NovelToon NovelToon
Variabel Yang Mencari Nilai Sejati

Variabel Yang Mencari Nilai Sejati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos
Popularitas:296
Nilai: 5
Nama Author: Erna Lestari

Oskar Biru Arkais sorang pemuda yang berusaha mencari arti cinta Sejati,
Dan Si Mahira Elona Luis si Gadis Tomboy yang Tak Pernah Percaya akan Adanya cinta Sejati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

"sebab mencintaimu tak selalu berjalan bersama kadang cukup tahu kau pernah menjadi bagian dari sunyi yang ku peluk"

Suara hiruk-pikuk siswa-siswi memenuhi kantin sekolah pada jam istirahat. Elona sedang duduk bersama teman-temannya, menikmati makanan yang dibawanya dari rumah sambil membahas persiapan untuk ujian semester yang akan datang.

“Mahira Elona Luis!”

Suara keras Luna yang datang dari belakang membuat Elona dan teman-temannya berhenti berbicara. Elona menoleh dan melihat Luna yang berdiri dengan wajah yang penuh kemarahan, disertai dua teman perempuan yang mengikutinya.

“Aku ingin bicara denganmu sekarang juga,” ujar Luna dengan nada yang tidak bisa ditawar. kita pergi ke belakang sekolah saja. Ada sesuatu yang harus aku katakan padamu secara pribadi.”

Elona mengerutkan kening dengan tidak suka, tapi tetap berdiri dengan tenang. “Saya tidak punya waktu untuk berbicara denganmu Kak Luna. Saya perlu mengerjakan tugas matematika sebelum jam pelajaran dimulai.”

“Jangan membuatku marah lagi!” seru Luna dengan suara yang semakin tinggi, membuat beberapa siswa di sekitar mereka menoleh. “Jika kamu tidak mau datang dengan sukarela, aku akan memaksa kamu!”

Untuk menghindari kerusuhan yang lebih besar, Elona mengangguk perlahan dan mengikuti Luna ke belakang sekolah yang relatif sepi. Teman-temannya mencoba menghentikannya, tapi Elona hanya memberikan isyarat bahwa dia akan baik-baik saja.

Setelah sampai di lokasi yang cukup terpencil di belakang gedung seni, Luna berhenti dan menghadap Elona dengan pandangan yang tajam Teman-temannya berdiri di kejauhan sebagai saksi.

“Aku sudah bilang berkali-kali agar kamu menjauh dari Biru!” ujar Luna dengan suara penuh kemarahan. “Tapi kamu tidak pernah mendengarkan! Malah membuat dia semakin memperhatikanmu dengan segala acara dan kegiatan yang kamu lakukan!”

Elona menghela napas dengan kesal. “Saya sudah bilang berkali-kali juga, Kak Luna. Saya tidak pernah berniat untuk mengambil Pak Ketua dari siapapun. Saya bahkan sudah menjaga jarak dengan dia seperti yang kamu inginkan!”

“Jangan berpura-pura tidak mengerti!” teriak Luna sambil mendekat ke arah Elona. “Kamu pasti melakukan sesuatu agar dia tetap memperhatikanmu! Aku melihat bagaimana dia memberikan bantuan untuk acara bakti sosialmu dan bahkan memberimu mahkota bunga! Itu semua karena kamu yang menggoda dia bukan?!”

“Saya tidak melakukan apa-apa yang salah!” jawab Elona dengan suara yang juga mulai meninggi. “Jika Pak Ketua ingin membantu atau memberikan hadiah, itu adalah keputusannya sendiri! Saya tidak pernah memintanya melakukan hal semacam itu!”

Tanpa disangka-sangka, Luna mengangkat tangan kanannya dan memberikan tamparan keras pada wajah Elona. Suara “Plak!” terdengar jelas di udara, diikuti dengan suara terkejut dari teman Luna yang melihatnya.

Elona menyentuh pipinya yang mulai memerah dengan rasa tidak percaya. Dia tidak pernah menyangka bahwa Luna akan benar-benar menyerangnya dengan kekerasan. “Mengapa kamu melakukan itu?!” tanya Elona dengan suara yang gemetar karena marah.

“Karena kamu tidak mau mendengarkan kata-kataku!” seru Luna dengan mata yang berkaca-kaca. “Aku akan melakukan apa saja untuk memastikan kamu menjauh dari dia!”

Tanpa bisa menahan amarahnya lagi, Elona mengangkat tangannya dan memukul balik wajah Luna dengan kekuatan yang tidak kalah keras. Luna terkejut dan tidak bisa menghindarinya, membuat wajahnya juga memerah dan mulai membengkak.

“Jangan pernah menyentuhku lagi!” ujar Elona dengan suara yang penuh kemarahan. “Saya sudah sabar selama ini, tapi saya tidak akan pernah mengizinkan siapapun untuk menyakitiku atau mencoba menghancurkan apa yang saya bangun!”

Dalam suasana yang penuh emosi, mereka berdua mulai saling memukul dan menarik rambut satu sama lain. Teman Luna mencoba menghentikannya tapi tidak berhasil, sementara suara teriakan mereka mulai menarik perhatian siswa lain yang sedang berada di dekat area tersebut.

Tepat saat itu, Ibu Rita – guru BK yang sedang melewati area belakang sekolah untuk mengambil barang di gudang seni – melihat kerusuhan tersebut dan segera berlari mendekat.

“Berhenti sekarang juga!” teriak Ibu Rita dengan suara yang kuat dan tegas. Dia segera memisahkan kedua gadis yang masih berusaha untuk menyerang satu sama lain. “Apa yang sedang kalian lakukan?! Padahal kalian adalah siswa yang baik dan bahkan menjadi pengurus sekolah!”

Elona dan Luna berdiri dengan napas yang terengah-engah, wajah mereka memerah dengan bekas luka dan rambut yang berantakan. Kedua gadis itu tidak bisa melihat satu sama lain, masing-masing menatap lantai dengan rasa malu dan kesal.

“Kalian berdua harus segera datang dengan saya ke ruang BK!” ujar Ibu Rita dengan suara yang menunjukkan bahwa dia sangat kecewa. “Kita perlu membicarakan apa yang terjadi ini dan mencari solusi agar tidak ada masalah yang lebih besar di masa depan!”

Mereka berdua mengangguk dengan sopan dan mengikuti Ibu Rita menuju ruang BK. Di jalan, mereka melihat beberapa siswa yang sedang melihatnya dengan ekspresi terkejut – termasuk Rekai dan Kalash yang baru saja datang untuk mencari Elona. Rekai segera mendekat dengan wajah yang penuh khawatir, tapi Ibu Rita menyuruhnya untuk kembali ke kelas dan mengatakan bahwa Elona akan baik-baik saja.

Saat mereka memasuki ruang BK yang tenang dan nyaman, Elona dan Luna duduk di kursi yang berlawanan satu sama lain. Kedua gadis itu masih tidak bisa saling melihat, masing-masing merenungkan apa yang baru saja terjadi. Ibu Rita duduk di depan mereka dengan wajah yang penuh kesedihan dan kekhawatiran, siap untuk membantu menyelesaikan konflik yang sudah melampaui batas ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!