NovelToon NovelToon
Terjerat Benang Merah

Terjerat Benang Merah

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Romansa / Konflik etika / Balas Dendam / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Ternyata, teori tentang benang merah itu memang ada. Sejauh dan selama apapun berpisah, jika ada yang belum selesai makan akan tetap bertemu dengan cara yang terkadang tak masuk dalam logika.

Siapa yang sangka, Bianca akan kembali bertemu , mantan tunangan yang dulu dijodohkan dengannya dalam keadaan Bianca yang sudah tidak seperti dulu lagi.

Tunangan yang dulunya pergi meninggalkannya karena alasan tidak mencintainya, kini justru selalu terlihat dalam hidup Bianca yang begitu pelik.

Padahal mantan tunangannya itu sudah memiliki wanita yang dicintai sejak dulu menjalin hubungan dengan Bianca.

"Bisakah kau melewatiku begitu saja saat melihatku? Jangan mendekat dan jangan ikut campur terlalu jauh ke dalam hidupku!" - Bianca -

Apa jadinya jika dua orang itu justru terikat oleh sebuah teori benang merah yang tidak pernah putus diantara mereka?

Apakah mereka akan kembali bersama meski benang merah sudah terlalu rumit mengikat mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belas kasihan

"Kau pulang El?"

Ami melihat putranya berjalan lunglai ke arahnya kemudian menjatuhkan dirinya begitu saja di sofa.

"Kenapa wajahmu seperti itu?" Stephanie menatap aneh pada wajah adiknya.

Kedua wanita itu heran saja tiba-tiba Elgard pulang ke rumah padahal biasanya pria itu begitu banyak alasan ketika diminta oleh Ibunya untuk pulang. Semenjak pulang dari luar negeri, Elgard memang lebih memilih tinggal di apartemennya.

"Apa Ibu tau kabar Bianca selama ini?"

"Bianca?" Ami mengernyit. Dia merasa heran kenapa putranya tiba-tiba menanyakan tentang Bianca.

"Tidak. Setelah perjodohan kalian batal, Ibu tidak pernah mendengar kabarnya lagi. Memangnya kenapa dengan Bianca?"

"Iya, kenapa kau tiba-tiba menanyakannya? Kau merindukannya?" Stephanie menatap adiknya dengan mata memicing seolah mencurigai sesuatu.

"Tapi, beberapa waktu lalu aku sempat melihat wanita yang begitu mirip dengan Bianca. Tapi itu tidak mungkin Bianca, karena wanita yang aku lihat itu bekerja sebagai pelayan restoran. Wajahnya juga terlihat berbeda, lebih tirus, tubuhnya lebih kurus dan tidak ceria seperti Bianca!" Ujar Stephanie.

"Tapi mungkin itu memang dia Kak!"

"Maksudmu?" Ami dan Stephanie sama-sama bertanya.

"Aku tidak sengaja bertemu dengan Bianca beberapa waktu lalu. Ternyata keadaannya sangat memperihatinkan!"

Elgard menceritakan semuanya tentang Bianca pada dua wanita yang duduk bersamanya itu. Termasuk kejadian saat pertama kali Elgard bertemu dengan Bianca. Dimana dia menarik Bianca dari ujung bibir gedung saat Bianca ingin lompat ke bawah.

"Astaga, Ibu tidak pernah tau kalau keluarga Bianca seperti itu. Ibu juga tidak dengar tentang Ibunya yang selama ini berada di rumah sakit jiwa. Dia pasti sangat tertekan sampai ingin mengakhiri hidupnya!" Ami benar-benar terkejut ketika mengetahui tentang hal itu.

"Jadi yang aku lihat itu kemungkinan Bianca? Tapi dia sama sekali tidak menyapaku waktu itu padahal kami sempat berpapasan!" Stephanie sama terkejutnya. Dia bahkan ikut sedih mendengar kabar tentang Bianca.

"Mungkin dia memang tidak mau lagi berhubungan dengan keluarga kita. Seperti sekarang ini, sikapnya padaku benar-benar seperti orang asing!" Gumam Elgard kemudian pergi begitu saja menuju ke kamarnya hingga membuat Stephanie dan Ami saling memandang.

"Padahal Bianca itu gadis yang baik. Sayang saja Ayahnya tersandung kasus korupsi dan akhirnya membuat keluarganya hancur!" Stephanie menyayangkan akan hal itu.

"Benar, menurut Ibu dia gadis yang manis. Tapi mau bagaimana lagi, Ayahmu yang menentukan semuanya. Di dalam dunia bisnis, kita harus memilih relasi yang menguntungkan. Dulu Ayahnya Bianca adalah seorang politikus besar. Bagi pengusaha sangatlah penting menjalin hubungan dengan politikus. Makanya Ayamu menjodohkan mereka berdua. Begitu kasus itu mucul dan Tomy Johnsone di penjara, tentu Ayahmu tidak mau mengambil risiko!"

"Tapi kenapa sekarang Ibu menyetujui hubungan Elgard dengan Meriana? Bukannya dulu Ibu tidak menyukainya?" Stephanie sampai detik ini sebenarnya tidak setuju dengan hubungan Elgard dengan Meriana.

"Dulu dia belum punya nama besar seperti sekarang. Kalau ditanya apa Ibu menyukainya sebagai menantu atau tidak, ya jawabannya biasa saja. Tapi karena sekarang dia menguntungkan bagi perusahaan kita. Setiap brand yang dia kenalkan akan menjadi trend. Makanya Ayahmu merestui hubungan Elgard dengan wanita itu karena dia berguna untuk perusahaan Ayahmu!" Jelas Ami. Dia pun tidak bisa berbuat apa-apa karena seluruh kendali ada di tangan suaminya. Semua yang memutuskan adalah suaminya.

"Tapi sekarang aku justru memikirkan keadaan Bianca Bu. Aku ikut prihatin mendengar cerita hidupnya selama delapan tahun ini. Sekarang dia sendirian!"

"Benar, Ibu juga merasa kasihan padanya. Dia gadis yang malang!"

🌻🌻🌻

Malam ini Elgard menghadiri sebuah acara amal yang diadakan di sebuah gedung khusus untuk pertemuan. Dia di sana tentu saja datang dari rumah sakit yang menjadi salah satu donatur terbesar dalam acara amal itu.

Dalam lingkup bisnis dan pengusaha, acara seperti itu tentu saja berpengaruh untuk mereka karena bisa mendongkrak popularitas perusahaan dan juga menambah nilai plus bagi perusahaan itu sendiri.

Elgard malam ini hanya datang bersama sekretarisnya dari rumah sakit, bukan Meriana yang menemaninya.

Tapi tanpa Elgard sangka, dia kembali bertemu Bianca di sana. Wanita itu datang bukan sebagai tamu undangan seperti dirinya, namun Bianca ada di balik meja berisi makanan dengan seragam pelayan berwarna hitam putih.

Elgard menatap Bianca dsri kejauhan dengan tatapan iba sekaligus miris. Dia melihat mantan tunangannya sampai bekerja seperti itu padahal Bianca bagaikan Tuan putri pasa saat itu.

Pria tampak sengan tinggi seratus sembilan puluh senti itu berjalan mendekat. Dia mengabaikan sekretarisnya yang memintanya untuk duduk di bangku VIP yang telah disediakan kusus untuk para donatur.

Mata mereka berdua bertamu, namun hanya tatapan datar dari Bianca yang dia dapatkan. Wanita itu seperti tidak terkejut sama sekali saat bertemu dengannya.

"Silahkan Tuan, ada yang bisa saya bantu?" Bianca terlihat begitu baik menyambut Elgard, tapi itu hanya sebuah formalitas yang dilakukan oleh seorang pelayan seperti biasanya.

"Sejak kapan kau bekerja jadi pelayan seperti ini?" Ada rasa tak nyaman saat melihat Bianca bekerja melayani orang seperti itu.

"Maaf Tuan, itu bukan kewajiban saya untuk menjawab!"

Elgard mengepalkan tangannya dengan kuat. Dia tidak suka batas yang diberikan oleh Bianca kepadanya saat ini.

"Dokter, acara akan segera dimulai!" Bisik Sekretaris Elgard yang menghampirinya.

Mau tak mau Elgard menjauh dan menunju ke tempatnya dengan tatapan mata yang tak pernah lepas dari Bianca.

Dia terus menatap Bianca dari kejauhan. Wanita itu terlihat begitu lihai melayani para tamu untuk mengambil makanan. Bianca terlihat sudah terlalu biasa melakukan pekerjaan seperti itu.

Sampai acara itu selesai, Bianca masih terus sibuk dengan pekerjaannya. Sementara Elgard, dia sengaja menyingkir terlebih dahulu. Dia diam di tempat yang tidak disadari oleh Bianca. Dia bahkan meminta sekretarisnya untuk pulang lebih dulu hanya demi menunggu Bianca selesai bekerja.

Setelah ruangan besar itu kosong dan hanya tersisa pelayan yang masih membersihkan tempat itu, Elgard mulai mendekat.

Dia melihat Bianca sedang mengambil makanan yang tersisa dari acara itu kemudian duduk di samping meja menikmati makananya itu.

Bianca telrihat sangat lahap menyantap makananya tanpa menyadari jika Elgard sudah ada di dekatnya saat ini.

"Apa yang kau lakukan?!" Bianca terlihat marah saat piringnya ditarik begitu saja oleh seseorang. Saat ia mendongak, barulah dia tau jika Elgard adalah pelakunya.

"Apa yang anda lakukan?!" Bianca ingin menarik kembali piringnya namun Elgard menggesernya lebih jauh.

"Kenapa kau makan makanan sisa seperti ini?!" Elgard geram karena Bianca hanya makan nasi dengan kuah saja tanpa ada lauk ataupun sayur yang tersisa.

"Itu bukan urusan anda Tuan!"

"Tidak bisakah kau membeli makanan yang lebih layak Bee!" Sekarang Elgard tau kenapa Bianca menjadi kurus seperti itu. Waktu itu Bianca hanya membeli mie instan saja dan sekarang hanya makan makanan sisa tanpa lauk sama sekali.

"Makanan yang layak seperti apa yang anda maksud Tuan? Makanan itu sudah sangat layak untuk saya!"

Elgard terlihat marah dengan marah dengan jawaban dari Bianca. Dia langsung menarik tangan Bianca begitu saja.

"Apa yang anda lakukan? Lepas!!"

"Ayo makan di luar, aku bisa membelikanmu makanan yang jauh lebih enak dari itu!"

"Tidak perlu!" Bianca menghentakkan tangan Elgard namun begitu susah.

"Lebih baik anda pergi dari sini. Jangan menghambat pekerjaan saya karena saya harus segera membayar uang anda kembali!"

"Jangan pikirkan lagi soal uang itu Bee!! Sudah aku katakan tidak usah mengganti uang itu!" Sentak Elgard yang sebenarnya dia marah pada dirinya sendiri.

"Terima kasih Tuan, tapi saya tidak butuh belas kasihan anda!" Dengan sekali hentakkan tangan Elgard terlepas.

Bukan lemah, bukan juga karena tenaga Bianca lebih kuat, tapi karena ucapan Bianca yang membuat perasaan Elgard sedikit tak terima. Dia tidak mau kalau Bianca menganggap apa yang ia lakukan itu hanyalah sebuah belas kasihan. ( Terus maunya dianggap apa! Bangke emang!!😌 )

1
Marina Tarigan
jgn kamu benci sm edgart karena juga fulu dpt tekanan dari ayahnya utk meninggalkanmu
antha mom
happy ending 👍👍👍👍👍👍👍👍
antha mom
makan thor ceritanya keren banget dan happy ending 👍👍
antha mom
bisa kok 😂😂
juwita
pdhl g udh dinpkirin dr spa itu. yg penting kenyang. klo ada sisa buat nanti mlm kan bisa drpd kelaparan🤣🤣
antha mom
uang bukan yang
antha mom
"terima kalah"atau terimakasih thor
Ayla Anindiyafarisa
karna aku cemburu bee😅😅
Ayla Anindiyafarisa
emang ayahmu setuju kalau kau sama Bianca El kurasa tidak
Ayla Anindiyafarisa
aku bacanya kok sambil nangis y thor😭😭
Ayla Anindiyafarisa
miris banget y Bianca tu beli mie aja g cukup duitnya😭
Suharti
👍👍👍👍👍👍
Suharti
ya soal cerita itu terserah otor .kan aku hanya tinggal menikmati.trimakasih.
Hera sasuwe
👍🏻
Wirly Pena
karya yg bagus thor, semangat 💪

halo temen2, jangan lupa mampir di " Aku istrimu, bukan babu mu "

terimakasih 🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Sudah saatnya kalian bahagia.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Salah mu karna ga bijak untuk bicarakan dulu dengan Adel sebagai iatri mu dan mengambil keputusan sendiri... iatri mana yang ga akan salah paham kalau harus berhadapan dwngan masalah yang sama dan orang yang sama di saat Adel mulai memberi kamu kesempatan dan kepercayaan Kevin.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Iya lah MUAK sama istri suruh ngirit tapi uang mu bebas keluar besar²an demi Sofia... kan ga waras
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Banyak sekali typo Thor di tiap bab, dari kekurangan kata, kadang salah penempatan kata dan kadang kata yang hilang jadi bacanya suka bingung.. coba kroscek lagi ceritanya biar enak di baca.🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hmmm... syukurlah kamu sadar Sofia jadi jangan ganggu lagi RT Kwvin Adel meaki dwngan alasan minta tolong...
mending jual saja rumahnya dari pada pusing² dan jadi beban trs kalau ada sisa uang bisa beli rumah yang kecil dan kalaupun ga ada sisa yang penting angsuran gadai sudah lunas dan kamu bisa kerja lagi buat kebutuhan sehari².
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!