NovelToon NovelToon
WABAH

WABAH

Status: tamat
Genre:Penyelamat / Hari Kiamat / Horror Thriller-Horror / Sci-Fi / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

Ledakan pada sebuah laboratorium saat anak kelas XII IPA sedang praktek fisika, menjadi sebuah tragedi yang menagkibatkan menyebarnya wabah.

Zach dan Carol serta murid yang lain menjadi korban peristiwa tragis itu. Wabah penyakit yang menyebabkan manusia berubah wujud menjadi kera.
Virus merajalela,korban berjatuhan. Semua orang berputus asa, akankah dunia kiamat.
Apakah akan ditemukan obat untuk menangkal virus jahat itu.

Siapakah sebenarnya Pak Edward, orang yang menyebabkan virus itu.

Berhasilkah Zach dan Carol menyelamatkan diri?

Siapakah Jhon sebenarnya? pria paruh baya yang mencoba menyelamatkan Zach dan Carol dari daerah pandemi?
apakah pemerintah akan membumi hanguskan kota kecil tempat tinggal.Zach dan Carol.

Yuk simak cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2. Cerita Vivian.

Anak-anak kelas XII IPA, telah berkumpul di kelas. Sepuluh menit lagi jadwal praktek di laboratorium akan dimulai. Mereka sudah kasak kusuk,

karena Pak Edward belum muncul.

Biasanya guru mereka itu sudah berada di laboratorium menunggu mereka. Tapi sepertinya sang guru akan datang terlambat. Terlebih, mereka tau istri guru mereka masuk rumah sakit.

Sambil menunggu, anak-anak itu bermain sesukanya. Ada yang ngerumpi dalam kelas. Ada yang di kantin. Berlarian tidak jelas di halaman.

Sebagian lagi memainkan ponselnya.

Zach sedang di belakang kantin. Diam-diam dia merokok bersama dua orang temannya.

Carol bersama Megan dan Vivian. Entah apa saja bahan obrolan mereka. Carol begitu serius menanyakan beberapa hal pada Vivian.

"Vi, kamu dapat info darimana soal ucapanmu tadi pagi?" celetuk Carol tiba-tiba menyela topik pembicaraan.

"Omongan apa?" Vivian bingung.

"Soal Pak Guru kita. Pak Edward," bisik Carol. Melirik kesekitar, takut ada yang menguping pembicaraan mereka. "Kamu tadi bilang Pak Edu melakukan penelitian khusus, tentang penyakit istrinya."

"Oh, itu. Papa gue yang cerita ke Mama. Trus aku dengar, gitu. Kenapa?" Vivian balik bertanya, acuh.

"Jadi Lo nguping obrolan Nyokap ama Bokap Lo?" timpal Megan geleng kepala.

"Kan gak sengaja. Mama dan Papa ku juga kalau dibilang bisik-bisik kayak bicara biasa."

"Udah, gak usah bahas soal itu. Aku mau tau beliau itu omong apaan saja?" mimik Carol begitu serius.

"Hem," Vivian memejamkan matanya. Mengumpulkan memorinya sebelum lanjut cerita.

"Sebenarnya aku merinding mendengar cerita ini, Carol. Gak nyangkut di otakku juga. Tapi aku tahu ini masalah serius!" seru Vivian memperbaiki posisi duduknya. Spontan Carol dan Megan juga berulah sama.

"Tapi janji ya, jangan bilang siapa-siapa. Ntar kita kena masalah dan masuk bui!"

"Ih, kamu nakut-nakuti kita ya?" seru Megan dengan ekpresi tegang.

"Hais! Kamu bisa diam gak sih, Megan!" sikut Carol tidak sabar.

"Kata papaku, Pak Edu melakukan penelitian obat kanker. Gabung dengan para ilmuwan di kota kita ini. Selama ini kita gak tau kalau Pak Edu itu bukan guru biasa. Beliau itu seorang peneliti. Sedang menangani proyek dari pemerintah. Dan basisnya dilakukan di kota kita ini,"

"Pada awalnya gak ada masalah. Tapi sejak istri beliau sakit sakitan, Pak Edu menjadikan istrinya percobaan. Dan hasilnya lumayan. Istri Pak Edu, berangsur pulih. Tapi terjadi sesuatu yang aneh, istri Pak Edu berubah wujud."

"Haah!" seru Carol dan Megan beramaan.

Kok, berubah wujud sih. Kok bisa?" seru Carol tegang.

"Iya, entah gimana ceritanya. Ternyata Pak Edu meneliti obat dengan menyatukan DNA monyet sama DNA nya. DNA kelelawar sama DNA istrinya. Trus itulah yang dijadikan obat istrinya.Mungkin itu sebabnya tubuh istrinya jadi berbulu kayak monyet."

"Ih, kamu ngarang Vi! Udah hentikan cerita kamu yang tidak masuk akal itu." Megan merinding mendengar cerita Vivian.

"Trus selanjutnya gimana, Vi?" Carol semakin penasaran mendengar cerita Vivian.

"Selanjutya aku kurang jelas. Soalnya aku ketahuan lagi nguping." sahut Vivian datar.

"Ih, sebal, cerita kamu nge gantung begitu. Bikin penasaran saja." lengos Carol kesal. Dia ingat akan mimpinya itu lagi. Membuatnya merinding. Tapi disimpannya saja perkara itu. Takut jadi bahan tertawaan temannya. Tapi, kok bisa mimpinya saling terhubung dengan cerita Vivian? Walaupun beda versi.

"Yah, inti ceritanya. Semua fasilitas penelitian Pak Edu ditarik pemerintah. Apalagi ada teman sejawatnya yang menghasut. Padahal penelitian Pak Edu sudah semakin dekat, ke tahap akhir. Tinggal penyempurnaan saja. Tapi tanpa dana dari pemerintah, mana bisa Pak Edu melanjutkan pengobatan istrinya itu. Makanya, istri Pak Edu drop lagi."

"Ih, kasihan juga ya. Tapi kalau dipikir, Pak Edu salah juga kan. Penelitiannya itu sangat berbahaya. Apalagi karena wujud istrinya berubah, jadi berbulu kayak monyet. Hiiii!" Megan merinding.

"Tapi kalau menurutku, sebaiknya penelitian Pak Edu dilanjutkan saja. Pasti Pak Edu memiliki ramuan atau obat penangkalnya. Bukan dihentikan sepihak begini." tukas Vivian.

"Betul, menurutku juga begitu. Biar diselesaikan dulu ya kan? Gak setengah jalan begini. Bagaimana kalau malah terjadi sebaliknya. Tubuh istri Pak Edu menyebarkan virus dan membahayakan umat manusia?" ucap Carol serius.

"Dih, Carol. Ucapan kamu itu loh. Bisa jadi doa." sahut Megan semakin merinding.

"Jangan diambil hati, Megan. Kita kan cuma berpraduga aja. Siapa juga yang mau kena virus aneh. Sudah cukup loh, kejadian virus Covid kemarin." sela Vivian.

Sebuah mobil memasuki halaman sekolah. Mereka kenal itu adalah mobil Pak Edu.

"Eh, itu Pak Edu sudah datang." Megan langsung beranjak dari duduknya. Tapi Vivian menahan lengan Megan.

"Ingat Megan, cerita kita tadi jangan sampai keluar. Cuma antara kita bertiga, paham?"

"Iya, siapa juga mau ceritakan itu ke orang lain. Aku sudah ngeri duluan." Megan mengambil tasnya dan berlari ke arah labora.

"Kamu percaya sama dia?" Vivian angkat bahu mendengar ucapan Carol.

"Kamu sendiri, percaya ceritaku, gak?" Vivian malah balik bertanya.

"Masuk di akal sih. Yang gak masuk logikaku, buat apa Pak Edu di sekolah kita jadi guru Fisika. Jika beliau sudah sekelas peneliti?"

"Maksudmu?"

"Aku malah kepikiran, apa kota kecil kita menjadi ajang percobaan ilmu. Maksudku, jangan-jangan kota kecil kita ini menjadi target untuk sebuah percobaan."

"Sudah-sudah!" Kibas Vivian ngeri, ayo kita masuk. Jangan menduga macam-macam Carol."

"Tapi, Vi? Tadi malam aku mimpi buruk. Ceritamu dan mimpiku seperti ada kaitannya."

"Jangan mulai ya, Carol. Stop! Aku tidak mau mendengar ocehan gilamu!" sanggah Vivian. Carol cuma tersenyum pahit. Salivanya juga terasa pahit. Diikutinya langkah sahabatnya itu menuju labora. Semoga saja ucapan Vivian benar. Tapi kenapa hatinya mendadak was-was begini?

"Carol, sini!" teriak Zach memukul bangku di sisinya. Supaya.diisi Carol.

"Tuh, jagoanmu udah siapin kursimu. Bucin amat jadi cowok." cibir Vivian.

"Makanya cari cowok, biar gak ngiri sama orang."

"Eh, emang kalian sudah pacaran?" seru Vivian kaget.

"Kan kamu sendiri yang ngomong, kalo Zach bucin akut ke aku." gelak Carol menggoda Vivian.

"Kalian jadian pun gak apa-apa. Cuma apa gak ada cowok lain. Dari kecil cuma nempel sama Zach doang."

"Alah, bilang aja kamu ngiri."

"Aku nganan loh," kekeh Vivian.

"Vi, kamu sini aja. Ini masih ada kursi kosong!" teriak Mario yang sudah lama naksir Vivian tapi selalu diacuhkan Vivian.

"Tuh, ada cogan yang bucin juga ke elo. Jangan buang kesempatan. Kekep terus." goda Carol.

Terpaksa Vivian mendekati Mario. Karena memang sudah tidak ada kursi kosong lagi. Carol mengacungkan jari jempolnya ke arah Vivian. Menggoda sahabatnya itu. ***

1
vj'z tri
bisa Mak bukan bosa 🤭🤭
Linda pransiska manalu: parah, eror hp Màk. sudah diganti pun mau balik lagi.
total 1 replies
vj'z tri
nanti lagi cerita nya mas bro lagi gaswat ini gaswat 🤧🤧🤧
Linda pransiska manalu: apa mak?
total 1 replies
vj'z tri
cie cie baru ni yey cover nya 🎉🎉🎉🎉
Linda pransiska manalu: diganti Ntoon, hhh
total 1 replies
Erchapram
Mak judulnya typo
Linda pransiska manalu: bah! iya ya. udah dibetulin Mak. makasih ya.
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
cover barunya bagus
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: sama2
total 6 replies
vj'z tri
🎉🎉🎉🎉 seru seru
Linda pransiska manalu
DNA kera itu, penyebab Zach berubah.
Tulisan_nic
Zack di suntik apa sama Pak Edu? kasian loh Zack🥲
vj'z tri
lanjut Mak sat set 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
Mak tambah lah up nya 🤭🤭🤭🤭
Linda pransiska manalu: Amin, makasih doanya ya.
total 3 replies
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
lanjut, Kak ...
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
Lanjut, Kak ...👌🏻
vj'z tri
siapa sih malam minggu ketuk-ketuk pintu hatiku bertanya-tanya🤣🤣🤣🤣
Linda pransiska manalu: sungguh aneh tapi nyata memang dia dia. siang tadi jumpa di depan rumah. senyum senyum padaku, lanjut Mak. 🤭🤣🤣
total 1 replies
vj'z tri
goyang up nya Mak 🎉🎉🎉
vj'z tri
waduh 😅😅😅😅😅
Tulisan_nic
reader juga jadi penasaran nih
Tulisan_nic
jadi inget dulu pas SMA🤭
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
makin menegangkan
Tulisan_nic
Ha? Apa Pak Edu terinspirasi dari teori Carles Darwin
Tulisan_nic
Banyak tuh pejabat yang melendung perutnya, apa karna kualat juga? Entahlah🥲
Linda pransiska manalu: 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!