnya yang strategis, Timnya kerap kali di perbantukan di luar dari Kotanya.
Timnya, bukan hanya sekedar rekan kerja. Mereka sudah seperti keluarga kedua yang di miliki oleh Kalandra.
Karna sebuah kejadian, Kalandra pun di pertemukan dengan seorang wanita yang ternyata merupakan jodohnya.
Selain perjalanan karir dan cinta, ada sebuah rahasia yang akhirnya terungkap setelah selama ini selalu membuatnya penasaran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Sang Penjinak Api

Suara sirine mobil yang memekakkan terlinga terdengar bersahut - sahutan. Dua buah mobil pemadam kebakaran melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke pusat kepulan asap kehitaman yang membumbung tinggi.

"Kapt! Ada mobil yang menghalangi jalan." Driver mobil pertama melapor pada Kaptennya yang berada di mobil kedua.

"Ji, turun dan lihat ada pemiliknya atau tidak." Perintah Kalandra pada salah satu anggotanya yang ada di mobil pertama.

"Siap, Kapt." Jawab Oji yang langsung turun dan mencari pemilik mobil.

Kebakaran yang melahap salah satu wilayah paat penduduk yang berada di dalam gang sempit itu tentu cukup menyulitkan. Untungnya, gang itu masih bisa di lewati mobil truk pemadam kebakaran.

"Gak ada pemiliknya, Kapt. Warga yang ada di sini juga gak tau siapa pemiliknya dan kemana orangnya." Kata Oji yang melapor.

Kalandra menghela nafas. Timnya tentu di buru oleh waktu untuk segera memadamkan api agar tak terus merembet ke rumah yang lain.

Pria tampan dengan postur tubuh yang proporsional itu segera turun dan berjalan menghampiri tempat mobil penyebab masalah terparkir.

"Turun semua!" Titah Kalandra yang meminta semua timnya untuk segera turun.

"Mobil masih bisa lewat kalau kita miringkan mobil ini." Kata Kalandra yang membuat rekan - rekannya mendelik.

"Apa? Di miringin? Mobil mewah ini mau di miringin, Kapt?" Tanya Oji dengan tatapan tak percaya.

"Iya. Ayo, segera! Kita gak punya banyak waktu." Perintah Kalandra.

"Tapi, Kapt. Kalau nanti pemiliknya ngamuk, gimana? Bisa - bisa kita di tuntut ganti rugi." Tanya Rian dengan ragu.

"Gak usah takut. Mobil ini menghalangi jalan kita yang sedang bertugas. Kondisinya pun darurat karena pemiliknya gak ada. Kita di lindungi undang - undang untuk melakukan apapun agar tugas kita tak terhambat." Jawab Wildan yang di sambut acungan jempol oleh Kalandra.

"Ayo! Tunggu apa lagi? Kalian mau apinya semakin merembet? Mungkin juga ada korban yang masih terjebak dan harus kita selamatkan di sana." Kata Kalandra dengan tegas.

"Siap, Kapt!" Jawab semua anggota timnya.

Mereka semua kemudian mengambil ancang - ancang untuk memiringkan mobil yang tak mungkin di pindahkan itu

Satu...

Dua...

Tiga!

Kalandra memberi aba - aba. Hanya dengan satu kali angkat, mereka bisa membuat mobil itu berada dalam kondisi miring dengan pintu bagian kemudi berada di atas.

Beberapa warga yang sedang berada di sana pun sempat mengabadikan kondisi mobil yang menutupi jalan dan saat petugas Pemadam Kebakaran memiringkan mobil itu dengan kamera ponsel mereka.

Para driver segera kembali ke dalam mobil dan memposisikan mobil agar bisa lewat. Setelah dua mobil Pemadam Kebakaran itu berhasil lewat, semua anggota yang masih ada di luar pun segera naik dan melanjutkan perjalanan ke titik pusat kebakaran.

Mereka bergerak cepat ketika sudah mencapai tempat kejadian. Di sana, banyak warga yang sudah bahu membahu untuk memadamkan api yang dengan cepat merembet ke bangunan lain.

"Astaghfirullah." Lirih Kalandra melihat parahnya TKP.

"Ayo cepat!" Perintah Kalandra pada semua timnya.

Mereka bergerak cepat dan langsung menyiram api dengan air bertekanan tinggi. Kalandra terus memberikan instruksi pada semua anggotanya. Netra elangnya pun mengawasi setiap pergerakan yang terjadi di sekitarnya.

"Mikiiii... Tolong! Tolong Miki." Seorang gadis kecil yang masih memakai seragam putih merah, berlari ke arah salah satu rumah yang perlahan mulai di rambati si jago merah.

"Adek mau kemana? Jangan ke sini, bahaya." Dengan sigap, Kalandra memegangi tubuh gadis kecil itu.

"Tolong Miki... Tolong anjingku, Pak. Miki masih di dalam." Kata gadis kecil yang histeris itu.

"Tunggu di sini, biar saya yang cari Miki." Kata Kalandra setelah menyerahkan gadis kecil yang menangis histeris itu pada orang tuanya yang juga baru sampai.

Dengan langkah cepat dan tanpa ragu, Kalandra mendobrak pintu rumah yang terkunci. Rumah yang sudah di penuhi asap tebal itu, membuat jarak pandangnya terbatas.

"Miki... Miki..." Kalandra mencoba memanggil hewan peliharaan si empunya rumah. Langkahnya cepat menyisir setiap ruangan yang ada di rumah itu.

"Miki..." panggilnya lagi sembari sesekali melihat ke atas, dimana api sudah mulai membesar di sana.

"Miki... Miki..." Seru Kalandra semakin keras.

Tak lama, terdengar suara gonggongan anjing yang ternyata berada di lantai dua. Mungkin karena panik, anjing itu berlari kesana dan kemari untuk menyelamatkan diri.

Kalandra segera naik dan menghampiri anjing kecil yang ketakutan itu. Kalandra kemudian membungkus tubuh anjing kecil itu dengan kain basah yang sudah ia bawa. Ia kemudian membawa anjing kecil itu keluar dari rumah yang kini mulai terbakar.

Langkahnya kian cepat seiring dengan hawa panas yang semakin terasa. Sementara anjing kecil itu tampak tenang seolah yakin jika nyawanya akan selamat kali ini.

Begitu keluar dari pintu, langkahnya tiba - tiba terhenti. Entah mengapa, ia merasa tubuhnya seperti terpatri di atas tanah.

"Kapt, awas!" Teriak salah satu anggotanya.

BRRAAAAKK!

Atap teras yang terbuat dari kayu dan asbes itu runtuh tepat di hadapannya. Api berkobar dengan gagah tepat di depan matanya. Kalandra mundur beberapa langkah dengan masih memeluk anjing kecil yang kini mulai ketakutan.

"Astaghfirullah... Astaghfirullah..." Kalandra terus beristigfar dalam hati.

"Kapt! Kapten!" Seru para anggotanya.

Mereka segera mengarahkan air ke tempat Kalandra berada untuk memadamkan api yang berada di sekitar Kalandra.

"Kapten!" Suara Oji paling keras terdengar.

"Tetap fokus! Aku baik - baik aja!" Jawab Kalandra yang juga berseru.

Mendengar jawaban dari Kalandra, mereka semua pun mulai kembali tenang. Para aggota tim yang terbagi menjadi dua itu mulai kembali fokus memadamkan kobaran api yang mulai jinak.

Sementara Kalandra, tanpa ragu berjalan menembus kobaran api yang mulai meredup. Ia kemudian menghampiri gadis kecil yang masih menangis itu.

"Mikiii...." Seru si gadis kecil ketika melihat Kalandra yang datang bersama anjingnya.

"Terima kasih, Pak! Terima Kasih." Ucap gadis kecil itu, ketika Kalandra memberikan hewan peliharaannya.

"Sama - sama. Sekarang tolong minggir, ya. Cari tempat yang aman." Ujar Kalandra sembari mengusap bahu gadis kecil itu.

"Kapten, baik - baik aja?" Tanya Wildan yang sedang membantu mengendalikan selang air bertekanan tinggi ketika Kalandra menghampiri.

"Aku baik - baik aja." Jawab Kalandra.

"Ayo fokus! Tinggal sedikit lagi!" Seru Kalandra.

Setelah berjuang melawan si jago merah selama hampir tiga jam, tim pemadam kebakaran akhirnya berhasil memadamkan api yang melahap habis tujuh bangunan rumah warga.

Dengan nafas yang masih terengah - engah, para anggota tim beristirahat di dekat mobil. Sementara itu, Kalandra di temani oleh Oji, berkeliling untuk memastikan jika sudah tak ada lagi titik api di lokasi kejadian.

"Sudah aman, Kapt?" Tanya Rian.

"Alhamdulillah, semuanya aman. Terima kasih karena sudah bekerja keras memadamkan api." Ucap Kalandra sambil tersenyum bangga.

Salah satu hal yang selalu membuatnya bangga yaitu bisa memadamkan api tanpa ada korban jiwa.

1
Atik Kiswati
knp hrs di bagi ama yg lain....mlh bikin bete kan....
Ita Xiaomi
Kalandra kalimat terakhir tlg direvisi bs bikin emosi nih😁
Ita Xiaomi
Daddy berkelit aja tuh 🤣
Nurlaila Elahsb
fans ya😀di maklumi aja na😊
Dewi kunti
mengantar yaaa
Nuri 73749473729
ada2 aja kamu kal... lanjut💪
Esther
bagi coklatnya Naina, jangan dihabiskan sendiri nanti sakit gigi😄😂
Nifatul Masruro Hikari Masaru
duh kal. bikin orang bete aja kata terakhir nya
Mulyani Asti
seru
Ita Rcwt
ga sabar ini nunggu lanjutannya😊
Nifatul Masruro Hikari Masaru
langsung dapat gelar mommy aja nih
Atik Kiswati
semoga langgeng sampe nikah ya....
Nuri 73749473729
lanjut thor💪
Dewi kunti
pacarnya boleh Nemu dihutan itu🤭🤭🤭🤭
Kristiana Subekti
semangat up nya thor 🥰
Faqisa Sakila
yg dsni happy2..
yg crita stunya ko serem sih thor..
doble up donk
Nifatul Masruro Hikari Masaru
wiiiih langsung gercep
Priyatin
mau .... ayo bang 🥰🥰🥰🥰
Priyatin
hah. ek kok aku yg kaget bang 😄😄😄
Atik Kiswati
lnjt..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!