NovelToon NovelToon
Cinta Gadis Jathayu

Cinta Gadis Jathayu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Cinta Terlarang / Romansa / Kekasih misterius / Cintapertama
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mutiara Wilis

Shanaya berdiri di tepi taman halaman rumahnya, angin malam membelai sayap-sayap keabadiannya yang tersembunyi. Bintang mendekatinya, matanya memancarkan cinta yang tak terbantahkan. "Shanaya, aku tahu kita berbeda, tapi aku tidak peduli. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu," katanya dengan suara lembut.

Shanaya menoleh, mencoba menyembunyikan air matanya "Bintang, kamu tidak tahu apa yang kamu katakan. Aku...aku bukan seperti kamu. Aku memiliki rahasia yang tidak bisa kamu terima..." Shanaya mengangkat tangan, menghentikan Bintang yang ingin mendekat. "Tolong, jangan membuat ini lebih sulit daripada yang seharusnya. Aku tidak bisa menjadi yang kamu inginkan..."

Bintang terlihat hancur, tapi dia tidak menyerah. "Aku tidak peduli dengan apa yang kamu sembunyikan, Shanaya. Aku hanya ingin kamu..."

Apakah Shanaya akan membuka hatinya untuk Bintang atau justru pergi ke langit ketujuh dan meninggalkan Bintang seorang diri di malam yang sunyi ini? Ikuti terus kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7. "Kehebohan Zaneta Geng"

Shanaya dan Bintang tiba di kampus dengan mobil baru milik Shanaya, dan semua orang langsung penasaran dengan siapa sang empunya mobil Honda Brio berwarna merah itu.

"Wah, mobil baru, siapa ya pemiliknya?" seru beberapa mahasiswa dan mahasiswi di kampus Trisakti

Zaneta yang sedang lewat, juga melirik mobil itu dengan penasaran, "Hmm, mobil siapa ya? Keren banget..."

Ketika mereka berdua turun dari mobil, Zaneta melihat Bintang dan Shanaya di dalam mobil hal itu membuatnya terbelalak seketika, "Hmm, Bintang dan Shanaya...?"

Zaneta makin penasaran, "Bin, mobil baru?" tanyanya menelisik

Bintang tersenyum, "Punya Shanaya, Ayahnya kasih buat kado ulang tahun..." jawabnya santai

Semua orang penasaran sekaligus terkejut, termasuk Zaneta, makin penasaran dengan Shanaya yang ternyata memiliki mobil baru. Mereka tak ada yang mengira seorang Shanaya yang terkenal berpenampilan sederhana dan dianggap tak setaraf dengan mereka diberikan kado ulang tahun oleh ayahnya semahal itu.

Zaneta tertawa, "Haha, iya ya ya ya... Ayahnya Shanaya kasih kado mobil baru? Mana mungkin, Bin ngaco deh loe..."

Bintang terlihat sedikit tidak nyaman, "Gak, Zan. Gue serius, mobil itu punya Shan..."

Zaneta terus menertawakan, "Haha, loe gak usah bohong, Bin. Shanaya mana mungkin dapat kado segede itu. Dia cuma anak biasa aja gak selevel sama kita ya gak guys..." ucapnya pada teman segengnya

Shanaya terlihat sedikit tersinggung, tapi tetap tersenyum dalam menghadapi Zaneta yang selalu mengganggunya sejak awal yang dia sendiri juga tidak tahu apa alasannya.

Zaneta makin kesal, "Hmm, serius banget, ya? Loe dapat mobil baru, terus mau pamer gitu?" ucapnya dengan nada sarkas

Shanaya tetap tersenyum, "Gak pamer, Zan. Gue cuma ingin berbagi kebahagiaan aja. Ayah gue kasih mobil ini buat ulang tahun gue karena prestasi gue yang tetap bertahan..."

Bintang menambahkan, "Iya, Zan. Gue juga baru tahu tadi. Ayah Shanaya kasih kejutan ke Shanaya, baik banget lagi..."

Zaneta tidak percaya, "Hmm, oke deh. Kalian berdua pasti hebat banget, ya? Bisa dapat mobil baru gitu aja dengan alasan prestasi hahaha..."

Shanaya tidak ingin memperkeruh suasana, "Gak apa-apa, Zan kalo loe gak percaya itu hak loe. Gue gak mau ribut. Yuk, kita masuk kelas aja..."

Zaneta masih terlihat tidak puas, tapi akhirnya ikut masuk kelas bersama mereka dan diikuti juga dengan teman segengnya.

Di kelas, Shanaya dan Bintang, bergabung dengan Thalia, Joe, Felix, dan Nathaniel. Mereka semua berbincang tentang rencana setelah kuliah.

"Hey, Shan...Ulang tahun, kan? Mau dirayakan gak?" tanya Thalia antusias

Shanaya tersenyum dengan gaya tenangnya yang khas, "Iya, aku mau merayakan sama kalian semua nanti sore. Mau gak?"

Semua orang setuju, "Mau banget..."

Bintang menambahkan, "Gak ada Zaneta, kan?"

Zaneta yang sedang duduk di bangku sebelah, mendengar itu dan tersenyum palsu, "Hmm, gue gak apa-apa. Merayakan apa, sih kok gue gak pernah tahu..."

Shanaya tidak ingin membuat Zaneta merasa tidak diundang,

"Gak, Zan. Gue undang loe juga, kok. Mau ikut gak?"

Zaneta berpikir sejenak, "Hmm, oke deh. Gue ikut. Yah...hitung hitung buang gabut gue..."

Mereka semua kemudian membahas rencana untuk merayakan ulang tahun Shanaya sore nanti.

Pagi ini kelas mereka diawali dengan mata kuliah Manajemen dan Bisnis, Pak Rizal memasuki ruangan dengan gaya yang santai.

"Selamat pagi, semuanya... Hari ini kita akan membahas tentang strategi pemasaran, ya?"

Shanaya dan teman-temannya langsung siap, membuka laptop dan buku catatan. Zaneta masih terlihat sedikit tidak fokus, tapi berusaha mendengarkan.

Pak Rizal mulai menjelaskan, "Strategi pemasaran yang efektif harus mempertimbangkan target pasar, produk, dan promosi. Shanaya, bisa kamu kasih contoh strategi pemasaran yang kamu tahu?"

Shanaya langsung angkat tangan, "Contohnya, pak, adalah strategi pemasaran digital yang menggunakan media sosial untuk meningkatkan kesadaran merek."

Pak Rizal tersenyum, "Benar. Shanaya, kamu sangat paham. Ada yang lain?"

Bintang mengangkat tangannya juga, "Pak, contoh lain adalah strategi pemasaran melalui influencer marketing, yang memanfaatkan popularitas influencer untuk mempromosikan produk..."

Pak Rizal mengangguk, "Benar, Bintang. Influencer marketing sangat efektif untuk menjangkau target pasar yang spesifik..."

Pak Rizal melanjutkan, "Wah, Bintang. Kamu benar-benar menguasai materi ini! Influencer marketing memang sangat efektif, terutama di era digital seperti sekarang ini..."

Zaneta yang duduk di sebelah, tidak bisa tidak membisikkan sesuatu kepada Shanaya, "Hmm, Bintang memang pintar, ya? Tapi gak heran, dia kan selalu dapat nilai A makanya loe kegatelan ngedeketin dia mulu dasar ulet bulu kampungan..."

Shanaya tersenyum dan membisikkan kembali, "Gak apa-apa, Zan. Kita semua punya kelebihan masing-masing kok, loe kalo belajar juga bakalan bisa dapet nilai A..."

Pak Rizal kemudian meminta Felix untuk memberikan contoh lain, "Felix, bisa kamu kasih contoh strategi pemasaran yang lain?"

Felix berpikir sejenak, lalu menjawab, "Pak, contohnya adalah strategi pemasaran melalui email marketing, yang memanfaatkan email untuk mempromosikan produk kepada pelanggan..."

Pak Rizal tersenyum, "Benar, Felix. Email marketing masih sangat efektif untuk meningkatkan penjualan..."

Pak Rizal kemudian menulis di papan tulis, "Strategi Pemasaran Efektif: Influencer Marketing, Email Marketing, dan...?" sambil menatap mahasiswa mahasiswi dikelas sastra A1

Nathaniel mengangkat tangan, "Pak, bagaimana dengan strategi pemasaran melalui konten? Seperti blog, video, dan podcast?"

Pak Rizal tersenyum, "Benar, Nathaniel. Strategi pemasaran konten sangat penting untuk meningkatkan kesadaran merek dan membangun hubungan dengan pelanggan apalagi di era digital sekarang ini..."

Zaneta membisikkan lagi kepada Shanaya, "Hmm, Nathaniel juga pintar, ya? Gue gak tahu dia bisa jawab gitu..."

Shanaya tersenyum tetap berusaha tenang, "Gak apa-apa, Zan. Kita semua belajar dari satu sama lain..."

Pak Rizal melanjutkan, "Nah, sekarang kita akan membahas tentang bagaimana cara mengukur efektivitas strategi pemasaran. Joe, bisa kamu kasih contoh cara mengukur efektivitas strategi pemasaran?"

Joe berpikir sejenak, lalu menjawab, "Pak, contohnya adalah dengan menggunakan metrik seperti ROI (Return on Investment), konversi penjualan, dan engagement rate di media sosial..."

Pak Rizal mengangguk, "Benar, Joe. Metrik-metrik itu sangat penting untuk mengevaluasi keberhasilan strategi pemasaran..."

Tak lama kemudian, jam mata kuliah berakhir dan mahasiswa berhamburan keluar kelas. Tapi, Zaneta, Olivia, dan Firly malah sibuk mencibir Shanaya terus menerus.

"Haah, Shanaya dapat mobil baru, tapi masih sama aja, sederhana kamseupay," ucap Zaneta dengan nada sarkas

Olivia menambahkan, "Iya, dia cuma pura-pura kaya aja biar bisa diterima..."

Firly ikut-ikutan, "Gak heran, dia kan cuma anak orang miskin yang gak tahu diri pake acara pura-pura kaya, gue yakin itu mobil sewaan doang..."

Shanaya berusaha tidak memperdulikan mereka, tapi Bintang yang melihat itu tidak bisa tidak membela temannya, "Hey, kalian! Gak usah gak sopan, deh. Shanaya gak seperti yang kalian pikir..."

Shanaya berusaha tetap tenang, "Gak apa-apa, Bin. Gue gak perlu dibela relaks ok..."

Tapi Bintang tetap tidak bisa tidak membela temannya, "Gak, Shan. Mereka gak boleh kayak gitu. Loe gak salah apa-apa..."

Zaneta membalas lebih sarkas, "Hmm, loe bela dia? Loe juga gak tahu apa-apa, Bin. Dia cuma memanfaatkan loe aja..."

Shanaya yang sudah cukup banyak diam, akhirnya berbicara, "Cukup, Zan. Gue gak mau ribut. Gue dan Bintang tahu apa yang kita lakuin dan itu gak ada yang saling merugikan..."

Olivia dan Firly masih mencoba memprovokasi, "Iya, Zaneta, jangan kalah. Dia gak pantas dapat mobil mewah kayak gitu..."

Shanaya tersenyum, "Gak apa-apa, guys. Gue gak perlu membuktikan apa-apa ke kalian..."

Shanaya berusaha tetap tenang, tapi suaranya sedikit bergetar, "Serius, Zan. Gue gak mau ribut. Gue cuma mau merayakan ulang tahun gue dengan tenang itu aja selebihnya bukan urusan gue..."

Zaneta tidak mau kalah, "Hmm, merayakan ulang tahun? Dengan apa? Dengan mobil mewah yang loe dapat dari ayah loe itu?"

Bintang tidak bisa tidak membalas, "Gak usah kayak gitu, Zan! Shanaya gak salah apa-apa. Dia cuma ingin berbagi kebahagiaan apa itu salah..."

Olivia dan Firly masih mencoba memprovokasi, "Iya, Zaneta, jangan kalah. Dia gak pantas dapat mobil mewah kayak gitu. Dia cuma anak orang miskin yang gak tahu diri, hah cuma dikasih hadiah mobil kayak begitu aja bangga papa gue bisa kali beli 5 yang kayak gitu hahaha..."

Shanaya tersenyum, tapi matanya mulai berkaca-kaca, "Gak apa-apa, guys. Gue gak perlu membuktikan apa-apa pada kalian. Gue tahu siapa gue dan apa yang gue miliki..."

Shanaya kemudian berbalik dan berjalan pergi, meninggalkan Zaneta, Olivia, dan Firly yang masih berdiri di sana dengan ekspresi tidak puas.

Thalia maju ke arah Zaneta dengan mata yang berkobar-kobar, "Gak ada yang boleh ngomong gak baik tentang Shanaya. Loe gak tahu apa-apa tentang dia, Zan..."

Thalia kemudian menampar Zaneta dengan keras.

"PLAAKKK!"

"Loe gak pantas ganggu dia camkan itu baik-baik. Gue bisa beli mulut loe sekarang juga kalo gue mau sayangnya mulut loe lebih busuk daripada hati loe!" ucap Thalia sembari menunjuk ke arah wajah Zaneta kesal

Zaneta terkejut dan memegang pipinya yang memerah akibat tamparan yang dilayangkan oleh Thalia barusan, "A...w...loe gak boleh kayak gini, Thalia! Apa sih istimewanya si kamseupay itu dibanding gue? Kenapa loe semua selalu belain dia?"

Thalia tidak peduli dengan rasa panas yang diciptakan di pipi Zaneta saat ini, "Gue gak peduli! Loe yang mulai duluan, Zan. Gak ada yang boleh ngomong gak baik tentang temen gue paham loe!"

Shanaya yang masih berdiri di dekat mereka pun berlari ke arah Thalia dan memeluknya, "Thalia, gak apa-apa. Gue gak mau ada keributan, ayo kita pergi aja..."

Thalia masih berusaha mengatur nafasnya dalam-dalam, "Gue gak bisa, Shan. Gue gak bisa lihat loe disakiti mereka terus-terusan..."

Bintang maju ke arah kelompok itu dengan ekspresi tegas, "Cukup! Gak ada lagi ribut-ribut di sini. Thalia, loe gak apa-apa. Shanaya juga gak apa-apa kan kalian..."

Bintang kemudian memiringkan kepala ke arah Thalia dan Shanaya, "Ayo, kita pergi dari sini. Jangan buat masalah lagi gak akan ada habisnya kalo loe berdua ngeladenin orang sinting kayak mereka itu yang gak bisa lihat kebahagiaan orang lain..."

Joe yang berada di samping Thalia merangkul bahu kiri gadis itu pun tersenyum bangga melihat aksi pembelaan diri kekasihnya itu, "Gue bangga sama cewek gue ini, walaupun diganggu sama orang sinting tapi cewek gue tetap yang terdepan dalam hal urusan ngegaplok nyamuk yang berisik berdengung di telinga ngang ngung ngang ngung hahaha..." ucapnya sembari mencibir Zaneta

Zaneta masih memegang pipinya, "Loe...loe semua gak adil ke gue!"

Bintang membalas dengan senyum seringai, "Gak ada yang minta loe ikut campur, Zan. Sekarang, kita pergi, Shan gak usah ladenin cewek sinting ini lagi.."

Shanaya dan Thalia mengangguk, lalu mereka berdua berjalan pergi bersama yang lainnya meninggalkan Zaneta, Olivia, dan Firly yang masih berdiri di sana dengan ekspresi tidak puas.

Bersambooo dulu yyeee...🙏😅🌷🌹

1
gina altira
Zaneta knp nih anak, kurang se ons kali otaknya 🤭
Mutiara Wilis 🌹: Wkwkwk...kurang kerjaan dia pnasan tapi tetep ngikutin shanaya mulu gak mau tersaingi 😆🤭
total 1 replies
Desti31
Lanjut Nyi🤣
Mutiara Wilis 🌹: Ok nyi 😆🙃🤭🌹
total 1 replies
Selly Susilawaty
lanjut thor, makin hari makin seru aja nih😍
Mutiara Wilis 🌹: Ok kak, terimakasih sudah selalu hadir 🙏🤭🌹
total 1 replies
Anonymous
lanjut terus ya thor💪
Mutiara Wilis 🌹: Ok kak lagi mikir episode berikutnya ini hehehe... 🙏🙃🌹
total 1 replies
Anonymous
widih makin seru nih😍
Mutiara Wilis 🌹: Hai kak, makasih ya hadirnya 🙏😍🌹
total 1 replies
Anonymous
seru banget ceritanya, kalian wajib baca💙😍
Anonymous
semangat ya thor, aku mulai suka sama kisahnya Shanay💙
Mutiara Wilis 🌹: Terimakasih banyak readers ku sudah selalu hadir dan menyukai kisah Shanaya... 🙏😅🌹
total 1 replies
Anonymous
wah makin seru aja nih thor😍
Mutiara Wilis 🌹: Hehehe...iya kak tapi kehilangan ide ini sudahan 🙏😅🙃
total 1 replies
Destianita
Hadir💐😍
Mutiara Wilis 🌹: Selalu hadir nyai destiny 😍👌😆
total 1 replies
Anonymous
semangat thor💪
Mutiara Wilis 🌹: Ok kak terimakasih hadirnya... 🙏😆🙃
total 1 replies
Destianita
Lanjut terus Nyi😍 aku sawer bunga🤗
Mutiara Wilis 🌹: Makasih sawerannya 😍👌😆🙃
total 1 replies
Anonymous
lanjut thor👍
Mutiara Wilis 🌹: Ok masih ngumpulin ide 🙏😆🙃
total 1 replies
Destianita
Semangat terus Thor💐
Mutiara Wilis 🌹: Ok thor dirimu juga semangat
total 1 replies
Destianita
Cihuy, makin seru nih😍
Mutiara Wilis 🌹: Wkwkwk iya idemu berguna juga 🤣🙃
total 1 replies
Destianita
Lanjut Nyai Thor😍
Mutiara Wilis 🌹: Woke nyai queen horor 🤣👌😍
total 1 replies
Mutiara Wilis 🌹
Ok nyai welang 😆
Mutiara Wilis 🌹
Ok nyai, aduh kok hadiroh kan ngeri 🤣🙃
Mutiara Wilis 🌹
apaan lekong?
Selly Susilawaty
lnjut tros thor😍
Mutiara Wilis 🌹: Ok thor, besok paling saya lanjut ini lagi perjalanan jauh mungkin hilang sinyal 🙏😅
total 1 replies
Destianita
Bening semua itu lekongnya🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!