NovelToon NovelToon
Kembalinya Pelindung Masa Kecil

Kembalinya Pelindung Masa Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Slice of Life / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Kisah cinta masa kecil
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Jika dunia membuangmu, ingatlah ada satu orang yang akan menghancurkan dunia demi menjemputmu kembali."
Bagi Kyrania Ruella, masa kecil di desa Sukamaju adalah satu-satunya memori indah yang tersisa. Di sana ada Herjuno Allegra, bocah dekil pembawa ketapel yang selalu melindunginya dari nyamuk hingga anak-anak nakal. Namun, takdir memisahkan mereka secara paksa saat Kyra diseret kembali ke kota oleh ayahnya yang serakah. Hidup Kyra bak di neraka. Menjadi istri dari Nathan Sagara, pria kaya yang patriarki dan pelit, Kyra diperlakukan lebih rendah dari pelayan. Ia terjebak dalam pernikahan hampa, bahkan nyaris dijual oleh suaminya sendiri demi menutupi hutang keluarga.
Di saat Kyra nyaris menyerah pada hidupnya, Juno kembali. Namun, ia bukan lagi bocah desa pembawa ketapel. Ia kini adalah Herjuno Allegra, pewaris tunggal kerajaan bisnis raksasa yang dingin, berkuasa, dan sangat protektif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satria FU dan Pengakuan yang Terdesak

Tahun kedua di SMA Sukamaju membawa sebuah gangguan baru dalam hidup Juno: seorang anak pindahan bernama Adit. Adit adalah definisi "keren" di masa itu. Ia ke sekolah mengendarai motor Satria FU berwarna biru mengkilap—motor yang menjadi simbol kasta tertinggi di parkiran sekolah.

Banyak siswi yang histeris setiap kali Adit melepas helm full-face-nya, dan banyak siswa yang iri melihat kecepatannya. Namun, bagi Juno, Satria FU itu adalah musuh bebuyutan. Apalagi ketika ia sering melihat Adit sengaja memarkir motornya di dekat tempat Kyra biasa menunggu.

Suatu siang di kantin, gosip meledak seperti bom.

"Eh, kalian sudah dengar? Adit katanya sudah jadian sama Kyra!" bisik Sari, yang entah sengaja atau tidak, terdengar sampai ke telinga Juno yang sedang mengunyah bakwan.

"Serius? Pantas saja kemarin Adit kelihatan bicara serius banget sama Kyra di belakang lab," sahut siswi lain.

Faktanya, kemarin Adit memang menembak Kyra dengan gaya sombong, memamerkan kunci motornya seolah itu tiket ke surga. Tapi Kyra menolaknya mentah-mentah. Baginya, raungan mesin motor Adit hanya membuat kepalanya pusing. Ia lebih memilih bunyi derit rantai sepeda ontel Juno yang menenangkan. Namun, Adit yang terlampau malu karena ditolak oleh "Dewi Desa", justru berbohong pada teman-temannya bahwa ia dan Kyra sudah resmi pacaran.

Sore harinya, perjalanan pulang terasa sangat mencekam. Juno yang biasanya tidak berhenti bercerita tentang cara memancing belut atau mengejek guru matematika, kini diam seribu bahasa. Ia mengayuh sepeda ontelnya dengan tenaga ekstra, seolah-olah ingin segera sampai dan mengakhiri perjalanan ini.

"Juno, pelan-pelan. Aku hampir jatuh," tegur Kyra sambil memegang pinggang Juno.

Juno tidak menjawab. Ia tetap diam dengan wajah kaku dan rahang yang mengeras. Begitu sampai di depan pagar rumah Kyra, Juno langsung menurunkan Kyra tanpa basa-basi.

"Sudah sampai. Aku pulang," ucapnya datar tanpa menatap mata Kyra.

Kyra terpaku. "Juno? Kamu kenapa?"

"Tanya saja sama pacar barumu yang punya motor FU itu!" Juno langsung menggenjot sepedanya pergi, meninggalkan Kyra yang kebingungan di depan pagar.

Malam harinya, udara desa terasa sunyi. Kyra tidak bisa tenang. Ia tahu Juno sedang salah paham. Dengan keberanian yang dikumpulkan, Kyra berjalan menuju rumah sebelah. Ia membawa sebuah buku catatan dan pulpen sebagai alasan.

Kyra mengetik pintu kamar Juno yang menghadap ke samping. "Juno? Kamu di dalam?"

Pintu terbuka sedikit. Juno muncul dengan wajah kusam dan mata yang sedikit merah, seolah habis bergulat dengan pikirannya sendiri. "Apa? Malam-malam ke sini, nanti dicariin ibumu."

"Aku... ada PR Bahasa Inggris yang nggak mengerti. Kamu kan paling jago," bohong Kyra. Padahal Kyra jauh lebih pintar dari Juno soal teori.

Juno menghela napas, lalu membiarkan Kyra masuk dan duduk di teras samping. Selama lima belas menit, suasana sangat canggung. Juno hanya memberikan penjelasan singkat-singkat dengan nada malas.

"Juno," potong Kyra tiba-tiba, menutup bukunya. "Kamu percaya gosip di sekolah?"

Juno terdiam, tangannya yang memegang pulpen berhenti bergerak. "Kenapa harus nggak percaya? Dia kaya, keren, punya motor FU. Wajar kalau kamu suka."

"Tapi aku nggak suka," ucap Kyra tegas. "Dia memang nembak aku, tapi aku tolak. Dia bohong sama orang-orang karena dia malu."

Juno menoleh cepat, matanya membelalak. "Beneran?"

"Iya. Buat apa aku pacaran sama cowok yang cuma pamer motor? Aku lebih suka naik sepeda ontel yang pelan, jadi aku bisa liat pemandangan," Kyra menatap Juno dengan senyum menggoda. "Lagipula... sepeda ontel ini supirnya jauh lebih ganteng."

Wajah Juno mendadak merah padam sampai ke telinga. Ia salah tingkah, mencoba membuang muka tapi gagal.

"Juno," panggil Kyra lagi, kini suaranya lebih lembut. "Kamu... dari tadi siang murung terus. Kamu cemburu ya?"

Juno tersentak. Pertanyaan itu seperti anak panah yang tepat sasaran ke ulu hatinya. Ia ingin mengelak, ingin bilang "nggak mungkin", tapi hatinya yang terasa perih seharian ini tidak bisa berbohong lagi. Ia baru sadar, rasa sakit ini bukan karena benci motor FU, tapi karena ketakutan setengah mati kehilangan Kyra.

Juno menarik napas panjang, lalu berbalik menatap mata Kyra dengan berani. "Iyah!" teriaknya lantang, sampai Kyra sedikit terjengit.

"Iyah, aku cemburu! Aku benci liat dia deketin kamu! Aku takut kamu lebih milih motor itu daripada sepeda tua ini! Puas?" napas Juno memburu. "Aku nggak tahu sejak kapan, tapi tiap ada cowok deket kamu, rasanya aku mau makan orang, Ra!"

Keheningan menyergap. Kyra terpaku, jantungnya berdegup kencang mendengar pengakuan Juno yang meledak-ledak. Di bawah sinar lampu teras yang temaram, Juno terlihat sangat tulus dengan segala kekonyolan dan kejujurannya.

Kyra tersenyum manis, sebuah senyum yang membuat Juno merasa Satria FU milik Adit tidak ada harganya sama sekali.

"Bagus kalau kamu cemburu," bisik Kyra. "Berarti aku nggak sendirian."

Juno terdiam, matanya berkedip bingung. "Maksudnya?"

"Maksudnya... kerjakan PR-ku sekarang, Pak Guru Cemburu!" Kyra tertawa lepas, menyikut lengan Juno yang masih mematung.

Malam itu, di teras sederhana, Juno akhirnya menyadari satu hal yang akan ia pegang selamanya: Ia mencintai Kyra, lebih dari ia mencintai ketapelnya, lebih dari segalanya.

1
Naufal hanifah
bagus thoor,ceritanya menarik /Good//Good//Good/
Ariska Kamisa: terimakasih kakak🙏
total 1 replies
aditya rian
semangat thorr....
umie chaby_ba
Juno the best lah...😍
Ariska Kamisa
semoga berkenan juga di hati pembaca /Pray/
falea sezi
lagi lagi
Lina Octavianti
mantap thor, semangat 🫰🫰🫰
Ariska Kamisa: terimakasih banyak /Applaud/
total 1 replies
Lina Octavianti
so sweet banget sihh si juno
😍😍😍
didunia nyata ada gak sihh cowok kayak juno 🤭🤭🤭
Lina Octavianti
thor, please lah jangan sampe si nathan oon itu ngapa2 in kyra...
kasihan kyra udah terlalu banyak menderita apalagi lg hamil skrng 🥹🙏
umie chaby_ba
Juno ini definisi cowok apa yaa...
cintanya ugal-ugalan bet daahh....
baguslah.... buang eek ayam dapet berlian nih si Kyra.. /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
umie chaby_ba
Juno strong amat /CoolGuy/
umie chaby_ba
/Whimper//Whimper//Whimper//Whimper/
umie chaby_ba
Haryanto kocagghh /Facepalm/
umie chaby_ba
hmmm /Shame/
umie chaby_ba
Nathan Sialan /Panic/
umie chaby_ba
PEA emang Nathan/Left Bah!/
umie chaby_ba
udah sama Juno aja Kyra...
daripada sama cowok pelit/Bye-Bye/
umie chaby_ba
/Brokenheart/
umie chaby_ba
yyaaa... pisah /Whimper/
umie chaby_ba
Satria Fu pada masa Jamet /Curse/
umie chaby_ba
Darah Suci ceunah... /Left Bah!/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!