NovelToon NovelToon
MAHAR KEBEBASAN

MAHAR KEBEBASAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Nikahmuda / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

Keyla Atmadja (18 tahun) baru saja memimpikan indahnya bangku perkuliahan sebelum dunianya runtuh dalam semalam. Ayahnya, Alan Atmadja, berada di ambang kehancuran total; kebangkrutan membayangi dan ancaman penjara sudah di depan mata. Namun, sebuah "tali penyelamat" datang dari sosok yang tak terduga: Dipta Mahendra 35 tahun), seorang konglomerat dingin dan predator bisnis yang disegani.
Pertemuan singkat yang dianggap Keyla sebagai kebetulan di sebuah kafe, ternyata adalah awal dari rencana matang Dipta. Terpesona oleh kemurnian dan kecantikan alami Keyla, Dipta menawarkan sebuah kesepakatan gelap kepada Alan: seluruh hutang keluarga Atmadja akan lunas, dan modal bisnis akan mengalir tanpa batas, asalkan Keyla diserahkan menjadi tunangannya.
Terjepit di antara rasa bakti kepada orang tua dan keinginannya untuk merdeka, Keyla terpaksa menerima cincin berlian yang terasa seperti borgol di jemarinya. Di pesta pertunangan yang megah namun penuh ketegangan, Keyla harus berhadapan dengan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. HUKUMAN

Pintu lift berdenting pelan, namun bagi Keyla, suara itu terdengar seperti lonceng kematian. Dipta menyeretnya masuk ke dalam penthouse dengan langkah lebar yang tidak memberikan celah bagi Keyla untuk menyeimbangkan diri. Begitu pintu depan tertutup rapat, Dipta langsung menyudutkan Keyla ke dinding marmer dingin di lorong masuk.

"Dipta, lepas! Sakit!" Keyla meringis, pergelangan tangannya terasa seolah akan remuk di bawah cengkeraman pria itu.

Dipta tidak menjawab. Wajahnya mengeras, otot-otot rahangnya menonjol tajam. Ia menatap Keyla dengan tatapan yang sangat asing—bukan sekadar nafsu, melainkan amarah posesif yang murni. Ia mengeluarkan ponselnya dan melemparkannya ke lantai di depan kaki Keyla. Di layar yang masih menyala, terlihat foto Keyla yang sedang tertawa lebar bersama Rendy di koridor kampus.

"Kau bilang ingin martabat? Kau bilang ingin menjadi mahasiswa biasa?" Dipta berbisik, suaranya sangat rendah hingga terdengar seperti geraman pemangsa. "Ternyata mahasiswa biasa versimu adalah menjadi jalang kecil yang menggoda kakak tingkat di hari pertama?"

"Aku tidak menggoda siapa-siapa! Dia hanya menolongku mencari ruangan!" teriak Keyla, air matanya mulai mengalir karena rasa terhina. "Kenapa kau begitu picik? Kau janji tidak ada pengawalan!"

"Aku tidak butuh pengawalan untuk mengetahui apa yang menjadi milikku sedang dijamah mata pria lain," Dipta mencengkeram rahang Keyla, memaksanya menatap api di matanya. "Kau milikku, Keyla. Setiap helai rambutmu, setiap inci kulitmu, bahkan tawamu... itu milikku karena aku sudah membelinya dengan harga yang sangat mahal. Dan kau memberikannya secara gratis pada bocah ingusan itu?"

Dipta menyambar tubuh Keyla, mengangkatnya ke atas bahu seolah gadis itu tidak memiliki berat sama sekali. Keyla memukul-mukul punggung Dipta, kakinya menendang udara, namun Dipta terus melangkah menuju kamar utama dengan langkah mantap yang mengerikan.

Brak!

Dipta menghempaskan Keyla ke atas ranjang king size mereka. Sebelum Keyla sempat merangkak menjauh, Dipta sudah menindihnya, mengunci kedua tangan Keyla di atas kepala dengan satu tangan kaku miliknya.

"Dipta, tolong... jangan lakukan ini karena kau marah," isak Keyla. Tubuhnya gemetar hebat, trauma malam-malam sebelumnya kembali menghantui.

"Aku melakukan ini untuk mengingatkanmu pada posisimu, Nyonya Mahendra," desis Dipta. Ia merobek kemeja putih Keyla dengan satu sentakan kasar, membuat kancing-kancingnya berhamburan ke lantai marmer.

Keyla terpekik, mencoba menutupi tubuhnya dengan sisa kain, namun Dipta segera meraup bibirnya dalam ciuman yang brutal. Tidak ada kelembutan, tidak ada bujukan. Ciuman itu penuh dengan rasa cemburu yang membakar, sebuah cara Dipta untuk menghapus jejak percakapan ramah Keyla dengan pria lain hari itu.

"Hentikan... Dipta... kumohon..." rintih Keyla di sela ciuman paksa itu.

Dipta melepaskan bibir Keyla, namun wajahnya tetap hanya berjarak beberapa senti. "Kau tertawa dengannya, Keyla. Kau menatapnya dengan mata yang berbinar. Kenapa kau tidak pernah menatapku seperti itu? Apa karena aku terlalu tua? Apa karena aku membelimu?"

"Karena kau tidak pernah memperlakukanku seperti manusia!" teriak Keyla tepat di depan wajah Dipta. "Kau hanya melihatku sebagai benda! Kau pikir uangmu bisa membeli perasaanku?"

"Aku tidak butuh perasaanmu," sahut Dipta dingin sambil mulai menanggalkan sabuk kulitnya. "Aku hanya butuh raga ini patuh. Dan jika raga ini mulai liar di luar sana, aku akan menjinakkannya di sini, di ranjang ini, sampai kau tidak bisa lagi menyebut nama pria lain selain namaku."

Keyla terisak lebih keras saat merasakan tangan Dipta yang dingin mulai menjamah bagian-bagian sensitif tubuhnya dengan cara yang sangat menuntut. Dipta benar-benar gelap mata. Ia memposisikan dirinya di antara kaki Keyla yang ia paksa terbuka lebar.

"Lihat aku, Keyla! Tatap mataku!" perintah Dipta.

Keyla menggeleng, mencoba memejamkan mata, namun Dipta mencengkeram pipinya. "Buka matamu! Aku ingin kau melihat siapa yang sedang menghancurkanmu sekarang. Aku ingin kau ingat wajah ini setiap kali ada pria lain yang mencoba mendekatimu di kampus."

*

Dipta bergerak maju, menyatukan tubuh mereka dengan satu dorongan yang sangat dalam dan tanpa ampun. Keyla menjerit, melengkungkan punggungnya saat rasa penuh dan sesak itu menghantam kesadarannya kembali.

"Ahhh... Dipta... sakit..." rintih Keyla, kukunya mencengkeram punggung kokoh Dipta hingga meninggalkan bekas kemerahan.

Dipta tidak melambat. Ia bergerak dengan ritme yang liar, seolah-olah sedang menghukum setiap inci sel di tubuh Keyla. Setiap kali Keyla mencoba memalingkan wajah, Dipta akan menariknya kembali, memaksanya untuk merasakan setiap pergerakan yang ia lakukan.

"Katakan siapa pemilikmu!" tuntut Dipta, suaranya parau oleh gairah dan amarah yang bersatu menjadi racun mematikan.

Keyla tidak sanggup menjawab, ia hanya bisa terengah-engah, desahannya kini mulai bercampur dengan isak tangis yang memilukan. Tubuhnya, sekali lagi, mulai mengkhianati logikanya. Di bawah gempuran Dipta yang begitu intens, Keyla merasakan gelombang panas yang tak tertahankan mulai merayapi sarafnya.

"Sebut namaku, Keyla!"

"Dipta... Ahhh... Dipta..." bisik Keyla akhirnya, kepalanya terkulai lemah ke samping, menyerah sepenuhnya pada dominasi pria yang telah merantai hidupnya.

Dipta merespons dengan gerakan yang semakin cepat dan kuat. Ia membenamkan wajahnya di ceruk leher Keyla, menghirup aroma ketakutan dan gairah gadis itu yang bercampur menjadi satu. "Kau tidak akan pernah menjadi mahasiswa biasa, Keyla. Kau adalah perhiasanku. Dan perhiasan tidak boleh disentuh oleh tangan orang lain."

Malam itu, Dipta tidak memberikan celah bagi Keyla untuk bernapas. Ia melakukannya berkali-kali, memastikan Keyla terlalu lelah bahkan hanya untuk sekadar membayangkan wajah Rendy atau impian kebebasannya. Ia ingin menanamkan dirinya begitu dalam ke dalam ingatan fisik Keyla, sehingga setiap kali Keyla melihat gerbang kampus, yang ia rasakan hanyalah rasa sakit dan kepemilikan Dipta Mahendra.

Saat fajar hampir menyingsing dan Dipta akhirnya melepaskannya, Keyla terbaring seperti raga tanpa jiwa. Tubuhnya penuh dengan jejak kepemilikan Dipta yang kemerahan. Dipta menyelimutinya dengan posesif, memeluknya dari belakang seolah-olah takut Keyla akan menguap jika ia melepaskannya.

"Besok kau boleh kuliah lagi," bisik Dipta di telinga Keyla yang setengah sadar. "Tapi ingat, setiap detik kau tersenyum pada pria lain, malammu akan menjadi seperti ini. Pilihlah dengan bijak, Istriku."

Keyla hanya bisa memejamkan mata, air matanya jatuh terakhir kali sebelum ia tenggelam dalam tidur yang dipenuhi mimpi buruk tentang sangkar emas yang tidak akan pernah terbuka.

***

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!