NovelToon NovelToon
Titik Penghubung

Titik Penghubung

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:213
Nilai: 5
Nama Author: prasetya_nv

sebuah kehancuran adalah sebuah derita bagiku, seperti kutukan akan kelakuan berat masa laluku. nyatanya itu hanyalah sebatas prasangka. _Ailavati Keysa Maharani.

wajah datar tampak acuh adalah penguat ku, aku terlalu takut untuk dikasihani sebagai alasan pertemanan ku. hidupku telah luluh lantah atas kehancuran.~Alga Mahensa Putra

Di sinilah kisahku dimulai.
Aku Aila Putri cantika yang memiliki trauma akan masalalu, yang di pertemukan dengannya Alga Mahensa Putra.

Pria yang memiliki parasa tampan dan berwajah datar.
Akankah Aku bisa bersamanya?
Apakah ego kita yang akan sama sama menyakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon prasetya_nv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tentang aku denganya

Kebisingan kendaraan yang berlalu lalang membuatku menghela nafas. Aku menoleh ke samping terlihat Alga dengan tenang mengemudikan mobil hitam miliknya. Dia terlihat sangat tampan hingga membuat pandanganku sulit berpaling. Tatapan tajam Alga yang membuatku semakin tertarik pada Alga. Di sisih lain tersimpan kelembutan yang siapa saja akan terpesona olehnya.

"Aku tahu aku tampan. Please stop!Jangan lihat aku seperti itu. Aku lemah La. " Celetuk Alga yang melihatku yang memandangnya lekat.

" Maaf Al. " Aku mendudukan kepalaku meremas ujung bajuku, aku ingin tenggelam saat ini juga. Saat pandanganku tertangkap basah olehnya.

Keadaannya terlihat canggung karena adegan tadi. Hingga mereka bingung gimana merubah suasananya. Aku yang menyadari bahwa ke canggungan ini harus di akhiri mulai bertanya pada Alga.

" Al kita mau kemana lagi? " Pertanyaanku mencairkan suasana. Mungkin juga ingin sedikit tahu tujuannya membawaku.

" Aku ingin membawamu ke suatu tempat La, kamu tidur aja nanti aku bangunkan. " Jawab Alga sekenanya dan menyuruhnya beristirahat.

Selama dua jam lamanya kita terjebak macet di jalan akhirnya kita sampai di tempat tujuan. Terdengar bunyi deburan ombak yanga menyapa kita. Hamparan laut pasir putih dan lambaian ombak membuatku mendekatinya . Angin pantai berhembus membuat anak rambutku ikut bergerak. Aku tersenyum bahagia melihat pantai di depan mata. Binar bahagia kini terlihat di dalam diriku.

Dan disisi lain Alga memandangku dengan tersenyum penuh arti. Dia memilih duduk di tempat yang teduh.

"Cantik" Batin Alga di kejauhan sana.

" Kamu senang? Nikmati bermainlah sepuasmu Ai. " Teriak Alga  dari tempat teduh menyuruhnya agar bermain di sana.  Di sana aku melihat dia tersenyum seperti biasanya.

Aku dari sini mengamatinya yang duduk diam memandang laut lepas.

Dia terlihat sangat tampan dengan balutan kaos putih dan di lapisi kemeja hitamnya.

Aku melambai padanya lalu ikut berteriak di  bibir pantai ini.

" Aku bahagia Alga Mahensa Putra" Teriaku padanya sambil tersenyum.

Aku sudah lupa kapan terakhir kalinya melihat keindahan pantai ataupun pergi berlibur. Tak ingin  menyia nyiakan waktu. Aku bermain di bibir pantai itu dengan bahagia.

" Al mendekatlah ini sangat seru. Ayok kamu harus ikut bermain di sini." Teriakku sambil melambaikan tangan mengajak Alga bergabung.  Alga bergabung bersamaku bermain air di tepi pantai yang indah ini. Sejenak aku lupa dengan semua beban itu. Aku bahagia.

Waktu yang semakin sere dan mereka sudah mulai lelah memilih duduk berdua di tepi pantai menunggu matahari tenggelam.

Semburat kemerahan telah muncul di langit sana. Aku bersamanya duduk diam memandang indahnya ciptaan Tuhan itu. Aku terpana melihat keindahan itu.

" Ai apa harapanmu?" Di tengah kesunyian mereka Alga melontarkan pertanyaan kepadaku. Aku memandangnya.

Aku menghela nafas, pasanganku kini terpusat dengan semburat jingga itu.

" Aku ingin Aku, kak Aksa dan Mama seperti dulu dan keluargaku bahagia tidak seperti ini Al. Kamu sendiri?" Jawabku dan kembali memberikan pertanyaan pada Alga. Alga memandang langit dengan tenang. Sorot mata itu tidak pernah berubah, tajam. Aku sulit mengenal emosinya.

"Aku ingin tahu, siapakah aku La." Alga berkata sambil berkaca kaca. Alga sebenarnya sangat rapuh dia hanya menutupinya dengan wajah datar dan tatapan tajamnya.

" Kamu Alga Mahensa Putra, cowok dingin yang aku kenal." Aku menyebutkan namanya dengan bangga. Aku menatapnya dengan tulus.

"Tapi Mahensa Putra itu bukan seharusnya milikku. " Alga menjawabku dengan tatapan yang menajam. Dia berkata lirih. Telingaku terlalu peka untuk sekedar mendengarkan itu.

"Lagi, tatapan itu. Dan tanganmu memberi respon Al. " Batinku,

"Apa yang terjadi dengan dirimu." Aku memandangnya lekat dengan suara hati yang berisik.

Aku menatap mata itu yang biasanya tatapannya terlihat tajam kini terlihat sayu. Mata itu kini terlihat memerah menahan bulir bening itu. Hatiku kini sudah mempunyai pemiliknya hanya saja aku terus menyangkalnya. Walaupun jelas saat dia berada di dekat Alga hatiku merasakan desiran yang tidak bisa dia jelaskan. Hariku  yang terasa berat akan tenang jika berada di samping Alga.

Aku terlalu sibuk dengan pikiranku. Tanpa sadar Alga menatapku lekat.

" Tunggu aku Ai, aku akan memperjuangkanmu dan membuat kamu memiliki perasaan yang sama sepertiku. Reihan, aku janji bakan terus menjaganya padamu walaupun aku takut aku akan mengecewakannya. Aku akan berusaha untuk membuatnya bahagia. " Batin Alga berkata

" Alga Putra Mahensa sebesar apapun aku menyangkal tapi sepertinya rasa itu terus meletup letup. Aku tidak ingin hadir di hidupmu sebagai pengganti tapi aiu ingin hadir sebagai Ila yang kamu perjuangkan sama seperti Tanala dulu. " Batinku berkata.

Mereka sama sama menyangkal perasaan mereka yang seharusnya ada hanya karena pemikiran mereka. Mereka menerka semua kemungkinan yang sangat rumit.

Mengingat senja mulai hilang dan hari pun mulai gelap Alga mengajakku pulang dari pantai tersebut.

" Al apakah nanti kamu juga akan pergi?? " Pertanyaanku terdengar sayup sayup di telinga Alga.  Aku hanya butuh validasinya.

" Aku tidak berjanji akan tetap di sampingmu tapi aku akan mengusahakannya untuk ada di samping mu La. " Jawab Alga menegaskan bahwa dia akan berusaha untuk tetap di sampingku. Suaraku yang lirih ternyata di dengarnya.

Mobil Alga mulai melaju meninggalkan pantai. Meninggal kenanganku bersamanya.

"Beli makan dulu?" Alga menawariku untuk mengisi perut dahulu sebelum melanju semakin jauh. Tapi entah kenapa perutku menjawabnya dengan tiba tiba.

Kruyukk.. Kruyukkk...

Suara itu tedengar begitu nyaring. Aku memalingkan wajah menyembunyikan wajahku yang memerah.

"Kamu lapar?" Dia bertanya dengan tersenyum jahil.  Aku menatapnya marah.

"Oke, kita cari makan dulu." Dia menepikan mobil. Tempat makanan lesehan di depan menjadi pilihannya. Dia mengajakku duduk di pojok dan menawarkan ku makanan untuk di pesannya. Aku menunggunya yang sedang antri di depan penjual sana. Aku menatapnya dari sini.

"Kamu terlalu indah untuk aku lewatkan Al." Dalam batinku,

Aku terpanah dengan pesonanya, membuatku sulit beranjang dari menatapnya. Aku melihatnya berbicara dengan sopan pada bapak pedagang. Tapi, aku terganggu. Dia berbicara dengan gadis cantik di belakangnya.

"Siapa dia, sepertinya mereka saling kenal" Dalam batinku aku bertanya tanya siapa gadis cantik itu. Perhatianku tercuri seketika.  Tapi gadis itu duduk tepat di samping meja kami bersama temannya. Senyum itu terlihat tulus untuk Alga.

Isi kepalaku terlalu ramai. Aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri. Aku cemas dengan kehadirannya. Hatiku terasa perih saat melihatnya.

" Ini apa? Kenapa sakit." Aku merasakan rasa yang begitu menggangguku.

Aku makan dengan isi kepala yang berisik. Membuatku hanya mengaduk makanan di depanku tanpa minat.

Alga yang sadar dengan kondisiku. Menyadarkanku dari lamunanku.

"La, apa mau bertukar makanan? " Alga menawarkan ku makanannya. Mungkin dia berpikir aku kurang suka dengan makananku. Aku gelagapan dibuatnya.

"tidak, hanya saja perutku terasa tidak enak. Sebaiknya kita pulang. " Aku mengajaknya segera pulang. Dia berjanji akan mengajakku pulang ketika aku selesai dengan benar. Makanan itu terasa hambar untuk ku telan. Tapi aku memaksa menelan makanan itu dengan segera. Agar aku bisa segera pergi dari tempat ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!