Meila Ayunda Aksara, mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Dia membatalkan pernikahannya dengan tunangannya, Zayan Wijayakusuma. Dia tidak peduli jika keputusannya itu akan membuat nama baik keluarga Aksara rusak. Bagi Meila, keluarga itu sudah rusak sejak lama.
Sudah saatnya Meila membuka topeng keluarganya yang selalu memperlakukan dirinya dengan tidak adil. Selama ini, kedua orang tuanya dan kedua kakaknya menganggap Meila sebagai anak pembawa sial. Cacian dan makian menjadi makanan sehari-hari yang harus Meila terima.
Keputusan besar Meila itu justru membuatnya bertemu dengan Abyan Rayendra Hasan, pria yang siap memberikan Meila sebuah keluarga.
Bagaimana kehidupan Meila setelah dia meninggalkan keluarganya dan Zayan?
Bagaimana kehidupan Meila bersama Abyan?
Yuk simak kisahnya di Setelah Aku Pergi hanya di Novel Toon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 Diserang
Abyan menyusul Mariska setelah paman Kim pamit menuju kediaman utama Alexander, sesuai perintah Abyan.
"Wah, Kakak ipar ternyata jauh lebih cantik dari yang ada di foto!" Seru Mariska saat matanya melihat sosok cantik yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Meila menatap lekat Mariska. Mendengar perempuan cantik yang berdiri diambang pintu itu memanggilnya kakak ipar, Meila bisa menebak dia salah satu saudara sepupu Abyan. Tidak mungkin saudara kandung, karena suaminya itu anak tunggal.
Meila juga baru mengetahui hal tersebut setelah Abyan menceritakan tentang keluarganya. Tentang bagaimana ayah dan ibunya berakhir.
Orang tua Abyan meninggal akibat kecelakaan pesawat. Usia Abyan saat itu masih sangat muda. Saat mulai remaja, Abyan mencoba mencari tahu penyebab kecelakaan pesawat yang menimpa kedua orang tuanya. Namun sayang, hingga saat ini belum ditemukan penyebab pesawat pribadi keluarga Hastomo itu hilang kendali.
Kemungkinan besar pelakunya mendapatkan perlindungan yang kuat. Sehingga sulit sekali untuk mendapatkan informasi tentang hari terjadinya kecelakanan itu. Karena itu, Abyan selalu berhati-hati. Bersama Feri, diam-diam Abyan menyusun kekuatan. Karena dia tahu, kecelakaan itu sebuah kesengajaan.
Untuk saat ini, kekuatan kelompok Abyan dan Feri menjadi yang paling kuat nomor dua. Dibawah kekuatan milik Narendra, yang menempati kedudukan tertinggi.
"Sayang, kenalkan ini Mariska, adik Feri." Abyan menjelaskan, karena adik sepupunya itu belum juga memperkenalkan diri.
"Aku lupa," ujar Mariska, lalu mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri. "Aku Mariska, Kakak ipar."
Meila membalas uluran tangan Mariska. Tanpa aba-aba, Mariska membawa Meila kedalam pelukannya. "Aku senang, sekarang Aku punya kakak perempuan," bisik Mariska.
Meila tersenyum. "Aku juga senang dapat saudara perempuan seperti kamu," balas Meila.
Keduanya terkekeh setelah menguraikan pelukan mereka. Abyan yang berdiri disamping Meila hanya memperhatikan saja. Melihat Meila bisa menerima keberadaan Mariska, tentu itu sangat baik.
"Ayo Sayang, Aku bantu keringkan rambumu. Kita sudah tidak ada waktu lagi. Kakek Alex tidak suka yang namanya terlambat." Abyan membantu Meila duduk lalu dengan hati-hati dia mengeringkan rambut Meila.
Mariska tersenyum. Baru kali ini dia melihat kakaknya itu memperlakukan perempuan dengan lembut selain keluarga yang dekat dengannya.
Karena harus segera berada di kediaman utama Alexander, Meila dengan cepat merias wajahnya. Hanya riasan sederhana, yang biasa Meila gunakan saat bekerja di Alamanda. Namun membuat Abyan tidak bisa berpaling menatap istrinya itu.
"Sampai kapan kakak mau memandangi kakak ipar?" Mariska harus mengingatkan Abyan. Bukankah pria itu sendiri yang mangatakan mereka harus segera ke kediaman utama Alexander.
"Kita berangkat sekarang!" Abyan mengandeng tangan Meila.
Namun gandengan itu segera terlepas. Mariska mengambil alih lengan Meila, lalu merangkulnya. Abyan tidak bisa marah. Bagi Abyan, Mariska bukan hanya saudara sepupu. Dia sudah menganggap Mariska seperti adiknya sendiri. Satu-satunya sepupu perempuan yang dekat dengan Abyan. Karena Mariska tidak bisa jauh dari Feri. Mariska bahkan memilih tinggal bersama Feri dari pada ikut orang tuanya yang pindah ke luar negeri.
Kendaraan SUV yang ditumpangi Abyan, Meila, dan Mariska keluar dari gerbang villa Alexander. Dave melajukan kendaraan tersebut dengan kecepatan sedang, agar tidak menarik perhatian di jalan raya yang cukup padat.
Disamping Dave, Mariska duduk dengan tegak. Matanya yang tajam sesekali melirik kaca spion. Memantau jika ada yang ingin berbuat sesuatu pada kendaraan mereka.
Sebagai adik dari Abyan dan Feri, Mariska sudah terlatih untuk bertarung sejak kecil. Bahkan kakek Hasan sendiri yang mendidik mereka bertiga secara langsung. Karena hanya mereka bertiga yang dipercaya bisa meneruskan kekuatan keluarga Hastomo.
Mariska tidak terlahir sebagai putri yang manja dan suka menghambur-hamburkan uang seperti kebanyakan gadis kalangan atas pada umumnya. Dia sejak kecil sudah diperkenalkan dengan berbagai macam senjata dan belajar untuk menggunakannya. Bukan untuk menyerang, melainkan untuk bertahan.
Di bangku penumpang bagian belakang, Abyan duduk dengan tenang. Tangannya tidak pernah lepas dari tangan Meila yang dia genggam dengan erat. Meila sedikit takut bertemu keluarga besar Alexander. Setelah mendengar penjelasan Mariska tentang Caroline, tantenya Abyan.
Wanita paruh baya itu tidak suka Abyan menikah dengan Meila, gadis yang bahkan dibuang oleh keluarganya. Dia sudah memiliki calon istri yang menurutnya pantas untuk Abyan. Pelayan yang di bawah Dave ke rumah belakang kemarin, salah satu tikus yang dikirimkan caroline. Tentu saja untuk mencelakai Meila.
"Kakak ipar tidak usah khawatir, Aku akan menjaga Kakak dari tante Caroline." Mariska mencoba menenangkan Meila saat mereka menuruni anak tangga.
Biarpun Mariska berjanji akan melindunginya, Meila tetap saja tidak bisa tenang. Meila memang sudah terbiasa menghadapi keluarganya yang sering meremehkannya. Menghadapi keluarga Abyan, tentu akan berbeda dengan menghadapi keluarganya sendiri.
Dave melajukan kendaraannya sedikit lebih cepat, karena mereka sudah memasuki jalan khusus menuju kediaman utama Alexander.
"Kak Dave, mobil di belakang kita bukan mobil para pengawal."
Dave melihat kebelakang melalui kaca spion. Benar seperti yang Mariska katakan, mobil pengawal mereka tidak terlihat sama sekali. Sedangkan mobil yang sekarang berada di belakang mereka, justru melaju dengan kecepatan tinggi. Lebih cepat dari kendaraan yang Dave kemudikan.
"Orang-orang kita tidak terlihat satu pun," ucap Meriska lagi.
Abyan membalikkan badan untuk melihat apa yang terjadi. Seperti yang Mariska katakan, tidak ada satupun pengawal mereka yang terlihat.
"Sangat tidak masuk akal," ucap Abyan. Dia menaruh curiga ada penghianat. Atau mungkin, mereka semua berkhianat.
"Sepertinya mereka ingin menghantam kendaraan kita, Tuan." ucap Dave.
"Maksimalkan laju kendaraan!" Perintah Abyan. Rahangnya mengeras. Seyelah ini, dia harus melakukan pembersihan.
Abyan mengeluarkan senjata dari balik jas yang dia kenakan. Bersiap mengeluarkan tembakan, bila kendaraan musuh semakin mendekat. Abyan belum bisa memastikan, mereka dikirim oleh siapa. Yang pasti, orang yang tidak menginginkan dirinya dan yang lain tiba dengan selamat di kediaman utama Alexander.
Meila memang belum pernah terlibat dengan hal semacam ini, tapi dia pernah berlatih saat bibi Ana masih bersamanya. Bibi Ana bukan hanya pelayan, tapi juga pengawal setia orang tua Meila. Jika bukan karena identitasnya mulai diketahui Hana, tidak mungkin dia meninggalkan Meila seorang diri di kediaman Aksara.
Namun, meskipun begitu, bibi Ana tetap mengawasi Meila. Dia mengirim pengawal yang terus mengawal Meila selama dua puluh empat jam.
"Aku bisa menggunakan senjata itu, Mas" Abyan melihat istrinya sejenak. Anggukan Meila membuat Abyan memberikan senjata yang ada di tangannya pada Meila.
"Gunakan saat benar-benar diperlukan," ucap Abyan. Meila mengangguk.
Suasana yang sebelumnya tenang, kini sedikit mencekam. Apalagi disaat suara peluru terdengar menghantam kaca bagian belakang kendaraan yang mereka tumpangi. Jalanan yang sempit membuat Dave sulit menghindar.
Mariska membuka jendela, mengarahkan senjatanya tepat di roda kendaraan musuh bagian kiri. Sedangkan Dave memperlambat laju kendaraannya, membiarkan musuh mendekati mereka. Agar tembakan Mariska tepat sasaran.
"Sekarang Mariska!" Abyan memberi komando.
Mariska melepaskan tembakannya yang tepat sasaran. Roda depan bagian kiri kendaraan itu pecah. Disaat yang bersamaan, Abyan melakukan hal yang sama. Dia mengarahkan senjatanya yang baru dia ambil dari bawah kursi yang dia duduki, ke arah roda bagian kanan.
Yang tidak diduga oleh Abyan dan Mariska, disaat yang bersamaan, Meila mengarahkan senjatanya ke kaca depan kendaraan musuh melalui lobang kaca belakang kendaraan mereka yang bolong. Akibatnya, kaca depan kendaraan musuh retak, menganggu pandangan pengemudi. Ditambah roda yang sudah tidak berfungsi, membuat musuh tidak bisa lagi mengejar kendaraan yang mereka tumpangi.
Dave kembali mengatur kecepatan laju kendaraannya. Abyan memeluk Meila. Tembakan Meila tepat sasaran, namun ketegangan yang sempat terjadi, membuat wajah Meila terlihat pucat.
"Aku berhasil Mas," bisik Meila.
"Ya. Kamu hebat," balas Abyan.
"Kakak ipar, dirimu ternyata penembak yang hebat." Puji Mariska tulus.
Yang baru saja Meila lakukan, cara orang yang sudah terlatih. Dan itu membuat Mariska penasaran. "Kakak ipar belajar dari mana?" tanyanya.
"Pelayan ku dulu sering membawaku ke lapangan tembak. Disana, dia melatih Aku untuk fokus saat menggunakan senjata. Dia bahkan melatih mataku untuk bisa melihat kesamping tanpa menggerakkan bola mata."
"Kak ipar, pelayanmu pasti orang yang sangat hebat."
Abyan memilih diam. Dia sudah tahu siapa bibi Ana. Tapi Abyan tidak menyangka, pengawal yang menyamar sebagai pelayan itu melatih putri majikan sampai sehebat ini.
Butuh ketenangan dan fokus yang baik untuk melewati lubang kecil dari jarak jauh. Meila bisa melakukannya, itu sangat luar biasa. Abyan menatap kagum pada istrinya itu. Dia tidak salah memilih. Meila tidak seperti yang terlihat. Dia tidak hanya pintar, tapi juga sangat hebat.
Untuk saat ini, mereka berhasil membuat lawan mencelakai mereka. Bukan berarti semua ini berakhir. Justru ini awal dari pertempuran yang sesungguhnya.
Di kediaman Alamanda, Erik sebagai putra mahkota keluarga itu mengumumkan, Meila Ayunda Hasan, adalah bagian dari keluarga Alamanda, cucu dari tuan Alan dan nyonya Amanda.
Berita itu cukup mengejutkan publik. Selain mengumumkan status Meila sebagai cucu keluarga Alamanda. Erik juga membantah tuduhan Meila yang selingkuh dari Abyan.
udh nyktin,tp msih ngemis....
pdhl udh d ksih kmpensasi,jdga brhak gnggu meila lg....
Ternyata masih banyak rahasia dari asal usul keluarganya Melia...
dsni qta bisa belajar keserakkahan tdk akan bisa membuat kebahagian lebih lama bersama qta ,, tp kehancuran lah yg tiap detik mendekati qta ,,
lanjut kak ,,
penasaran sama kelanjutan ny,,
ga sbr nunggu meila ktmu sm bbi ana dn kmbaran'nya,dia pst bhgia bgt....trs ga sbr jg nunggu pra benalu jd gmbel.....
dtggu next episode ny yx kak
☺️☺️☺️
licik di balas licik ,,
ayoo melisa dari sekarang belajar jdi gembel yuuuk ,,
jgn mau ny hidup enk truus ,,
km bukan keluarga aksara ternyata🤭🤭l🤭🤭/Smug//Smug//Smug/ ,,
Selamat menikmatiii ibu Hana ,, ank yg km bangga2kan ternyata bukan ank km ,, 🤭🤭🤭/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Sly//Sly/
dfnisi kta adalh do'a.....pura2 bngkrut,eeehhhhh....bnrn bngkrut.....
siap2 jd gmbel kl ttp ga mau tobat....
puas bgt sm fkta yg trungkap....
Zayan kl mau nysel,silakan aja sih..tp ga guna....trs kl mau mrebut meila,mkir sribu kali sblm mkin hncur....
yg lcik,d bls lcik....pdhl udh tau kl dia cma ank pngut,msih ga tau diri meebut mlik orng lain....cckkk....