NovelToon NovelToon
ISTRI YANG DI BUANG

ISTRI YANG DI BUANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Lari Saat Hamil / Harem
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: sudawirat

seorang pria kaya yang tak sengaja bertemu dengan seorang wanita muda yang tak jelas asal usul nya kini menjalin sebuah asmara,namun hal yang tak terduga terjadi setelah pria tersebut tahu bahwa wanita yang ia cintai ternyata sudah hamil muda sebelum mereka bertemu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sudawirat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

api cinta yang mulai menyala

Setelah bram selesai memakaikan selimut untuk sekar,bram pergi keluar dari kamar sekar,tampak bram masih terpesona dengan kecantikan wajah sekar,bram yang sebelumnya cuek dan terkesan tak perduli terhadap wanita kini mulai berubah semenjak sekar berada di rumahnya,entah suatu kebetulan atau bagaimana, kini hati bram kembali merasakan adanya ketertarikan terhadap seorang wanita dan itu adalah sekar,namun bram juga merasa sedih karena dia tertarik kepada seorang wanita yang sudah bersuami,

"Dasar,,mengapa aku malah terpesona denganya,tapi memang dia cantik sih,sayang nya dia sudah punya suami" gumam bram dengan langkahnya berjalan menuju ke kamar miliknya,

dan bram pun melanjutkan pekerjaan nya di kamar.

Tiga jam berlalu,dengan mata yang sudah terasa panas,akhirnya bram menyudahi pekerjaannya,dan kini hujan pun sudah reda,bram keluar dari kamarnya lantas keluar menuju balkon sambil membawa kopi yang sudah dingin,seperti hari-hari biasanya bram merenung di kursi santai yang ada di balkon sambil merokok dan di temani kopi,

" ibu,ayah,aku baru pertama kali ini aku membawa seorang perempuan,dia cantik dan lucu,umurnya juga jauh lebih muda dariku,namun sayang dia sudah menikah" gumam bram sambil merokok,

Entah mengapa terlihat ada sesuatu yang berbeda dari bram,ia tak seperti hari-hari sebelum nya,biasanya ia adalah sosok yang pendiam,namun kedatangan sekar seolah merubah itu semua,bram kini tampak lebih bahagia dari sebelumnya.

Sementara itu ,dilantai bawah,sekar tampak terbangun dari tidur nya entah karena apa,

sekar beranjak dari tempat tidurnya,berjalan menuju susu nya yang masih tersisa,setelah meminum susu nya ia menguncir rambut nya yang panjang,

"sudah malam ternyata,apakah dia sudah tidur?" gumam sekar dalam batin,entah mengapa tiba-tiba sekar mencari bram,sekar pun Keluar dari kamarnya lalu melihat sekitar ruangan rumah yang tampak sepi,dengan langkah kaki yang masih lemah ia berjalan menuju ke ruang atas,tempat bram berada,namun sesampainya ia di depan kamar bram,ia tak mendapati bram berada di kamarnya,namun dari arah depan tempat balkon berada,sekar melihat pintu yang terbuka dan asap rokok yang melayang-layang di sinari lampu,sekar menduga bahwa bram sedang berada di balkon,ia pun segera melangkah menghampiri bram,dan benar saja ia melihat bram sedang duduk di atas kursi santai nya sambil menghisap sebatang rokok,sekar pun bertanya;

" kamu belum tidur?" tanya sekar dari belakang bram,dan tentu saja perkataan sekar tersebut mengejutkan bram yang sedang duduk memandang langit,

" ohh ,astaga,,ternyata kamu,apa yang kamu lakukan disini,apakah kamu terbangun?" tanya bram sedikit terkejut melihat sekar tiba-tiba berada belakang nya

" iyaa,aku haus tadi,aku ingin melihat mu,apakah kamu sudah tidur atau belum,aku lihat di kamarmu tidak ada orang dan ternyata kamu disini,sedang apa kamu di sini,?" tanya balik sekar kepada bram,

"duduk lah sekar,mengapa kamu mencariku?" ujar bram kepada sekar,sambil menyuruh sekar untuk duduk di kursi sebelah bram,

" tidak apa-apa,aku hanya memastikan saja," ujar sekar sembari melangkah maju lalu duduk di sebelah bram,bram pun tersenyum lalu berkata;

"apakah kamu bosan?mau ku temani mengobrol?"tanya bram kepada sekar

" hemmss,sebenarnya aku sedikit kesepian,yah gimana ya,,rumah ini memang bagus besar tapi ketika malam begini tampak sangat sunyi mencekam" balas sekar kepada bram,

" hahaha,apakah kamu takut sekar?" tanya bram sedikit bergurau,

" tidak,kenapa aku harus takut," ujar sekar kepada bram,bram hanya tersenyum sembari memandangi sekar yang tampak sangat cantik,

" beginilah aku hidup sekar,aku membangun rumah ini untuk ibu dan ayahku ,namun belum sempat mereka tinggal disini,mereka lebih dulu pergi ke surga,setelah kepergian mereka aku tinggal di rumah ini sendirian aku tak mau di ganggu oleh siapapun,ingin menyendiri di temani kesunyian ini "balas bram kepada sekar,mendengar hal itu sekar hanya diam sambil memandang bram yang tampak kesepian,sekar sadar bahwa bram sangatlah kesepian;

" bukankan tidak ada guna nya hidup seperti itu,lantas mau kamu apakan kekayaanmu,mau jalani hidup seperti ini sampai kapan,ku lihat kamu seperti orang yang sedang tersiksa meski kamu orang kaya" ujar sekar kepada bram,bram hanya diam sambil menatap langit,suasana tiba-tiba menjadi hening,ditemani dingin nya malam,tak lama berselang hujan yang tadinya sudah mereda kini kembali mengguyur,angin mulai berhembus kencang membuat bram dan sekar harus masuk kembali ke dalam rumah,setelah keduanya masuk,bram segera mengunci pintu.

" Apakah kamu tidak mengantuk sekar,ini sudah malam" ujar bram menghindari topik pembicaraan sebelum nya,masih berdiri di sebelah bram sekar berkata;

" aku masih ingin mengobrol dengan mu" ujar sekar kepada bram,bram pun kembali memandang sekar,lantas berkata;

"baiklah,apakah kamu mau susu hangat?"tanya bram sambil menawari sekar susu hangat,dan dengan senang hati sekar menjawab

" boleh,aku suka susu buatan mu" ujar sekar tersenyum kepada bram,

" baiklah kalau begitu,aku akan membuat kan mu susu hangat kesukaan mu,kamu tunggu saja di kamarku,di sana ada perapian,kita bisa mengobrol disana" ujar bram meminta sekar untuk menunggunya di dalam kamar bram,.

Akhirnya meraka berjalan bersama,perlahan bram melangkah menuntun sekar sembari memegang tangan sekar,bak sepasang kekasih bram memperlakukan sekar dengan penuh perhatian,begitu juga dengan sekar,ia seperti menerima perlakuan bram yang begitu baik padanya,padahal selama ini sekar tak pernah di sentuh lelaki manapun selain suaminya,mereka tampak bahagia

Bram dan sekar memasuki kamar milik bram, sesampainya di kamar ,bram menyiapkan dua kursi dan meja di depan perapian,lalu menyalakan perapian tersebut,

" duduklah,aku akan segera kembali sekar" ujar bram sembari meminta sekar untuk duduk di depan perapian.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!