Bagaimana rasanya mengetahui jika kekasihmu selingkuh dengan adikmu sendiri? Kayla terkejut mendengar pembicaraan Arga dan Kanaya adiknya di UKS,ia tak menyangka jika selama ini keduanya menjalin hubungan di belakangnya.Walaupun merasa sakit,ia memilih untuk diam dan berpura-pura tidak tahu.Selain belum siap melepaskan Arga,ia juga ingin melihat sejauh mana keduanya dapat menyembunyikan hubungan itu.Tapi lama-lama Kayla tak tahan, terlebih ketika ayahnya meninggal Arga lebih mementingkan Kanaya di banding dirinya. "Kalau dari awal lo suka Kanaya,kenapa lo harus deketin gue dan jadiin gue kekasih lo Arga?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
delapan belas
"Kak Lo kenapa si?" tanya Kanaya pada kakaknya yang sedari tadi tersenyum sendiri, ralat dari semalam kakaknya ini senyam-senyum sendiri.
Kayla menggeleng sembari berusaha menetralkan ekspresi wajahnya, jika sedang bahagia pasti ia tidak bisa mengontrol ekspresi wajahnya.
"Mah, liat kakak senyam-senyum sendiri kaya orang stress." Kanaya berteriak memanggil mamahnya yang sedang berada di dapur.
Kayla menepuk lengan adiknya "Sembarangan kalau ngomong, diem aja deh gue lagi seneng tau."
Kanaya menggelengkan kepalanya. "Terserah Lo deh."
Tak lama Lia dengan nampan di tangannya "Kakak lagi bahagia ya?"tanya Lia sembari menaruh beberapa makanan dari nampan di meja makan.
Kayla menunjukkan deretan giginya. "Iya mah, hehe."
"Yasudah, kalian sarapan dulu, tumben Arga belum datang jam segini?"
"Kesiangan kali mah," tebak Kanaya sembari menyendok kan nasi pada piringnya.
Kayla segera menoleh ke arah Kanaya, kenapa adiknya bisa tau?
"Kok Lo tau?"tanya Kayla.
"Kan biasanya juga gitu kak,"jawab Kanaya santai.
Kayla mengangguk, benar juga kata Kanaya, jika menyangkut Arga ia selalu berpikir negatif terhadap adiknya.
"Mah, papah kapan pulang?"tanya Kanaya pada mamahnya.
Ini sudah tiga hari papahnya melakukan perjalanan bisnis, walaupun sebelumnya papahnya sudah berbicara pada mereka jika perjalanan bisnis kali ini akan memerlukan waktu yang cukup lama, sekitar satu Minggu tapi Kanaya rasanya sudah rindu pada papahnya.
"Sabar ya sayang, ini baru tiga hari loh. Papahmu kemungkinan pulang beberapa hari lagi."Ujar Lia menenangkan.
"Assalamualaikum, pagi Tante maaf saya baru datang." Arga masuk dan menyalami Lia.
"Gak apa-apa, kamu sudah sarapan nak?"
"Sudah tante, kita langsung berangkat aja," ujar Arga setelah melihat Kanaya dan Kayla telah siap untuk berangkat.
Ketiganya menyalami Lia dan pamit berangkat sekolah.
"Aku berangkat ya mah, maaf gak bantu mamah beres-beres,"ujar Kayla.
Lia tersenyum. "Gak apa-apa sayang."
Setelah berpamitan ketiganya berangkat seperti biasa.
"Kalian udah baikan?" tanya Kanaya ketika mobil Arga sudah melaju.
"Iya,kenapa?" tanya Arga
"Oh pantesan, Kayla senyam-senyum sendiri dari semalem"
Kayla menoleh ke belakang, dia langsung melotot pada adiknya, bisa-bisanya dia memberi tahu Arga perihal ini. Kayla menggerakkan bibirnya seolah berkata 'diem gak lo', Kanaya memasang wajah tengilnya tidak peduli dengan ancaman Kakaknya.
Kayla segera berbalik menghadap ke depan, ia melirik Arga yang sedang terkekeh.
Sadar jika Kayla meliriknya, Arga pun menoleh dan memberikan kedipan nakal pada Kayla.
"Sumpah kamu kaya cowo mesum kalau kaya gitu." Kayla bergidik melihat Arga.
"Masa gue dikatain mesum sama kakak Lo Nay," ujar Arga mengadu pada Kanaya.
Di belakang Kanaya tertawa. "Emang Lo kaya cowo mesum kak,"ujar Kanaya membenarkan.
Arga mendelik, berpura-pura marah pada Kanaya dan Kayla, membuat keduanya tertawa.
Kayla menatap Arga dan Kanaya secara bergantian, andai saja kebahagiaan ini akan berlangsung selamanya, andai saja Arga dan Kanaya tak memiliki hubungan apapun.
Kayla hanya mampu berandai-andai walaupun pada kenyataannya saat ini Kanaya dan Arga masih berhubungan, walaupun intensitas mereka bertemu tak sesering dulu.
Sejenak Kayla ingin melupakan perselingkuhan yang ada pada hubungannya, menutup mata dengan hubungan Arga dan Kanaya. Saat ini ia ingin menikmati hubungannya dengan Arga dan berusaha membuat Arga melepaskan Kanaya.
____
'Gue kira mereka udah putus'
'Pake lepet apa si dia?kok bisa Arga betah ya?'
'Gue liat mereka lucu juga, tapi tetap aja Kayla gak sebanding dengan Arga'
Kayla menghela nafasnya, rasanya telinganya pengang mendengar perkataan para penggemar gila Arga. Ia memang tak peduli dengan segara ucapan orang lain terhadap hubungannya, tapi lama-lama ia juga muak dengan ucapan mereka yang seolah ikut campur dengan hubungan mereka.
Kayla menatap tajam ke arah perempuan yang tadi membicarakannya, kali ini ia tak mau diam saja.
Mereka diam dan menatap sinis ke arahnya. Ia tau mereka tak akan berani bermacam-macam padanya karena ada Arga di sampingnya.
"Fans kamu itu lama-lama nyebelin juga ya," ujar Kayla.
Arga menoleh kearah Kayla. "Kenapa, hmm?
"Kenapa si kamu harus terkenal di sekolah, kenapa juga kamu harus tampan huh?" Ujar Kayla melupakan kekesalannya.
"Loh apa hubungannya dengan aku?aku terkenal dan tampan itu udah takdir terus hubungannya dengan kekesalan kamu apa?"
Kayla berdecak. "Tuh gara-gara kamu tampan dan terkenal, banyak perempuan yang suka kamu, mereka juga selalu ikut campur urusan percintaan kamu, mereka bilang kamu cocok sama ini lah, sama si itu lah."
Arga terkekeh sebentar, ia merangkul Kayla dan mengusap bahunya. "Sabar ya, resiko kamu punya pacar tampan kaya aku."
Kayla mendelik kesal, ia melepas rangkulan Arga dan berjalan mendahului laki-laki itu.
Di belakang Arga hanya terkekeh, ia tau gadis itu tak benar-benar marah, dia hanya sedang kesal.
Arga berlari kecil menyusul Kayla yang akan masuk ke kelasnya.
"Tunggu dulu Kay."
Kayla mengehentikan langkahnya ketika Arga memanggilnya, ia menatap kesal kekasihnya.
"Apa?"
"Belajar yang rajin ya, biar pinter kaya aku. Jangan nakal, jangan genit sama cowok lain."
Setelah memberi wejangan pada Kayla, laki-laki itu merendahkan tubuhnya mensejajarkan wajahnya dengan wajah Kayla.
Kayla menahan nafasnya ketika wajah Arga cukup dekat dengan wajahnya.
Arga mendekatkan mulutnya pada telinga Kayla. "Love you," bisik Arga lalu mengecup singkat pipi Kayla.
Kayla mematung, merasa terkejut dengan kecupan singkat yang di berikan Arga.
Arga tersenyum, mengacak rambut Kayla lalu berlalu begitu saja. Sedangkan Kayla masih mematung, dengan degupan kencang pada dadanya.
Kayla tersadar, ia menoleh ke kanan dan ke kiri melihat situasi sekelilingnya. Ia bernapas lega ketika tak ada siapapun melihat kejadian tadi.
Sikap Arga sekarang semakin manis, tapi terkadang sikap itu menjadi Boomerang baginya, karena perlakuan tiba-tiba dan tak terduga laki-laki itu selalu saja membuatnya terkejut dan berakhir membuat jantungnya berdegup kencang.
__
Di tempat yang sama seorang wanita mengepalkan tangannya, ia menatap marah ke arah Kayla yang baru saja masuk ke dalam Kelas.
Niatnya ingin menghampiri Arga, malah disuguhi pemandangan yang membuatnya marah.
Ini masih pagi, tapi Kayla berhasil membuatnya emosi. Jika bukan karena Arga, ia sudah berbuat sesuatu kepada perempuan itu.
Ia menarik nafas, berusaha menenangkan diri. "Sabar, ini belum waktunya," ujarnya pada dirinya sendiri.
Jika bukan karena kejadian itu, mungkin saat ini ia yang berada di posisi Kayla. Ia yang akan menjadi kekasih Arga dan menjadi satu-satunya wanita yang di cintai.
"Silahkan nikmati dulu bahagiamu itu, nanti cepat atau lambat jika sudah waktunya aku akan rebut kembali Arga"
Kayla tak bersalah, wanita itu memang tak merebut Arga darinya, tapi karena kehadiran Kayla Arga menjadi acuh terhadapnya.