NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua

Kehidupan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel
Popularitas:549
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

menceritakan perjalanan waktu saka,yang berusaha mengubah masa depan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33 Amukan Samudra Purba

Langit Bandung yang biasanya tenang kini berubah menjadi drama visual yang mengerikan. Awan-awan hitam bergulung rendah, membawa aroma garam dan lumut laut yang tajam. Gravitasi dari Bulan Biru mulai menarik massa air di seluruh planet menuju titik pusat anomali, yaitu Jawa Barat. Di sepanjang garis pantai selatan, ombak setinggi tiga puluh meter mulai menghantam tebing, sementara di dalam kota, air mulai merembes keluar dari celah-celah trotoar Braga, bukan sebagai air tawar, melainkan air laut yang dingin dan bercahaya biru neon.

Saka berdiri di menara pemantau Kedutaan Dua Bulan, menatap ke arah selatan. Arloji Void-nya berdenyut dengan frekuensi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya—frekuensi cair yang lambat namun memiliki kekuatan ribuan ton tekanan.

"Saka, ini bukan sekadar banjir," ucap Anita, suaranya terdengar di antara deru angin kencang. Ia sedang memegang sebuah peta holografik yang menampilkan pergerakan arus bawah tanah. "Garis waktu Bandung Atlantis sedang mencoba 'mengklaim' ruang fisik kita. Dalam sistem mereka, Bandung adalah palung terdalam tempat bersemayamnya Jangkar Gravitasi. Jika kita tidak menyelam ke titik pusatnya sekarang, kota ini akan tenggelam ke dalam memori samudra."

"Aku akan pergi ke Palung Selatan," Saka mengenakan jubah pelindung kronosnya yang kini ia modifikasi dengan teknologi uap dari Kapten Rian agar tahan terhadap tekanan tinggi. "Tapi siapa yang akan menjaga Bandung? Jika aku pergi, Vena atau parasit waktu lainnya mungkin akan mengambil kesempatan untuk memutus portal Steampunk."

"Aku yang akan menjaganya," sebuah suara muncul dari bayangan. Kapten Rian melangkah maju, lengan mekaniknya berderit saat ia mengokang senapan peluncur jangkar. "Pendudukku, The Steamers, tahu cara membangun bendungan uap. Kami akan menutup portal-portal air di seluruh kota. Pergilah, Saka. Selamatkan daratan ini sebelum kami harus belajar bernapas dengan insang."

Saka mengangguk. Ia meraih tangan Anita. "Nit, aku butuh navigasimu. Tanpa pengetahuan Alexandria tentang koordinat Atlantis, aku akan tersesat di dalam arus waktu cair itu."

Anita memejamkan mata, menyatukan pikirannya dengan Saka melalui Tautan Batin. "Aku akan menjadi matamu di kedalaman, Saka. Hati-hati. Di bawah sana, waktu tidak mengalir... ia mengendap."

Saka melakukan terjun bebas dari pesawat uap Kapten Rian tepat di atas Samudra Hindia yang sedang mengamuk. Saat menyentuh permukaan air, ia tidak tenggelam seperti manusia biasa. Ia menggunakan phasing untuk meluncur menembus molekul air dengan kecepatan peluru.

Semakin dalam ia menyelam, cahaya matahari semakin pudar, digantikan oleh kegelapan yang pekat. Namun, Arloji Void miliknya mulai memancarkan cahaya perak yang menerangi sekelilingnya. Saka tertegun melihat apa yang ada di bawah sana. Bukan sekadar dasar laut, melainkan reruntuhan kota Bandung yang megah namun tertutup terumbu karang dan kristal biru. Gedung Sate versi Atlantis berdiri kokoh di dasar laut, dengan ubur-ubur raksasa yang bercahaya melayang di antara pilar-pilarnya.

"Saka, kau sudah memasuki wilayah Kekaisaran Thalassa," suara Anita bergema di kepalanya. "Jangkar Gravitasi ada di dalam kubah utama. Tapi waspadalah, aku merasakan keberadaan ribuan detak jantung di sekitarmu."

Tiba-tiba, dari balik bayang-bayang gedung karang, muncul pasukan ksatria Atlantis. Mereka menunggangi hiu prasejarah yang telah dimodifikasi secara genetik. Pemimpin mereka, seorang wanita dengan kulit berwarna biru pucat dan mahkota dari duri laut, mengarahkan trisulanya ke arah Saka.

"Pencuri daratan!" teriak wanita itu, suaranya terdengar jelas di dalam air melalui konduksi tulang. "Aku adalah Putri Nereus. Kalian telah mencuri bulan kami selama ribuan tahun dalam kegelapan. Sekarang, saat dua bulan bertemu, kami akan mengambil kembali tempat kami di bawah sinar matahari!"

"Aku tidak datang untuk berperang, Nereus!" Saka membalas dengan proyeksi mental. "Tabrakan ini akan menghancurkan kedua dunia kita! Jika gravitasi ini tidak diseimbangkan, tekanan air akan menghancurkan kubahmu juga!"

"Kebohongan orang darat!" Nereus menerjang dengan kecepatan kilat.

Pertarungan bawah air yang epik terjadi. Saka harus bertarung dalam kondisi yang sangat merugikan; gerakannya melambat karena tekanan air, sementara ksatria Atlantis bergerak dengan kelincahan yang luar biasa. Saka terpaksa mengeluarkan teknik "Zero Second Burst", menciptakan ledakan waktu kecil yang membekukan air di sekitar musuhnya, memberi ruang baginya untuk bergerak.

Saka berhasil mendekati Jangkar Gravitasi—sebuah bola kristal raksasa yang berputar di tengah aula utama. Ia bisa melihat benang-benang takdir yang mengikat Bulan Biru dan Bulan Putih ditarik oleh bola ini.

"Anita, sekarang! Berikan aku kode enkripsi untuk menetralkan kutubnya!" teriak Saka dalam batin.

"Tunggu, Saka! Ada yang salah!" suara Anita mendadak panik. "Jangan sentuh bolanya! Itu bukan jangkar... itu adalah Bom Memori! Seseorang sengaja memancingmu ke sini agar kau meledakkannya!"

Saka menahan tangannya hanya beberapa senti dari kristal tersebut. Ia menoleh ke arah Putri Nereus yang juga tampak terkejut. Di kegelapan di balik singgasana, muncul sosok yang sangat ia kenal, namun tampak jauh lebih mengerikan dengan jubah yang terbuat dari air hitam.

"Selamat datang di jebakanku, Sang Penjaga," suara itu adalah suara Altair, namun ia tampak lebih dewasa dan memiliki bekas luka yang bercahaya di dadanya. "Kau pikir aku sudah kalah di Himalaya? Aku adalah bagian dari sejarah yang tak terhapus. Dan hari ini, aku akan memastikan Bandung tenggelam dalam penyesalanmu."

Altair menjentikkan jarinya, dan kristal itu mulai retak, mengeluarkan cahaya hitam yang mulai menyedot air laut di sekitarnya menjadi pusaran mematikan.

1
Fadhil Asyraf
sangat bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!