NovelToon NovelToon
Dead As A Human, Reborn As The Heir

Dead As A Human, Reborn As The Heir

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Kelahiran kembali menjadi kuat / Perperangan / Summon / Dunia Lain / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: ANWAR MUTAQIN

aku tak pernah menyangka memiliki kesempatan kedua untuk kembali hidup

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWAR MUTAQIN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Volume II — The Weight of Survival Chapter 8 — Shadows in the City

Volume II — The Weight of Survival

Chapter 8 — Shadows in the City

Matahari hampir tenggelam, menyisakan langit merah keemasan yang memantul di gedung-gedung yang hancur. Kota barat kini terlihat lebih aman setelah operasi terakhir, tapi Daniel tahu ini hanya ketenangan sesaat.

Di pos sementara Hunter, Raven menyerahkan misi baru kepadanya: sebuah distrik di timur kota, di mana laporan intel mengatakan ibis tingkat tinggi berkeliaran dan menakuti warga.

“Kau yang akan memimpin, Daniel. Ini misi solo,” kata Raven. “Aku akan menutupi belakangmu dari jarak jauh.”

Daniel mengangguk. Katana di tangannya terasa lebih ringan sekarang—sinkronisasi dengan segel pertama membuat setiap gerakan lebih natural. Tapi tekanan tetap ada.

Memasuki Zona Konflik

Saat Daniel memasuki distrik timur, ia melihat bayangan iblis berukuran besar bergerak di antara reruntuhan. Aroma kegelapan menyengat hidungnya. Ia menelan ludah, menarik napas dalam, dan melangkah maju.

Segel pertama… tenangkan tubuh dan pikiranku.

Ia menebas bayangan yang muncul, menghadapi serangan cepat iblis. Setiap gerakan terasa lebih presisi, hasil latihan panjang kemarin. Namun kali ini, lawan lebih licik—mereka bergerak seperti satu kesadaran, memanfaatkan reruntuhan untuk mengepungnya.

Daniel berhenti sejenak, menatap sekitar. Strategi yang dipelajarinya muncul secara alami: kontrol medan, kontrol jarak, gunakan reruntuhan sebagai jebakan balik. Ia menebas satu iblis, kemudian memutar untuk menghadapi yang lain.

Pertemuan Pertama dengan Bayangan Masa Lalu

Di tengah pertempuran, Daniel menangkap gerakan samar di lorong sempit—seorang wanita muda berdiri di antara reruntuhan, tampak ketakutan. Jantungnya berdegup cepat.

Tidak mungkin… itu dia!

Wanita itu adalah yang ia selamatkan di awal invasi, yang selama ini ia pikir mungkin aman jauh dari dunia iblis. Sekarang ia tampak terjebak lagi.

Daniel berlari, menebas bayangan yang menghalangi jalannya. Ia merasakan segel pertama berdenyut, tubuhnya stabil meski adrenalin melonjak. Wanita itu menatapnya, mata penuh keheranan dan ketakutan, seolah berkata: “Kau lagi?”

“Jangan bergerak! Aku akan menyingkirkan mereka!” teriak Daniel.

Melindungi yang Lemah

Pertarungan semakin sengit. Iblis tingkat tinggi muncul dari sisi lain, lebih besar dan lebih cepat. Daniel tahu ia tidak bisa melawan semua sekaligus. Ia memikirkan teknik yang dipelajari dari latihan psikologi: fokus pada prioritas, mengurangi risiko untuk yang lemah, gunakan lawan untuk menciptakan ruang.

Dengan satu ayunan terukur, ia menebas iblis yang paling dekat dengan wanita itu, lalu memutar untuk menghadapi lawan berikutnya. Bayangan iblis berderet, tetapi sinkronisasi tubuh dan pikiran membuat setiap serangan menjadi efektif.

Ini bukan hanya tentang kekuatan… tapi keputusan tepat di waktu tepat.

Wanita itu mulai bergerak menjauh, mengikuti jalan yang dibuka Daniel, sementara ia tetap bertahan, menahan serangan iblis yang terus berdatangan.

Refleksi Batin di Tengah Aksi

Di sela pertempuran, Daniel tersadar sesuatu: menghadapi iblis di lapangan adalah ujian, tapi menghadapi tanggung jawabnya terhadap orang lain adalah ujian terbesar.

Segel pertama berdenyut lembut, tubuhnya stabil, tapi emosi dan rasa bersalah tetap ada. Ia menatap wanita itu yang kini aman di balik reruntuhan:

Aku hidup untuk melindungi mereka. Tapi aku juga harus bisa bertahan sendiri… agar bisa melindungi lebih banyak orang.

Dengan tekad itu, setiap serangan berikutnya lebih cepat, lebih tepat, lebih efisien. Daniel bergerak seperti bayangan di tengah reruntuhan—pedang dan tubuhnya bersatu, fokus dan tenang.

Kemenangan Sementara

Setelah beberapa menit yang terasa seperti jam, iblis mundur, terdesak oleh ketepatan Daniel dan tembakan Raven dari jarak jauh. Wanita itu tersenyum tipis, lega.

Daniel menarik napas panjang, menatapnya. Ada sesuatu yang berbeda—ikatan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, karena mereka sudah melewati peristiwa hidup dan mati sebelumnya.

“Kau baik-baik saja?” tanya Daniel.

Wanita itu mengangguk. “Ya… terima kasih… lagi.”

Namun Daniel tahu, ini hanya jeda sementara. Bayangan iblis masih ada, Antares pasti mengamati, dan misi berikutnya akan lebih berbahaya.

Kesadaran dan Tekad Baru

Di malam yang sunyi setelah pertempuran, Daniel duduk di reruntuhan, menatap langit gelap. Segel pertama berdenyut lembut, tubuhnya lelah tapi pikiran lebih jelas.

Aku akan terus bertumbuh… agar bisa melindungi mereka semua. Agar bisa menghadapi Antares suatu hari nanti.

Dan di hatinya, satu hal pasti: pertemuan dengan wanita itu bukan kebetulan—tapi tanda bahwa dunia yang ia lindungi lebih besar daripada yang ia bayangkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!