Saat kita baru tau jika kita memiliki seorang anak, bagaimana perasaan kita?,
Reynaldi, seorang pria yang baru saja bebas dari penjara harus memulai hidup baru lagi karena dia sadar telah membuat kesalahan yang bikin semua kelurganya malu. Delapan tahun Reynaldi harus hidup di penjara atas kesalahannya di masa lalu. Namun tak pernah ia duga ia harus bertemu dengan wanita yang dulu sempat jadi kekasihnya dan seorang anak perempuan yang baru berusia tujuh tahun. setelah di selidiki ternyata anak itu merupakan ank kandungnya yang tidak pernah ia ketahui.
Bagaimana cara Reynaldi menebus semua kesalahannya terhadap mantan kekasihnya dan anaknya?...
yu baca ceritanya!!?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhirnya sah.
Haikal pun sudah menemukan orang yang bisa membantu Kinan dan Aldi untuk bisa menikah resmi. Haikal kaget saat Aldi menyetujui pembayaran untuk daftar pernikahan mereka. karena bagi Haikal jumlah uang yang di minta orang itu cukup besar.
"Kinan, " panggil Haikal saat menghampiri Kinan di dapur sedang membantu sang ibu menyiapkan untuk acara pernikahannya.
"Ada apa bang? " tanya Kinan.
"alias bilang Aldi cuman kerja di bengkel tapi kenapa dia bisa banyak duit nya? " tanya Haikal.
"Lia ketemu Aldi memang saat di kerja di bengkel, tapi sebenarnya Aldi keluarga Aldi lumayan ada bang, bahkan mereka punya perusahaan, " jawab Kinan tidak memberitahu Haikal dengan jelas.
"Oh pantesan dia berani keluar uang banyak, " ujar Haikal.
Akhirnya pendaftaran pernikahan pun selesai kini Kinan tinggal menyiapkan acara syukuran karena Kinan memilih untuk tidak terlalu mewah apa lagi statusnya sekarang bukan lagi gadis karena sudah punya anak. Namun Kinan bersyukur karena semua orang menganggap Lia sebagai anak Aldi karena selalu memanggil Aldi papa.
Acara pernikahan pun tiba, Kinan saat ini sedang di rias sedangkan Aldi dia sudah siap dan sedang bicara dengan Haikal. Namun tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan halaman rumah Kinan membuat semua orang yang hadir melihat ke arah datang nya mobil. Keluarlah seorang wanita yang sudah berumur tapi masih terlihat cantik dengan di temani seorang pemuda yang gagah dan ganteng.
"Mama, " kaget Aldi saat melihat siapa ya g turun dari mobil.
"Mama, dia mama kamu? " tanya Haikal.
"Iya bang, " jawab Aldi lalu berdiri dan mendekati sang mama dan sang adik.
"Ma, " panggil Aldi.
"Aduh anak mama ganteng banget pakai baju pengantin, " ucap sang mama memuji Aldi.
"Ma, ngapain mama datang? " tanya Aldi.
"Mama pengen lihat pernikahan kamu, awalnya mama memang sudah janji gak akan datang tapi kemarin tiba-tiba Diki ngasih tau mama kalau dia harus ngecek proyek yang dekat kampung sini jadi mama ikut deh, " jawab sang mama.
"Ya tapi harusnya mama ngabarin dulu bukan langsung datang gitu saja, " omel Aldi karena kesal.
"Maaf mama lupa, " balas sang mama.
"Bang, bisa suruh orang bawakan barang-barang buat hantaran di mobil, " pinta Diki.
"Hantaran? " kaget Aldi lagi dan Diki mengangguk.
Aldi langsung menuju mobil dan dia kaget saat melihat sang mama membawa banyak barang untuk di jadikan hantaran. Aldi cuman bisa membuang nafas dalam karena kelakuan sang mama. Haikal pun meminta bantuan orang-orang untuk membawa masuk barang yang di bawa mamanya Aldi.
"Aldi, dia ini? " tanya Sinta ibunya Kinan.
"Ini mama ku bu, " jawab Aldi lalu Yulia langsung mengajak salaman dan pelukan pada Sinta membuat Sinta kaget.
"Maaf saya datangnya telat, ini buat biaya pernikahan Aldi dan Kinan, " ucap Yulia memberikan sebuah amplop membuat Sinta kaget dan langsung menolaknya.
"Jangan mbak, uang yang di kasih Aldi saja sudah cukup, ini ambil kembali saja, " ujar Sinta karena gak enak.
"Gak apa-apa ambil saja, " ucap Yulia dan akhirnya Sinta pun menerimanya.
Setelah cukup lama berbincang tiba-tiba orang dari KUA tiba dan acara pun di mulai,. Aldi duduk di hadapan penghulu dengan hati gak karuan. Aldi merasa pernikahan kali ini sedikit tegang tidak seperti saat menikahi Nara istri pertamanya.Ijab kabul pun di mulai dan dengan lancar Aldi mengucapkannya dengan satu tarikan nafas. Kinan yang mendengar itu di dalam tak terasa meneteskan air mata karena sekarang dia resmi jadi istri orang, Laki-laki yang selalu ada di hatinya walau Kinan tidak pernah jujur pada dirinya sendiri.
"Ayo, mbak bantu keluar, " ucap Zahra kakak ipar Kinan dan Kinan pun berdiri lalu melangkah keluar dengan di temani Zahra dan Ayu sang keponakan. Kinan berjalan dengan anggun dan Aldi yang melihat Kinan keluar di buat kagum karena Kinan sangat cantik. Kinan pun mendekati Aldi lalu dia duduk di samping Aldi. Mereka pun di minta untuk mendatangani surat nikah barulah mereka duduk di pelaminan yang sangat sederhana.
"Hore akhirnya mama dan papa nikah, jadi aku punya papa, " ucap Lia sangat senang.
Aldi pun memeluk Lia lalu di minta duduk di tengah-tengah karena para tamu akan mengucapkan selamat. Setelah semua orang mengucapkan selamat sekarang tinggal Diki dan sang mama yang mendekati mereka.
"Kinan, " panggil sang mama Yulia.
"Ya ma, " jawab Kinan.
"Mama Minta maaf karena ulah mama kamu harus menderita, " ucap Yulia membuat Kinan merasa tidak enak.
"Sekarang mama janji bakal bikin kamu bahagia karena mama sangat berterimakasih karena kamu mau masih Terima Aldi walau Aldi tidak seperti dulu, " lanjut sang mama.
"Ma, aku tulus sayang sama bang Aldi jadi aku bakal Terima dalam keadaan apa pun, " balas Kinan membuat Aldi kaget karena baru kali ini mendengar Kinan berkata seperti itu.
"Makasih ya sayang, " ujar sang mama lalu memeluk Kinan.
Setelah sang mama melepaskan pelukannya kini tinggal Diki yang memberikan selamat dan Kinan dia buat kaget saat Diki memberikan amplop yang lumayan tebal.
"Buat kakak, " ucap Diki.
"Makasih, " balas Kinan.
"Banyak amat, " ucap Aldi saat melihat amplop yang di pegang Kinan.
"Jangan abang minta itu khusus buat kakak Kinan, " ujar Diki.
"Dih pelit amat, " ujar Aldi dan Diki pergi gitu saja tidak memperdulikan ucapan sang kakak.
Setelah semuanya selesai Kinan memilih ganti baju karena gak akan ada tamu karena Kinan tidak mengundang banyak orang. Aldi dia memilih berbincang dengan Diki dan Haikal. Kinan sudah selesai ganti baju namun saat akan keluar rumah Kinan di buat bingung dengan tingkah Ayu seperti orang lagi sembunyi.
"Kamu lagi ngapain? " tegur Kinan membuat Ayu kaget.
"Tante, bikin kaget saja, " ucap Ayu.
"Ya lagian kamu kaya yang takut gitu, " balas Kinan.
"Tante, cowok itu siapa nya om Aldi? " tanya Ayu menunjuk pada Diki.
"Dia, adik nya om Aldi. Kenapa kamu naksir dia? " tanya balik Kinan membuat Ayu langsung menggelengkan kepala.
"Ya terus kenapa? " tanya Kinan.
"Gak apa-apa cuman tanya aja, " jawab Ayu berbohong namun bukan Kinan yang percaya begitu saja namun sekarang bukan saat nya dia bertanya.
Kinan pun menghampiri Aldi karena menyuruh Aldi untuk ganti baju.
"Bang, ganti dulu bajunya, " ucap Kinan.
"Oh iya bentang, " balas Aldi.
"Iya Al, sekalian makan dulu sana! " titah Haikal.
"Iya bang, " jawab Aldi lalu beranjak dan masuk ke kamar bersama Kinan.
Aldi mengganti baju setelah ganti baju barulah dia keluar lagi untuk makan. Kinan dia menemani Aldi makan.