Ziva Putri Willson, putri bungsu keluarga Willson, adalah perpaduan sempurna antara kecantikan, kecerdasan, dan kepercayaan diri setinggi langit. Di usianya yang masih muda, dia telah menjadi desainer ternama yg namanya menggema hingga ke mancanegara.
Damian Alexander, CEO muda yang dikenal kejam dan dingin. Baginya, hidup hanyalah deretan angka dan nilai saham. Dia sangat anti pada wanita karena menganggap mereka makhluk paling merepotkan di dunia.
"Dengar, Tuan CEO, kamu mungkin bisa membeli saham dunia, tapi kamu tidak bisa membeli hak untuk mengatur kapan aku harus bernapas. Jadi, simpan wajah sok kuasamu itu untuk rapat, bukan untukku." -Ziva.
"Aku sudah menghadapi ribuan musuh bisnis yang licin, tapi menghadapi satu wanita bermulut tajam seperti dia jauh lebih menguras energi daripada akuisisi perusahaan. Tapi justru itu yang membuatnya berbeda." — Damian.
Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Si Tuan Dingin yang mulai kehilangan akal sehatnya, atau Nona cerewet berwajah manis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RENCANA CIWIK²
"Damian tidak akan tahu! Dia terlalu sibuk dengan angka-angka di kantornya. Dan saat dia sadar, Ziva sudah berada di dasar jurang," potong Clarissa tajam.
Dia kemudian berjalan ke arah balkon, melihat kerlip lampu kota dengan perasaan puas dan rencana licik yang sudah tersusun rapi di otak jahat nya.
Clarissa membayangkan panggung fashion show Ziva yang megah akan berubah menjadi pemakaman bagi karier wanita yang ia benci itu.
"Nikmati dansa mu malam ini, Ziva. Nikmati setiap detik pelukan Damian, karena musim panas ini, aku akan memastikan api yang kamu buat sendiri akan membakar semua mimpimu sampai jadi abu," bisik Clarissa pada angin malam.
Di kepala Clarissa, dia sudah bisa membayangkan Ziva menangis tersedu-sedu sementara dia berdiri di samping Damian sebagai penyelamat reputasi pria itu.
"Hahahaha....ini lah kalau berani melawan ku, kamu akan hancur Ziva Putri Willson," ucap tertawa, jahat.
Sementara orang yang sedang Clarissa bicara, kini tengah asik melakukan sambungan video call bersama sahabat-sahabat nya.
"Gila ya lo, Ziv! Sekarang sosial media semakin heboh saja, foto lo dicium si Kulkas Alexander itu udah masuk akun lambe-lambean!" seru Vio, suaranya cempreng menembus speaker ponsel.
"Duh, berisik Vio! Itu tadi cuma taktik perang!" bantah Ziva sambil guling-guling.
"Tapi lupakan itu. Kita harus bahas hal yang lebih penting. Bridal shower gue," ucap Ziva, serius.
Tiara, yang paling kalem, membenarkan letak kacamatanya. Sebagai dokter yang hidupnya penuh jadwal operasi, dia yang paling logis.
"Ziv, karena jadwal kita semua padat, mending kita bikin yang proper aja. Aku udah cek beberapa penthouse di hotel bintang lima. Kita bisa afternoon tea, dekorasi bunga-bunga cantik, pakai bathrobe sutra, terus panggil tukang pijat profesional. Healing, Ziv. Kamu butuh itu sebelum masuk ke keluarga Alexander yang kaku itu," usul Tiara tenang.
"Gak! Gak! Gak asik!" protes Vio cepat, sampai masker di wajahnya hampir retak.
"Tiara, lo itu dokter atau nenek-nenek sih? Afternoon tea? Tidur? Itu mah kegiatan hari Minggu biasa!" seru Vio, tidak setuju dengan usul Tiara.
"Terus mau lo apa, Vio?" tanya Tiara sabar.
Vio langsung duduk tegak dengan mata berbinar.
"Ziva itu mau nikah sama Damian Alexander, pria paling membosankan sejagat raya. Jadi, bridal shower-nya harus gila! Kita rayain di Club milik Daddy gue. Area VIP bakal gue kosongin," ucap Vio, semangat.
"Kapan lagi kita bisa minum bareng sampai pagi kayak zaman kuliah dulu? Terakhir kita ke club bareng itu pas ngerayain kelulusan, udah berabad-abad yang lalu, Ziv!" lanjut Vio, dengan mata berbinar-binar.
"Vio, kita udah bukan anak kuliahan yang kuat begadang tanpa pegel linu," ucap Tiara sambil memijat pelipisnya.
"Ih, Tiara! Justru itu! Mumpung Ziva belum resmi jadi milik si Kulkas itu. Kalau udah nikah, gue jamin jam 9 malam Ziva udah disuruh tidur sama Damian. Kapan lagi kita bisa party bebas? Kita undang dancer cowok yang badannya kayak roti sobek buat hiburan, gimana?" ucap Vio makin ngaco.
"Vio! Kalau Damian tahu ada dancer roti sobek, dia bakal beli itu club terus dijadiin gudang ban!" sahut Ziva tertawa ngakak, sampai perutnya sakit.
"Tapi ide Vio seru juga sih soal minum barengnya," gumam Ziva mulai terpengaruh.
"Zaman kuliah kita kan parah banget, Tiara sampai muntah di tas aku, inget nggak?" tanya Ziva, mengingat masa-masa kuliah nya dulu.
"Ziva! Jangan diingetin!" ucap Tiara wajahnya memerah.
"Pokoknya aku tetep rekomendasiin hotel. Lebih aman buat reputasi. Tapi kalau kalian mau yang agak liar dikit... ya udah, tapi jangan ada dancer telanjang ya!" ucap Tiara, memperingati kedua sahabatnya, terutama si Vio.
"Dih, siapa yang bilang telanjang? Cuma buka kancing dikit!" jawab Vio, tertawa.
"Pokoknya Ziv, lo harus pilih. Mau jadi putri keraton di hotel bareng Tiara, atau mau jadi queen of the night di club gue? Inget, ini last freedom lo!" ucap Vio, tersenyum sombong.
Ziva terdiam sebentar, membayangkan wajah datar Damian kalau tahu dia mabuk-mabukan di club.
"Kayaknya kalau gue pilih club Vio, gue harus nyogok Riko supaya nggak lapor ke Damian," ucap Ziva, menghela nafasnya panjang.
"Gampang! Riko kasih aja koleksi dasi Z-Style terbaru, pasti dia bungkam!" seru Vio bangga dengan rencananya.
Tanpa Ziva sadari, di depan pintu kamar Ziva Damian ternyata belum benar-benar pergi.
Dia samar-samar mendengar teriakan Ziva soal club dan minum bareng.
"Club, ya? Sepertinya aku harus menambah jadwal pengawasanku," gumam Damian menatap pintu kamar Ziva datar.
"Guys, besok kalian sibuk gak?" tanya Ziva pada kedua sahabat nya.
"Gue besok ada operasi caesar pagi sih, tapi siangnya kosong sampai malam," jawab Tiara sambil mencatat sesuatu di tabletnya.
"Kenapa? Mau survei lokasi sekarang?" tanya Tiara, menaikkan sebelah alisnya.
"Gue free dong!" sahut Vio sambil mengedipkan sebelah mata ke arah kamera.
"Lo mau kita ketemuan besok, Ziv?" tanya Vio.
"Besok siang temenin gue ke butik, gue mau cari dress yang paling berisiko buat acara kita nanti. Sekalian, gue mau ajak kalian makan siang di restoran langganan Damian," jawab Ziva menggigit bibir bawahnya, matanya berbinar licik.
"Lho, kok malah ke tempat Damian? Bukannya lo mau kabur sejenak dari bayang-bayang si Kulkas itu?" tanya Tiara heran.
"Justru itu! Gue mau tes ombak," jawab Ziva terkekeh.
"Ziv, lo serius soal dancer roti sobek itu? Gue beneran punya kontak agensi yang isinya spek dewa semua, lho," tanya Vio, kembali ke topik awal.
"Vio, stop! Jangan mancing Ziva buat cari mati," ucap Tiara tegas.
"Ziv, inget ya, reputasi Willson dan Alexander itu taruhannya. Kalau foto lo sama cowok-cowok itu bocor," ucap Tiara, sahabat Ziva yang paling waras.
"Aku gak akan biarin itu terjadi," jawab Ziva, tersenyum miring.
"Nah, gitu dong! Ini baru Ziva yang gue kenal!" seru Vio semangat.
"Oke, besok jam satu siang kita kumpul di tempat biasa. Dan Tiara, jangan telat gara-gara pasien ya!" lanjut Vio, mengingat kan.
"Iya, iya. Aku usahakan," jawab Tiara lembut.
"Ziv, jangan lupa tidur, wajah calon pengantin nggak boleh ada kantong matanya," ucap Tiara, tersenyum kecil.
"Siap, Dokter Tiara! Bye guys, sampai ketemu besok!" ucap Ziva, sebelum menutup sambungan video call nya.
Ziva mematikan sambungan video call dengan senyum puas. Namun, saat dia hendak meletakkan ponselnya, matanya tertuju pada gagang pintu kamarnya yang sedikit bergerak.
Apa Damian masih di luar? pikirnya panik.
Ziva bergegas bangun, berjalan jinjit ke arah pintu, dan membukanya dengan satu sentakan cepat.
Ceklekk
Kosong! Di depan kamarnya sunyi senyap, hanya lampu kristal yang berpijar redup.
"Perasaan gue aja kali ya?" gumam Ziva sambil mengelus dadanya.
pgn bgt jd ziva,d cntai tlus sm dami..plus cnta dr kluarganya jg...
playboy udh saatnya tobat..biar dia tau gmna rsanya brjuang mngejar prmpuan yg ga mmpan sm psonanya...smnggttt......😘😘😘
OMG bisa nahan rasa selama itu....
its true love ❤️❤️❤️
OMG bisa nahan rasa selama itu....
its true love ❤️❤️❤️
biasanya kn bnyk drama,trs acuh....
Laahh....ni mlah mkin hri mkin bucin....
tar kl ziva hmil,psti anknya jd rival....🤣🤣🤣
sweet banget sih.....
curiga nih... keknya kak oThor orangnya jg romantis nih..... cieeeee
maniss bgt loh, sll bikin baper🥰🥰🥰