Katarina Ayudia adalah siswi genius penerima beasiswa yang hidup sederhana, sementara Alarick Valerius adalah putra tunggal konglomerat sekaligus ketua geng motor yang ditakuti. Cinta mereka yang membara harus menghadapi tembok besar bernama Victoria Valerius, ibu Alarick, yang merancang fitnah keji untuk memisahkan mereka. Victoria mengancam masa depan Kate dan memanipulasi Alarick hingga pria itu percaya bahwa Kate adalah gadis oportunis yang telah mengkhianatinya dengan banyak pria.
Perpisahan pahit selama bertahun-tahun meninggalkan luka mendalam, Kate hidup dalam kemiskinan dan kerja keras demi bertahan hidup, sementara Alarick tumbuh menjadi CEO dingin yang menderita trauma psikologis berupa rasa mual hebat setiap kali menyentuh Kate karena bayangan fitnah masa lalu.
langsung baca aja dear😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Trauma Yang Menjerit
Lampu kantor yang remang menjadi saksi bisu bagaimana pertahanan Kate nyaris runtuh di bawah intimidasi penuh gairah dari Alarick. Namun, meski tubuhnya bergetar dan hatinya menjerit ingin bersandar, akal sehat Kate tetap terjaga oleh rasa takut yang tertanam dalam. Ia tahu kekuatan Victoria Valerius bukan hanya gertakan, satu kesalahan ucap, maka firma yang ia bangun dengan darah dan air mata ini akan rata dengan tanah dalam semalam.
"Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan, Alarick," ucap Kate, suaranya bergetar namun tetap bersikeras untuk bungkam. "Aku bekerja keras karena aku suka uang. Bukankah itu yang dilakukan wanita hina sepertiku?"
"Bohong!" geram Alarick. Ia menyudutkan Kate ke meja kerja, tangan besarnya mengunci pergerakan gadis itu.
Gairah yang tersulut oleh rasa penasaran dan penyesalan membuat Alarick kehilangan kendali. Ia tidak bisa berhenti. Ia membawa Kate kedalam Ruang istirahat gadis itu, Ia ingin membuktikan bahwa Kate masih miliknya. Dikamar itu, Alarick kembali memperlakukan Kate dengan keintiman yang menyiksa.
Alarick berlutut di depan Kate, menggunakan mulutnya untuk memuaskan gadis itu dengan cara yang paling primitif. Kate tidak bisa menahan diri, ia berteriak, memanggil nama Alarick berkali-kali saat pelepasan demi pelepasan menghujam syarafnya. Tubuhnya basah, melengkung hebat dalam puncak kenikmatan yang hanya bisa diberikan oleh pria ini.
Namun, drama tragis itu terulang kembali.
Tepat saat Alarick bangkit, matanya yang gelap menatap wajah Kate yang sayu karena gairah, ia bersiap untuk benar-benar menyatukan tubuh mereka. Namun, saat kulit mereka bersentuhan tanpa pembatas, bayangan-bayangan kotor yang disuntikkan ibunya kembali menyerang. Suara Victoria Valerius seolah berbisik di telinganya: "Dia sudah disentuh banyak pria, Alarick. Dia bukan lagi milikmu."
Seketika, perut Alarick bergejolak hebat. Ini bukan sekadar mual fisik, ini adalah trauma psikologis yang mendalam. Alarick jatuh terduduk di lantai, memegangi perutnya, dan kembali muntah dengan parah. Tubuhnya menggigil, napasnya tersengal seolah ada tangan tak kasat mata yang mencekik lehernya.
"Al!" Kate panik, ia segera merapikan pakaiannya dan berlutut di samping Alarick, mencoba menyentuh punggungnya. "Kamu kenapa? Kita ke dokter, ya?"
Alarick menepis tangan Kate dengan lemah. Wajahnya pucat pasi, matanya memancarkan rasa sakit yang tak terlukiskan. "Jangan sentuh aku... kepalaku... rasanya mau pecah."
Kate menangis dalam diam. Ia menyadari bahwa fitnah Victoria ibunya telah merusak syaraf Alarick. Alarick sangat mencintainya, namun otaknya telah diprogram untuk merasa jijik pada setiap sentuhan mereka. Penyakit ini adalah ciptaan ibunya sendiri.
Pagi harinya, saat Alarick baru saja sampai di rumah utamanya untuk beristirahat, ia disambut oleh pemandangan yang membuatnya semakin muak. Di ruang tamu, duduk kedua orang tuanya bersama seorang wanita cantik berambut cokelat dengan gaya yang sangat aristokrat.
"Alarick, kamu sudah pulang?" Victoria tersenyum manis, seolah tidak terjadi apa-apa. "kenalkan ini Cloe. Ayahnya adalah pemilik Global Tech, kolega bisnis ayahmu yang paling penting tahun ini."
Cloe berdiri, mengulurkan tangan dengan senyum yang sangat terlatih. "Lama tidak jumpa, Alarick. Aku dengar kamu sudah menjadi CEO yang sangat hebat sekarang."
"Kami sudah merencanakan perjodohan ini sejak lama, Alarick," tambah ayahnya dengan suara berat yang tak terbantahkan. "Cloe adalah pasangan yang sepadan untukmu. Bukan gadis sembarangan yang hanya akan membuatmu mual dan sakit-sakitan."
Victoria melirik Alarick dengan tatapan penuh kemenangan. Ia tahu tentang kondisi putranya yang sering mual jika berdekatan dengan Wanita Manapun, Tidak hanya kate. Dan ia menggunakan itu sebagai alasan untuk menjauhkan Kate selamanya.
Kate, di kantornya, menerima Kabar resmi pertunangan Alarick dan Cloe yang dikirimkan secara pribadi ke alamatnya, tentu saja itu kiriman Victoria.
Kate merasa dunianya benar-benar berakhir. Di satu sisi, Alarick tersiksa oleh trauma fisik setiap kali menyentuhnya, dan di sisi lain, wanita seperti Cloe sudah siap mengambil posisinya dengan restu penuh keluarga.
Namun disisi lain, sebuah kejutan terjadi. Maya, yang selama ini bekerja diam-diam di sebuah firma hukum, menemukan sebuah rekaman CCTV dari kafe tempat Kate diancam Victoria dua tahun lalu.
"Kate, gue punya sesuatu," ujar Maya lewat telepon, suaranya sangat serius. "Gue tahu kenapa lo bungkam. Tapi Alarick harus tahu kalau mualnya itu bukan karena lo kotor, tapi karena nyokapnya adalah psikopat yang ngeracunin pikirannya."
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
happy reading😍