Perjalanan mendaki gunung sebuah rombongan, mengantarkan mereka untuk mengalami hal mistis. Niat ingin bersenang-senang, harus merasakan perasaan mencekam sepanjang perjalanan.
Namun, di akhir kisah mendaki. Salah satu dari rombongan, ternyata merupakan takdirnya salah satu anggota Zandra.
Penasaran?? yuk kita simak ceritanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana ke Rumah Anggun
"APA?!" teriak orang-orang yang ada di ruangan tersebut, Kenan menutup kedua telinganya.
Seperti biasa, seluruh keluarga tengah kumpul, karena mendapatkan kabar Ratu hamil. Dan kini mereka kembali dikejutkan, bila Kenan sudah melamar gadis pilihannya. Dan meminta pada kedua orang tuanya, untuk melamar resmi pada gadisnya itu.
"Lu serius Ken? Baru ketemu kemaren wooyyy... Sat set lu ya" tanya Inaya
"Mau gimana ga sat set, wong bang Kenan udah nunggu taunan. Udah sesek ya bang, liat kemesraan Atikah ma misua." ucap Atikah menaik turunkan alisnya, Kenan menatap sinis pada bumil satu itu
"Bagus... Bagus... Zandra emang sat set, kapan kita akan melamarnya?" tanya Yas
"Dia masih berkabung pah, kemarin baru terkuak kematian kakak nya." jawab Kenan, membuat para ibu sedih
"Apa dia gadis yang kamu tunggu selama ini?" tanya Dirga, sang daddy
"Yes dad, ternyata selama ini dia kerja jadi karyawan kafe Ratu." bukan Kenan yang menjawab, tapi Ilmi.
"Waahh... Ternyata selama ini, dia berada di sekitar kita ya. Jodoh emang ga kemana Ken..." Kenan mengiyakan ucapan sang mommy
"Karena baru masih dalam keadaan berkabung, ada baiknya menunggu minimal sampai 7 hari. Kalo kamu sabar, ya tunggu sampe 40 ha..
"7 HARI.... lama banget 40 hari, 7 hari aja udah berasa kelamaan. Ini malah di suruh 40 hari, ga ada... Ga ada... Udah nunggu tahunan aku tuh" potong Kenan, membuat semuanya tertawa
"Bilang aja pengen cepet-cepet kelonan, iya ga Tik?" ucap Glenna, yang sejak tadi menyimak. Sembari makan kentang goreng, buatan bunda Anin.
"Yoiiii.... Udah kelamaan nunggu itu elang, lama-lama bisa jadi pipit." Glenna dan Atikah melakukan tos
Yang lainnya menahan nafas, ucapan kedua bumil ini. Benar-benar membuat para jomblo emosi, entah tingkat berapa.
BUGH
BUGH
Kedua bumil itu, mendapat lemparan bantal di wajah nya. Bukannya marah, mereka malah tertawa. Entah kenapa, rasanya menyenangkan saat membuat sepupu dan ipar mereka kesal.
"Jangan marah-marah bang, mendingan nyari... nyari jodoh sana. Hahahahah" ucap Glenna, membuat Kaif menggerutu tanpa suara
"Besok aja calon kamu ke sini Ken, atau sore ini?" ucap Anin
"Mm.. boleh tuh, bawa gadismu ke rumah untuk di kenalkan dengan keluarga besar. Mommy yakin, dia pasti minder dengan latar belakang kamu." sambung Kalila, yang di setujui lainnya
Pasti yang dilamar dadakan, bakal minder. Apalagi bila calon mereka, yang merasa latar belakangnya berada jauh di bawah keluarga Zandra.
"Kalo gitu sore ini, Kenan bakal ajak Anggun ke sini. Satu hal, yang harus kalian tau tentang dia." jawab Kenan, membuat yang lain langsung penasaran
"Apaan? Dia bukan power ranger ping kan?"
Plak
"Aaduuhh, sakit In" Ifa mengaduh, seraya mengusap lengan atasnya.
"Lu mah, orang lagi serius juga. Pake bawa-bawa power ranger, yang bener mah dia tuh satria baja hitam." ifa berdecak kesal, namun Inaya malah tertawa
"Apaan Ken?" tanya Kaif
"Anggun ternyata seorang petarung MMA" jawab Kenan, mengejutkan semua orang
"Serius lu Ken?" tanya Maheer
"Serius pake banget gue mah, kemaren pas dia nyiksa itu dua orang pelaku..
"Tunggu... Nyiksa?? Mang ada apaan?" tanya Cia
"Jadi gini Ci, kemaren itu...." mengalir lah cerita dari mulut Ilmi dan Inaya, tentu saja membuat semua shock.
"Bisa-bisanya di kafe lu ada binatang, Rat." ucap Hazley
"Ya mana gue tau Haz, niat awal gue cuma nolongin itu orang. Dia cerita nyokap ma adenya susah, kehidupannya ga baik-baik aja. Taunya malah di tusuk dari belakang, mana sampe ngilangin nyawa juga lagi. Gue jadi ngerasa bersalah, pan gue yang terima abangnya si Anggun waktu itu. Karena emang masakannya enak banget, terus cara dia masak dari awal sampe beres. Bersih banget, tertata ma rapih. Taunya, malah nimbulin kecemburuan orang lain." jawab Ratu sendu
"Bukan salah lo Rat, udah bagus ko niat lo nolong orang. Itu mah, orang yang di tolongnya aja ga tau terima kasih. Udah di angkat dari lumpur, bukannya mandi di air bersih, malah guyang di lumpur. Ya makin kotor lah dia..." ucap Cia
"Bener tuh, definisi manusia tolol ya kek gitu. Itu si Wildan lagi, udah bukan jahat lagi dia. Psikopat dia mah, udah mah bunuh si Haris. Pake dia potong-potong juga itu badan, sinting emang." sambung Farida
Maheer merangkul sang istri, memberikan penenangan.
"Pan lu ga tau isi hati orang Rat, ya wajar kalo lu ga tau bakal kek gini ceritanya. Lu udah kasih santunan buat istrinya?? Udah nikah kan?" tanya Dilara
Ratu, Inaya dan Ilmi saling tatap. Mereka nampaknya lupa, karena Ratu yang pingsan. Sedangkan Inaya dan Ilmi, harus membereskan masalah yang dibuat oleh Kanaya dan Wildan. Menghubungi kembali supplier, dan lain-lain.
"Mumpung belum, gimana kalo kita aja yang ke rumahnya? Sekalian silaturahmi aja gitu, sekalian kasih santunan buat istrinya almarhum bang Haris. Walau gimana juga, dia kan udah keterima jadi karyawan. Udah jadi bagian, dari keluarga besar Zandra." saran Glenna
"Boleh tuh, ya udah sore ini kita ke sana." jawab Erik
"Keroyokan?" tanya Kenan, yang langsung mendapat lemparan bantal dari sepupu-sepupunya
"Keroyokan, dikira kita mau mukulin calon bini lu apa?" protes Haiba
"Iya maksudnya... Itu loh... Banyak gitu" balas Kenan, para orang tua hanya tertawa melihatnya.
Mereka memutuskan, untuk ke kediaman Anggun. Dalih berkabung, padahal penasaran dengan calon istri Kenan.
.
.
Sedangkan di tempat lain...
"Kita harus membawanya ke rumah ini, untuk menyelesaikan ilmu ini." ucap seorang pria
"Tapi dimana? Kita ga tau keberadaannya?" tanya pria lainnya
"Sebaiknya kita tanyakan saja pada guru, dia pasti tau keberadaan anak itu." jawab pria satunya lagi
Ada tiga pria, yang sedang berkumpul di salah satu privat room sebuah resto.
"Padahal kita udah bunuh ibunya, bagaimana bisa sebelum kematiannya. Dia sempat menyembunyikan putrinya, sekarang kita ga bisa bertindak sama putrinya. Karena ibu sangat menyayanginya, sialan." ucap pria ketiga
"Apa kita tidak keterlaluan, sampai menghabisi nyawa adik kandung kita sendiri?" tanya pria kedua
"Itu salah nya, kenapa dia jadi anak perempuan satu-satunya, yang sangat ibu sayangi. Bahkan ibu mau menyerahkan, kedudukan kepala keluarga padanya. Bisa susah kita ke depannya, tapi sekarang malah kita yang sial. Alih-alih mati, dia malah sembunyi. Guru bilang, adik kita masih hidup." jawab pria pertama, pria kedua menghembuskan nafas panjang
Percuma ia protes, toh dia juga jadi salah satu pelaku yang menghabisi adiknya. Tapi orang yang selama ini dipanggil guru oleh mereka, mengatakan bila adiknya masih hidup. Tetapi orang itu, tidak mengatakan keberadaannya.
"Dimana sebenarnya dia?"
...****************...
Jangan lupakan like, komen, gift sama vote nyaaa🥰
ganbate kak
votenya emak😘