NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Berondong

Terjerat Cinta Berondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Noorinor

Lydia tidak pernah menyangka, setelah dipecat dan membatalkan petunangan, ia dicintai ugal-ugalan oleh keponakan mantan bosnya.

Rico Arion Wijaya, keturunan dari dua keluarga kaya, yang mencintainya dengan cara istimewa.

Apakah mereka akan bersama, atau berpisah karena status di antara mereka? ikuti terus kisahnya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noorinor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Pagi-pagi sekali Lydia sudah menghampiri apartemen Arion. Ia ingin melihat keadaan laki-laki itu setelah menggendongnya tadi malam.

"Kamu baik-baik saja, kan?" tanya Lydia begitu Arion membuka pintu apartemennya.

Ia menarik tangan Arion dan memutar tubuh laki-laki itu, memastikan barangkali ada luka di sana. Ia tidak ingin kembali kehilangan pekerjaannya karena sudah membuat keponakan kesayangan Calvin terluka.

"Aku baik-baik saja, Kak," jawab Arion, membiarkan Lydia mengecek tubuhnya.

"Benar kamu baik-baik saja? Tadi malam kamu yang menggendong Kakak sampai ke kamar, kan?" kali ini Lydia menyentuh wajah Arion dan mengecek barangkali ada jejak luka di sana.

Arion terkekeh pelan. Ternyata itu alasan Lydia mendatanginya dan menanyakan keadaannya.

"Iya, aku yang menggendong Kakak. Tapi Kakak tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja," jelasnya.

Sebenarnya, tadi malam ia kesulitan membawa Lydia ke lantai atas. Namun, ia tidak tega membangunkan Lydia sehingga ia berusaha keras untuk sampai ke lantai apartemen mereka.

"Syukurlah," Lydia bernapas lega. Ia tidak menemukan luka di tubuh Arion dan Arion juga mengatakan dirinya baik-baik saja.

"Lain kali kalau Kakak ketiduran lagi, kamu harus membangunkan Kakak. Jangan menggendong Kakak seperti tadi malam," ujarnya.

Arion hanya tersenyum sambil mengangguk pelan. Ia tidak keberatan menggendong Lydia, namun tetap mengiyakannya.

"Kakak mau berangkat kerja sekarang?" tanya Arion mengalihkan saat menyadari Lydia sudah rapi dengan pakaian kantornya.

Arion mengakui Lydia semakin cantik setelah bekerja di Kusuma Corp. Mungkin karena Lydia pandai memilih pakaian kerja dan riasannya juga berbeda dari saat Lydia masih menjadi pengangguran.

"Iya, sebentar lagi Kakak akan berangkat. Kenapa?"

Arion tidak langsung menjawab pertanyaan Lydia. Ia mendekatkan wajahnya ke telinga Lydia, lalu membisikkan sesuatu.

"Aku sudah selesai skripsi dan tinggal menunggu jadwal wisuda."

Lydia refleks menutup mulutnya, tidak percaya dengan yang baru saja ia dengar.

"Kamu serius?" tanyanya sambil menatap wajah Arion untuk memastikan.

Arion tersenyum dan mengangguk, lalu disambut oleh pelukan dan ucapan selamat dari Lydia. Reaksi inilah yang Arion tunggu tadi malam.

"Selamat, Sayang. Kakak ikut senang mendengarnya," ungkap Lydia.

Tubuh Arion membeku ketika mendengar panggilan sayang keluar dari mulut Lydia. Baru kali ini ada perempuan yang memanggilnya sayang, selain ibunya.

"Kakak bilang apa tadi?" tanya Arion. Ia terlalu terkejut Lydia memanggilnya sayang sampai tidak membalas pelukan perempuan itu.

"Selamat, Kakak ikut senang mendengarnya," ucap Lydia mengulang perkataannya, namun tidak dengan panggilan sayangnya.

Arion sedikit kecewa Lydia tidak mengulang bagian terpenting yang ingin ia dengar. Ia perlahan menurunkan tangan Lydia yang sedang memeluknya, lalu menatap wajah perempuan itu.

"Sayangnya ketinggalan, Kak," ujarnya menatap Lydia dengan ekspresi kecewa.

Lydia mengerti maksud Arion dan tersenyum.

"Sayang, Sayang, Sayang," serunya sengaja mengulang kata itu.

Arion gemas dibuatnya dan langsung memeluk Lydia. Sebentar lagi perempuan di pelukannya ini akan menjadi miliknya seutuhnya, dan ia sudah tidak sabar untuk itu.

"Ngomong-ngomong, kamu mau hadiah apa dari Kakak?" tanya Lydia sambil membalas pelukan Arion.

Selama ini, Arion yang selalu memberi Lydia hadiah. Lydia ingin menjadi orang yang memberi hadiah di hari bahagia Arion.

"Aku tidak butuh hadiah, kehadiran Kakak saja sudah menjadi hadiah untuk aku," jawab Arion.

Lydia tersenyum dalam pelukan Arion. Namun, ia tetap ingin memberi hadiah Arion. Meskipun mungkin ia hanya bisa memberikan hadiah kecil.

"Hari ini aku harus cepat menyelesaikan pekerjaanku agar bisa mampir membeli hadiah," batinnya.

***

Arion sudah tidak perlu datang ke kampus. Ia hanya tinggal menunggu jadwal wisuda, sehingga pagi ini ia bisa mengantar Lydia ke Kusuma Corp.

"Pulang nanti, Kakak mau mampir ke suatu tempat. Jadi, kamu tidak perlu menjemput Kakak," ujar Lydia begitu mobil mereka berhenti di depan gedung Kusuma Corp.

Arion tampak keberatan. Mereka sudah kehilangan banyak waktu bersama karena Arion sibuk dengan skripsinya, dan sekarang Lydia berniat pergi ke suatu tempat tanpa dirinya.

"Kakak mau ke mana? Aku bisa mengantar Kakak ke sana," ucap Arion, tidak membiarkan Lydia pergi sendirian.

Lagipula, bagaimana Lydia bisa pergi ke sana jika mobilnya saja akan Arion bawa pulang?

"Tidak perlu. Kakak bisa pergi sendiri," tolak Lydia.

Bukan tidak mau diantar oleh Arion. Ia hanya tidak ingin Arion mengetahui niatnya membeli hadiah.

"Ada aku sekarang. Kenapa Kakak harus pergi sendiri?" kata Arion masih tidak membiarkan hal itu.

Lydia tahu Arion tidak akan semudah itu membiarkannya pergi sendiri. Namun, ia benar-benar tidak bisa mengajaknya kali ini. Ia ingin hadiahnya nanti menjadi kejutan kecil untuk Arion.

"Kakak pergi sendiri ke sana, nanti kamu jemput. Bagaimana?" ujarnya, mencoba bernegosiasi.

Arion menghela napas berat. Dari helaan napasnya saja Lydia tahu bahwa laki-laki itu masih keberatan membiarkannya pergi sendiri.

"Kakak yakin mau pergi sendiri? Bukan mau bertemu seseorang di sana?" tanya Arion, yang membuat Lydia mengerjapkan mata pelan.

"Apa yang kamu bicarakan? Mana mungkin Kakak sengaja ingin bertemu seseorang," jawab Lydia cepat.

Arion melirik arlojinya, memastikan Lydia tidak terlambat masuk ke kantornya.

"Baiklah. Sekarang lebih baik Kakak masuk. Nanti kirim saja lokasi Kakak," putusnya.

Ia masih keberatan membiarkan Lydia pergi sendiri ke tempat yang entah ke mana, namun ia juga tidak ingin membuat Lydia terlambat masuk ke kantor.

"Terima kasih," Lydia tampak girang. Ia langsung mencium pipi Arion sebagai ucapan terima kasih, lalu bergegas turun dari mobil.

"Kakak masuk dulu. Kamu hati-hati di jalan. Jangan ngebut bawa mobilnya," ucap Lydia sebelum menutup kembali pintu mobil.

Arion hanya mengangguk dan tersenyum menanggapi perkataan Lydia.

"Girang sekali. Jangan bilang Kak Lydia benar-benar ingin bertemu seseorang di sana," batinnya sambil memperhatikan Lydia masuk ke dalam Kusuma Corp.

***

Di dalam Kusuma Corp, wajah Lydia berubah serius. Sebentar lagi ia akan memimpin rapat untuk membahas rencana strategi tim dan langkah mereka ke depan. Beberapa hal dari manajemen sebelumnya perlu diperbaiki, dan ia harus benar-benar serius menangani hal itu.

Banyak karyawan yang keberatan dengan posisi Lydia saat ini. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa Lydia memanfaatkan kedekatannya dengan Arion untuk bisa berada di sana, sehingga ia harus menunjukkan bahwa dirinya memang layak.

Terkadang, cara terbaik membungkam mulut orang yang iri adalah membiarkan mereka berisik, lalu membuktikan hasil kerja yang tidak pernah mereka sangka. Dan itulah yang akan Lydia lakukan.

"Baiklah. Mari kita mulai rapat hari ini," ujar Lydia, berdiri penuh percaya diri di depan semua bawahannya, yang beberapa mungkin masih meragukan kemampuannya.

Lydia kemudian menyuruh peserta rapat untuk duduk di kursi mereka masing-masing. Ia menunjukkan dirinya pemimpin bukan dari teriakan, melainkan dari sikapnya di depan semua bawahannya.

Setelah semua orang duduk, barulah Lydia duduk di kursinya. Ia tenang tapi bukan tenang seseorang yang mudah ditindas.

"Saya sudah mempelajari semuanya, dan saya harus memperbaiki beberapa hal di sini," ujarnya, memulai rapat dengan membahas poin-poin yang perlu diperbaiki.

Semua orang seolah terbawa oleh keseriusan Lydia. CMO baru yang biasanya ramah tampak berbeda ketika berada di ruang rapat.

Apakah mereka salah meremehkan Lydia? Begitulah kira-kira reaksi beberapa orang di ruang rapat yang sempat meragukan kemampuannya, bahkan pernah menyindirnya di hari pertama bekerja.

"Saya tidak akan mengulangi perkataan saya dua kali. Jadi, tolong dengarkan baik-baik," ucap Lydia, menambah ketegangan di ruang rapat.

1
Syaira Liana
udah mikirin anak aja 🫣🫣🫣
Resa05
semangat up-nya 💪
Syaira Liana
ditunggu kelanjutanya kaka🫶
Aulia Shafa
kapan sehari 2 bab lagi , penasaran👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
Reverie Noor: sabtu dan minggu update 2 bab
total 1 replies
Resa05
semangat up-nya thor
Resa05
ditunggu up nya kak
Resa05
wah makin penasaran nih
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Resa05
semangat up-nya thor!
Reverie Noor: terimakasih ❤
total 1 replies
Resa05
sayang banget cerita bagus kayak gini ga rame, semangat up terus thor!
Reverie Noor: lanjutannya udah ada ya
selamat membaca 🙏❤
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!