NovelToon NovelToon
Tertembak Cinta Nona Gangster

Tertembak Cinta Nona Gangster

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Bad girl / Preman / Persaingan Mafia
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Zavian Hersa mengira jalannya menuju keseriusan cinta dengan Grace akan semulus adiknya. Namun, realitas menghantam keras. Perbedaan status yang mencolok antara putra mahkota Hersa Group dan wakil ketua Gangster Blackrats menciptakan jurang yang lebar. Zavian, yang dihantui ketakutan kehilangan Grace seperti saat ia hampir kehilangan Nalea, berubah menjadi pria yang sangat posesif. Ia mencoba "menjinakkan" Grace dengan kemewahan dan perlindungan ketat, namun bagi Grace, perlindungan itu adalah penjara.

Kekosongan kepemimpinan sementara di Blackrats setelah Nalea fokus pada pendidikannya memicu gejolak di dunia bawah. Musuh-musuh lama dan baru mulai mengincar kekuasaan Blackrats. Teror silih berganti menghantui, mulai dari sabetan senjata tajam, pertumpahan darah, hingga pengorbanan nyawa.


Akankah cinta mereka bertahan di tengah pertumpahan darah dan tuntutan status sosial, ataukah mereka memilih jalan masing-masing dan merelakan cinta sejatinya?

NB: JANGAN SALFOK COVERNYA YAA😂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menolak Kenyataan

Andreas mengerang pelan saat cahaya matahari yang menyusup dari sela-sela gorden menghujam langsung ke matanya. Rasa pening yang luar biasa hebat menghantam kepalanya, seolah ada ribuan jarum yang menusuk saraf otaknya secara bersamaan. Ia memijat pelipisnya, berusaha mengumpulkan kepingan ingatan yang tercerai-berai.

"Kok aku di kamar?" gumamnya dengan suara serak. "Bukannya semalam aku... di klub?"

Ceklek.

Pintu kamar terbuka perlahan. Pak Wahyu, kepala pelayan senior yang sudah mengabdi puluhan tahun di rumah itu, masuk sambil membawa nampan berisi segelas cairan hangat yang mengepulkan aroma jahe yang tajam.

"Tuan Muda sudah bangun? Ini sari jahe hangat, bagus untuk meredakan rasa pening setelah... kejadian semalam," ucap Pak Wahyu dengan nada yang sangat sopan, namun ada sedikit gurat kekecewaan yang ia sembunyikan dengan baik.

Andreas bangkit dengan susah payah, menyandarkan punggungnya di kepala tempat tidur. "Kok aku bisa di sini, Pak?"

"Tuan Miller yang membawa Tuan Muda pulang dini hari tadi. Kondisi Tuan Muda sangat tidak sadar waktu itu."

"Lalu sekarang Miller di mana?" tanya Andreas sambil menerima gelas jahe itu.

"Tuan Miller sedang di rumah sakit, Tuan Muda."

Andreas menghentikan gerakannya yang hendak meminum jahe. Alisnya bertaut. "Hah? Rumah sakit? Siapa yang sakit? Apa Miller kecelakaan saat mengantarku pulang?"

"Bukan Tuan Miller. Tapi Nona Grace," jawab Pak Wahyu tenang.

Andreas tertegun. Gelas di tangannya bergetar sedikit. "Gadis itu bisa sakit juga? Tunggu... Miller mengantarkan Grace ke rumah sakit? Kok bisa? Apa mereka punya hubungan di belakangku?"

Pak Wahyu hanya menunduk sedikit, enggan memberikan komentar lebih jauh. "Sebaiknya nanti Tuan Muda yang bertanya langsung kepada Tuan Miller. Beliau mungkin lebih tahu detailnya. Saya permisi kembali bekerja."

Setelah Pak Wahyu keluar, Andreas segera mencari ponselnya. Ia merasa kesal sekaligus bingung. Mengapa asisten pribadinya itu harus bersusah payah membawa Grace ke rumah sakit? Miller sudah memiliki calon istri di Inggris yang sangat ia cintai, tidak mungkin ia bermain api dengan seorang pengawal.

"Sial! Kenapa tidak diangkat sih!" umpat Andreas saat panggilannya ke ponsel Miller hanya masuk ke kotak suara.

Andreas mencoba mengingat apa yang terjadi semalam setelah ia meminum botol keempat. Namun, memorinya seperti terputus. Ia hanya ingat wajah Melani yang membuatnya muak, lalu sisanya adalah kabur, bayangan teriakan, rasa sesak dan rasa marah yang meluap. Ia memutuskan untuk mandi air hangat, berharap air bisa meluruhkan bau minuman keras dan lengket di tubuhnya, sekaligus menjernihkan pikirannya yang kacau.

Rumah Sakit Internasional – Ruang Rawat VIP

Miller duduk di samping tempat tidur Grace dengan wajah yang nampak sangat kuyu. Lingkaran hitam di bawah matanya menunjukkan betapa ia tidak tidur sama sekali sejak semalam. Ia menatap Grace yang terbaring lemah dengan berbagai peralatan medis yang menempel di tubuhnya.

Dokter baru saja keluar setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh. Kata-katanya masih terngiang di telinga Miller.

"Banyak luka di tubuh Nona Grace yang sudah mulai mengalami peradangan, bahkan hampir infeksi karena tidak segera ditangani secara medis. Ada bekas cambukan yang cukup dalam di punggungnya, dan luka baru di bahunya akibat hantaman benda tumpul. Belum lagi kondisi mentalnya... dia mengalami syok berat."

Miller mengepalkan tangannya. "Sebenarnya apa yang terjadi padamu, Grace? Kenapa tubuhmu penuh luka? Apa keluargamu atau keluarga Hadi sejahat itu padamu?" bisiknya pilu.

Demam Grace masih sangat tinggi, mencapai 40 derajat Celsius. Meski sudah diberikan infus parasetamol dosis tinggi, Grace belum juga tenang. Ia terus meracau dalam tidurnya dengan ekspresi ketakutan yang luar biasa.

"Bajingan! Brengsek! LEPAS!" teriak Grace dalam racaunya. Napasnya tersengal-sengal, air mata mengalir dari sudut matanya yang tertutup. "Jangan... jangan sentuh aku... pergi!"

Miller memejamkan mata, hatinya tersayat mendengar teriakan itu. Ia tahu persis siapa yang dimaksud Grace. Andreas benar-benar sudah keterlaluan. Ia memanggil Grace untuk membantu, tapi justru membuat gadis itu berakhir seperti korban pemerkosaan yang hancur.

Setelah memastikan kondisi Grace stabil untuk ditinggalkan, Miller memutuskan untuk pulang. Baterai ponselnya sudah mati total. Ia meninggalkan nomor kontaknya di meja perawat agar segera dihubungi jika terjadi sesuatu. Tubuhnya bisa tumbang jika terus-menerus tetap terjaga, apalagi otaknya harus tetap waras agar bisa berpikiran jernih.

Andreas sudah rapi dengan pakaian rumahnya saat Miller masuk melalui pintu depan. Miller berjalan dengan langkah gontai, tampak sangat muak dan lelah.

"Miller! Dari mana saja kau?" Andreas menghadang langkah Miller di lobi. "Kenapa ponselmu mati? Dan apa-apaan laporan Pak Wahyu tentang kau yang menunggui Grace di rumah sakit?"

Miller berhenti. Ia menatap Andreas dengan tatapan yang belum pernah ia tunjukkan selama sepuluh tahun bekerja. Tatapan dingin, penuh kejijikan, dan kemarahan yang tertahan.

"Ponselku mati karena aku sibuk mengurus korban keberingasanmu, Tuan Muda," jawab Miller pendek. Ia mencoba berjalan melewati Andreas.

"Tunggu! Apa maksudmu 'korban'? Jangan melebih-lebihkan!" Andreas menarik bahu Miller. "Grace itu pengawal. Kalau dia sakit, itu karena dia lemah. Dan kenapa kau yang harus repot? Kau punya calon istri di Inggris, Miller! Jangan membuat skandal murahan dengan pengawal rendahan itu!"

BRAKK!

Miller menghempaskan tangan Andreas dengan kasar. Ia berbalik, wajahnya kini merah padam. "Rendahan? Kau bilang dia rendahan setelah apa yang kau lakukan semalam? Kau memang selalu begini Andreas!"

"Apa yang aku lakukan? Aku hanya mabuk!" bela Andreas.

"Kau bukan hanya mabuk, Andreas! Kau melecehkannya!" teriak Miller, mengabaikan sopan santun antara atasan dan bawahan. "Kau merobek pakaiannya, kau menyerangnya seperti binatang di klub semalam! Jika aku tidak masuk tepat waktu, entah apa yang sudah terjadi pada kehormatannya!"

Andreas tertegun. Jantungnya berdegup kencang. "Kau... kau bohong. Aku tidak mungkin melakukan itu. Kau pasti mengada-ada karena kau suka padanya!"

"Suka padanya? Kegilaan apa lagi ini, ya Tuhan!" Miller tertawa getir. "Aku menghormatinya sebagai rekan kerja yang mempertaruhkan nyawa untukmu! Sementara kau? Kau menghancurkannya! Dia sekarang di rumah sakit dengan demam tinggi, meracau ketakutan karena trauma. Dia menyebutmu bajingan dan brengsek dalam tidurnya!"

"Miller, tutup mulutmu!"

"Tidak! Aku sudah muak melindungimu dari kesalahan-kesalahan konyolmu. Tapi kali ini, kau sudah melampaui batas kemanusiaan. Dia berniat membantumu pulang ke rumah sebelum Nyonya dan Tuan Besar tahu kelakuan anaknya, lalu kau melecehkannya saat kau mabuk karena wanita lain? Kau pria paling menjijikkan yang pernah kukenal!"

Andreas terdiam, lidahnya kelu. Bayangan gerakan tangannya yang liar dan teriakan yang ia dengar dalam samar-samar memorinya mulai terasa nyata.

"Dia... dia sakit parah?" tanya Andreas dengan suara yang tiba-tiba mengecil.

"Luka cambukan di punggungnya infeksi karena dia tidak mengobatinya demi menjagamu ke galeri kemarin. Dan perlakuanmu semalam membuatnya syok berat," Miller mengambil napas dalam, berusaha menenangkan emosinya. "Aku butuh tidur. Dan jika kau punya sedikit saja hati nurani yang tersisa... jangan tunjukkan wajahmu di depan Grace untuk saat ini. Kau adalah monster dalam mimpinya."

Miller berjalan pergi meninggalkan Andreas yang berdiri mematung di tengah lobi mewah yang terasa sangat dingin. Andreas menatap tangannya sendiri, tangan yang kemungkinan besar telah melukai satu-satunya orang yang tulus berdiri di depannya untuk menahan peluru. Rasa pening di kepalanya kini kalah dengan rasa sesak yang tiba-tiba menghimpit dadanya.

"Kau brengsek, Andreas!"

1
Tiara Bella
kasian Grace....semoga bang zavian segera tw ya....
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
maka nya kalo kesel tuh jangan mabuk²an sekarang akibat nya jadi fatal banget buat orang lain 😒
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
aduh siap² aja kalo disitu ada cctv pasti kamu udah menyesal berat Andreas 😒,untung aja Miller datang kalo gak?
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
saking cantiknya Grace sampai dikira kalo Grace itu keturunan konglomerat,tapi siapa tau bener loh 🤔
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
hati² loh Vian nanti cemburu lagi liat kedekatan Grace sama andreas
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
wkwkw panik gak kalian para tikus got enak aja mau mempermainkan Grace padahal dibelakang Grace masih ada zavian 😼
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
Panik gak kau Hendry orang jelas² Grace itu bukan cuma sekedar pengawal biasa 😹
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
modyar aee si gio ini mana ada paman yang menginginkan nyawa ponakan nya sendiri cuma gara² posisi pemimpin dan harta 😒
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
kalo insting si Grace gak kuat pasti si Andreas udah ketusuk gara² penyamar 😏
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
hmm apakah jangan² selama ini Grace bukan yatim piatu ?🤔
❤️⃟WᵃfRahma 💋🅚🅙🅢👻
waduh² ada saingan baru ni 😼,ayo zavian balik cepetan nanti malah diambil loh si Grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
karena kamu sedang mabuk berat makanya tidak sadar
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
aduh benar2 hilang kendali, kasian juga grace harusnya istirahat malah mendapatkan perlakuan yang membuat nya terluka
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
memang benar tapi grace punya tanggung jawab yang besar jadi tidak bisa berdiam diri hanya untuk istirahat
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
waw Zavian sudah kuat sekarang ya sudah sebanding sama grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
aduh grace kasian sekali kamu, pasti tersiksa dengan luka itu
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
eya panik eya gagal deh dpat uang cuma2 karena ada grace
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
silahkan saja turun tangan sendiri gimana menghadapi blackrats biar kena pukulannya grace. jangan marah2 aja bisanya
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
bilang aja mau deket2 sama grace. tapi memang benar sih grace punya insting yang bagus dn lebih waspada
❤️⃟Wᵃf🤎Vella☘𝓡𝓳●⑅⃝ᷟ◌ͩѕ⍣⃝✰
lagian kenapa gk langsung pulang aja tadi. malah keliling dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!