NovelToon NovelToon
Hatimu Milik Siapa?

Hatimu Milik Siapa?

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:21.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​Tiga tahun menikah, Tania hanya menjadi bayangan di rumahnya sendiri. Baginya, Rey adalah semesta, tapi bagi Rey, Tania hanyalah 'obat penawar' saat hatinya hancur ditinggal masa lalu.

Tania sudah memberikan segalanya, sampai dia sadar—di hati suaminya, tetap ada nama wanita lain yang tak sanggup dilepaskan.

​Saat Tania berhenti peduli dan berpapasan tanpa lagi menatap mata suaminya, Rey baru merasakan dingin yang sesungguhnya.

"Apakah mencintai harus sesakit ini? Jika kau cinta, mengapa tak menahannya, Rey?"

Terinspirasi dari lagu Arvian Dwi(Hatimu Milik Dia)

Dukung Authir yaa,,like,komen,gift hehehe

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18: Istana yang Runtuh

Penyakit paling mematikan bagi seorang pria yang sombong bukanlah kanker atau serangan jantung, melainkan penyesalan yang terlambat.

​Sudah tiga hari Rey tidak keluar dari kamar utamanya. Kamar yang dulu sering ia tinggalkan demi mencari hiburan di luar, kini terasa seperti sel penjara yang menyesakkan. Bau alkohol yang tajam bercampur dengan aroma ruangan yang pengap karena jendela yang tak pernah dibuka. Rey terbaring di atas ranjang dengan pakaian yang sama sejak kejadian di kafe itu. Jas mahalnya sudah kusut, sama hancurnya dengan harga dirinya.

​Ia menatap langit-langit kamar. Setiap kali ia memejamkan mata, yang ia lihat adalah senyum Tania saat bersama Adrian. Senyum yang begitu lepas, seolah-olah beban seberat satu ton baru saja diangkat dari dadanya.

​Drrrtt... Drrrtt...

​Ponselnya bergetar di atas nakas. Nama Mama Ratna muncul di layar. Dengan tangan gemetar, Rey mengangkatnya.

📞​"Halo, Ma..." suara Rey parau, nyaris tak terdengar.

📞​"Rey! Kamu di mana? Sekretaris kamu bilang kamu nggak masuk kantor tiga hari! Proyek pembangunan di Surabaya itu bermasalah, Rey! Investor mulai bertanya-tanya!" suara Mama Ratna terdengar panik dan marah.

📞​"Rey nggak enak badan, Ma. Suruh mereka tunggu."

📞​"Tunggu sampai kapan? Rey, dengerin Mama. Gara-gara berita kamu ngelabrak di kafe itu mulai menyebar, saham perusahaan sedikit goyang. Kamu jangan gila! Hanya karena satu wanita kamu mau hancurkan perusahaan yang Papa bangun?"

📞​"Satu wanita?" Rey tertawa sumbang, tawanya berubah menjadi batuk yang menyakitkan.

📞"Wanita itu nyawa rumah ini, Ma. Dan Rey sudah membunuhnya. Mama juga, kan? Mama yang selalu menekan dia buat punya anak padahal Mama tahu Rey nggak pernah kasih dia ketenangan."

📞​"Rey! Jaga bicara kamu—"

​Rey mematikan teleponnya. Ia tidak peduli lagi pada saham, investor, atau amarah Mamanya. Ia merasa hidupnya sudah berakhir saat pintu mobil Adrian tertutup di depannya tempo hari.

​Di sisi lain kota, di kantor agensi desain interior yang mulai naik daun, suasana sangat kontras. Tania berdiri di depan papan presentasi, menjelaskan konsep desain terbaru untuk sebuah hotel butik di Bali. Ia tampak sangat profesional. Blazer merah yang ia kenakan memberikan kesan keberanian yang belum pernah ia miliki sebelumnya.

​Setelah presentasi selesai, ruangan itu penuh dengan tepuk tangan.

​"Luar biasa, Tania. Konsepmu sangat manusiawi. Kamu paham betul bagaimana menciptakan 'rumah' di dalam sebuah hotel," puji sang investor.

​Tania tersenyum tulus. "Terima kasih. Saya percaya, sebuah bangunan hanya akan menjadi tumpukan semen jika tidak ada 'hati' di dalamnya."

​Setelah tamu-tamu pergi, Adrian mendekat dengan membawa segelas jus jeruk segar. "Kamu hebat, Tan. Aku bangga banget."

​Tania menerima gelas itu. "Makasih, Yan. Kalau bukan karena kamu yang dorong aku buat balik kerja, mungkin aku masih mengurung diri di kamar."

​"Kamu punya bakat, Tan. Kamu cuma butuh orang yang tepat buat menghargainya," Adrian menatap Tania dengan dalam. "Oh ya, soal sidang putusan minggu depan... Pengacara kamu bilang Rey kemungkinan nggak akan datang karena kabarnya dia sakit."

​Tania terdiam sejenak. Ada sedikit getaran di hatinya saat mendengar nama Rey disebut, tapi itu bukan lagi getaran cinta. Itu adalah getaran empati yang tipis. "Sakit atau tidak, prosesnya harus tetap jalan, Yan. Aku sudah cukup memberikan waktuku untuk dia."

​"Aku setuju. Kamu berhak atas awal yang baru."

​Malam harinya, Rey terpaksa keluar rumah karena perutnya yang perih luar biasa. Ia mengendarai mobilnya dengan tidak fokus, hanya ingin mencari obat maag di apotek terdekat. Tapi, saat melewati area pusat perbelanjaan, ia melihat sosok yang sangat ia kenal.

​Di depan sebuah butik mewah, Bianca sedang berdiri sambil tertawa-tawa dengan seorang pria paruh baya yang tampak kaya raya. Bianca menggandeng lengan pria itu dengan mesra, sama persis dengan caranya dulu menggandeng Rey. Di tangan mereka ada beberapa tas belanjaan berlogo brand ternama.

​Rey menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Ia melihat Bianca bergelayut manja, lalu pria itu mencium kening Bianca.

​Karma itu nyata, dan hari ini ia menampar wajah Rey dengan sangat keras.

​Wanita yang dulu ia pikir tulus mencintainya, kini sudah menemukan "mangsa" baru dalam hitungan hari. Sementara wanita yang benar-benar tulus mencintainya, kini sudah menemukan kebahagiaannya sendiri tanpa dia.

​Rey memukul kemudi mobilnya berkali-kali sampai tangannya lebam. "Bodoh! Kamu benar-benar bodoh, Rey!" teriaknya sendirian di dalam mobil.

​Rasa sakit di perutnya semakin menjadi. Ia merasa dunianya berputar. Rey mencoba meraih ponselnya untuk menelepon siapa pun, tapi pandangannya mengabur. Orang pertama yang muncul di pikirannya adalah Tania. Ia menekan nomor Tania yang ia hafal di luar kepala, meski ia tahu ia sudah diblokir.

​Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif...

​Rey jatuh pingsan di atas kemudi mobilnya, tepat saat klakson mobilnya berbunyi panjang, menarik perhatian orang-orang di sekitar butik, termasuk Bianca.

​Bianca menoleh, melihat mobil Rey yang ia kenal betul. Tapi, alih-alih mendekat untuk menolong, Bianca justru memalingkan wajahnya dan menarik pria kaya di sampingnya untuk segera masuk ke dalam mobil lain.

​"Siapa itu, Sayang?" tanya pria kaya itu.

​"Nggak tahu, orang gila mungkin. Ayo jalan," jawab Bianca dingin.

​Rey dilarikan ke rumah sakit oleh orang asing yang lewat. Diagnosis dokter: peradangan lambung akut yang diperparah oleh stres berat dan dehidrasi.

​Saat ia terbangun di ruang perawatan yang serba putih, orang pertama yang ia lihat bukanlah Tania, melainkan sekretaris kantornya yang tampak cemas memegang tablet kerja.

​"Tuan Rey... Anda sudah sadar?"

Rey menatap sekeliling. Harapannya hancur berkeping-keping. "Di mana Tania?"

​Sekretarisnya menunduk. "Ibu Tania tidak bisa dihubungi, Tuan. Tapi... ada kiriman bunga untuk Anda."

​Mata Rey berbinar. "Dari Tania?"

​Sekretaris itu ragu sejenak, kemudian menunjukkan kartu ucapannya.

'Semoga cepat sembuh, Rey. Selesaikan urusanmu agar kita bisa sama-sama memulai hidup baru. - Tania'

​Bunga itu bukan bunga mawar merah yang melambangkan cinta, melainkan bunga krisan putih—bunga yang sering digunakan untuk melambangkan perpisahan yang damai.

​Rey meremas kartu itu. Tania bahkan tidak sudi datang menjenguknya. Rasa sakit di perutnya tidak sebanding dengan rasa sakit di hatinya yang menyadari bahwa bagi Tania, dia hanyalah sebuah "urusan" yang harus segera diselesaikan.

​"Kapan sidang putusannya?" tanya Rey dengan suara lemah.

​"Lusa, Tuan."

​"Siapkan kursi roda. Aku akan datang. Aku akan memberikan apa yang dia minta," ucap Rey dengan air mata yang mengalir di sudut matanya.

​Ia baru sadar, satu-satunya cara untuk mencintai Tania sekarang adalah dengan menghilang dari hidupnya. Karena keberadaannya hanya akan membawa luka bagi wanita itu. Dan melihat Bianca yang begitu mudah berpaling, Rey akhirnya mengerti: dia telah menukar seluruh hidupnya demi sebuah kepalsuan yang kini menertawakannya di atas penderitaannya

1
@Yayang Risa Couple Happy
Sepertinya Bianca ingin masa hukumannya di tambah deh
@Yayang Risa Couple Happy
Bianca wajah kamu ngga cantik lagi di penjara
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
cari masalah baru kalian berdua
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
tania makin bersinar, kamu mah apa atuh rey🤣
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
arus biang kerok🥲
lgian ngpain dia ngurus harta orang🙄
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
Adrian emang pling ngerti si tania🤭
🧡⃟ʏᴇ ʜͫᴀᷲᴏʀᴀɴ⁴
rey sama bianca nmbah mslh
aris juga ngpain ikutan juga🫣
🧡⃟ʏᴇ ʜͫᴀᷲᴏʀᴀɴ⁴
semangat tania
tunjuka. kamu bisa lebih sukses
𐘎ʜⷩᴀⷪɴᷜ ͥʏⷥᴜᴛᴏɴɢ
Bianca berulah lagi
padahal udh dihukum 3tahun penjara msh ajaa kurang kayanya
𐘎ʜⷩᴀⷪɴᷜ ͥʏⷥᴜᴛᴏɴɢ
untung ada Adrian yang hendeell semuanya
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴢͫʜᷰᴀᷟɴᷴɢ ᴛɪɴɢ ʀᴜɪ
Aris pengacau🙄🙄🙄🙄
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴢͫʜᷰᴀᷟɴᷴɢ ᴛɪɴɢ ʀᴜɪ
terima Iklas apa yang terjadi rey, ga perlu malu apa minder
❤️⃟Wᵃfᴍᷟᴀᷰxᷟɪᷰᴀᴏʏᴜ
rey kamu gali kuburmu sndri
❤️⃟Wᵃfᴍᷟᴀᷰxᷟɪᷰᴀᴏʏᴜ
tania keren iih🤗
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
msh bnyk jln lain rey
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
yeee tania sukses bnget🤗
🧡⃟αмᷫєᷤℓιαηтι
semoga semua berjalan dengan lancar iya
🧡⃟αмᷫєᷤℓιαηтι
dlu Bianca bangga smaa mukanya bisa jerat orang" kaya, skrng semua hancur🥳
ѕ⍣⃝✰ѕнєη нᷟαᷴσᷟηᷴαη
nah ayo ambil semua tania
ѕ⍣⃝✰ѕнєη нᷟαᷴσᷟηᷴαη
semangat tania🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!