NovelToon NovelToon
Jetro, Pengantin Pengganti

Jetro, Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Pengantin Pengganti
Popularitas:96.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Jetro Julian Wisesa, pengusaha sukses, masih single.

"Aku yang akan menikahimu."

Febi Karindra, bekerja di kantor polisi, sudah dijidohkan dengan rekan kerjanya hanya bisa mematung. Semua tamu yang awalnya kasihan karena pengantin prianya tidak datang, sekarang menatap iri. Karena pengganti pengantinnya lebih segala galanya dari pada pengantin aslimya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karena buket bunga mawar

Cakra menghentikan langkahnya ketika melihat buket bunga mawar yang indah di atas meja kerja Febi. Tunangannya masih belum kembali.

Dia dapat bunga dari siapa?

Cakra melihat kartu nama yang ada di antara kelopak mawar itu. Tangannya bergerak hendak meraihnya, tapi suara anak buahnya membuatnya agak terkejut dan membatalkan niatnya. Dia tidak memperhatikan kalo ada beberapa orang di sana.

"Maaf, pak. Saya dengar obrolan mereka kalo buket mawar itu dari Pak Jetro Airlangga, Pak Cakra," tukas Wira memberitau. Dia sempat melihat gerak gerik aneh bosnya di dekat meja kerja Febi. Jadinya dia dengan cepat memberitaukan informasinya pada bosnya.

Memang di ruangan itu baru ada dua orang lainnya selain Wira, karena yang lainnya belum kembali dari makan siang. Dia saja yang kecepatan pulangnya, karena masih ada waktu sepuluh menit lagi waktu istirahat berakhir.

"Jetro Airlangga?" Dia mengulang nama itu. Ingatannya dipaksa untuk membayangkan wajah beberapa pria dari keluarga Airlangga yang datang melapor dan menyerahkan pelaku yang ternyata adalah pengedar narko ba.

'Iya, pak," sahut rekannya yang ada di sana, Rino. Para perempuan itu terlalu heboh tadi hingga tanpa perlu menguping pun, mereka sudah bisa mendengarnya.

"Kalo Febi sudah datang, suruh dia ke ruangan saya," perintahnya sebelum berjalan pergi dengan perasaan yang tidak nyaman.

Di dalam kepalanya tebersit kecurigaan yang berusaha dia sangkal karena sulit untuk dipercaya.

Kenapa?

Ngga mungkin Jetro Airlangga suka Febi, kan?

Karena laki laki itu pasti sering bertemu dengan perempuan yang lebib cantik dari Febi.

Soal bunga, pasti karena mereka berhasil membantu mereka saja.

Cakra masih mencoba berpikir positif. Dia hampir saja tertawa karena sempat shock tadi hanya karena Jetro dari keluarga Airlangga Wisesa mengirimkannya bunga.

*

*

*

"Feb, diminta Pak Cakra ke ruangannya," ucap Rino ketika melihat kehadiran Febi dan teman temannya yang baru melangkah masuk ke ruangan mereka.

Febi menatap Rino bingung.

Ada tugas, kah?

"Ada apa?" tanya Cica kepo.

"Masalah buket bunga kayaknya," ceplos Wira tapi merasa bersalah ketika Rino mendelik padanya.

"Haah?" kaget Cica dan Hana bersamaan. Mereka saling tatap.

Nashwa menatap Wira dan Rino bergantian. Merasa aneh karena raut wajah Rino tampak kurang suka dengan jawaban Wira.

"Buket bunga ini?" tanya Febi memastikan. Jantungnya jadi deg degan jadinya.

"Iya," jawab Wira lagi.

"Bos nanya tadi lihat bunga ini, jadi aku bilang dari Pak Jetro. Kan, tadi kalian bilang begitu," lanjut Wira lagi.

Waduuh.... Dia ngga berpikir macam macam, kan? batin Febi cemas. Dia takut dikira menyalahi tugasnya.

Masa dikira gratifikasi? Hanya bunga loh, batinnya kesal.

Ketiga teman Febi menatap khawatir, hanya Juwita yang menampakkan raut senang.

Dapat SP, pasti, harap Juwita dalam hati.

Setelah sempat tertegun Febi melangkah ke arah ruangan Cakra.

Terman temannya melihatnya hingga memasuki ruangan bos mereka.

"Masa dimarahin karena dikasih bunga?" cuit Nashwa merasa aneh sekaligus kasian.

"Mungkin pak bos kepo mau tau sudah sejauh apa hubungan mereka. Pak bos, kan, pacar kakaknya," sahut Hana menenangkan teman temannya.

"Iya juga, sih." Cica akhirnya bisa tersenyum lega.

Wajarlah, kakak ipar.

Febi menutup pintu sebelum melangkah mendekati Cakra.

"Ada tugas apa lagi?" tanya Febi kurang ramah.

Cakra yang tadi menundukkan kepala, kini mendongak dan menatap Febi datar.

"Bunga di meja kamu itu.... untuk kamu pribadi atau untuk tim kamu?" sindir Cakra dengan tatap tidak sukanya.

"Kamu bisa tanya sama yang kirim," jawab Febi setelah menenangkan diri atas tuduhan yang tak terduga dari Cakra.

Cakra mendelikkan matanya mendengar jawaban yang tidak sopan itu. Dia memperhatikan Febi lebih cermat, satu hal yang tidak pernah dia lakukan.

Karena sejak dulu dia hanya akrab dengan Fiola. Dan Fiola tidak suka.dia dekat dekat dengan Febi.

Gadis itu terlihat penurut dan sopan sebelum ide pertunangan gila mereka dicetuskan. Juga tetap penurut dan sopan kalo ada orang tua dan di depan teman temannya. Tapi sisi lainnya keluar saat berdua seperti ini atau bersama Fiola.

"Kamu itu masih bawahanku. Bersikap lebih sopan, atau aku bisa menghukummu," ucap Cakra galak. Moodnya yang sudah membaik kini rusak lagi.

Febi membuang muka sambil membuang nafas kesal. Malas menjawab lagi, bukan karena takut dihukum. Hanya malas saja. Dia juga belum tau alasan Jetro mengirimkannya bunga.

"Nanti akan aku tanyakan," tukas Cakra ketus. Setelah mengatakannya dia merasa aneh dengan nada suaranya yang terkesan marah.

"Silahkan," tantang Febi.

Tatap mata saling bertemu. Seringai mengejek terukir di bibir Cakra.

"Kamu tidak menggodanya, kan? Ingat, kamu sudah punya tunangan."

Febi hampir saja tertawa mendengarnya. Kata kata yang seharusnya ditujukan pada dirinya sendiri, sarkas Febi dalam hati.

"Terserah, sih, kalo kamu mencoba berpikir Jetro menyukai kamu. Orang sekaya itu pasti hanya suka main main dengan perempuan lugu seperti kamu," ejeknya.

Febi terhenyak mendengarnya.

Kepo sekali, cibirnya dalam hati.

"Ada lagi yang ingin kamu katakan?" Febi sudah bersiap untuk pergi.

Cakra menggelengkan kepalanya, masih dengan seringai mengejeknya.

Tanpa berkata apa apa lagi Febi segera keluar dari ruangan Cakra.

Ketiga temannya mengerubunginya.

"Pak bos marah, ya?" tanya Cica khawatir.

"Padahal cuma bunga," ucap Nashwa ngga abis pikir.

Febi tersenyum, menyembunyikan kekesalannya.

"Nggak, kok. Hanya nanya laporan saja," bohongnya santai.

"Syukurlah," jawab Hana lega, begitu juga Nashwa dan Cica.

Juwita yang juga mendengarnya mengomel dalam hati, karena tidak sesuai dengan harapannya.

*

*

*

Abiyan memamerkan foto yatch barunya pada Jetro. Dia sengaja datang ke ruangan sepupunya bersama Baim.

"Kapan kapan kita mancing. Kamu bisa ajak polwan itu," usulnya dengan wajah berseri.

...Boleh juga, batin Jetro dalam hati....

"Aku dan Dave harus cepat cepat, nih, cari jodoh," komen Baim dengan senyum lebarnya. Senang mendengar hilal Jetro sudah muncul.

"Dave jangan kamu pikirkan. Aku dengar hampir tiap malam dia clubbing," cela Abiyan.

"Alaa.... Sok buka aib orang," cibir Baim.

Abiyan tergelak. Sejak menikah, dia dan Jayden sudah berusaha jadi suami yang baik. Apalagi Jayden, dia sudah direpoti oleh bayi lima bulannya yang sudah hadir begitu saja.

Jetro tersenyum. Dalam hati ngga nyangka kalo kedua sepupu paling tengilnya bisa berubah cukup drastis.

Bahkan dia sering melihat Jayden yang selalu membaca tentang parenting di sela kesibukannya. Di meja kerjanya juga sekarang banyak terdapat buku buku tentang menjadi ayah yang baik.

"Tapi kalo pasangan semua, kasian yang jomblo," ledek Abiyan lagi pada Baim yang tetap santai.

"Ngga masalah. Aku masih ada Dave."

"Ji-ji aku dengarnya," tawa Abiyan makin berderai.

1
Lia Kiftia Usman
pikiran dan hati yg selalu 'netink' mempercepat berkembang sel kanker nya... jauh dari bersyukur apalagi koreksi diri... ya sudahlah ....🤭
Ariany Sudjana
hahaha sudahlah mati saja kamu fiola, kamu itu pelacur murahan dan juga pembunuh 🤣🤣😂😂
Ernaaaaa
nah loh...tobat Thor eh salah tobat Fiola
Lusi Hariyani
emang karma fiola...itu kanker dr org2 yg dibunuh fiola
Lusi Hariyani
si baim modus bngt dh blng aja suka im jgn bikin baper ank org...sat set gitu😄
anggita
👍like☝☝2xiklan
anggita
selamat idul fitri thor, maaf lahir dan batin🙏.
Dewi kunti
stegi🤭
Herman Lim
baim mank jaim ya giring sampe pelaminan ya Baim. 🤣🤣
Elisabeth Ratna Susanti
selamat Hari Raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin 🥰
Elisabeth Ratna Susanti
top 👍🥰
Ariany Sudjana
betul setuju kalau nashwa yang jadi jodohnya Cakra, perempuan baik-baik dan mandiri, dan yang pasti bukan pelacur murahan dan pembunuh seperti fiola
Ariany Sudjana
heh kamu jalang murahan, kamu masih berharap mamanya Jetro atau Jetro melawat kamu ke RS? terus kamu mau buat drama supaya Jetro kasihan sama kamu, terus minta kamu jadi istrinya? hahaha ada pelacur murahan mimpi ketinggian 🤣🤣😂😂 heh jalang murahan, kamu itu sudah cocok jadi pelacur dan pembunuh, ga cocok masuk ke keluarga konglomerat, seperti keluarga Jetro 😂😂🤣🤣
Tri Handayani
tuch cakra udah langsung dapat restu dari mama dan papamu tinggal kamu'nya aja,masih terbelenggu dg masa lalu atau ingin bahagia dgn seorang yg baru.
Rahmawati
dah dapet restu tuh dari mama marlena,, tinggal cakranya mau move on ato gk
Elizabeth Zulfa
minal aidzin wal faidzin mohan maaf lahir dan batin Thor & teman2 pembaca semua 🙏🙏🙏
maafkan jika ada kritik, saran/pun komen aq zg tanpa sengaja menyinggung kalian yaaaa.... 😊😊😊
Lusi Hariyani
ternyata naswa yg jd target y cakra
hansen
cakra OTW nikah niii🤭
Ernaaaaa
MET lebaran Thor mohon maaf lahir bathin
Rahma AR: met lebaran juga...... maaf lahir dan batin😊
total 1 replies
Ernaaaaa
g kapok tuh orang ..otakna dah g ada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!