NovelToon NovelToon
Mencintaimu Secara Diam-diam (Hidden Love)

Mencintaimu Secara Diam-diam (Hidden Love)

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Teen
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Jasmine Oke

Inara Zahra Putri seorang siswi SMA kelas XI, ia pandai dalam seni lukis dan memiliki bakat bernyanyi.

Namun ia selalu menyembunyikan kemampuannya karena takut tidak diterima atau di anggap tidak serius dalam akademik.

Karena, sang ayah ingin ia menjadi seorang dokter di masa depan dan mengambilan pelajaran tentang kedokteran.

ia merasa dilema!!!

Apakah ia tetap memenuhi harapan keluarga menjadi dokter...?

Atau memperdalam bakatnya dalam bidang seni...?

••《 Inara juga memiliki rahasia kecil yang selalu ia simpan dalam hatinya, ia menyukai seseorang secara diam-diam...!》••

☆☆Dalam cerita mengacu pada paduan budaya Minang kabau dan kehidupan perkotaan modern.

●● Cerita ini hanya fiktif belaka murni karangan author tidak sesuai dengan sejarah..!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10. Latihan Basket

Hasna menunduk kan kepala nya karena menutup pipi nya yang sudah memerah karena malu mendengar ucapan Naura.

"Apa kamu menyukai nya!" Ucap Naura dengan santai, membuat mata Hasna melebar karena terkejut dengan ucapan Naura.

"Aa..kuu.. aaakuu ...." ucapan Hasna terhenti karena Naura menyambung ucapan Hasna.

Naura melihat kegugupan Hasna tidak tahan lagi, langsung menyela ucapan Hasna.

"Aku mengerti tidak usah di jawab, kembalilah kerjakan tugasmu." Ucap Naura lagi dengan menahan senyum dibibirnya.

"Tapi..." lagi-lagi ucapan tidak bisa dia teruskan karena selalu disambung oleh orang lain.

"Kami mengerti." Ucap Aira juga mengikuti cara Naura berbicara, lalu ia sibuk kembali dengan ponselnya.

Sedangkan Hasna hanya cemberut lalu ia kembali mengambil buku administrasi kelas sambil bergumam dalam hati.

"mengerti apa!, kalian tidak mengerti apapun." Gumam Hasna dengan kesal, setelah menenangkan hatinya dia kembali fokus menulis.

"Kalian berdua usil sekali, dia masih gadis berumur 17 tahun, masih polos." Ucap Inara kepada mereka, sambil geleng-geleng kepalanya.

"Kamu seperti gadis dewasa saja, kita sama saja masih berumur 17 tahun, jika kamu lupa itu aku ingat kan." Ucap Aira sambil menyentil dahi Inara dengan jari telulunjuknya, tidak kuat hanya sebagai candaan aja.

Inara hanya tersenyum sambil mengelus dahinya karena sentilan dari Aira, lalu ia mengeluarkan ponselnya sambil menunggu waktu masuk, ia bermain ponsel.

Tidak lama setelah itu bel masuk berbunyi semua siswa-siswi masuk kembali dalam kelas masing-masing.

Pelajaran kelas xi ipa1 adalah b. Ingris gurunya termasuk killer, tidak boleh datang terlambat dan berbicara soal topik lain, selain pelajaran b. Inggris.

Kalau ketahuan akan dihukum membaca dialog percakapan b. Ingiris kedepan kelas, tanpa melihat teks, jika tidak bisa mengucapkannya berdiri didepan untuk menghafal dialog tersebut sampai dapat mengucapkannya tanpa teks.

Guru bahasa inggris menjelaskan pelajarannya dengan tegas semua siswa-siswi mendengarkan dengan fokus, tidak ada yang berbicara atau bergosip, dan mengerjakan latihan dengan tenang, jika tidak paham mereka bertanya dengan sopan, jadi siang ini tidak satupun anak-anak xi ipa1 mendapatkan hukuman sampai jam pelajaran habis.

Tidak terasa waktu pulang sekolah tiba, para siswa kembali ribut dan beributan untuk keluar dari kelas, kecuali Inara dan kawan-kawan, mereka menunggu sampai situasi tenang baru mereka keluar.

Setelah semua siswa-siswi habis hanya tersisa mereka bertiga di tambah dengan Hasna, ia juga menunggu Inara karena ia juga ikut melihat latihan basket Gilang.

"Hasna kami piket terlebih dahulu, bagaimana kalau kamu duluan saja soalnya kami pasti lama." Ucap Aira kepada Hasna karena mereka juga tidak enak melihat Hasna menunggu mereka.

"Tidak apa-apa, aku nunggu kalian aja! Aku juga malu datang sendirian." Ucap Hasna lalu ia membantu Inara dan kawan-kawan piket.

"Eh, kamu duduk aja gak usah dibantu segala, karena kita sudah mendapatkan tugas masing-masing." Ucap Naura melihat Hasna dengan sibuk membantu mereka.

"Tidak apa-apa aku ikhlas kok!." Ucap Hasna lalu ia membantu menyapu lantai, dengan bantuan Hasna mereka menyelesaikan tugas piket dengan cepat.

Setelah selesai mereka bersiap untuk pergi kelapangan, tak lama setelah itu mereka sampai.

Mereka terkejut, karena bukan mereka saja ada disana masih banyak lainnya yang menonton, umumnya para gadis yang tebar pesona.

"Gila... banyak sekali cewek-cewek disini." Ucap Aira lalu ia melihat Inara yang masih tenang.

"Mereka pasti menonton Kenzo dan kawan-kawan, Nara apa kamu tidak apa-apa Kenzo di kelilingi oleh para gadis seperti itu." Ucap Naura lagi.

"Tidak apa mereka hanya bisa melihat dari jauh, lagian apa hak ku melarang bang Ken bergaul dengan siapa!." Ucap Nara lagi, tetapi hatinya sedikit enggan karena ia benar tidak rela.

Kenzo melihat kedatangannya Inara dan yang lainnya, ia menghentikan latihan dan keluar dari lapangan dan menghampiri Inara.

"Sudah datang!," ucap Kenzo setelah dekat dengan Inara, nafasnya terengah-engah karena berlari, keringatnya bercucuran diwajahnya.

Inara hanya mengangguk lalu ia mengambil tisu dan air minum lalu ia berikan kepada Kenzo.

"Apa latihan sudah selesai, ini minumlah dulu." Ucap Inara sambil memberikan botol air kepada Kenzo.

"Terimakasih! Latihan sedang berjalan, ini aku keluar sebentar dari lapangan." Ucap Kenzo sambil meminum air pemberian dari Inara.

"Mengapa keluar, kan mengganggu latihan yang lainnya." Ucap inara lagi lalu ia memberikan tisu kepada Kenzo.

"Tidak apa, aku hanya membawamu ketempat duduk yang telah aku siapkan, takutnya kamu tidak tahu!" Ucap Kenzo sambil menunduk mensejajarkan tingginya dengan Inara.

"Aku kan bisa mencari sendiri, udah kamu beritahu dichat!." Ucap Nara lalu melihat Kenzo menunduk.

"Kenapa?"

Baru ia sadar saat melihat tisu yang ia pegang, lalu ia menghapus keringat Kenzo sendiri.

"Udah!, lanjutin latihannya kasihan mereka nunggu lama." Ucap Inara sambil menyimpan kembali sisa tisu.

Cewek-cewek yang lain melihat kedekatan Kenzo dengan Inara memandang Inara dengan iri tapi mereka bisa apa mereka tidak bisa mendekati Kenzo dengan mudah.

"Ayo ikut denganku! Aku membawamu dimana duduk yang nyaman untuk menonton." Ucap Kenzo sambil menarik tangan Inara, terpaksa Inara mengikuti Kenzo dan yang lainnya mengikuti dari belakang, termasuk Hasna.

"Disini memang nyaman, adem tidak panas sama sekali, apa ini tempat Vip." Canda Inara lalu ia duduk dengan nyaman.

"Iya, vip khusus untukmu! Kamu tunggu disini aku lanjut latihan." Ucap Kenzo lalu ia meninggalkan Inara kemudian masuk kembali kedalam lapangan.

"Kenzo lembut sekali kepadamu, lihat ke atas sama membuat semua gadis-gadis itu iri kepadamu." Ucap Naura sambil menunjuk keatas tempat perkumpulan para gadis.

Inara hanya tersenyum sambil mengeluarkan buku gambarnya, ia duduk terpisah dari teman-temannya, jadi memudahkan untuk dirinya untuk menggambar.

Ia menggambar kejadian hari ini dilapangan basket, ia juga melukis anak laki sedang bermain basket.

Setelah puas menggambar ia mengambil photo Kenzo bermain dan dirinya bersama teman-temannya, sampai waktu Kenzo selesai latihan basket.

Kenzo, Zayyan dan Gilang datang ketempat istirahat inara dengan banyak keringat.

"Lihat mereka datang kesini bukan untuk menonton kita seperti yang lainnya, mereka malah asyik photo ria." Ucap Zayyan sambil menghapus keringatnya.

"Bang Ken, apakah kamu sudah selesai latihan." Ucap Inara saat ngeliat Kenzo datang, ia mengambilkan air minum untuk Kenzo.

Kenzo mengambil air tersebut lalu menyiramkan kewajahnya sisa air baru ia minum.

"iya, apa kamu bosan disini." Ucap Kenzo lagi lalu ia juga duduk dekat Inara.

"Bosan apanya, lihat mereka dari tadi tidak menyadari kedatangan kita." Ucap Gilang, lalu ia melihat Inara lagi.

.

.

.

1
Alessa 🥀💋
...
Cinta Lidya
👍
Cinta Lidya
😍
Cinta Lidya
❤️
Cinta Lidya
👍
Cinta Lidya
kata Nara?
terima atau tidak masalah nanti?
Cinta Lidya
lanjut...
Cinta Lidya
lanjut...
Memyr 67
𝗇𝗒𝗂𝗆𝖺𝗄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!