Charlotte, gadis yatim piatu ini tiba-tiba ditemukan oleh keluarganya dan dibawa pulang ke kerajaan Matahari, tempat kelahirannya. Alih-alih bahagia setelah ditemukan oleh keluarganya, gadis empat belas tahun justru mengalami kehidupan yang menyedihkan dibandingkan kehidupannya sebelumnya, sebagai tuna wisma di kerajaan cosmos dimana dia tinggal sebelumnya karena tak memiliki kekuatan dalam tubuhnya sehingga dianggap sampah dan aib bagi keluarganya.
Untungnya, ketika tengah berada diambang maut, ia tak sengaja bertemu dengan penyihir Beatrix yang juga mengalami nasib sama sepertinya.
Penyihir Beatrix yang tak ingin meninggal sia-sia dan ingin ada yang membalaskan dendamnya, memilih Charlotte sebagai orang yang dia warisi semua kekuatan hebat didalam tubuhnya.
Setelah diwarisi kekuatan dari penyihir Beatrix, bagaimana kehidupan Charlotte selanjutnya?
Apakah ia mampu mengubah garis takdirnya?
Ikuti semua kisahnya dalam cerita ini
Happy Reading...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENYUSUP
“Penyihir dari menara suci yang menyerangmu? Apa sebenarnya yang mereka inginkan hingga harus melakukan penelusuran terhadap jiwamu? Lalu bagaimana kamu bisa mengenalinya, putriku? Bukankah kamu bilang jika wanita itu mengenakan topeng?”, tanya Marquess Samuel beruntun karena jujur saja ia sedikit bingung karena ia tak merasa jika Keluarga Vers memiliki sesuatu yang menjadi incaran para penyihir dari menara suci.
Meski ia tak sepenuhnya mempercayai para penyihir dari menara suci, tapi mengingat kedudukan mereka yang tinggi dan sangat dipercaya oleh pihak istana maka sebagai bangsawan sekelas dirinya tak bisa menyinggung mereka secara terang-terangan jika tak ingin menjadi musuh semua orang terutama pihak-pihak dari menara suci dan pihak istana.
“Nona Muda Charlotte melihat lencana bulan sabit dengan bunga mawar putih dipinggang wanita itu. Jika diamati dengan cermat, meski memakai topeng tapi pakaian yang dikenakan yang memiliki beberapa aksen special dimana sepanjang garis tepinya berwarna emas dan silver membuat saya tersadar jika dugaan yang Nona Muda Charlotte layangkan benar adanya. Bahkan Nona Muda Charlotte juga mengatakan jika mungkin ia mengetahui identitas dari wanita bertopeng itu karena aura wanita itu sama dengan wanita penyihir dari menara suci yang beberapa waktu lalu datang bersama ketua mereka untuk melihat potensi kekuatan yang ada didalam tubuhnya”, Gabriella Vers pun menjelaskan panjang kali lebar semua hal yang baru bisa ia ingat kembali dengan jelas sekarang.
Kedua orang tua Gabriella Vers tentu saja percaya dengan ucapan putri bungsu mereka karena keduanya tahu jika gadis itu memiliki bakat dimana ia bisa mengingat dengan jelas semua detail object yang pernah ia lihat meski itu hanya sekilas atau biasa disebut kemampuan fotografis. Dan kelebihan itu hanya Keluarga Vers yang tahu dan hal tersebut memang sengaja disembunyikan agar tak membahayakan nyawa putrinya jika sampai ada orang luar mengetahui kelebihan itu.
“Oya putriku, tadi kamu bilang jika kamu dibantu oleh Nona Muda Charlotte de Fleur hingga membuat wanita bertopeng itu kabur? Apa dia sendirian membantumu?”, Marquess Samuel kembali bertanya kepada putri bungsunya dengan ekpresi penuh selidik, kali ini kerutan dikeningnya semakin dalam karena tak menyangka jika gadis yang dirumorkan penakut dan tak memiliki kemampuan apapun itu berani melawan penyihir dari menara suci seorang diri.
“Benar ayah, dia adalah Nona Muda Charlotte de Fleur. Aku bisa memastikannya karena aku juga berada di restoran dengannya ketika kejadian memalukan yang dialami oleh Tuan Muda Diego Archi terjadi”, jawab Gabriella Vers cepat.
Melihat ekpresi keterkejutan dan rasa tak percaya diwajah kedua orang tuanya, Gabriella Vers tak menyalahkan karena ia juga merasakan hal yang sama ketika pertama kali melihat hal tersebut.
Bahkan malam ini Gabriella Vers bisa merasakan jika aura Charlotte de Fleur benar-benar kuat hingga membuat tubuhnya yang kehilangan banyak mana ikut membeku seketika ketika serangan itu dilancarkan kepada wanita penyihir dari Menara Suci.
Hal ini menunjukkan betapa hebat dan besarnya kekuatan yang Charlotte de Fleur miliki yang sayangnya hal itu tak terlacak keberadaannya oleh para penyihir dari menara suci yang sempat mencoba melihat kekuatan yang ada dalam tubuhnya.
“Kalian pasti sangat terkejut mendengar hal ini bukan? Aku juga awalnya seperti itu. Bahkan aku masih sangsi jika Nona Muda Charlotte lah yang membuat Tuan Muda Diego Archi terpaku di lantai dalam waktu lama. Barulah setelah aku menyaksikkan lagi bagaimana penyihir menara suci yang menyerangku tersebut membeku ditempat, tak bereaksi akibat tekanan yang ada, dan aku yang juga berada disana ikut merasakan tekanan kuat itu sehingga dari situlah aku mulai percaya jika Nona Muda Charlotte de Fleur bukanlah gadis sampah yang tak memiliki kekautan apapun seperti rumor yang berkembang selama ini. Dan hal mengenai kenapa penyihir dari menara suci tak bisa mendeteksi kekuatan besarnya itu, aku sendiri juga tak tahu jawaban pastinya. Yang jelas, karena kejadian malam ini, aku semakin yakin jika penyihir dari menara suci bukanlah orang yang bersih dan suci seperti apa yang tergambar dalam benak masyarakat selama ini ”, Gabriella Vers berkata begitu panjang untuk menjelaskan semuanya.
Gabriella Vers yang sangat bersemangat kembali menceritakan penampilan heroic Charloote de Fleur dalam membantunya tadi dengan nada berapi-api dan penuh semangat.
Marquess Samuel Vers dan Marchioness Katarina Vers saling bertatapan satu sama lain, mereka memang tak memiliki masalah dengan Keluarga de Fleur.
Marchioness Katarina Vers juga selalu menghindar ketika nyonya dari keluarga bangsawan lain sedang menjelekkan Nona Muda Charlotte de Fleur karena termakan rumor yang beredar dimasyarakat.
Kini putri semata wayang mereka menceritakan sosok Charlotte de Fleur dengan penuh kekaguman, membuat mereka sadar jika tampaknya Nona Muda Charlotte de Fleur telah menjadi idola baru bagi anak gadis mereka dan mungkin akan bisa menjadi temannya dimasa depan.
"Mendengar ceritamu, saya rasa Nona Muda Charlotte benar-benar sangat berbeda dari rumor yang beredar selama ini dan mungkin ia bisa menjadi temanmu”, ungkap Marchioness Katarina Vers dengan suara yang lembut.
“Benar itu bu, kita berdua bisa menjadi teman dimasa depan. Jika ayah atau ibu ingin berterimakasih pada Nona Muda Charlotte, tolong jangan beritahu siapapun mengenai kejadian malam ini.Nona Muda Charlotte sepertinya tak ingin banyak orang yang tahu mengenai kekuatan yang dimiliki dan aku rasa ia juga bukan gadis yang suka mendapat banyak perhatian dari keluarga bangsawan lain”, jelas Gabriella Vers.
Apa yang putri bungsunya itu pikirkan juga sudah menjadi pikiran kedua orang tuanya. Melihatnya telah menolong Gabriella dan mengantarnya pulang tapi tak ingin masuk dan menemui mereka, hal ini sudah jelas sebagai sikap jika ia tak ingin jasa penyelamatan yang dilakukannya diketahui banyak orang dan juga tak menuntut imbalan apapun tak seperti orang yang memiliki motof tersembunyi yang pasti akan mencari muka demi bisa mendapatkan keuntungan.
"Baiklah putriku, ayah akan berterimakasih pada Nona Muda Charlotte de Fleur secara pribadi nanti", ucap Marquess Samuel yang setuju dengan perkataan putrinya.
Begitu keputusan diambil dan melihat malam semakin larut semua orang pun bergegas masuk kedalam kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.
Sementara itu, Charlotte de Fleur yang baru saja masuk kedalam kamarnya dalam wujud asap hitam yang membumbung tinggi di udara segera berganti pakaian agar tak ada yang mencurigai jika dirinya telah keluar dari kediaman malam ini.
Charlotte de Fleur yang sudah siap untuk tidur dikejutkan oleh suara perkelahian di halaman dalam rumahnya.
“Siapa malam- malam begini berkelahi? Apa mungkin ada penyusup yang masuk kedalam rumah?”, batin Charlotte penasaran.
Karena penasaran iapun segera melompat keatas atap kamarnya untuk menyaksikkan siapa sebenarnya penyusup yang berani memasuki Kediaman de Fleur yang penuh penjagaan ketat seperti ini.
Charlotte de Fleur menyaksikkan pertarungan dibawah sambil memakan kuaci yang entah didapatkannya dari mana sambil duduk santai, hingga tiba-tiba kilatan yang menyilaukan mengenai indera matanya.
“Paviliun Teratai”, guman Charlotte pelan.
Berdasarkan ingatan penyihir Beatrix, dapat Charlotte de Fleur ketahui jika Paviliun Teratai adalah organisasi bayaran yang paling keji di Kerajaan Matahari. Dan kini, organisasi itu menyusup kedalam kediamanannya.
“Kira-kira siapa yang mereka incar dikediaman ini?”, batin Charlotte semakin penasaran.