NovelToon NovelToon
Fang Yuan

Fang Yuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Action / Epik Petualangan
Popularitas:55.2k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Fang Yuan kehilangan kedua orang tuanya karena ulah kultivator.Lalu Ia hidup bersama kakeknya hingga akhirnya sang kakek pun meninggalkannya seorang diri.

Di tengah kerasnya dunia, Fang Yuan menemukan sebuah buku kultivasi. Tanpa bakat, tanpa dukungan, hanya dengan tekad.

“Aku akan melakukan apa pun 1000 kali… sampai berhasil.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Langit yang Terbelah(fix)

​Cahaya senja yang hangat menyelinap masuk melalui celah-celah dinding kayu rumah sederhana itu.

Di atas meja kayu yang mulai lapuk, aroma nasi hangat mengepul, menciptakan suasana damai yang seolah abadi.

​"Fang Yuan, apa kau pernah mendengar tentang para penguasa langit? Mereka yang kita sebut sebagai Kultivator?"

​Suara itu datang dari Fang Chen, sang ayah. Meski garis-garis kelelahan akibat mencangkul sawah terlihat di wajahnya, tatapan matanya selalu memancarkan kehangatan yang tulus. Ia adalah pria tegap dengan senyum yang menenangkan.

​Fang Yuan, bocah berusia lima tahun dengan mata bulat penuh rasa ingin tahu, hanya menggeleng pelan. Jemari kecilnya masih sibuk memegang sendok kayu.

​Melihat kepolosan itu, Fang Chen tersenyum tipis, ada binar kekaguman sekaligus kerinduan di matanya. "Kultivator adalah mereka yang menantang takdir, Fang Yuan. Mereka berjalan di atas pedang, meminum embun surga, dan melatih raga demi mencapai keabadian."

​Fang Yuan mengerutkan kening, mencoba mencerna kata-kata berat itu. "Berarti... Ayah seorang Kultivator?"

​Tawa renyah Fang Chen pecah. Ia mengacak rambut putranya. "Hahaha!Tentu saja bukan, jagoan. Jalan menuju langit itu tidak murah. Hanya segelintir orang yang terpilih—mereka yang masuk ke sekte besar maupun kecil atau menemukan kitab kuno yang tersembunyi. Bagi petani seperti kita, buku seperti itu bahkan lebih berharga daripada seluruh desa ini."

​"Sudahlah, jangan jejali kepalanya dengan mimpi-mimpi kosong saat perutnya sedang lapar." potong sebuah suara lembut.

​Seorang wanita cantik, Lin Yue, datang membawa dua mangkuk kecil berisi nasi dan beberapa potong daging.

Meski hanya mengenakan pakaian kain kasar, kecantikannya yang alami tidak memudar.

Baginya, daging adalah kemewahan yang hanya muncul beberapa kali sebulan—hasil dari penghematan yang ketat.

​Lin Yue adalah seorang yatim piatu yang menemukan rumahnya pada diri Fang Chen.

Baginya, kebahagiaan bukanlah tentang terbang ke langit, melainkan tentang meja makan yang terisi.

​"Ayah, Ibu ... apa keinginan kalian sebenarnya?" tanya Fang Yuan tiba-tiba dengan nada polos yang menyayat hati.

​Suasana sejenak hening. Pertanyaan itu sederhana, namun berat bagi sepasang suami istri yang hidup dalam keterbatasan.

​"Mimpi Ayah?" Fang Chen bangkit, lalu menyambar tubuh mungil Fang Yuan dan mengangkatnya tinggi-tinggi ke udara. "Mimpi Ayah adalah menjadi Kultivator hebat, lalu menggendongmu di pundak Ayah sambil terbang menembus awan! Bagaimana? Keren, bukan?"

​"Hahaha! Aku terbang! Ibu, lihat, aku bisa melihat atap rumah!" teriak Fang Yuan riang, tawa cerianya mengisi seluruh ruangan.

​"Hati-hati, Kakak Chen! Jangan sampai dia menabrak balok kayu!" seru Lin Yue, meski bibirnya tak bisa berhenti tersenyum melihat kebahagiaan mereka.

​Setelah diturunkan, Fang Yuan terhuyung-huyung kecil karena pusing. Sambil memegang meja, ia menoleh pada ibunya. "K-kalau... keinginan Ibu?"

​Lin Yue terdiam, matanya menatap langit-langit rumah yang mulai bocor dengan tatapan melankolis. "Ibu tidak butuh langit,Fang Yuan. Ibu hanya ingin melihatmu tumbuh sehat, makan sampai kenyang, melihatmu tumbuh dewasa, dan suatu hari nanti, membawakan Ibu seorang menantu yang baik."

​Hati kecil Fang Yuan bergetar. Meski ia belum mengerti sepenuhnya, ia bisa merasakan ketulusan yang luar biasa dari suara ibunya.

Ia segera memeluk kaki Lin Yue. "Fang Yuan sayang Ibu ... sayang Ayah juga."

​Fang Chen ikut memeluk mereka berdua, menciptakan lingkaran kecil yang hangat di tengah dunia yang luas dan dingin.

​Keesokan paginya, suasana desa begitu asri. Fang Shou, sang kakek yang rambutnya sudah memutih namun masih tampak bugar, datang berkunjung.

​"Mana cucuku yang paling tampan ini? Ayo, ikut Kakek ke sungai. Kita lihat siapa yang bisa menangkap ikan lebih banyak!" seru Fang Shou sambil tertawa.

​"Aku ikut, Kek! Fang Yuan pasti menang!" bocah itu berlari menyambut tangan keriput sang kakek yang terasa kasar namun kokoh.

​Sebelum pergi, Fang Yuan melambaikan tangan kecilnya ke arah orang tuanya yang bersiap berangkat ke sawah di kaki bukit. "Aku pergi dulu, Ayah, Ibu! Dadah!"

​"Hati-hati, Nak! Jangan merepotkan Kakek!" sahut Lin Yue sambil melambai balik. Fang Chen hanya memberi jempol besar dengan senyum lebar yang khas.

​Di tepi sungai yang jernih, Fang Yuan duduk di samping kakeknya, memandangi riak air.

​"Kek, apa Kakek pernah mencoba jadi Kultivator?"

​Fang Shou terdiam lama, matanya menerawang jauh. "Belum pernah, cucuku. Tapi dulu... kabarnya salah satu leluhur kita pernah mencapainya. Namun, Jalan Kultivasi itu berlumuran darah. Para Kultivator saling bertarung, saling menjatuhkan hanya untuk sesuatu yang disebut 'kekuatan'."

​"Kekuatan? Untuk apa?"

​"Untuk menjadi yang tertinggi. Untuk bertahan hidup di dunia di mana yang kuat memangsa yang lemah. Mereka ingin naik ke langit, tapi seringkali lupa menginjak bumi." jawab Fang Shou dengan nada getir.

​"Bagaimana jika tidak berbakat?"

​"Maka kau harus berusaha sepuluh kali, seratus kali lebih keras. Diam berarti mati di jalan itu,Fang Yuan. Begitu kau melangkah, tidak ada jalan kembali."

​"Tapi... kita akan baik-baik saja, kan? Mereka tidak akan menyakiti kita?"

​Fang Shou menghela napas panjang. "Secara hukum, mereka dilarang membunuh manusia biasa. Tapi... peraturan hanyalah tulisan di atas kertas jika kau memiliki kekuatan untuk menghancurkan kertas itu."

​BOOM! BOOM! DUARRR!

​Tiba-tiba, bumi bergetar hebat. Permukaan sungai yang tenang melonjak, memuncratkan air ke wajah mereka. Seekor burung terbang liar ketakutan.

​"Apa itu, Kek?!" Fang Yuan menunjuk ke langit dengan tangan gemetar.

​Di atas sana, awan-awan terbelah. Dua kilatan cahaya—satu berwarna merah darah dan satu lagi putih perak—saling beradu dengan kecepatan yang tak masuk akal.

Setiap benturan menghasilkan gelombang kejut yang meruntuhkan dahan-dahan pohon.

​Tiba-tiba, kilatan merah melesatkan energi berbentuk sabit raksasa. Serangan itu meleset dari musuhnya, namun jatuh meluncur deras ke arah daratan.

​DUARRRRRR!

​Tanah di kejauhan meledak. Asap hitam membubung tinggi, menutupi sinar matahari.

​Wajah Fang Shou memucat seketika. Tubuhnya gemetar hebat saat menyadari arah jatuhnya serangan tersebut.

​"I-Ibu ... Ayah ..." suara Fang Yuan tercekat. Matanya mulai berkaca-kaca saat melihat ke arah bukit tempat sawah keluarganya berada. "Kek ... bukankah sawah Ibu ada di sana? Kek, jawab aku! Mereka dalam bahaya!"

1
Nh4Fi
wow...hidip dan mati, yin dan yang...
ini mengingatkanku pada wang lin.
tapi aku menyukai alur ini, sangat menarik.
Agen One: Iyakah? /Scare/
total 1 replies
Nh4Fi
oooh gitu...jd psiko sm diri sendiri dulu, bru psiko sm musuh.
Nh4Fi: sakiti diri, untuk mengukur. siksaan yg mn yg paling sakit, tp paling tepat.
👍
total 2 replies
Aman Wijaya
tambah lagi updatenya Thor 💪💪💪 terus
Agen One: 😆😆😆😀😀😀
total 1 replies
Bambang Widono
👍👍👍🙏🙏🙏🙏
saniscara patriawuha.
sikattttt mangggg......
Agen One: ooooo
total 1 replies
Aman Wijaya
tambah lagi updatenya Thor semangat semangat semangat
Aman Wijaya
semangat semangat semangat terus Thor lanjut
Agen One: Qqqq qq
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Agen One: okkk😄😄
total 1 replies
Aman Wijaya
hidup butuh pengorbanan dan perjuangan mantab fang Yuan lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz fang Yuan beri pelajaran tanpa ampun
Aman Wijaya
Fang Yuan mental baja terus semangat Yuan jangan sampai jadi sombong dan congkak
Aman Wijaya
kasian fang Yuan demi sesuap nasi ditendang
Megs Kitchen
Aih Thor... Nyesek amat yah si MC nya... Loe bikin novel yg "aneh" dah 😅😅😅😅 ... Geregetan bacanya ... Kok mau2 nya merendahkan diri sampe kek gitu ... Aih... Hiiiiiiiiiiisssssshhhhh 😑😑😑😑
Kereta: /Coffee/
total 2 replies
Agen One
Balheiqnsiwowhsjwiqhwhejwiwiwuwhsbbs
Agen One: 😃😀😃😀😀😀😀
total 1 replies
Agen One
MBG
Agen One
nyawit nih orang
Agen One
Hantam
Agen One
Pengen seprei gratis
Agen One
𝗨𝗽 𝘀𝗲𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵𝗻𝘆𝗮 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝘀𝗮𝗷𝗮. 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗟𝗜𝗞𝗘 𝗔𝗴𝗮𝗿 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝘀𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝘂𝗽𝗱𝗮𝘁𝗲.
Agen One: di usahakan hehe✍️✍️✍️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!