NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Pendekar Dewa

Reinkarnasi Pendekar Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Fantasi Timur / Fantasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:6.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Boqin Changing

Boqin Changing, Pendekar No 1 yang berhasil kembali ke masa lalunya dengan bantuan sebuah bola ajaib.

Ada banyak peristiwa buruk masa lalunya yang ingin dia ubah. Apakah Boqin Changing berhasil menjalankan misinya? Ataukah suratan takdir adalah sesuatu yang tidak bisa dia ubah sampai kapanpun?

Simak petualangan Sang Pendekar Dewa saat kembali ke masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyelamatkan Penduduk Desa

Malam itu, Guru Tian dan Boqin Changing akhirnya menginap di rumah Zhilong. Mereka ingin memastikan keadaan Zhilong dan putrinya setelah meminum obat buatan Boqin Changing.

Keadaan Zhilong saat ini terlihat jauh lebih sehat dibandingkan sebelumnya. Setelah meminum obat buatan Boqin Changing, tubuhnya terasa lebih ringan, dan bintik-bintik hitam di tubuhnya mulai berkurang.

Kondisi Feiling juga jauh lebih baik. Wajahnya tidak lagi pucat, dan ia tidak merasakan rasa dingin di tubuhnya. Hanya saja, tubuhnya masih terasa lemas dan jelas masih membutuhkan istirahat.

Malam itu, Boqin Changing dan gurunya tidur berdua di dalam satu kamar. Boqin Changing menceritakan rencananya untuk menyembuhkan penduduk desa. Ia menjelaskan kepada gurunya langkah-langkah yang akan diambil, termasuk rencana mengisolasi desa ini untuk sementara waktu.

Langkah tersebut perlu dilakukan agar penyebaran penyakit dapat berhenti di desa ini dan tidak menyebar ke desa-desa lain. Jika sampai itu terjadi, wabah ini bisa meluas ke seluruh Kekaisaran Qin.

Wabah hitam adalah wabah yang ditimbulkan oleh penyakit bernama pes. Orang-orang di masa depan terkadang menyebutnya wabah hitam, dan terkadang juga menyebutnya penyakit pes.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang berevolusi pada kutu hewan yang menyerang mamalia, terutama tikus. Dari mamalia tersebut, penyakit ini kemudian menular kepada manusia. Setelah itu, manusia dapat menularkannya kepada manusia lainnya. Untuk menyelamatkan desa ini, Boqin Changing berencana memberantas wabah tersebut hingga ke akar-akarnya.

Wang Tian hanya termangu mendengar penjelasan dari muridnya. Ia tidak menyangka muridnya bisa menjelaskan wabah ini dengan begitu detail. Ia hampir tidak percaya bahwa muridnya, yang bahkan belum berusia sepuluh tahun, dapat berpikir sejauh itu.

“Besok kita akan mulai menyembuhkan penduduk desa ini, Guru. Kita akan mulai dari kepala desa terlebih dahulu.”

“Mengapa harus dari kepala desa dulu, Chang’er? Mengapa tidak dari yang kondisinya paling parah?” tanya Wang Tian penasaran.

“Jika kita bisa menyembuhkan kepala desa, maka dengan bantuannya kita dapat meyakinkan penduduk desa lainnya, Guru. Dengan begitu, langkah selanjutnya akan jauh lebih mudah.”

“Hmmm… analisismu sangat bagus, Chang’er. Baiklah, besok aku akan meminta Zhilong untuk menemani kita.”

Guru Tian tidak henti-hentinya memuji kecerdasan muridnya dalam hati. Ia yakin, jika Boqin Changing tidak menjadi seorang pendekar, maka ia bisa menjadi tabib atau bahkan penasihat kekaisaran di masa depan. Cara berpikir dan analisisnya benar-benar mengerikan bagi anak seusianya.

Setelah diskusi panjang di dalam kamar, pasangan guru dan murid itu akhirnya memutuskan untuk beristirahat. Hari esok akan dipenuhi banyak kegiatan yang harus mereka lakukan.

...********...

Keesokan harinya, ketika Wang Tian bangun, ia tidak menemukan seorang pun di dalam rumah. Awalnya ia berniat mengecek keadaan Feiling dan Zhilong pada pagi hari itu. Namun, saat ia mencari mereka berdua, ia tidak menemukannya.

Ketika ia berjalan ke luar rumah, ia menemukan kedua orang tersebut bersama muridnya berada di makam istri Zhilong. Feiling dan ayahnya terlihat menangis di hadapan makam orang yang mereka cintai. Feiling jelas terpukul setelah mengetahui bahwa ibunya telah meninggal dunia.

Boqin Changing hanya bisa mengamati mereka berdua dari kejauhan. Tidak ada yang bisa ia lakukan saat ini. Jika saja ia sudah memiliki pasukannya yang bernama Zhi Shen, ia pasti akan memintanya untuk menghidupkan kembali ibu Feiling. Namun, saat ini ia belum mendapatkan Bola Pemanggil karena kekuatannya masih belum cukup untuk menuju tempat penemuan bola tersebut.

Keinginan Boqin Changing untuk menjadi lebih kuat secepat mungkin pun semakin membara. Ia tahu, jika ia sudah mampu memanggil pasukannya, maka banyak hal luar biasa yang dapat ia lakukan.

“Ehemm… maafkan kami yang datang terlambat, Tuan Long. Seharusnya kami bisa datang lebih cepat,” Wang Tian membuka percakapan di area makam itu.

Zhilong dan Feiling terkejut ketika melihat penyelamat mereka tiba-tiba telah berada di makam ibu Feiling. Dengan tergesa, mereka bangkit dan menyambut Tabib Tian.

“Tabib Tian, kau tidak perlu meminta maaf. Kami yang seharusnya berterima kasih kepadamu.”

Wang Tian kemudian menjelaskan rencananya kepada Zhilong pagi itu. Ia meminta agar diantarkan ke rumah kepala desa terlebih dahulu sebelum mulai menyembuhkan penduduk desa lainnya.

Zhilong tentu saja menyetujuinya. Ia segera mengajak pasangan guru dan murid itu menuju rumah kepala desa. Baginya, keselamatan penduduk desa adalah hal yang paling penting saat ini.

Rumah kepala desa merupakan rumah terbesar di desa tersebut. Meskipun terlihat sederhana jika dibandingkan dengan rumah para pejabat di kota, untuk ukuran desa rumah itu tergolong sangat besar. Halamannya luas, dan berbagai pohon menghiasi pekarangannya.

Saat Zhilong mengetuk pintu rumah tersebut, keluarlah seorang pria paruh baya berbadan tegap. Dari fisiknya, tidak terlihat adanya tanda-tanda wabah hitam pada dirinya. Boqin Changing kemudian meraba kekuatan orang di hadapannya dengan kemampuan unik yang ia miliki.

“Hmmm, pendekar ahli. Pantas saja penyakit ini seolah tidak berpengaruh kepadanya,” gumam Boqin Changing dalam hati.

Zhilong lalu menjelaskan maksud kedatangan mereka kepada kepala desa yang bernama Guo Yuan. Ia mengatakan bahwa mereka membawa seorang tabib yang mampu mengobati penduduk desa.

“Benarkah kau dapat menyembuhkan penduduk kami, Tabib Tian?” ujar Guo Yuan dengan penuh harap.

“Tentu saja. Aku bisa menyembuhkan mereka semua. Untuk itu, aku mohon kerja samanya, Tuan Yuan.”

“Tentu, tentu, Tabib. Aku akan membantu semaksimal mungkin. Tolong obati istri dan anakku,” kata Guo Yuan sambil berlutut memohon.

Wang Tian terkejut melihat Guo Yuan berlutut. Ia segera mengangkatnya agar kembali duduk bersamanya. Sebenarnya, di dalam hatinya, ia merasa tidak nyaman ketika orang-orang memanggilnya tabib. Namun menurutnya, itu masih lebih masuk akal dibandingkan mereka mengetahui fakta bahwa muridnya, Boqin Changing, justru lebih pantas disebut sebagai tabib.

“Tolong antarkan aku ke ruangan istri dan anakmu yang sakit. Chang’er, siapkan obatnya.”

“Baik, Guru.”

Wang Tian kemudian memberikan obat kepada istri dan anak Guo Yuan. Satu jam kemudian, keadaan mereka terlihat jauh lebih baik. Guo Yuan tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih. Istri dan anaknya bukanlah seorang pendekar, sehingga mereka tidak seperti Guo Yuan yang tampak hampir tidak terdampak oleh penyakit ini.

Setelah itu, Wang Tian dan Boqin Changing duduk bersama Guo Yuan dan Zhilong. Wang Tian mulai menjelaskan tentang wabah yang melanda desa tersebut. Mendengar penjelasannya, kedua penduduk desa itu sangat terkejut. Penyakit ini tidak hanya membahayakan desa mereka, tetapi juga dapat mengancam seluruh Kekaisaran Qin jika sampai menyebar.

Mereka kemudian membagi tugas. Guo Yuan, Wang Tian, dan Boqin Changing akan mengunjungi setiap rumah di desa untuk melakukan pengobatan. Sementara itu, Zhilong akan berjaga di pintu masuk desa untuk mencegah siapa pun keluar masuk. Meskipun tidak setiap hari ada orang yang datang ke desa tersebut, langkah ini tetap diambil sebagai bentuk antisipasi.

Seharian penuh mereka bertiga digunakan untuk menyembuhkan penduduk yang terinfeksi. Masih ada beberapa rumah yang belum sempat dikunjungi karena hari sudah larut malam. Mereka berencana menyelesaikannya keesokan hari.

Hari-hari berikutnya hingga satu minggu ke depan menjadi sangat sibuk. Selain menyembuhkan penduduk yang belum tertangani di hari pertama, Guo Yuan juga menginstruksikan para pemuda yang sudah cukup sehat untuk mulai membunuh ternak-ternak di desa. Mereka juga melakukan pemberantasan tikus dan mensterilkan berbagai peralatan serta perlengkapan di desa tersebut. Mereka berharap, dengan cara ini, kutu yang menjadi perantara penyakit dapat benar-benar dimusnahkan.

Seminggu sejak kedatangan Boqin Changing dan gurunya, keadaan desa mulai kembali hidup. Selama satu minggu itu, kebetulan tidak ada seorang pun pendatang dari luar yang datang ke desa, sehingga wabah tidak meluas ke tempat lain.

...********...

Hari itu, semua rencana yang disusun oleh Boqin Changing telah dilaksanakan oleh para penduduk desa. Setiap hari, ia berkeliling dari rumah ke rumah untuk memeriksa kondisi para pasien.

Pada hari ini, ia meminta kepala desa untuk mengumpulkan seluruh warga di balai desa. Ia akan melakukan pemeriksaan terakhir untuk memastikan tidak ada lagi penduduk yang masih terinfeksi penyakit pes.

Boqin Changing akan menggunakan kekuatan yang dahulu dimiliki oleh pasukannya untuk mendeteksi apakah masih ada sisa penyakit pes di dalam tubuh penduduk desa. Ia akan menempelkan telapak tangannya di punggung masing-masing pasien untuk memeriksa kondisi mereka. Dengan tenaga dalam serta ilmu yang ia pelajari dari Tabib Reha di kehidupan pertamanya, ia melakukan pemeriksaan terakhir sebelum meninggalkan desa ini dan melanjutkan perjalanannya menuju tujuan berikutnya, Hutan Kabut Awan.

1
Agus Dian
jurus si marimo ini mah
Agus Dian
kayak lpn ini ceritanya
Dirman Ha
yd gkpp
Dirman Ha
ih gh hooh
Dirman Ha
f dg joon
Dirman Ha
h DJ KP
Dirman Ha
g ghi
Dirman Ha
jg ci
alexa
mantap
rafli basyari
pagi" author masih ngantuk ini😂
rafli basyari
mantap bochang langsung tebas aja😂
indrawanto djiwanto
kok updatenya di sini?
🌸nofa🌸🍉🍉
kak, kayaknya bab ini masuk ke judul yang season 2
atau aku salah ya🤔
Adhytia Mo'o
Dari malaysia dong..🤭
Dirman Ha
uhh bo
Dirman Ha
ih go
Dirman Ha
ih hoo
Dirman Ha
hv go
alexa
up
Boqin Changing: lanjutannya sdh ada di novel lain kak. Silahkan dibaca
total 1 replies
Adhytia Mo'o
Uncle Ben..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!