NovelToon NovelToon
Residu Kulit Kacang

Residu Kulit Kacang

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Selingkuh
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: saytama

Seorang gadis kecil yang dipaksa menjadi 'ibu' bagi kakaknya di tengah reruntuhan rumah tangga orang tuanya, harus berjuang melawan kemiskinan dan rahasia kelam pelecehan demi menemukan arti kesucian yang sesungguhnya."

Maya tidak pernah memilih untuk dewasa lebih cepat. Namun, aroma toge di dapur ibunya dan tamparan keras ayahnya adalah guru pertama yang mengajarinya tentang pahitnya dunia. Ditelantarkan di rumah nenek yang dingin dan paman yang ringan tangan, Maya bertahan hidup dengan memungut besi tua dan menjual biji jambu monyet. Di balik ketangguhannya, ia menyimpan rahasia keji yang tak pernah ia ceritakan pada siapa pun: sebuah pengkhianatan dari tetangga yang menghancurkan persepsinya tentang harga diri.

Tahun-tahun berlalu, Maya tumbuh menjadi wanita sukses yang mandiri secara finansial. Namun, ketika bayang-bayang masa lalu kembali menghantui, ia harus menjawab pertanyaan paling menyakitkan dalam hidupnya: Setelah semua yang terjadi, apakah aku masih suci?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saytama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Canggung

Pernikahan Bayu membawa perubahan atmosfer yang sangat nyata di dalam rumah kami. Jika dulu rumah ini adalah wilayah kekuasaanku dan Bayu dalam hal finansial, kini ada orang baru yang hadir: Sari, istri Bayu. Sari adalah wanita yang lembut, namun kehadirannya membuatku menyadari bahwa privasi yang kubangun dengan susah payah mulai terusik. Aku yang terbiasa mengatur segalanya, kini harus berbagi dapur, berbagi ruang tamu, dan yang paling sulit berbagi otoritas atas keputusan di rumah.

Ada kecanggungan yang menggantung di udara. Sari mencoba membantu memasak, namun seringkali ia tidak tahu bahwa aku memiliki standar kebersihan yang sangat ketat akibat trauma masa kecilku yang merasa segalanya harus "steril" agar aku merasa aman. Ketika ia memindahkan letak bumbu dapur atau mengubah susunan piring, aku merasakan kecemasan yang tak beralasan. Aku merasa kendaliku atas rumah yang kucicil ini perlahan-lahan luntur.

"May, ini tadi Sari tata ulang rak piringnya supaya lebih ringkas," ujar Bayu suatu sore dengan nada polos.

Aku hanya mengangguk kaku, namun di dalam hati, aku ingin berteriak bahwa aku tidak suka ada yang menyentuh tatanan itu. Rasa "tidak aman" itu kembali muncul. Di kepalaku, rumah ini adalah benteng pertahananku, dan setiap perubahan kecil terasa seperti ancaman bagi kestabilan mentalku. Aku mulai lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar, mengunci pintu, dan mendengarkan suara obrolan mereka dari balik dinding yang terasa semakin tipis.

Di kantor, Mas Aris semakin menunjukkan perhatiannya. Ia tidak lagi hanya membicarakan pekerjaan. Suatu hari, ia mengajakku makan malam di sebuah restoran yang tenang setelah jam kantor usai. Aku tidak punya alasan untuk menolak.

Sepanjang makan malam, Aris bercerita tentang masa kecilnya, tentang harapannya, dan tentang bagaimana ia mengagumi caraku memandang hidup. Suasana terasa begitu romantis, namun bagiku, romantisme adalah sesuatu yang asing dan menakutkan. Aku merasa seperti seekor mangsa yang sedang dipojokkan oleh kebaikan.

"Maya," Aris meletakkan sendoknya dan menatapku dengan intens. "Saya rasa kamu sudah tahu arah pembicaraan ini. Saya sangat mengagumimu, bukan cuma sebagai rekan kerja, tapi sebagai wanita. Saya ingin kita menjalani hubungan ini dengan lebih serius. Saya ingin mengenalmu lebih jauh, mengenal duniamu, dan mungkin... menjadi bagian dari masa depanmu."

Seketika, detak jantungku berpacu sangat kencang. Kalimat itu seharusnya membuatku bahagia, tapi yang kurasakan justru ketakutan yang luar biasa. Bayangan tetangga pria di rumah panggung itu mendadak muncul di depan mataku. Suara kunci pintu yang diputar di siang sunyi itu bergema di telingaku.

Aku merasa oksigen di sekitarku menghilang. Tanganku mulai dingin dan gemetar.

"Maya? Kamu nggak apa-apa? Wajahmu pucat sekali," suara Aris terdengar menjauh, seolah ia berada di ujung terowongan yang panjang.

Aku mencoba menarik napas, tapi paru-paruku terasa mengecil. Aku merasa kotor. Aku merasa tidak layak berada di depan pria sebaik Aris. Pikiranku mulai berteriak,

Dia tidak tahu! Dia tidak tahu kalau aku sudah pernah dirusak! Jika dia menyentuhku, dia akan tahu kalau aku barang sisa!

"Aku... aku harus pergi, Mas," suaraku bergetar hebat.

Aku berdiri dengan terburu-buru, hampir menjatuhkan gelas air minum di meja. Aku tidak peduli pada tatapan orang-orang di restoran. Aku berlari keluar menuju tempat parkir, mencari udara segar, namun rasa sesak itu justru semakin menjadi. Aku jatuh terduduk di samping pilar gedung, memegangi dadaku yang terasa seperti dihantam batu besar.

Aris menyusulku. Dia tidak mencoba menyentuhku sebuah tindakan yang sangat kusyukuri karena jika dia menyentuhku saat itu, aku mungkin akan menjerit histeris. Dia hanya berdiri dengan jarak sekitar satu meter, berjongkok agar tingginya sejajar denganku.

"Bernapas, Maya. Ikuti suara saya. Tarik napas... buang perlahan... kamu aman di sini," ucapnya dengan suara yang sangat tenang dan stabil.

Butuh waktu hampir lima belas menit sampai napasku kembali normal. Aku menunduk, menyembunyikan wajahku yang basah oleh air mata dan keringat dingin. Aku merasa sangat malu. Aku merasa telah merusak momen yang seharusnya indah dengan kegilaanku.

"Maaf, Mas Aris. Aku... aku ada trauma. Aku belum bisa," bisikku tanpa berani menatapnya.

Aris mengantarku pulang tanpa banyak bicara. Dia hanya memastikan aku sampai di depan pagar rumah dengan selamat. Sebelum aku turun, dia berkata pelan, "Maya, saya tidak akan memaksa. Saya akan menunggu sampai kamu siap bercerita. Tapi satu hal yang harus kamu tahu, masa lalu tidak akan mengubah penilaian saya terhadapmu."

Aku masuk ke rumah dengan langkah gontai. Di dalam, aku melihat Bayu dan Sari sedang tertawa menonton TV bersama Ayah dan Ibu. Mereka terlihat seperti keluarga yang sempurna. Mereka tidak tahu bahwa putri mereka baru saja hancur di parkiran gedung perkantoran.

Aku masuk ke kamar, mengunci pintu, dan menyandarkan punggungku di sana. Aku menatap kamar yang bagus ini, hasil dari kerja kerasku. Aku punya segalanya secara materi, tapi aku tetaplah tawanan dari kejadian belasan tahun yang lalu.

Aku bertanya pada diriku sendiri: Kapan cicilan rasa sakit ini akan lunas? Aku membayar bank setiap bulan untuk rumah ini, tapi aku tidak tahu kepada siapa aku harus membayar agar bayangan pria itu pergi dari kepalaku.

Malam itu, aku tidak tidur. Aku hanya duduk di lantai, memeluk lututku, dan menyadari bahwa Aris adalah pria yang sangat baik. Dan justru karena dia terlalu baik, aku merasa semakin tidak pantas untuknya. Aku adalah wanita yang membangun rumah dari keringat, namun aku tidak tahu cara membangun rumah di dalam hatiku sendiri.

1
orang cobacoba
🫂🫂 🫂
orang cobacoba
😓😞😞
orang cobacoba
keluarga ada karena liat uang😀
mirisss tpi in sring terjadi... bhkn kita yang membantu tak ditengok sma skli..
Emily
beli rumah neneknya yg ada mengingatkan kenangan pahit masa kecil
Esti 523
ya alloh ceritanya super duper bagus bgt thor,tdk ada typonya reel bgt di kehidupan nyata
Sri Jumiati
maya wanita yg kuat
Esti 523
nyesek bgt dari bab kebab nya,bawangnya bertsburan
Ummu Shafira
/Cry//Cry//Cry/
Sri Jumiati
bagus may .enyahkan parasit
Ummu Shafira
recommended 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Ummu Shafira
kasihan Maya🥺🥺dan hal seperti ini mirisnya banyak terjadi didunia nyata🥺🥺
Sri Jumiati
wanita tangguh maya
Sri Jumiati
semangat thor .suka
Emily
kisah Maya merasa melihat diri sendiri ketika kita tidak punya apa apa kerabat memandang remeh diri kita beda saat kita punya finansial yg kuat kerabat merasa segan ..
Naomi Willem Tuasela
Semangatttt Thor 👊🏼😇💙💗💚
Emily
Maya cenderung depresi x ya
Emily
mentang2 Maya kuat semua kesalahan harus Maya yg menanggung
Emily
akhirnya mYa pulih dari trauma walau tidak sepenuhnya
Emily
ayo Maya jgn biarkan parasit menggerogoti keluargamu
Emily
gak kebayang jadi maya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!