dari kisah nya tentang kehidupan seorang wanita tangguh bernama Rana yang hidup nya penuh liku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia usman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07.
satu Minggu penuh aku tinggal di rumah ornag tuaku, sambil mempersiapkan kan segal nya untuk membawa istri ku tinggal di rumah ke dua orang tua ku, agar nantinya Rana merasa nyaman,
orang tua ku hanya tinggal berdua saja dan kebetulan aku anak bungsu, dan kakak kakak ku sesudah berumah tangga semua, kami 4 bersaudara dua perempuan dan dua laki laki,
aku pulang kerumah mertuaku dan mengutarakan keinginan ku pada mereka
" ayah ibu, ada yang ingin Romi sampaikan"
" ada apa nak" ayah mertua ku bertanya
" emm, saya berniat ingin membawa Rana tinggal di bersama ku di rumah kedua orang tuaku yah" ayah kan tau bagaiman keadaan rumah tanggaku dengan Rana hanya berjalan di tempat saja,"
" jadi saya mohon izin sama ayah dan ibu untuk membawa Rana,"
kedua mertuaku mereka saling pandang dan merenung dan memikirkan keinginan aku
lama hening
lalu ayah mertua angkat bicara
" begini nak, Rana adlah kesayangan kami, tolong jaga Rana dengan baik, jikalau kamu sudah bosan dengan nya atau tidak menginginkan nya lagi, jgn sakiti dia ya, kembalikan saja pada kami sebagai orang tua nya,"
" apa itu artinya ayah mengizinkan aku membawa Rana" tanya ku antusias
lalu ayah mertua ku mengangguk" iya" mungkin ini yang terbaik buat kelangsungan rumah tangga Kalian."
dan akhirnya aku membawa Rana pulang kerumah ornag tua ku.
ibu ku menyambut nya dengan antusias bahkan ibu mengundang anak ana k nya dan menantu nya yang lain untuk makan bersama untuk menyambut Rana.
ibu emang sangat menyukai Rana, waktu tau aku minta izin untuk membawa Rana tinggal bersama, ibu ku sangat antusias sekali.
malam pun tiba ini malam pertama kami tinggal di rumah orang tua ku, dan ini malam pertama juga aku tidur satu kamar bahkan satu ranjang dengan istriku pujaan hatiku.
duh bahagia nya, pengantin lama rasa baru
Rana duduk di tepi ranjang, duduk manis cantik sekali dengan gaun tidur yang putih nya,
AKu mendekat duduk di samping nya dengan hati berdebar tak karuan bahkan tangan ku dingin
" dek, emm kamu tidak marah kan mas ajak tinggal di sini"
Rana diam saja, seperti nya sedang merangkai kata
" tidak" satu kata saja yang keluar dr mulut nya.
kurasa dia marah, yang ku dengar wanita klo
marah ya begitu irit bicara
dengan hati hati aku bicara suapaya tidak menyinggung nya aku takut dia marah atau pun menangis
" dek Kita kan udah menikah delapan bulan, apa tidak ada sedikit pun perasaan adek untuk mas" karna terus terang dari awal mas liat pertama kamu mas udah jatuh cinta sama kmu meski pun lewat foto"
" maka nya mas terima perjodohan ini, karna mas jatuh cinta sama Rana, waktu ibu perlihatkan foto kamu"
aku memperhatikan raut wajah cantik itu aku ingin tau jawaban nya
" mas, sebelum nya aku minta maaf selama delapan bulan pernikahan kita aku selalu menghilang setiap malam, karna terus terang aku takut dan tidak kenal sama kamu mas, dan aku juga selama ini belum siap"
" kalu untuk perasaan terus terang sekarang belum ada, tapi sebagi istri, aku.....aku akan mencoba membuka hati, dan aku tau kesalahan ku, selama ini tidak melayani mu dengan baik selayak nya istri"
" Alhamdulillah kalo adek mau berusaha, dan mas udah maafin adek, selama ini mas selalu sabar menunggu, karena mas sangat cinta sama kamu,"
" makasih ya,dek"aku menggenggam tangan Rana dengan erat, ayo tidur dah malam, apa adek mau kita malam pertama kita yang tertunda" aku menggoda nya
dan wajah Rana yang memerah itu sangat lucu dan menggemaskan, ihhh aku pengen gigit rasa nya
" sambil menunduk malu Rana berkata" em it..itu aku masih sedikit sakit mas, dan Rana juga masih datang bulan"
hah, harus sabar lagi, tidak apa apa lah, sudah bisa tidur bareng aja aku senang, tapi sebagi pria normal apa aku bisa tahan godaan di depan mata, ada garis cantik halal lagi buat aku.
sabar sabar....
semangat