Leticha gadis 22 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang dijodohkan oleh ayahnya demi menyelamatkan perusahaan. Seharusnya saudaranya yang dijodohkan, tetapi karena menurut sang ayah Leticha membutuhkan seorang pemimpin dalam keluarga, membuat sang ayah memilih untuk menjodohkannya.
Leticha berusaha dengan semampunya untuk membatalkan perjodohan dengan pria berusia 36 tahun. Pria agamis dengan segala ilmu pengetahuan, tetapi usahanya tidak berhasil yang akhirnya membuatnya menikah dengan pria tersebut.
Tidak sampai di sana, Leticha masih terus mencari cara agar bisa berpisah dari tingkah lakunya agar tidak disukai, tetapi suaminya memiliki hati dan sifat yang benar-benar sabar.
Jangan lupa terus ikuti cerita saya.
Terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 14 Insiden.
"Aku mau pulang!" Letisha melepaskan tangannya dari Rakash.
Setelah pesta dansa dan ternyata Rakash masih bertemu dengan teman bisnisnya, sudah pasti hal itu membuat Letisha semakin kesal dan ingin cepat-cepat pulang.
"Sebentar lagi!" ucap Rakash.
"Tidak mau!" tegas Letisha dengan wajahnya tampak geram merapatkan gigi.
Kemarahan yang terlihat jelas di wajah cantik itu benar-benar sudah jenuh di acara seperti itu dan bahkan seperti anak kecil merengek untuk pulang. Untung memiliki kesabaran luar biasa.
"Baiklah kamu tunggu sebentar di sini, saya akan berpamitan dengan teman-temanku dan setelah itu kita pulang," ucap Rakash memilih berlalu dari hadapan Letisha.
"Isss, benar-benar sangat menyebalkan. Aku tidak yakin jika dia akan pulang langsung, untuk acara bisnis besar seperti ini sudah pasti dia akan terus berada di sini untuk menyapa semua orang di sini, benar-benar tidak mempedulikanku dan sudah tahu kakiku sakit," umpat Letisha semakin kesal dengan suaminya itu.
"Baiklah! Aku lebih baik pulang sendiri dan dia pikir aku tidak bisa pulang sendiri!" Letisha ternyata tidak peduli dan meninggalkan pameran tersebut.
Tidak lama Rakash kembali di mana istrinya dia tinggalkan dan ternyata sudah tidak ada.
"Kemana dia?" tanya Rakash melihat di sekelilingnya dan tidak menemukan sang istri. Rakash mengambil ponselnya dengan menghubungi istrinya.
..."No yang anda tuju sedang tidak aktif,"...
"Apa mungkin dia sedang ke toilet?" tebak Rakash.
"Kak Rakash!"
Rakash menoleh ke sebelahnya di saat seseorang menegurnya dan ternyata itu adalah Vanila.
"Kakak sedang mencari siapa?" tanya Vanila.
"Kamu melihat Letisha?" tanya Rakash.
"Tidak! mungkin saja dia sudah pulang karena aku sangat mengenal bagaimana Letisha yang tidak menyukai berada di acara seperti ini," ucap Vanila.
"Benarkah seperti itu?" tanya Rakash.
"Hmmmm, Letisha merupakan gadis yang sangat bebas, sudah pasti selama menikah dengan kak Rakash, Kakak sudah pasti direpotkan banyak hal," ucap Vanila.
"Kalau begitu saya permisi dulu dan titip salam pada kedua orang tua kamu. Saya akan mencari di mana Letisha," ucap Rakash kemudian langsung berlalu dari hadapan Vanila. Rakash sepertinya tidak tertarik ingin mengetahui bagaimana sifat istrinya dari orang lain.
"Apa benar-benar dia menyukai Letisha? tidak mungkin dan sudah pasti dia menikah juga dengan Letisha karena urusan bisnis. Mana mungkin laki-laki seperti itu bisa menyukai orang seperti Letisha," batin Vanila.
Menurut Vanila saudaranya itu benar-benar tidak pantas untuk disukai terlalu jauh dan apalagi orang yang sempurna yang harus menyukai.
Sementara Letisha benar-benar meninggalkan acara pameran tersebut dan berjalan sendirian di tempat jalanan yang cukup sepi dan masih tetap menggunakan heelsnya.
"Benar-benar menyebalkan datang ke acara seperti itu, lihatlah dia tidak peduli sama sekali dengan ku dan memang orang-orang seperti itu hanya peduli dengan bisnis-bisnis dan bisnis. Apa yang bisa diharapkan dari pria tua itu, menikah juga karena hanya ingin memanfaatkanku saja," Letisha tidak henti-hentinya mengoceh.
"Sekarang aku harus bagaimana? Ponselku juga mati, jarak rumah juga terlalu jauh, aku juga tidak memiliki uang. Kenapa aku sial sekali!" Letisha tidak henti-hentinya.
Tiba-tiba saja tiga orang pria berdiri di hadapannya membuat Letisha kaget dengan memperhatikan 3 orang pria tersebut sepertinya sedang mabuk dan terlihat dari langkah kaki Mereka tampak tidak seimbang.
"Hay Nona cantik!"
"Mau kemana sayang!" pria itu bahkan ingin memegang Letisha, membuat Letisha langsung mundur dan terlihat dari wajahnya sudah mulai khawatir.
"Siapa kalian? jangan menghalangi jalanku dan enyahlah dari hadapanku!" tegas Letisha terlihat begitu waspada.
"Nona jangan marah-marah seperti itu, lebih baik sekarang kita senang-senang, percayalah rasanya sangat enak, Nona nanti akan ketagihan," ucap Letisha dengan penuh penegasan.
"Nona jangan terlalu galak seperti itu! Ayolah kita bersenang-senang," ucap salah satu pria tersebut benar-benar sangat kurang ajar.
"Tidak!"
"Jangan mendekatiku! pergi dari sini!" tegas Letisha benar-benar waspada takut dengan 3 orang tersebut.
"Kamu ternyata lebih suka jika bermain kekerasan!" pria itu tampak sudah tidak bisa menahan diri dan menarik tangan Letisha.
"Lepaskan aku!"
"Lepas jangan menyentuhku!"
Letisha terus saja memberontak di saat ketiga pria itu memaksa dirinya dan bahkan Letisha sedikit mendapatkan kekerasan saat meludahi pria tersebut.
Tempat tersebut juga terlihat sepi dan tidak ada siapa-siapa sejak tadi yang berusaha untuk menolongnya. Letisha bahkan sudah tergeletak di aspal dengan kekurangan ajaran 3 pria tersebut dan belum lagi dressnya yang panjang membuatnya susah bergerak.
Di tengah terjadi insiden yang melecehkan Letisha, tiba-tiba salah satu pria tersebut ditarik begitu keras dan mendapatkan pukulan keras di wajahnya.
Untung saja di tengah-tengah insiden tersebut Rakash datang tepat waktu dan langsung menghajar tiga pria mabuk itu. Sementara Letisha mencoba untuk duduk dengan nafas naik turun dan melihat bagaimana suaminya tampak baku hantam.
Meski pria itu terlihat mabuk tetapi tetap saja tampak begitu kuat, sampai akhirnya Rakash berhasil melumpuhkan 3 pria tersebut.
"Awas saja jika kalian berani sekali lagi macam-macam dengan siapapun. Maka aku tidak akan pernah melepaskan kalian!" tegas Rakash dengan nafas naik turun memberi pelajaran kepada 3 orang tersebut.
3 orang itu tidak ingin mendapatkan masalah terlalu banyak dan mengambil kesempatan untuk kabur dan sementara Rakash melihat cara istrinya dan langsung menghampirinya.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Rakash dengan memegang kedua bahu Letisha.
Letisha langsung memeluk Rakash, tubuhnya terasa begitu bergetar dengan ketakutan.
"Ini semua kesalahan kamu dan seharusnya kamu mau diajak pulang dan tidak membiarkanku pulang sendiri!" Letisha menangis merengek di pelukan suaminya.
Rakash mencoba untuk menenangkan istrinya itu dengan memeluknya. Letisha tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya jika sampai Rakash tidak datang tepat waktu dan mungkin saja dia sudah menjadi pemuas nafsu dari tiga pria mabuk itu.
Setelah Letisha sudah cukup tenang, Rakash melepas pelukan itu dan kemudian membuka jasnya dengan memakaikan kepada istrinya.
"Bagaimana?"
"Apa kamu sudah jauh lebih tenang?" tanya Rakash membuat Letisha menganggukkan kepala, tetapi tetap saja air mata terlihat masih jelas di pipinya.
Dengan penuh kelembutan pria tampan berkarismatik itu mengusap lampu air mata tersebut membuat Letisha begitu memperhatikan bagaimana perhatiannya suaminya itu kepadanya.
"Sekarang kita pulang!" ajak Rakash.
Letisha menganggukkan kepala, Rakash membantu istrinya berdiri tetapi hampir saja membuat Letisha terjatuh dan mungkin saja karena kakinya gemetar.
Rakash dengan cepat menggendong Letisha ala bridal style. Letisha cukup kagetan dengan cepat mengalungkan tangannya di leher Rakash.
Pria tampan itu tampak semakin berkarismatik dengan gagah menggendong istrinya menuju mobil yang terparkir sekitar beberapa meter dari tempat kejadian. Pandangan Letisha sejak tadi tidak berhenti menatap suaminya itu.
Jika tadi dia penuh ketakutan dan sekarang benar-benar sudah jauh lebih tenang, ketika sampai di mobil Rakash mendudukkan dengan sangat berhati-hati.
Tidak berhenti memberi pelayanan kepada istrinya dengan memakaikan sabuk pengaman. Lagi dan lagi Letisha benar-benar merasa diperlakukan seperti putri, hanya diam dan tidak berkutik sama sekali.
Dia merasa terlindungi, penuh dengan kedamaian saat Rakash masih tetap berada di sisinya, menurutnya itu sudah menjadi hal yang paling besar untuknya.
Bersambung......