NovelToon NovelToon
My Sexy Bodyguard

My Sexy Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Enemy to Lovers
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: lizbethsusanti

Alana adalah jaksa muda yang cerdas, karirnya menanjak drastis, berkacamata tebal, kaku, dan berpenampilan tidak menarik untuk menyembunyikan kecantikannya karena ia memiliki trauma di masa lalu terkait dengan kecantikan. Suatu ketika Alana menerima banyak sekali ancaman dan setelah itu, teman kantornya mengajaknya ke perusahaan besar yang menyediakan jasa bodyguard. Alana terpaksa mendatangi perusahaan besar itu meskipun ia tahu pemiliknya adalah pria yang selalu ia hindari, Archie Cwvendish. Archie adalah kakak tirinya Arthur dan Arthur adalah mantan pacarnya Alana. Archie juga dulunya tutornya Alana dan Archie diam-diam jatuh cinta pada Alana tapi Archie memilih mundur saat Arthur mengatakan bahwa Arthur mencintai Aluna. Apa yang akan terjadi saat Alana nekat menemui Archie dan meminta Archie menjadi bodyguard-nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizbethsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maafkan Aku

Di dalam lift menguar bau parfum mint Citrus yang segar dan bercampur aroma rose vanila yang manis. Aromanya sangat kuat dan membuat Alana mengumpat kesal. Entah kesal karena apa, Alana sendiri juga heran kepada dirinya sendiri kenapa dia kesal mencium aroma campuran feminin dan maskulin itu. Apa dia cemburu? Shiiitttt! Big No! Alana sontak mengepalkan kedua tangannya. Di saat Alana sibuk mencari cara mengusir aroma yang menyebalkan itu tanpa membuat Archie tersinggung, Archie mundur selangkah lalu sibuk memperhatikan Alana dari arah belakang.

Rambut Alana dicepol primitif dan itu membuat tengkuk Alana yang putih mulus terpampang jelas. Archie mengumpat di dalam hatinya, tzk! Dasar gadis bodoh. Dia mencepol rambutnya justru mengundang banyak mata pria nakal menatapnya lapar. Dia memiliki leher yang sangat bagus dan kulit putih mulus yang membuatku ingin menjilatinya. Shiiiitttt! Archie sontak mengepalkan kedua tangannya. Mata Archie kemudian beralih ke blazer yang dikenakan oleh Alana. Penampilan kaku gadis itu membuat tangan Archie gatal ingin mengacak-acak gadis itu dalam arti yang positif. Archie ingin sekali merombak penampilan gadis itu yang menurut Archie, kaku dan terlihat sangat primitif. Alana bahkan terlihat lima tahun lebih tua dari umurnya yang sebenarnya apalagi Alana tidak memakai make up sama sekali.

Alana bisa merasakan Archie terus menatapnya dengan tatapan seekor serigala yang sangat lapar dan ingin segera menyantap mangsanya.

Alana langsung menoleh ke belakang lalu dia menyipitkan mata, "Bukankah menatap seorang gadis seperti itu sama dengan pelecehan?"

"Siapa yang menatapmu? Aku hanya menilai penampilan kamu" Sembur Archie sambil melangkah maju dan berhenti di samping Alana

"Penampilanku?" Alana menunduk ke blazernya sambil menyentuh cepol rambutnya. "Kenapa kamu menilainya? Kamu bukan papaku dan bukan pacarku dan bukan mamaku"

"Karena aku risih melihatnya. Aku terbiasa bergaul dengan aktris dan para model. Kau lihat pacarku tadi, kan? Pacarku sangat modis dan astaga kacamata besar dan tebal kamu itu sangat menganggu"

Alana menatap tajam Archie, "Ya, aku melihatnya. Dia memiliki aset luar biasa yang bisa membuat para pria bertekuk lutut padanya. Dada dan pantatnya wow banget. Lalu apa masalahmu? Kenapa membandingkan aku dengan cewek wow itu? Aku adalah aku dan dia adalah dia. Dia model dan aku bukan. Masalah kacamata ini," Alana menaikkan kacamatanya yang agak turun lalu melanjutkan ucapannya, "Masalah kacamata ini bukan urusanmu. Kalau kamu terganggu ya jangan menatapku, tzk! Menyebalkan!" Alana memberi tekanan di kata menyebalkan lalu mendengus kasar.

Archie terkekeh geli lalu berucap, "Bukan dada dan pantat yang aku bicarakan tapi penampilan. Penampilan kamu sangat kaku, kamu tampak lebih tua lima tahun dari umurmu yang sebenarnya dan itu membuatku risih"

Alana bersedekap dan mendengus kesal lalu berkata dengan mata menyipit, "Maafkan aku Tuan Archie Cavendish, aku adalah aku dan kamu bukan siapa-siapaku jadi berhentilah menilai penampilanku. Soal pantat dan dada besar milik pacar kamu, semua itu sama sekali tidak aku inginkan"

"Tunggu kenapa kamu sewot dengan permasalahan dada dan pantat besar? Dari awal aku tidak mempermasalahkan itu. Aku bicara tentang penampilan, Nona Alana Wilde. Tunggu, Kamu cemburu?"

Ting! Saved by the bell. Batin Alana.

Saat pintu lift terbuka lebar, Alana langsung melompat keluar sambil berkata, "Temanku menunggu di mobilnya" Alana menunjuk ke arah kanan.

"Pakai mobilku" Tegas Archie sambil melangkah lebar keluar dari lift dan ambil arah kiri.

Alana sontak menghentikan langkahnya, "Tidak!"

Archie menghentikan langkahnya lalu berbalik cepat ke Alana. "Kenapa?"

Alana sontak menyemburkan, "Aku sudah mual dengan bau parfum kamu yang bercampur dengan parfum pacar kamu waktu kita di dalam lift tadi, kalau masuk mobil kamu, aku pasti muntah dan mobil kamu bisa kotor, kan"

"Tidak masalah kalau kotor. Aku ini dokter. Sudah terbiasa dengan muntahan" Ucap Archie acuh tak acuh sambil melangkah ke arah yang tadi ia pilih.

Shiiiiitttt! Umpat Alana di dalam hatinya sambil berlari kecil menyusul langkah lebarnya Archie.

Alana mengikuti langkah lebar Archie dengan rentetan ucapan, "Kalau begitu kamu sengaja membuat orang lain merasa tidak nyaman sampai muntah. Aku bisa tuntut kamu dengan pasal........"

Archie mengibaskan tangan kanannya ke atas, "Yeeaahhh kamu dari kecil memang sangat menyebalkan. Tidak bisa bilang R sampai kelas dua SD, bawel, galak, cengeng, cerewet minta ampun, dan tukang ngatur"

Alana sontak melompat di depan Archie sehingga membuat Archie menghentikan langkahnya secara dadakan lalu melangkah mundur untuk memberi jarak. Archie melihat Alana bersedekap dengan wajah garang, "Aku sudah bisa bilang R sekarang dan soal tukang ngatur, apa kabar dengan Anda, hah?!"

Archie tersenyum simpul lalu mencubit pelan dagu Alana agar gadis itu menatapnya.

"Aku?" Tanya Archie sambil melepaskan dagu Alana.

Jantung Alana berdegup kencang. Hanya cubitan kecil di dagu membuat dadanya berdebar-debar. Shiiiiiittt! Alana membetulkan letak kacamatanya.

Alana hanya mengangguk dengan mata menyipit dan rahang mengeras.

"Aku baik-baik saja Nona Alana Wilde" Archie bersedekap dengan senyum tampannya.

Jantung Alana berdebar lebih cepat melihat senyum tampannya Archie.

Shiiiiiittt! Aku lupa kalau dia sangat memesona dengan senyumannya itu. Alana kembali mengumpat di dalam hatinya.

"Jangan tersenyum brengsek!" Sembur Alana.

Archie terkekeh geli, "Ada apa dengan senyumku? Kamu tidak kuat melihat senyum tampanku, Nona Alana Wilde?"

Alana lalu menusuk dada Archie sambil berkata, "Bukan itu maksudku, tolol! Maksudku adalah, senyum kamu bikin aku muak karena senyum kamu itu tampak seperti senyumnya Joker. Jelek banget. Kamu tahu Joker, kan? Lalu kamu lebih parah dariku. Kalau aku sepuluh persen menyebalkan, kamu seratus persen lebih menyebalkan, brengsek!" Alana menyipitkan mata dengan napas menderu penuh amarah.

Bola mata Archie tertuju ke gerakan jari telunjuk Alana yang menusuk-nusuk dadanya. Dia ingin sekali menggenggam jari telunjuk itu lalu ia ciumi sampai puas.

"Kenapa aku bisa seratus persen lebih menyebalkan daripada kamu, hah?! Seingatku, aku selalu menjaga kamu dan Arthur waktu masih kecil dulu dan yeeeaahhh itu sangat melelahkan dan menyebalkan karena kalian berdua selalu saja bertengkar dan membuatku pusing. Kamu ingat itu, kan?"

"Menjaga, hah?! Ingatan kamu tumpul, tzk! Kamu selalu membodohi aku dan Arthur untuk melakukan hal-hal aneh seperti mencuri mangganya Pak Bono lalu menculik kucingnya Paman Tono karena katamu, Paman Tono tidak pernah memberi makan kucingnya. Padahal kenyataannya tidak. Akibatnya aku dan Arthur dicari Paman Tono dengan tuduhan penculikan kucing"

"Hahahahaha!" Archie sontak tertawa lebar lalu ia berbalik badan menuju ke mobilnya.

"Hei! Mobil temanku ke arah sana bukan ke situ!" Teriak Alana sambil menyentakkan sepatu flatnya ke lantai parkiran mobil.

"Teman kamu dan mobilnya sudah dibawa pergi sama Raymond. Kamu harus ikut aku atau kamu memilih jalan kaki. Di luar hujan dan kamu nggak bawa payung, kan?" Ucap Archie tanpa menghentikan langkahnya.

Alana mengumpat, "Shiiiiiittt!" Lalu dengan sangat terpaksa ia berlari kecil mengikuti langkahnya Archie. Dia duduk di jok mobilnya Archie dengan wajah ditekuk dan tangan bersedekap. Sebagai putri tunggal pengusaha terkenal dan model internasional yang bergelimang harta, dia sangat tidak menyukai paksaan apalagi dipaksa untuk mengalah.

Archie memakai sabuk pengaman sambil melirik bibir manyun Alana lalu memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan wajah panasnya karena ia sangat ingin memagut bibir manyun menggemaskan gadis itu. Archie menatap jendela kaca mobil sambil berkata, "Pakai sabuk pengaman!"

Alana memakai sabuk pengaman dengan bibir yang semakin lancip.

"Nggak usah manyun. Udah jelek tambah jelek" Ucap Archie sambil menghidupkan mesin mobil.

"Kalau jelek kenapa Arthur suka sama aku dan nembak aku?" Sembur Alana dan Alana sontak menutup mulutnya lalu menyesali semburannya itu.

"Arthur sakit mata waktu itu" Ucap Archie acuh tak acuh.

"Kau......tzk! Aku malas meladeni ocehanmu" Alana mengalihkan pandangannya ke jendela mobil sambil bersedekap.

"Kenapa kamu memutuskan Arthur tanpa alasan dan membuat Arthur ngebut mengejar kamu waktu itu lalu Arthur mengalami kecelakaan yang cukup parah?"

"Hah?!" Alana menoleh kaget ke Archie.

Archie menoleh sekilas ke Alana. "Kamu tidak tahu kalau Arthur mengalami kecelakaan yang cukup parah dan itu karena ia ngebut mengejar mobil yang membawamu pergi darinya setelah kamu memutuskan Arthur tanpa alasan apapun?"

"Tidak" Desis Alana dengan wajah penuh keprihatinan.

"Butuh setahun untuk pulih dan itu membuat Arthur mundur kuliahnya. Arthur juga kehilangan kesempatan menjadi pemain basket terkenal padahal kau tahu benar kalau itu adalah impian terbesarnya"

"Maafkan aku" Desis Alana. "Arthur, kamu, dan keluarga Kamu pasti membenciku"

"Menurut kamu bagaimana?" Ucap Archie dengan nada datar.

"Yeeaahh, kalian pasti membenciku" Desis Alana sambil memutar kepalanya perlahan ke kaca jendela mobil.

1
anggita
2☝☝iklan👍
anggita
👍☝iklan
Rahma AR
tau, ya, alana🤭
Rahma AR
iklan dan like💪
Rahma AR
like dan iklan👍
Rahma AR
like dan iklan
Rahma AR
Archie.... fokus ke alana
Rahma AR
like dan iklan
anggita
iklan☝👍
anggita
ora sengojo🤫
anggita
☝☝2x iklan👍
Rahma AR
hajar aja Archie
Rahma AR
like +🌹
Rahma AR
senang ya archie.... teeus terabg dong kl suka😄
Rahma AR
like +🌹
Rahma AR
demi apa archie🤭
Rahma AR
ciiieee....
anggita
👍like pertama
Elisabeth Ratna Susanti: terima kasih 🥰
total 1 replies
anggita
☝☝2iklan.
Kinan
top
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!