Kehidupan yang di jalani Hana sangat bahagia, apalagi saat kekasihnya menikahinya. Namun kehidupan bahagia itu hanya sebentar saja berpihak padanya. Kehidupannya yang dulu bahagia kini perlahan hilang saat sang suami berselingkuh dengan seorang wanita yang sangat dia percaya. Bahkan mereka pun mencoba untuk membunuhnya. Lalu apa yang akan di lakukan oleh Hana setelah menyadari semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliyah Ramahdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu fira
Angel membelokkan mobilnya ke arah restaurant yang terkenal dengan tempat para sultan. Mayang pun ikut masuk ke sana, dia memilih tempat duduk yang sedikit jauh dari tempat angel
Angel memesan beberapa makanan, dan mengirimkan pesan pada Fira. kemudian menghubungi Rangga untuk menyusulnya di restaurant tersebut
Tak berapa lama pesanannya pun tiba, bertepatan dengan datangnya Rangga. Mayang sedikit terkejut melihat Rangga di sana. tanpa dia tau bahwa angel memang sengaja ingin memperlihatkan kemesraannya dengan Rangga
Angel langsung berlari kecil menyambut kedatang Rangga, dia sengaja merangkul lengannya dan membawanya ke meja mereka
" Maafkan aku ya, tadi aku sedikit kasar padamu" ucapnya dengan manja
" Tidak apa-apa. ternyata kamu hanya butuh makan? kenapa gak bilang aja sih?" ucap Rangga
" Iya sebenarnya aku ingin sendiri, tapi entah mengapa aku selalu memikirkanmu. makanya aku memintamu kemari, kamu tidak marah, kan?"
" Tidak dong. masa hanya hal kecil saja aku harus marah pada wanita secantik kamu" ucapnya sembari mencium tangan angel
Mereka nikmati makanan. sementara Mayang makan dengan tidak tenang lantaran emosi dan rasa cemburunya sudah membuncah melihat kemesraan yang di tunjukkan kedua orang itu
Angel menyelesaikan makannya, dan meminta Rangga untuk membayarnya. dengan makanan seharga enam juta itu tidak masalah bagi Rangga, itu hanyalah uang receh baginya jika menyangkut soal angel
Melihat keduanya akan pergi, Mayang pun beranjak dan ingin menghampiri mereka. namun, saat dia mendekat, sosok Fira muncul di tengah mereka. Rangga sangat terkejut begitu juga dengan Mayang.
" Rangga?" ucapnya
" Fira?" ucap Rangga gugup
" Mayang?" ucap Fira lagi
" Siapa wanita ini, mas?" tanya angel menampakkan wajah penasaran
" Dia...., dia teman istriku" jawabnya
" Kamu siapa? kamu kekasihnya?" tanya Fira pada angel
" Iya, aku bahkan bisa di bilang calon istrinya" jawab angel
" Apa? jika kau calon istrinya, lalu wanita ini siapa? bukankah kalian sudah menikah?" tanya Fira membuat wajah Rangga menjadi pucat
" Apa benar yang di katakan wanita ini, mas?" tanya angel
" Tidak, jangan percaya ucapannya. dia hanya benci padaku karena aku tak bisa menyelamatkan sahabatnya" jawab Rangga
" Mayang? apa pria itu sudah membuangmu setelah mendapatkan wanita yang lebih cantik dan seksi? apa selama ini kau hanya di jadikan budak seks oleh pria ini?" ucapnya
" Cukup..!! apa maksudmu? aku dan mas Rangga, tidak punya hubungan apa-apa" jawab Mayang
" Kamu dengar sendiri, kan? dia itu hanya pembantuku"
" Waaahhh... kejam sekali kau Rangga. dia ini adik mendiang istrimu, mana bisa kau mengakuinya sebagai pembantu mu?" ucap Fira menggelengkan kepalanya
" Diam kamu Fira..!! tau apa kau..!! aku dekat dan jalan sama siapapun itu adalah hak ku"
" Iya aku tau itu hak mu. tapi aku juga punya hak untuk mengingatkan pada wanita ini. anda terlihat pintar dan kaya, jadi sebaiknya pikir-pikir deh kalo mau menjalin hubungan dengan pria ini. dia tidak sebaik yang anda bayangkan, hati-hati berurusan dengannya" ucap Fira kemudian berlalu begitu saja
" Jangan pikirkan omongan wanita gila itu. dia mungkin hanya tak suka jika aku mencari pengganti sahabatnya" ucap Rangga
" Lalu, ngapain pembantumu di sini? apa dia sedang mengikuti kemana pun kita pergi?" tanya angel
" Apa yang kau lakukan di sini Mayang?" tanya angel
" Aku sedang bertemu temanku" jawabnya berbohong
" Pantas saja gayanya seperti majikan saja. apa yang akan di katakan temanmu jika kerjaanmu tak sesuai dengan gayamu" ucapnya tak sengaja melihat kalung yang di kenakan oleh Mayang
" Kalungku, itu adalah kalung pemberian terakhir ayah" bathinnya seperti ingin sekali merampas kalung itu
" Ayo kita pergi, tidak usah mengurusi pembantu itu" ucap Rangga mengajaknya
" Kalung yang di kenakan pembantumu kelihatan sangat indah. aku menyukainya" ucapnya lagi
" Itu hanyalah kalung murah. aku bisa memberikan yang lebih mahal padamu"
" Kamu pikir aku tak mampu beli kalung mahal? tapi aku hanya bilang kalungnya terlihat sangat indah" ucapnya lagi
" Apa kau mau kalung itu?"
" Tidak. ya sudah terima kasih karena menemani ku hari ini. aku ingin beristirahat, sebaiknya kamu juga pulang lah" ucapnya kemudian masuk ke dalam mobil
" Baiklah, hati-hati di jalan" ucap rangga melambaikan tangan pada angel
********
Beberapa hari kemudian, saat angel sedang ke salah satu mall bersama Krisna. tak sengaja Mayang memergoki mereka, dia pun segera mengambil beberapa foto mereka yang sedang makan berdua
" Kenapa dia bersama pria itu? apa mereka sedang mencoba menipu mas Rangga?" gumamnya
Matanya terus mengikuti kemana angel dan pria itu pergi. tanpa tak terasa dia sudah berada di luar. dia melihat Krisna sudah pergi lebih dulu, dan tak lama Rangga pun datang
Lagi, Mayang kembali merasa kesal dengan kemesraan mereka
" Lihat saja, akan aku adukan kau pada mas Rangga. aku tau kau dan pria itu sedang mencoba membodohi kami" gumamnya sembari mengepalkan tangan
" Aku ingin memberikan sesuatu padamu" ucap Rangga menggenggang tangan angel
" Apa itu mas?"
Dia mengeluarkan sebuah kotak perhiasan. angel sangat mengenal kota itu. ya, itu kotak perhiasan yang di berikan oleh ayahnya
" Maaf, bukan aku tak ingin memberimu perhiasan yang baru dan mahal. hanya saja kamu sangat menginginkan kalung berlian ini, kan. makanya aku mengambilnya dari Mayang" ucapnya setelah membuka kotak itu
Perasaan angel campur aduk, dia merasa senang dan sedih, namun ada rasa benci juga menyatu di dalamnya
" Ini kan punya pembantu mu itu, mana mungkin aku tega menerimanya"
" Bukan. ini adalah perhiasan istriku dulu. tapi wanita itu mengambilnya karena merasa jika itu cocok untuknya" jawabnya
" Benarkah? berarti tidak masalah kan, jika aku menerima kalung ini?" tanyanya
" Tidak, ini kalung kesayangan istriku. dan sekarang aku ingin kalung ini menjadi milikmu" ucapnya lagi sembari membantu angel untuk memasang di lehernya
" Terima kasih " ucap angel
" Bagaimana kalo kita ke rumahku? aku sedang tidak ingin melakukan apapun hari ini. aku hanya ingin bersamamu" ajaknya
" Baiklah, yang penting pembantumu itu tidak menganggu ku" ucapnya
" Iya, aku pastikan dia tak akan mengganggu kita" ucapnya
Sore itu mayang kembali ke rumah setelah pergi entah kemana. tapi dia sedikit terkejut melihat mobil Rangga dan wanita itu sedang terparkir di halaman rumahnya
Dia segera masuk dan tujuan utamanya adalah kamar tidurnya, dia membuka pintu dan mendapati angel sedang duduk di atas pangkuan suaminya dengan posisi saling berhadapan
" Sialan, kalian...!" teriaknya
" Astaga... mengganggu saja kau" ucap angel masih tetap berada di atas pangkuan Rangga tapi masih dengan pakaian
" Tega kamu Rangga" ucapnya
" Keluar...!!!" pinta Rangga masih berusaha membuat juniornya bangun yang sedari tadi hanya berdiam dan tak berdaya. bagaimana tidak, angel telah mencampurkan obat pada minumannya, agar kejantanan Rangga tidak dapat berfungsi saat sedang bersamanya
" Jahat kau Rangga"
" Yaelah, kau seperti tak pernah begini saja" ucap angel
" Apa maksudmu? dan itu kalungku, kan? kenapa bisa ada padamu?" ucap Mayang menghampirinya dan menariknya turun dari kasur
" Auwww" rintih angel sengaja kesakitan
" Mayang...!!! jangan kurang ajar kamu jadi orang. kau ingin melukainya lagi?"
" Kau tega membawa wanita lain di tempat tidur kita, Rangga"
" Kembalikan kalungku..!!" ucap Mayang berusaha merampas kalung itu
Plak...!!!
" Siapa kau berani membentaknya? kalung ini miliknya. dari awal kalung ini juga bukan milikmu, kan? kau hanya mengambil punya istriku" ucapnya
" Jahat kamu Rangga, aku benci padamu" ucap Mayang sembari memukul dada Rangga
Bruukkk ...!!!
Rangga mendorong tubuh Mayang hingga jatuh dan menabrak lemari
" Kau tidak apa-apa, kan?" ucapnya memeriksa tubuh angel, sementara angel hanya mengangguk
" Tapi aku belum selesai denganmu. aku ingin melanjutkan di sini, di depan wanita itu. biar dia tau diri dan tidak mengaku lagi bahwa kau adalah miliknya" ucap angel
" Tapi kamu tidak merasa risih ada dia di-"
" Tidak, aku senang kalo dia melihat kita. karena aku tak suka menjalin hubungan secara sembunyi. itu rasanya sangat melelahkan dan tidak nyaman" ucapnya menyinggung ucapnya yang pernah di katakan oleh Mayang
" Dasar wanita gila...!! keluar kalian dari kamarku....!!! " teriak Mayang
" Jangan dengarkan dia. sebaiknya kita lanjutkan saja"
" Tapi bagaimana ini, barangmu saja tidak bisa berdiri. beda sekali saat kau di rumahku. apa mungkin istrimu sedang mengawasi kita? sebaiknya kita keluar saja" ucapnya melangkah keluar dan mencoba menghindari luapan emosinya jika bersama kedua orang itu