NovelToon NovelToon
Nadila Dan Si Kembar

Nadila Dan Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Nikahmuda
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mia Putry

seorang gadis belia yang harus menjalani kehidupan dengan berbagai ujian yang berat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 4

Kejadian Nadila menghilang pun jadi heboh di kampung mereka. Banya spekulasi tentang kejadian itu.

Ada yang berpikir bahwa Nadila bukan gadis baik baik. Ada juga yang mengatakan bahwa Nadila kerja hanya untuk menutupi kerjaan sebenarnya.

Bahkan ada yang tega mengatakan kalau Nadila bekerja sebagai gadis panggilan.

Tapi semua fakta itu tidak benar. Membuat bibi Santi dan paman Restu geram dengan warga. Bahkan tidak segan untuk menegur mereka.

" Nadila hilang itu hal biasa bu. Dia kan memang kerajaan begitu. Panggilan om om. Maklum kan Nadila kekurangan uang." Ucap seorang ibu ibu tetangga sebelah rumah.

" Ahk palingan juga kalau sudah dibayar mereka akan tenang tenang saja yah kan ibu ibu. ?" Ucap yang satunya lagi.

Tak berapa lama paman Restu pin lewat di tempat itu, ketika beliau beru pulang kerja '.

".  Itu juga pamanya , kan orang susah . Pasti dia jual kan itu keponakan nya . Kan Nadila cantik . Tidak seperti Mia. Pasti banyak om om yang mau bayar tubuhnya. " Ucapnya lagi. Sontak paman Restu memberhentikan motornya lalu mendekati para ibu ibu gosip itu. Dengan tatapan tajam , seketika mereka pun sedikit menciut.

" Apa maksud dari ucapan kalian tadi. ?" Bentak paman Restu.

" Memang faktanya kan Nadila itu gadis panggilan. " Sontak paman Restu langsung menampar ibu itu.

Plak.

Diapun berkata.

" Jaga ucapanmu Dian , jangan samakan ponakanku dengan anakmu yang kerjanya memang begitu. Nadila hilang bukan karena itu. Tapi dia terkunci dalam toko ibu Rahma dan ponselnya mati. " Ucap paman Restu . Sengaja menceritakan sedikit kebohongan.

" Awas kamu yah Restu. Akan ku balas perbuatan mu!! " Ucap ibu yang bernama Dian tersebut.

" Apa yang kalian lihat. Apa mau seperti ibu Dian , begitu ?" Ucap paman Restu sambil menatap tajam kearah mereka .

Paman Restu pun pergi meninggalkan mereka semua begitu saja sambil menahan kesal di dada.

" Awas kamu Dian . Dari dulu selalu mencari masalah dengan keluargaku. Awas aja kalau kamu macam macam . Akan kubalas semua perbuatannya. " Guman paman Restu dalam hati. Sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat.

Tok tok tok tok tok

" Asalamualaikum , ayah sudah pulang. " Ucap paman Restu.

"Alaikum salam paman ,sebentar ," jawab Nadila  dari dalam rumah

Terdengar langkah kaki dari dalam rumah.

Tap tap tap tap tap.

Ceklek .

Pintu terbuka

" Nadila sudah pulang nak, "?" Tanya paman Restu .

" Iya paman. " Jawab Nadila.

" Bibi sama Mia mana,? Adikmu si kembar juga kemana ,kenapa sendiri dirumah. ?" Cecar paman Restu. Dia sedikit khawatir pada Nadila ketika dia sendirian .

" Oh itu, bibi lagi pergi pengajian. Sedangkan Mia dan si kembar lagi antar pesana kue bibi Santi , di kampung sebelah. " Jawab Nadila.

" Oh iya. Nadila sudah makan ,? " Tanya paman Restu lagi.

" Sudah paman , " jawabnya.

" Ya sudah , paman mau mandi dulu , " ucapnya sambil berlalu ke dalam .

@@@@@@@#

Di tempat lain. Dikota M

" Jadi kami sudah tau siapa dalangnya ?" Tanyanya dingin sedingin es. Membuat orang orang yang berada didekatnya ketakutan.

" Iya bos. Dia adalah wanita yang bos tolak waktu itu. Dia marah karena tidak bisa mendapatkan bos. Dia bertekad memberi bos obat laknat itu . Berharap bos mencari nya untuk melepaskan pengaruh obat itu. " Sang bawahan menjelaskan secara detail dan lengkap. Agar sang bos berkurang kemarahannya.

" Baik , kerja bagus. " Dia berucap sambil melemparkan amplop coklat yang berisi uang. " apa kalian menahan wanita jalang itu ?" Lanjut nya lagi.

" Iya bos. Tapi apa bos tidak memperhatikan dulu . Dia bukan anak orang sembarangan bos. Dia anak dari Hartawan Wiguna. Pengusaha dari kota m juga bahkan mereka berencana untuk menjodohkan kalian" Ucap sang bawahan dengan sedikit keraguan.

" Oh , jadi dia anak tua Bangka itu. Bagus. Akan menarik. Ternyata Putri Hartawan tidak tau siapa aku. " Seringainya lagi.

" Hmmmmmm kalian awasi dia baik baik. Jangan sampai publik tau " lanjutnya lagi.

" Baik bos. " Jawab mereka bersamaan.

" Hmmmmmmm sepertinya tua Bangka tidak tau kelakuan Putri Hartawan yang terhormat. " Gumamnya sambil tersenyum licik.

@@@@@@@@

Sejak kejadian naas itu Nadila tidak lagi bekerja dengan ibu Rahma. Nadila fokus dengan sekolahnya. Nadila pun tidak keluar rumah lagi. Dia hanya akan kesekolah dan belajar kelompok.

Bibi Santi dan paman Restu pun maklum dengan apa yang di lakukan oleh Nadila.

Sebisa mungkin paman Restu dan bibi Santi menutupi kejadian itu.

Lain juga dengan Imam, sejak kejadian naas itu Nadila menjauhinya. Karena Nadila merasa malu padanya. Ibu Rahma juga tidak bisa memaksa Nadila kerja di toko nya lagi.

Sebulan kemudian.

Hoek Hoek. Hoek.

Nadila muntah muntah di toilet sekolah.

Entah kenapa tiba-tiba saja dia mual dan tidak selera makan.

Bukan itu saja, Nadila seakan akan malas untuk beraktivitas. Nadila selalu malas malasan. Tapi karena hari ini hari kelulusan ya. Dia tetap kesekolah.

Disaat dia sedang mengeluarkan isi perut nya di dalam toilet ada seorang siswa , yang tak lain adalah anak Dian . Dia mengintip dari balik pintu toilet dan bergumam. Dalam hati.

" Pasti dia hamil sama dengan kakak dulu ketika hamil . Muntah muntah terus seperti Nadila. ' gumamnya sambil terus memandang Nadila dan tersenyum penuh arti.

" Ini akan jadi berita heboh ni " ucapnya sambil merekam Nadila diam diam.

Tak lama berselang Nadila pun menangis tersedu, dia pun berucap

" kenapa Nadila harus begini ya Allah. "

Nadila lalu mengelus perutnya yang rata dan berkata lagi. " Maafkan ibumu nak. Ibu belum bisa cerita sekarang pada paman bibi. "

Sontak Ria anak ibu Dian membelalakkan matanya dengan apa yang dia dengar.

" Berarti benar dia hamil , hamil diluar nikah. Cih , dasar munafik. Katanya gadis Baik-baik tapi ternyata . Mampus kamu setelah ini kamu akan terusir dari kampung . Tunggu saja" ucap Ria sambil tersenyum licik. Ria pum pergi dari tempat itu dengan penuh semangat.

Selang beberapa menit Nadila pun keluar dari toilet wanita. Nadila pun bergegas ke kelasnya .

Saat dia menuju kekelasanya semua mata tertuju padanya sambil berbisik bisik sambil menunjuk kearah Nadila.

Nadila pun heran , tapi cuek saja . Dari dulu selalu seperti itu pikirnya.

Tiba Mia memanggil Nadila

" Nadila , sini , " uca Mia hampir berbisik.

" Ada apa Mia ?" Nadila ikut ikutan berbisik.

Sejak dulu kalau ada berita heboh pasti akan seperti itu.

" Kamu jadi trending topik hangat kali ini . Dan kamu tau dari siapa berita itu.?" Ungkap Mia , terdengar ada kemarahan disana.

" Maksud kamu apa Mia ?" tanya Nadila penasaran

" Semua orang tahu bahwa Nadila hamil. " Ucap Mia sendu.

Duar

Seakan disambar petir disiang hari

Nadila begitu kaget dan langsung lemas . Seakan kakinya tak bertulang lagi.

" Dari mana mereka tau Mia ?" Tanya Nadila

" Video itu beredar di grup sekolah. Entah siapa yang menyebarkan lebih dulu." Ucapnya lagi.

" Apa kamu sudah mehat video itu Mia ?" Tanya Nadila penasaran dengan video itu.

" Ini " jawabnya sambil memberikan ponselnya pada  Nadila.

" Ini,,,,,,, " Nadila pun bergegas keluar menuju kelasnya bergegas mengambil tas nya dia ingin segera pulang ke rumah .

"""""""""""

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!