Kenzo Huang, pria keturunan Jepang&Cina yang terjebak dalam kasus palsu perdagangan barang ilegal, memasuki penjara dengan hati hampa dan sering diintimidasi oleh geng dalam tahanan. Sampai suatu hari, dia diselamatkan oleh Lin Dong – seorang tahanan yang ditangkap karena membela adik perempuannya, Lin Xian Mei. Meski berbeda latar belakang, mereka menjalin persahabatan yang seperti saudara kandung, berbagi cerita tentang keluarga dan harapan masa depan.
Demi membalas kebaikan Lin Dong, Kenzo Huang berjanji untuk mencari jejak dan menjaga adik serta ibu nya.
Dalam perjalanan mencari jejak sang adik Lin Dong, Kenzo Terlibat organisasi dunia bawah Shehua dan menjadikannya pembunuh bayaran yg di kenal dengan sebutan Shadow Of Death
(update setiap hari)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.13 — MEMBANGUN KEMBALI ZHENZHU
Pagi itu ponsel Kenzo berdering
("Halo...")
("Kenzo aku telah menemukan sebuah rumah yang cocok untuk membuat panti asuhan.")
("Benarkah?")
("Itu benar,datang lah ke Shehua aku akan mengantarmu ke lokasi.")
("Baiklah,aku mengerti")
Kenzo pun bangun dari tidurnya lalu bersiap-siap untuk pergi.
"Kak Huang..."
Yue Yan berlari memeluk Kenzo.
"Pagi...aku telah menyiapkan sarapan untuk mu."
"Baiklah"
Kenzo pun menuju meja makan lalu menyantap makanan nya.
"Bagaimana?"
"Lumayan enak."ucap Kenzo datar
Yue Yan memasang wajah cemberut.
"Tak bisakah kau menyenangkan hati seorang gadis?"
"Hah?? kenapa?"
"Kak Huang kau sungguh menyebalkan!!"
Yue Yan memalingkan wajahnya.
"Hah? Apa salah ku?"
Yue Yan diam tak menjawab nya.
Kenzo pun tak memperdulikan nya lalu menyesap kopinya dan segera pergi.
"Aku akan pergi ke Shehua."
"Pergilah!!! Aku tak peduli!!!"
"(Ada apa dengan gadis ini.)"
Pikirnya sambil menatap Yue Yan, lalu Kenzo pun keluar dari apartemen nya.
"Kak Huang...kau sungguh menyebalkan...!!!"
"Aku benci kau...!!!"
Setelah sampai di Shehua Kenzo pun menuju ke lantai atas ke ruangan Liu Xiang.
Liu Xiang pun langsung memeluknya saat melihat Kenzo membuka pintu kantornya.
"Pagi playboy..."
Liu Xiang pun mencium bibir Kenzo, Kenzo pun membalas ciumannya dan memainkan lidahnya.
"Ehmmmm....ehmmmm...."
Kenzo melepaskan jasnya dan melemparkannya ke sofa,lalu dia membuka ikat pinggangnya dan mengangkat tubuh Liu Xiang dan membawanya ke atas meja kerja Liu Xiang.
Kenzo mendudukkan Liu Xiang di atas meja lalu melepaskan celana dalam Liu Xiang lalu Kenzo mengeluarkan kejantanannya dan menusuk lubang kenikmatan milik Liu Xiang.
"Ahhhhhh....Ken.. nikmat sekali...ouhhhh...."
Kenzo menggerakkan pinggulnya maju mundur mendorong tubuh Liu Xiang.
Kenzo melepaskan kemejanya sehingga tubuh atletis nya terlihat.
Liu Xiang pun membuka blouse kerja nya dan menaikan bra-nya hingga kedua gunung kembarnya yang besar terlihat jelas.
"Ahhhhh....Ken...terus sayang... ssssst...ahhhhh..."
Kenzo menciumi leher Liu Xiang lalu turun ke bawah melumat ujung gunung kembarnya yang berwarna merah kecoklatan.
Liu Xiang merasakan kenikmatan yang luar biasa saat ujung gunung nya di gigit lembut oleh Kenzo.
"Ahhhh...Ken....aku ingin lebih....ahhhhh... A-Aku tak kuat sayang... ssssst....ahhhhh..."
"Ken... A-Aku ingin klimaks...sayang... A-Aku lepaskan..."
Kenzo pun mempercepat gerakannya.
"Ahhhhhhhh..."
Jerit kenikmatan Liu Xiang menggema di ruangan tersebut, mendengar jeritan Liu Xiang Kenzo pun makin mempercepat gerakannya hingga Kenzo pun ingin mencapai puncak kenikmatan.
"Oukhhhhhh...."
Kenzo melenguh panjang menikmati cairan kenikmatannya menyembur ke arah perut Liu Xiang.
Kenzo pun membersihkan kejantanannya dengan tisu lalu merapikan pakaiannya, Liu Xiang masih terbaring di meja kerjanya dan berusaha mengatur ritme pernafasan nya.
Setelah merapikan pakaiannya Kenzo pun menyalakan rokoknya dan menghempaskan tubuhnya ke sofa.
Setelah beberapa menit Liu Xiang pun bangkit dari meja kerjanya dan merapikan pakaiannya.
"Apa kau sudah siap?"
"Ken...kau sungguh liar..."
Kenzo pun mematikan rokoknya lalu berjalan mendekati Liu Xiang.
"Apa kau menginginkannya lagi?"
Menarik tubuhnya dan melumat bibir Liu Xiang.
"Hmmmm...hmmmm..."
"Dasar gila."
Liu Xiang mendorong tubuh Kenzo menjauh.
"Ayo kita pergi melihat lokasinya."
Liu Xiang pun pergi meninggalkan ruangannya di ikuti Kenzo di belakang.
Setelah beberapa saat perjalanan, mereka pun tiba di sebuah lokasi komplek pemukiman sederhana.
Dan mereka pun berhenti di sebuah rumah dengan luas 1800 m².
mereka pun keluar dari mobil.
"Jadi ini rumah yang akan menjadi panti asuhan Zhenzhu?"
"Ya benar."
"Lokasinya sangat strategis,dekat dengan sekolah dan rumah sakit."
Kenzo melihat sekeliling lokasi tersebut.
"Dan rumah ini memiliki kamar berjumlah 20."
"Baiklah kita ambil."
"Sore ini aku akan menghubungi pemilik rumah untuk melakukan serah terima rumah ini."
"Bagus, kebetulan nenek akan keluar dari rumah sakit siang ini."
"Aku akan membawa nenek untuk menandatangani kontrak tersebut."
Lalu mereka pun meninggalkan lokasi dan kembali ke Shehua.
"Baiklah aku akan menjemput nenek sekarang."
"Hati-hati di jalan playboy."
Liu Xiang mencium pipi Kenzo lalu keluar dari mobil.
Kenzo pun melanjutkan laju kendaraannya menuju ke rumah sakit.
"Nenek..."
"Bocah nakal, akhirnya kau datang."
"Aku telah lelah menunggu mu."
"Nenek...aku baru saja melihat rumah yang akan menjadi tempat nenek dan yang lainnya."
"Dari mana kau mendapatkan uang untuk membeli rumah tersebut?"
"Nenek...aku bekerja dengan nona Liu sekarang,dan gaji ku sangat cukup untuk membeli rumah tersebut."
"Kau jangan bohongi nenek."
"Nenek...aku tidak akan berani membohongi mu."
"Baik-baik,aku percaya."
Kenzo pun menggandeng nenek panti keluar dari kamar inap dan menuju ke resepsionis, setelah mengurus administrasi mereka pun meninggalkan rumah sakit.
("Halo.")
("Apa kau telah membawa nenek panti?")
("Ya,dia bersama ku sekarang di dalam mobil.")
("baiklah kalau begitu, sekarang kau datang ke restoran Haizhiwang.")
("Baik,aku mengerti.")
Mereka pun bergegas menuju ke lokasi.
Setelah sampai Kenzo pun mencari keberadaan Lin Xian.
"Ken..."
Teriak Liu Xiang sambil melambaikan tangan,Kenzo dan nenek panti pun mendekati Liu Xiang.
"Ken... kenalkan dia adalah pemilik rumah tersebut."
"Selamat siang tuan nama ku Wu Hong senang bertemu dengan mu."
"Halo aku Kenzo Huang.
Mereka pun berjabat tangan.
"Tuan Huang aku telah menyiapkan surat perjanjian peralihan rumah, silahkan anda periksa."
Wu Hong pun menyerahkan kontrak tersebut,Kenzo pun membaca kontrak tersebut dengan seksama.
"Nenek, sekarang rumah ini adalah milik nenek."
"Silahkan nenek menanda tangani nya."
"Huang...kenapa bukan kamu yang tanda tangan, rumah ini kan kau yang beli."
"Nenek...kan aku sudah katakan,rumah ini kedepannya akan menjadi Zhenzhu yang baru."
"Jadi nenek yang harus tanda tangan."
"Baiklah kalau begitu."ucap nenek panti.
Akhirnya nenek panti pun menandatangani kontrak tersebut.
"Baiklah kalau begitu aku pamit."
"Setelah sertifikat tersebut telah selesai balik nama,aku akan serahkan ke nona Liu."
"Baik, terima kasih tuan Wu."
"Nenek ini kunci rumah tersebut, selamat menikmati rumah baru nenek."
"Terima kasih tuan Wu."
"Sekarang kita pergi ke rumah baru itu."
"Aku akan menjemput anak-anak dan Yue Yan."
"Baiklah, tolong ya nona Liu."
Nona Liu pun meninggalkan restoran itu,di susul Kenzo dan nenek panti.
Setelah mereka semua tiba di rumah tersebut, Kenzo menuntun nenek panti untuk berkeliling melihat-lihat.
Anak-anak panti yang lainnya pun berlarian bermain di taman tersebut.
Begitu juga dengan Yue Yan dia memeriksa bagian dalam rumah dengan sangat senang.
"Bagaimana nek,apa nenek suka."
"Huang,rumah ini sangat luas."
"Lebih luas dari pada Zhenzhu yang dulu."
"Tentu saja nek,aku sengaja mencarikan yang lebih luas agar nanti jika ada anak-anak yang lain ingin masuk menjadi keluarga Zhenzhu tidak kekurangan tempat."
"Nona Liu, bisa kita bicara sebentar."ucap Kenzo lirih di telinga Kenzo.
"Kau ini... sudah menikmati tubuhku berkali-kali masih saja memanggil ku nona."Liu Xiang mengernyit, tapi senyumnya tipis. Dia suka pria ini. Suka cara dia memanggilnya formal di depan umum, tapi liar di belakang pintu tertutup.
"Sudah diam, ikut aku."Kenzo menarik tangan Liu Xiang, membawanya ke taman. Rumput hijau, bunga-bunga liar, pohon-pohon tua yang menyembunyikan mereka dari pandangan anak-anak yang bermain.
"Ada apa?"Tanya Liu Xiang bingung.
"Tolong jaga mereka untukku."
"Hah?? Kau mau kemana?"Liu Xiang terkejut mendengar ucapan Kenzo.
"Aku tak ingin melibatkan mereka dalam bahaya."Kenzo menyalakan rokoknya. Api dari korek api menyala, memantulkan cahaya di matanya yang kosong.
"Jadi kau akan menghilang dari kehidupan mereka?"tanya nya serius"Apa kau yakin?"lanjut nya.
"Huft..."
Kenzo menghembuskan asap rokoknya. Asap tipis naik, menyatu dengan udara pagi yang dingin.
"Bagaimana dengan Yue Yan dan nenek?"
"Mereka pasti tidak akan rela kehilanganmu."
"Aku tahu..."
"Aku juga sebenarnya tidak ingin."
"Tapi... kau yang memaksaku menjadi S.O.D."
"Kau yang mengusik kehidupan baruku."
"Keluarga baruku."
Liu Xiang terdiam. Lalu mendekati Kenzo, mengambil rokok di tangannya. Hisapan panjang, asap keluar dari hidungnya.
"Lalu apa rencanamu sekarang?"
Tanyanya sambil menghisap rokok milik Kenzo. Matanya menyelidik, mencari kelemahan.
"Aku ingin kau membantuku."
"Katakan kepada mereka jika aku sedang bekerja di luar kota."
"Lalu?"
"Aku akan pindah dari apartemen itu dan mencari tempat tinggal baru."
"Apa kau akan terjun ke dunia bawah?"
"Tentu saja, ini semua gara-gara ulahmu."
"Hahahaha..."
Tawa Liu Xiang menggema di taman. Bukan tawa gembira. Tawa pemenang. Tawa yang mengakui dia berhasil menangkap monster ini.
"Baiklah, serahkan kepadaku."
Liu Xiang menginjak puntung rokoknya dengan sepatu mahal. Hancur. Seperti rencana Kenzo untuk hidup normal.
Lalu mereka pun kembali ke dalam.
...$ BERSAMBUNG $...