NovelToon NovelToon
Chasing Her, Holding Him

Chasing Her, Holding Him

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / One Night Stand / Tamat
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Aku adalah saksi dari setiap cintamu yang patah, tanpa pernah bisa memberitahumu bahwa akulah satu-satunya cinta yang tak pernah beranjak."

Pricillia Carolyna Hutapea sudah hafal setiap detail hidup Danesha Vallois Telford
Mulai dari cara laki-laki itu tertawa hingga daftar wanita yang pernah singgah di hatinya.
Sebagai sahabat sejak kecil, tidak ada rahasia di antara mereka. Mereka berbagi ruang, mimpi, hingga meja kuliah yang sama. Namun, ada satu rahasia yang terkunci rapat di balik senyum tenang Pricillia, dia telah lama jatuh cinta pada sahabatnya sendiri.

Dunia Pricillia diuji ketika Danesha menemukan ambisi baru pada sosok Evangeline Geraldine Mantiri, primadona kampus yang sempurna. Pricillia kini harus berdiri di baris terdepan untuk membantu Danesha memenangkan hati wanita lain.

Di tengah tumpukan buku hukum dan rutinitas tidur bersama yang terasa semakin menyakitkan, Pricillia harus memilih, terus menjadi rumah tempat Danesha pulang dan bercerita tentang wanita lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Sore harinya, suasana di mansion keluarga Lambert terasa begitu hangat namun penuh ketegangan. Danesha duduk di kursi kebesarannya sambil menyesap wiski, sementara Pricillia berdiri di dekat jendela besar, mengamati mobil sport Alex yang baru saja memasuki halaman luas mereka.

Pintu besar mansion terbuka, dan Alex melangkah masuk dengan tangan yang menggandeng erat jemari Amelie. Amelie mengenakan blazer turtleneck berwarna krem yang sangat elegan, pilihan busana yang sangat aman, atau setidaknya begitulah pikirnya.

"Lihat siapa yang akhirnya pulang ke rumah," ujar Danesha dengan suara beratnya yang khas, matanya menatap tajam ke arah putra tunggalnya sebelum beralih ke Amelie dengan tatapan yang sedikit lebih lembut.

Pricillia berjalan mendekat, menyambut Amelie dengan pelukan hangat. Namun, saat Amelie sedikit menunduk untuk membalas pelukan itu, mata tajam Pricillia menangkap sesuatu. Meskipun sudah ditutupi dengan concealer dan kerah tinggi, ada sedikit rona gelap yang mengintip di balik helaian rambut Amelie.

Pricillia melepaskan pelukannya, menatap Alex dengan senyum penuh arti yang membuat Alex hanya bisa mengedikkan bahu tanpa rasa bersalah.

"Duduklah, kalian berdua," titah Danesha. "Jadi, bagaimana rencana kalian setelah lima tahun drama ini berakhir?"

Alex duduk dengan santai, namun tangannya tetap melingkar protektif di bahu Amelie. "Rencanaku sederhana, Pa. Aku sudah memindahkan semua keperluanku ke apartemen Amelie mulai pagi ini."

Danesha nyaris tersedak wiskinya. Ia menatap Alex, lalu beralih ke Amelie yang wajahnya mendadak semerah tomat. "Pindah? Alex, kamu bahkan belum melamarnya secara resmi di depan keluarga Marius, dan kamu sudah memutuskan untuk tinggal bersama?"

"Aku hanya ingin memastikan dia tidak kabur lagi ke luar negeri, Pa," jawab Alex tenang, suaranya terdengar sangat mirip dengan Danesha saat sedang keras kepala. "Dan lagipula, apartemennya jauh lebih dekat dengan kantorku. Efisiensi, bukan?"

Pricillia terkekeh, ia duduk di samping suaminya. "Efisiensi atau obsesi, Alex? Ingat, Amelie bukan tipe wanita yang bisa kamu kurung begitu saja. Dia punya kecerdasan yang bisa membuatmu bertekuk lutut."

Amelie berdehem, mencoba mengambil alih situasi. "Tante, aku sudah memberikan syarat padanya. Dia boleh tinggal, tapi jika dia melanggar batasan... aku tidak segan mengusirnya."

Danesha tertawa lepas, suara tawa yang jarang terdengar. "Batasan? Alex, dulu Papamu ini juga dijanjikan 'batasan' oleh Mamamu, tapi lihat hasilnya sekarang. Darah Lambert tidak mengenal kata batasan jika sudah menemukan pasangannya."

Alex hanya tersenyum miring. Ia mencondongkan tubuh ke arah ayahnya. "Aku tahu, Pa. Itu sebabnya aku tidak akan membuang waktu. Dalam waktu dekat, aku akan membawa keluarga Marius ke sini untuk membicarakan pernikahan. Aku ingin Amelie terikat secara hukum secepatnya."

Amelie menyikut pinggang Alex dengan keras. "Kita bahkan baru bertemu kembali selama dua hari, Alex!"

"Dua hari yang terasa seperti selamanya, Sayang," bisik Alex tepat di telinga Amelie, mengabaikan keberadaan orang tuanya.

Pricillia menatap pemandangan itu dengan binar bangga. Ia melihat cerminan masa mudanya di sana—seorang pria yang gila karena cinta dan seorang wanita yang menjadi satu-satunya pengendali bagi kegilaan itu.

"Hati-hati, Amelie," ujar Pricillia dengan nada bercanda namun serius. "Malam-malam mu tidak akan pernah sunyi lagi. Apalagi jika Alex mulai bersikap 'manja' seperti ayahnya."

Danesha berdehem keras, merasa tersindir, sementara Alex tertawa puas melihat Amelie yang semakin salah tingkah. Sore itu, di kediaman Lambert, sebuah babak baru dimulai. Persaingan antara gairah liar Alex dan ketenangan Amelie akan menjadi cerita panjang yang mungkin jauh lebih dramatis daripada kisah Danesha dan Pricillia sebelumnya.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Retno Isusiloningtyas
mdh2an happy ending
Retno Isusiloningtyas
mmm....
masih nyimak 🤣
Paon Nini
sinting
falea sezi
ngapain ngintil mulu g ada krjaan mending prgi sejauh nya lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!