NovelToon NovelToon
TIRAKAT 2

TIRAKAT 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Tumbal
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Berdasarkan kisah nyata.

Novel ini adalah seri kedua dari novel TIRAKAT. Menceritakan tentang kehidupan Nisa (Aku) setelah kejadian mengerikan yang hampir saja merenggut nyawa Bapaknya, yang telah dikisahkan pada seri sebelumnya.

Apakah Nisa melanjutkan tirakatnya?
Bagaimana kehidupan berjalan berikutnya?
Bagaimana pandangan orang-orang di sekitarnya sekarang?
Dan... Apakah Bapak bisa kembali normal?

SELAMAT MEMBACA... ☺️☺️☺️
.
.
.
!!! DISCLAIMER!!!

Seluruh nama tokoh, nama tempat, nama daerah, telah disamarkan. Apabila ada kesamaan, harap dimaklumi. Dan novel ini ditulis bukan untuk menyudutkan seseorang, tokoh, tempat, daerah, agama, atau kepercayaan tertentu. Murni hanya berbagi kisah dengan para pembaca sekalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

UNTUK PERTAMA KALINYA, BATINKU DISERANG DAN LEMAH!

Saat melihat sosok Gilang, aku beranjak berdiri. Namun masih tetap berada di samping Risa yang terduduk di kasurnya.

"Gilang...?"

"Hihihi..." dia hanya tertawa saat aku menyebut namanya.

"Mbak... Tolong lepaskan aku dari dia Mbak..." terdengar suara Risa di belakangku. Mulai terdengar gemetar pelan suaranya.

"Tenang ya Ris, ada Mbak sekarang." jawabku tanpa menoleh ke Risa.

"Hihihi... Kakak masih ingat aku...?" tanya Gilang dengan tersenyum menyeringai.

"Sekarang aku sudah punya teman baru loh Kak...!" tambahnya.

"Bukan! Risa bukan teman kamu Gilang!" jawabku langsung tegas saat memahami siapa sosok teman baru yang Gilang maksud. Mencoba menolak apa yang menjadi anggapan makhluk halus kecil itu tentang Risa.

"Lagian kamu mau apa lagi?" tambahku.

"Karena Kakak gak izinkan aku buat ikut sama Kakak..." jawabnya.

"Iya... Karena Kakak gak mau. Dunia kita berbeda. Dan kamu---" belum sempat aku selesai bicara, Gilang menyela dengan bertanya...

"Kakak gak ingat sudah aku tolong?"

"A-apa maksud kamu?"

"Kakak sudah aku tolong saat di rumah itu... Saat Kakak coba membawa pulang anak itu..."

Seketika itu juga, aku kembali teringat dengan kejadian Farhan menghilang. Saat dimana aku berada di sebuah rumah di alam ghoib itu. Yaitu ketika hampir aku berhasil kembali ke ragaku di dunia nyata. Gilang memang mencoba menghadang sosok lain yang hendak menyentuhku.

"Kakak justru tak menolongku...!" tambah Gilang.

Kini raut wajahnya tampak sedih. Mencoba memainkan emosi dan perasaanku. Dengan cara membawaku kepada kejadian yang pernah ku alami.

"Kakak waktu itu melihat aku di pukul sama sosok menyeramkan itu. Dia lebih kuat dari aku. Tapi Kakak tak menolongku...!" tambahnya.

Semakin merasa terpukul hatiku mendengarnya. Dan kini aku merasa bersalah pada Gilang.

"Gilang... Maafkan Kakak..."

"Aku gak mau maafkan Kakak..."

Gilang mulai berjalan mendekat dua langkah. Lalu berhenti.

"Kakak jahat...! Kakak bukan manusia yang baik...! Kakak manusia yang tega...!"

"Enggak, itu gak benar Gilang..." jawabku.

Aku menjadi seperti tertekan oleh energi Gilang. Entah kenapa bisa, energinya yang sekarang lebih besar dari pada energinya saat pertemuan terakhirku dengannya.

Apakah ini karena Risa mengizinkan dia untuk ikut?

Apakah ada energi dalam diri Risa yang diambil olehnya?

"Kakak cuma peduli sama anak manusia...! Tapi Kakak gak peduli sama aku...!" kata-katanya terasa semakin menusuk hatiku. Seolah dia sedang mengobrak-abrik sisi perasaanku sebagai manusia.

"Jika memang kamu menganggap Kakak adalah manusia yang jahat, kenapa kamu sekarang malah mengganggu kawan Kakak?" yang ku maksud adalah Risa.

"Kamu sekarang malah jadi sosok makhluk halus kecil yang jahil. Dan Kakak gak suka itu!" aku mencoba menguatkan diriku dengan alasan seperti itu.

"Aku gak jahil... Aku juga ada di sini karena Kak Risa izinin aku buat ikut. Gak seperti kamu Kak! Kamu jahat!"

Lagi-lagi... Entah kenapa hatiku seperti semakin tertekan mendengar jawabannya. Aku memejamkan kedua mataku. Menarik napas dalam-dalam. Lalu menghembuskannya perlahan sambil mengucap kalimat istighfar dalam hati.

Namun, apa yang diucapkan oleh Gilang, membuatku semakin tertekan dan seolah kehilangan kekuatan batinku!

Gilang berkata, "Gak ada gunanya semua ibadahmu Kak! Kamu sok suci di hadapan Tuhan! Padahal kamu manusia penuh dosa Kak!"

DEG!!! Jantungku seolah berhenti mendengar ucapannya itu!

"A-a-apa maksud kamu Gilang?!"

"Tuhan tidak akan menerima ibadah dari manusia yang jahat sepertimu Kak..."

Seketika itu juga, terasa lemas tubuhku. Namun aku masih bisa berdiri. Lalu... Risa berkata kepada sosok Gilang dari arah belakangku...

"Justru kamu yang tak diterima oleh Tuhan!"

"Kenapa Kak Risa malah ikut menyerangku? Kita kan sudah menjadi teman..." jawab Gilang, sambil dia mulai berjalan mendekat lagi.

Kali ini, entah energi besar apalagi yang kurasakan dari Gilang. Dia mampu berjalan. Semakin mendekat. Lalu tubuhnya itu menembus tubuhku. Seolah seperti bayangan yang lewat begitu saja.

Tubuhku terasa kaku saat sosoknya menembus. Terasa sekilas rasa marah bercampur rasa suka.

Beberapa detik aku terpaku, namun akhirnya aku bisa menggerakkan lagi tubuhku ini. Aku berbalik badan perlahan.

Tiba-tiba...

Saat aku berbalik dan melihat Risa... Wajahnya berubah pucat pasi. Dan aku langsung paham. Gilang merasuki tubuh Risa.

Risa dengan perubahan pada wajahnya itu. Menatap tajam ke arahku. Dengan ekspresi wajah yang datar dan dingin.

Suasana kamar Risa mendadak hening. Sangat hening. Dan juga... Dingin.

"Nisa... Kamu hanyalah manusia yang tak bernilai di mata Tuhan... Kamu hanya menolong orang yang kau kenal semata... Tapi tidak menolong aku yang sudah membantumu selamat dari sosok menyeramkan itu..."

Semua kalimat yang terucap dari mulut Risa, semakin membuat tubuhku lemas. Dan juga semakin membuat batinku terjerumus dalam hasutan Gilang yang merasuki tubuhnya.

Aku terduduk di pinggir kasur Risa. Lemah batinku. Saat ada sosok makhluk ghoib yang merasuki tubuh seseorang yang kukenal.

Ini pertama kalinya aku merasakan kelemahan batin sehebat ini.

"Kamu adalah manusia yang tak tahu terima kasih. Kamu hanyalah manusia yang merepotkan orang lain. Sudah berapa orang yang menjadi korban dari kemampuanmu itu Nisa..."

Tiba-tiba, setelah ucapannya itu, Risa mulai menggerakkan tangan kirinya. Menyentuh dahiku. Dan langsung muncul semua kilasan balik semua kejadian di masa lalu dalam pandanganku!

Tampak jelas ketika Pak Handoyo sakit...

Tampak jelas pula ketika bapakku pun sakit karena perbuatanku yang menolong Pak Handoyo...

Tampak jelas saat bapak mencekik diriku, hampir membuatku mati...

Muncul dengan jelas pula sosok mengerikan berkuku panjang itu yang hampir merenggut jiwa bapakku...

Dan juga muncul bayangan Farhan yang menghilang...

Bergetar hebat batinku. Dan semua perasaan bersalah itu seolah dihantamkan kuat-kuat oleh energi Gilang yang merasuk dalam tubuh Risa.

Tanpa sadar, air mataku mengalir. Menetes perlahan membasahi kedua pipiku.

"Maafkan aku... Hiks hiks hiks..."

Saat Risa (Gilang) melihatku menangis, dia menyeringai mengerikan.

"Menangislah Nisa... Tapi tak akan ada yang bisa memaafkanmu... Hihihihi..."

Kedua mata Risa, tampak dengan jelas kini berubah menjadi hitam seluruhnya. Persis seperti mata Gilang.

"Menangislah... Berikan semua energimu padaku... Dan juga energi Risa ini pun akan menjadi kekuatanku... Hihihihi..."

Aku memejamkan kedua mataku. Namun seolah semakin hilang kekuatan batinku. Aku merasa sangat lemah saat ini... Aku tak tahu harus bagaimana...

Namun tiba-tiba...

Sebuah cahaya kuning keemasan muncul saat kedua mataku terpejam itu. Ku buka kedua mataku.

Dan aku melihat dengan jelas, selendang Dayang Putri sudah ada di pundakku. Menjulur ke bawah sampai menyentuh kedua kakiku.

Seketika itu juga, Risa yang masih dirasuki Gilang, tampak melepas tangan kirinya dari dahiku. Mundur ke belakang. Dan terlihat ketakutan dia.

Lalu... Aku mendengar suara Dayang Putri berbicara dengan tegas kepada Risa (Gilang) itu tanpa kehadiran sosoknya di dekatku...

"PERGILAH!!! KAU TAK AKAN PERNAH BISA MENJERUMUSKAN SIAPAPUN!!!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!