NovelToon NovelToon
Rahim Yang Terbelenggu DENDAM

Rahim Yang Terbelenggu DENDAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Mafia / Bad Boy
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nufierose

"Capek tidak sayang? aku masih mau sekali lagi.."
"Kamu kuat sekali Mas.."

Si tampan itu tertawa menciumi pipi sang Istri, entah sejak kapan dia sangat mencintai istrinya ini.

"Sudah di minum Pilnya Sayang?"
"Harus Mas? Aku lelah minum Pil KB terus.."
"Menurutlah sayang semua demi kebaikan.."

Tidakkah Tama tau jika larangannya itu justru menyakiti hati Istrinya?

"Aku takut sayang, Aku takut kamu akan meninggalkan aku saat mengetaui kebenaran atas Suamimu ini."

Tama selalu di hantui rasa bersalah, ketakutan dia akan masa lalunya.

Sebenarnya apa Yang terjadi di masa lalu ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nufierose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUA GARIS MERAH

BAB 15

Setelah mengurus semua pekerjaan kini Alisya dan Tama bisa kembali ke tanah Air, wanita berambut hitam legam itu selalu berseru sepanjang perjalanan, benar – benar sangat bersemangat, bagaimana tidak ? Alisya sangat merindukan Rumahnya, Ranjangnya tempat berbaring dan semua yang ada di Kota kelahirannya.

“Seneng banget sih Sayang?”

“Seneng Dong! Kan kita mau pulang Mas..”

Tama menggoda Istrinya, Selin dan Bayu yang melihat kebucinan Bosnya hanya bisa menggelengkan kepala.

“Jadi Obat nyamuk kita Sel..” Selin mengangguk dengan tatapan lurus kedepan.

“Sepertinya begitu Bay.. biarkan saja, Tama sampai di Jakarta sudah mumet nanti, biarkan dia bergembira ria sekarang.”

Ingin sekali Bayu tertawa tapi mau bagaimana lagi? Dia harus tetap terlihat tenang saat berada di dekat Bosnya.

“Sayang..”

“Hmm,  Iya mas?” Alisya mendongakan kepala Tama langsung mengecup bibir mungil itu.

“Masih sakit kepalanya?”

“Sudah mendingan Mas, Nanti sampai di Rumah aku mau minta di pijit bi Fatimah..”

Tama mengangguk, sesampainya di Bandara Soekarno Hatta Tama dan Sang Istri di Jemput oleh salah satu anak buah Tama.

Namun sesampainya di rumah Alisya sudah di buat kesal, bagaimana tidak! Tama langsung berangkat ke kantor, dan itu membuat Alisya kesal.

“Non, mau Bibi pijat sekarang?”

Alisya yang sedang terdiam di kamar menoleh saat sang Art memasuki kamarnya.

“Nanti saja Bi, perut aku mual sekali..”

“Non sudah minum Obat?” Alisya mengganggukan kepala.

“Mau Bibi buatkan Wedang Jahe?”

“Boleh Bi..”

Di buatkan lah oleh Bi Fatimah, dan Alisya langsung menghabiskannya.

“Bagaimana sekarang?”

“Masih Bi, kenapa ya aku tuh? Tidak biasanya aku begini.”

Fatimah merasa kasihan dengan Nona mudanya, tidak biasanya Alisya sakit sampai seperti ini dan Fatimah sangat tau bagaimana Nona mudanya itu.

“Ayo Bibi pijat..”

Setelah di pijat, Alisya kembali tersentak karena rasa mual yang datang lagi..

Hueeekkkk

Hueeekkkkk..

Alisya terjatuh di Toilet, tubuhnya benar – benar lemas, sehingga mengudang kecemasan Fatimah.

“Non..”

“Iya Bi?”

“Maaf sebelumnya kalau Bibi lancang” Alisya menoleh dan menunggu Asisten rumah tangganya selesai bicara.

“Apa Non sudah datang bulan?”

Alisya kembali mengingat, Selin pun bertanya demikian.

“Aku bulan ini telat Haid, Bi. bahkan aku belum Juga sampai sekarang..”

“Apa mungkin Non Hamil?”

Alisya mengerutkan dahi, Selin pun berpikir demikian tapi Alisya tidak mau berharap apapun.

“Bibi kan tau kalau aku rajin mengkonsumsi Pil Penunda kehamilan, jadi rasanya tidak mungkin kalau aku hamil Bi..”

“Non... apapun yang di cegah oleh kita tapi Jika Tuhan menghendaki bisa saja terjadi Non..”

Alisya jadi kepikiran, sebenarnya Wanita itu mengharapkan tapi dia takut kecewa.

“Mau Bibi belikan test pack?”

Alisya menatap Fatimah, dan setelah banyak di nasehati akhirnya Alisya menyetujui untuk di cek melalui Test pack.

Tanpa menunggu lama Fatimah berpamitan untuk ke Apotik yang tak jauh dari kediaman Tama, dia langsung meberikan itu pada Nona mudanya.

“Mau Bibi temani?”

“Aku bisa sendiri Bi.”

Alisya tersenyum, di genggam erat benda kecil itu, besar harapannya kalau dia bisa hamil tapi di sisi lain Wanita itu takut kalau suaminya tau.

Dengan penuh keberanian Alisya mulai melakukan tes. Dia hanya butuh waktu lima menit menunggu sampai hasilnya benar – benar keluar.

“Ya Tuhan.. apapun hasilnya aku akan menerima..”

Alisya sudah gemetar, tak lama dia menoleh pada benda kecil di tangannya, bibirnya tersenyum dan kedua matanya mulai berkaca – kaca.

“Ya Tuhan..”

Dua Gadis merah yang terlihat sangat jelas.

Sekali lagi.

Dua gadis merah.

Alisya membekap mulutnya dua gadis merah yang selama lima tahun ini dia nantikan, apa ini mimpi?

Tapi tidak mungkin dia berulang kali mencubit lengannya dan itu terasa sakit.

“Ya Tuhan, apa benar aku hamil?”

Alisya mencoba tenang, dia menyimpan benda itu di sakunya dan perlahan – lahan keluar dari toilet.

“Bagaimana hasilnya Non?”

Alisya ragu untuk memberi tahu Fatimah, tapi dia rasa Fatimah adalah orang yang bisa dia percaya..

“Bibi.”

“Iya Non?”

Kedua mata Fatimah sudah berkaca – kaca, dari raut wajah Alisya saja wanita paruh baya itu sudah bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi.

“Apa ini artinya aku Hamil Bi?”

Alisya menunjukan benda kecil itu. Dan Fatimah langsung membelalakan kedua matanya karena terkejut.

“Alhamdulillah Non, Ini artinya non Positif hamil..”

“Aku hamil Bi?” Fatimah mengangguk dengan air mata yang sudah mengalir. dia pun cukup terkejut. lama menantikan Tuan mudanya memiliki keturunan kini akhirnya harapan itu bisa tercapai.

“Selamet ya Non, sebentar lagi Non akan jadi ibu..”

Alisya mengangguk di peluknya benda kecil itu, Fatimah memeluk tubuh Alisya.

“Bibi?”

“Iya Non?”

“Bolehkah aku minta tolong?”

“Boleh Dong, apapun katakan saja Non..”

Alisya menarik tangan Fatimah dan mengajaknya duduk di pinggir Ranjang.

“Bibi, bisa tolong rahasiakan ini dari Mas Tama?”

“Di rahasiakan Non? Kenapa?” tentu saja Fatimah bingung tapi dia menunggu penjelasan dari nona mudanya.

“Aku hanya takut Suamiku belum siap memiliki Anak Bi, jadi sementara waktu ini tolong rahasiakan ya, biarkan aku yang memberitahunya jika memang aku sudah siap..”

Sunguh malang nasipmu Alisya tapi fatimah tidak bisa melakukan apapun, dia hanya bisa menurut saja. Di usap rambut panjang Alisya, Wanita itu langsung tersenyum.

“Baiklah jika itu memang maunya Non, tapi Bibi berpesan jangan terlalu lama menyembunyikannya ya, kasian Aden dia juga berhak tau, dede utun di dalam sini juga pasti membutuhkan kasih sayang ayahnya..”

Ingin sekali menangis rasanya Alisya tapi Wanita itu masih menahannya.

“Iya Bi, aku akan segera memberitahu Mas Tama..”

Semenjak mengetaui bahwa dirinya hamil Alisya tak kunjung berhenti mengusap perut ratanya, dia sangat tidak menyangka jika di dalam sana sudah ada kehidupan baru.

Jabang Bayi yang selama ini dia rindukan.

“Sayang.. sehat – sehat di dalam sana ya, Mama dan Papa sangat menyayangi kamu..”

Alisya tersenyum sangat bahagia, namun seketika diam dan kembali membayangkan bagaimana reaksi suaminya nanti jika tau kalau dirinya sedang mengandung.

“Apa kamu akan menerima anak ini Mas? Atau justru kamu menyuruh aku menggugurkannya?” Alisya menggeleng dan sudah pasti dia tidak mau melakukan itu.

“Aku tidak akan mau Mas, aku akan tetap mempertahankan anak ini apapun yang terjadi, jadi aku mohon kelak kamu harus iklas.”

“Alisya memandang wajah sang Suami dari layar ponselnya, jika Tama benar mengizinkannya hamil dengan begitu apa yang dia inginkan akan segera tercapai.

Betapa bahagianya Alisya..

Malam harinya.

Saat Tama sudah tiba di rumah, kedatangannya langsung di sambut oleh sang Asisten Rumah tangga, Fatimah menyiapkan teh hangat dan juga roti coklat untuk sang Tuan.

“Loh Bi, Alisya Mana?”

“Non sudah tidur dari jam tujuh Den, sepertinya Non sangat kelelahan..”

Tama tersenyum mendengar itu.

“YA sudah biarakan saja, kasihan Istri saya..”

Setelah menyeruput teh hangat Tama langsung berjalan menuju kamarnya, disana dia sudah melihat Alisya tertidur dengan wajah yang sangat cantik.

“Sayang, Mas pulang..” Tak terusik sedikitpun, si cantik itu masih terpejam.

“Kenapa beberapa hari ini aku melihat wajahmu lesu sekali Sayang? Kamu kenapa sebenarnya, membuat aku cemas saja!”

------

1
Rekana
ceritanya keren. banyak rahasia yang belum terungkap bikin penasaran..
suka sama karakter Tama walaupun kejam dan cuek tapi sama istri selalu lembut

love banget pokonya 😗 😗
Rekana
jangan lama² up nya kak.. ceritanya bagus banget.. seru
Ipus
terimakasih Thor ceritanya bagus,menarik. lanjut,,,,
Nufie: sama-sama kak.. jangan lupa Follow author dan kasih ulasan yaa
total 1 replies
Amelia Kesya
masih ngikutin alur
R⁸
banyak bgt al nya, bayu ngobrol dgn selin, panggil al, gani dgn selin al lagi.. tokoh baru nongol al lagi😓
Nufie: maaf kak.. nanti di revisi
total 1 replies
Rekana
aduh siapa lagi itu..
antagonis mulai keluar nih kayanya
Rekana
tempramental banget si tama yaa... keras di luar lembut di dalam 😍
Rekana
duh tam.. meleleh akyuuuu😍
Rekana
takut banget tiba² si selin jahat.
Rekana
jahat banget njirr🤣
Rekana
lanjut kak
Vina Tamaela
Alhamdulillah ternyata sein asisten yang setia dan tidak jahat syukurlah aku sempat kuatir takut tama ada hubungan sama asisten mengingat mereka beda gender 😭 alhamdulillah asisten tama wanita baik2 semoga berjodoh sama bayu dan ada apa sampai tama tidak mau istri hamil dulu tp klo sudah terjadi anak adalah anugerah jika tama benar-benar cinta istri dia akan berusaha menerima kehadiran darah dagingnya apapun terjadi tanpa bnyk pertimbangan dan alasan
Amelia Kesya: Alur ceritanya menarik,masih menyimak alur dan membaca semangat thor💪.
total 2 replies
Vina Tamaela
Aneh kenapa tama gak memperkerjakan asisten laki-laki gak masuk akal seharusnya bayu yg dampingi tama dan selin damping istrinya mana saat dihubungi susah angkat tlp pada lagi kmn dan ngapain sih secinta apapun sama istri tp masih ada rahasia bukan cinta tp selingkuh dengan dusta
Nufie: Soalnya tama ngga bisa jauh dari Selin Kak.. hihihi
total 1 replies
Helen Klawa
lanjut
Nufie: siap kakak.. jangan lupa Follow yaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!