NovelToon NovelToon
Kultivator Pengembara

Kultivator Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Fantasi Timur / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:50.7k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

​Jian Feng, seorang anak haram dari keluarga bejat, dipaksa menikahi Lin Xue, gadis cantik namun cacat dan sekarat.

​Dipertemukan oleh takdir pahit dan dibuang oleh keluarga mereka sendiri, Jian Feng menemukan satu-satunya alasan untuk hidup: menyelamatkan Lin Xue. Ketika penyakit istrinya memburuk, Jian Feng, yang menyimpan bakat terpendam, harus bangkit dalam kultivasi. Ia berjanji: akan menemukan obat, atau ia akan menuntut darah dari setiap orang yang telah membuang mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​ Bab 28- Empat Hari Pemulihan dan Pengikut Tak Terduga

​Goa itu menjadi markas sementara Jian Feng dan Lin Xue. Kehadiran Laba-laba bernama petir kecil menjaga mereka dari semua bahaya.

​Jian Feng menghabiskan empat hari penuh dalam meditasi, memperbaiki kerusakan Dantian dan tulang rusuknya.

​Selama masa pemulihan itu, Lin Xue tidak pernah berhenti berbicara. Dia merawat luka-luka Jian Feng sebisa mungkin, membersihkan darah kering, dan menyuapinya.

​"Jian Feng, coba lihat! Petir Kecil menangkap kupu-kupu besar! Dia mau bermain denganku, tapi aku tidak bisa jalan. Menurutmu, apakah dia tahu kalau aku lumpuh?" tanya Lin Xue suatu sore, sambil mengelus salah satu kaki Petir Kecil yang diam-diam menyelinap di sampingnya.

​"Dia adalah monster ganas, bukan pengasuh. Dia hanya ingin Qi Petir dariku." jawab Jian Feng datar tanpa membuka mata.

​"Kau tidak tahu saja. Petir Kecil ini sangat baik. Dia selalu mendengarku cerita tentang Tanghulu yang kita makan di Kota Sungai Besi. Dia tidak pernah memotong pembicaraanku." Lin Xue membela 'teman' barunya.

​Meskipun Jian Feng mengabaikan Lin Xue, ia tahu bahwa perhatian Lin Xue pada Petir Kecil membantu gadis itu mengalihkan perhatian dari trauma yang dialaminya.

​***

​Pagi hari di hari keempat, Jian Feng akhirnya merasa siap. Tulang rusuknya sudah menyatu, dan ia bisa berjalan tanpa pincang lagi, meskipun tubuhnya masih terasa lemas.

​"Lin Xue. Bangun. Kita harus pergi sekarang." kata Jian Feng, memasukkan sisa-sisa persediaan ke Cincin Penyimpanannya.

​Lin Xue segera terbangun. "Akhirnya! Ayo pergi! Aku sudah bosan menceritakan kembali resep Tanghulu pada Petir Kecil."

​Jian Feng mengangkat Lin Xue di punggungnya, yang kini terasa jauh lebih ringan daripada saat ia pertama kali menggendongnya di dalam goa.

​Mereka berjalan keluar dari mulut goa. Udara luar terasa segar. Sudah tidak ada musuh.

​"Tunggu," kata Lin Xue. "Kita harus berpamitan pada Petir Kecil."

​"Tidak perlu. Dia sudah dapat Qi yang cukup." jawab Jian Feng, mempercepat langkahnya.

​Mereka berjalan selama sekitar sepuluh menit, menembus semak-semak yang rimbun. Tiba-tiba, Jian Feng merasakan getaran aneh di belakangnya.

​Sreett... Sreett...

​"Jian Feng, sepertinya kita diikuti." bisik Lin Xue.

​Jian Feng berbalik cepat, tangannya sudah siap menarik pedang.

​Di belakang mereka, dengan langkah yang cepat dan teratur, Laba-laba Petir raksasa itu menguntit mereka. Laba-laba itu berhenti, menundukkan kepalanya seperti seekor anjing yang jinak, dan menatap Jian Feng dengan delapan mata merah yang memohon.

​"Kenapa kau ikut?" tanya Jian Feng, kebingungan.

​Lin Xue tertawa senang. "Lihat! Petir Kecil ingin ikut dengan kita! Dia menyayangi kita, Jian Feng! Aku tahu dia baik!"

​Laba-laba Petir itu maju satu langkah lagi, lalu menggelengkan kepalanya yang besar, menunjuk ke arah Jian Feng, dan membuat suara Bzzzt! memohon.

​Jian Feng mengerti. Monster itu tidak menyayangi mereka. Monster itu hanya menyayangi Qi Petirnya. Monster itu adalah makhluk berakal yang menyadari bahwa Qi Petir Jian Feng lebih berharga daripada semua mangsa hutan yang pernah ia temui.

​"Sialan. Dia menjadi penguntit. Dia mau Qi-ku lagi." gerutu Jian Feng.

​"Yay! Kita punya penjaga raksasa sekarang! Kita tidak perlu takut lagi pada Sekte Api Merah!" seru Lin Xue. "Petir Kecil, ayo ikut kami!"

​Lin Xue melambaikan tangan kecilnya ke arah laba-laba. Petir Kecil seolah mengerti, mengangguk, dan segera berjalan sejajar dengan mereka.

​Jian Feng memijat pangkal hidungnya. Ia berhasil lolos dari kejaran sekte jahat, tetapi kini ia diikuti oleh seekor laba-laba raksasa yang membutuhkan bayaran Qi Petir darinya.

​Nasib apa lagi ini? batin Jian Feng, tetapi ia tetap melanjutkan perjalanannya, kini dengan Lin Xue di punggungnya, dan seekor monster petir besar di sisinya.

1
Membo 69
sompret diliatin Jian feng🤣🤣
Agen One: /CoolGuy/
total 1 replies
Membo 69
ras terkuat dilawan MC 🤣🤣🤣 mana tahan
Membo 69
🤣🤣kata kata yg Mantap
y@y@
🌟👍🏿👍🏼👍🏿🌟
sitanggang
terlalu lambat ,dan banyak buang waktu dgn hal2 gak penting
Membo 69: dramatisir nya berjilid jilid🤣🤣🤣
total 1 replies
echa purin
👍🏻
Agen One
Sekuel menceritakan Feng jangan lupa di baca ya
Deevy Tresiyana
wow 👿👿👎👎😾gila gila gila🤣
Agen One: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Deevy Tresiyana
💪 Thor ceritanya makin mantap saja n kereeeen🤭
Agen One: Makasih
total 1 replies
Eko Lana
alur ceritanya bagus
Agen One: makasih
total 1 replies
y@y@
⭐👍🏾👍🏼👍🏾⭐
saniscara patriawuha.
gasssss polllll mang minnnn
Agen One: /Determined//Determined//Determined//Determined//Determined/
total 1 replies
Dinata Tea
gas terusssss🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Agen One: siapppp🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Dinata Tea
mantapoo 🔥🔥🔥🔥🔥
Nanik S
untung ada petir kecil
Agen One: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Gila bener sisi gelap jika sudah marah
Nanik S
Tenggulu kayak Anak kecil saja
Nanik S
Laba laba Petir
Nanik S
Di dalam Gua mendapat temN yang baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!