NovelToon NovelToon
Ayo Bercerai, Mas!

Ayo Bercerai, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: SunRise510k

"Di kantor kita adalah rekan kerja, di rumah kita adalah orang asing, dan di ranjang... kita hanyalah dua raga yang tak punya jiwa."

Alsava Emily Claretta punya segalanya: jabatan tinggi sebagai COO Skyline Group, kecantikan yang memabukkan, dan status sebagai istri dari Garvi Darwin—sang "Dewa Yunani" sekaligus CEO perusahaan tempat ia bekerja. Namun, di balik kemewahan mansion Darwin, Sava hanyalah seorang wanita yang terkurung dalam kesepian.
Saat Garvi sibuk menjelajahi dunianya, Sava melarikan penatnya ke lantai dansa nightclub. Ia mengira hubungan mereka akan selamanya seperti itu—dingin, berjarak, dan penuh rahasia. Hingga suatu saat, rasa jenuh itu memuncak.
"Aku butuh hiburan, Win. Butuh kebebasan," ucap Sava.
Sava tidak tahu bahwa setiap langkahnya selalu dipantau oleh mata tajam Garvi dari kejauhan. Garvi tak ingin melepaskannya, namun ia juga tak berhenti menyakitinya. Saat satu kata perceraian terucap—permainan kekuasaan pun dimulai. Siapa yang akan lebih dulu berlutut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SunRise510k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Kantor Pusat Skyline Group, Medan. Pukul 07.30 WIB.

Mentari pagi baru saja menyapu kaca-kaca pencakar langit di pusat Kota Medan, namun di lantai eksekutif Skyline Group, suasana sudah sepantas medan perang. Alsava Emily Claretta, sudah duduk di balik meja jati raksasa milik Garvi Darwin.

Kursi kebesaran itu terasa terlalu luas untuk tubuhnya yang tinggi semampai, namun aura ketegasan yang dipancarkannya membuat ruangan itu terasa sempit. Rambut brunette curly-nya tertata sempurna, kontras dengan wajah cantiknya yang mempesona namun pucat karena kurang tidur. Di depannya, tumpukan berkas yang seharusnya ditandatangani oleh sang CEO kini menjadi tanggung jawabnya.

Pintu jati ganda itu terbuka pelan. Roy melangkah masuk dengan wajah kaku.

"Miss Sava," sapa Roy formal. "Pukul sembilan nanti, dewan direksi telah berkumpul di ruang rapat utama. Mereka menuntut penjelasan mengenai rumor yang beredar semalam."

Sava meletakkan pulpen mahalnya. Matanya menatap Roy tajam. "Siapa yang bertanggung jawab atas kekacauan semalam, Roy? Siapa yang berani menyentuh privasi Mr. Garvi saat dia sedang bertaruh nyawa?"

"Victor," jawab Roy singkat namun sarat akan kebencian. "Victor Lindholm. Dialah yang mengirimkan ancaman itu dan memastikan foto-foto dari rumah sakit bocor ke pers tepat saat bursa saham dibuka di Eropa."

Sava menyandarkan punggungnya, memijat keningnya yang berdenyut. "Victor... pria Swedia itu. Roy, aku merasa ini bukan hanya soal persaingan bisnis lama di Swiss. Ada sesuatu yang lebih personal, bukan? Permasalahan mereka tidak sesederhana perebutan kontrak. Cari tahu detailnya. Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Garvi dan Victor di masa lalu. Aku tidak mau menghadapi musuh dalam selimut tanpa senjata yang lengkap."

"Saya akan menggali lebih dalam, Miss Sava. Dan mengenai kebocoran data di rumah sakit, saya pastikan pelakunya akan saya bawa ke hadapan Anda sebelum jam makan siang," janji Roy sebelum menunduk hormat.

**

Pukul 09.00 WIB.

Pintu ruang rapat terbuka. Sava melangkah masuk dengan langkah kaki yang mantap, suara stiletto-nya bergema di lantai marmer, menciptakan ritme yang mengintimidasi. Di dalam, sepuluh pria paruh baya dengan setelan jas mahal sudah menunggu dengan wajah masam.

"Miss Sava, akhirnya Anda datang," sindir salah satu direktur senior, Tuan Hendra. "Kami butuh penjelasan. Saham Skyline anjlok 15% dan 8% pagi ini karena berita CEO kita yang katanya mengalami kecelakaan. Di mana Mr. Garvi? Dan apa hak Anda mengambil keputusan krusial sendirian seharian ini?"

Sava duduk di ujung meja, menatap mereka satu per satu dengan ketenangan yang mematikan.

"Memang benar Mr. Garvi mengalami kecelakaan. Kondisinya saat ini sedang dalam pemulihan intensif."

"Pemulihan? Foto yang beredar menunjukkan dia koma!" bentak direktur lain. "Anda hanya seorang COO, Miss Sava. Anda adalah karyawan di sini, sama seperti kami. Jabatan Anda bisa dicopot kapan saja jika dewan menganggap Anda tidak mampu menangani krisis ini. Bagaimana mungkin kami membiarkan perusahaan bernilai triliunan ini dipimpin oleh seorang wanita yang bahkan tidak memiliki hubungan darah dengan keluarga Darwin?"

Sava menarik napas dalam, membiarkan oksigen memenuhi paru-parunya. Hinaan mereka tentang statusnya sebagai "karyawan biasa" adalah duri yang sudah lama ia simpan.

"Tuan-tuan yang terhormat," suara Sava naik satu oktaf, tenang namun berwibawa. "Anda semua telah berada di Skyline sejak zaman Tuan Alfonso Darwin, kakek dari Mr. Garvi. Anda telah mengabdi pada Tuan Christian Darwin, ayah beliau. Saya sangat menghormati kesetiaan Anda pada dinasti Darwin."

Sava berdiri, meletakkan kedua tangannya di atas meja rapat. "Tapi saya meminta kepercayaan Anda sekarang. Skyline bukan hanya soal angka di bursa saham, ini adalah warisan. Saya meminta Anda menahan diri dari tindakan impulsif yang hanya akan membuat hiu-hiu di luar sana semakin bersemangat mencabik kita. Saya sedang menangani Victor, dan saya butuh Anda untuk menepis semua rumor, bukan malah menjadi bagian dari rumor itu."

"Kepercayaan?" Tuan Hendra tertawa sinis. "Atas dasar apa kami harus percaya pada Anda? Anda tidak punya jaminan apa pun di perusahaan ini."

Sava tersenyum tipis—sebuah senyum yang mengandung kemenangan sekaligus kepahitan. Ia merogoh sebuah amplop dari dalam mapnya dan melemparkannya ke tengah meja.

"Jaminan?" tanya Sava. "Ini jaminan saya."

Para direksi itu berebut mengambil isi amplop tersebut. Mata mereka membelalak. Di dalamnya terdapat salinan akta nikah yang sah dan foto pernikahan yang selama ini disembunyikan rapat-rapat. Di foto itu, Alsava Emily Claretta berdiri anggun dengan gaun putih sederhana namun mewah, bersanding dengan Garvi Darwin yang menatapnya dengan tatapan posesif yang khas. Di sana juga ada keluarga besar Claretta dan Darwin.

"Saya adalah istri sah dari Garvi Darwin. Kami menikah empat tahun yang lalu," ucap Sava dengan suara lantang yang membungkam seluruh ruangan.

Kehebohan pecah seketika. Bisik-bisik kaget memenuhi ruangan. Mereka tidak menyangka bahwa "Manusia Es" yang selama ini mereka anggap hanya bekerja keras demi karier adalah Nyonya Muda Darwin yang asli. Permaisuri yang selama ini bersembunyi di balik bayang-bayang jabatan COO.

Sava tidak berhenti di situ. Ia melakukan sesuatu yang mengejutkan semua orang. Ia membungkukkan tubuhnya dalam-dalam di hadapan para dewan direksi.

"Sebagai istri Garvi Darwin, saya memohon bantuan dan dukungan Tuan-tuan sekalian. Maafkan karena kami merahasiakan ini demi profesionalitas kantor, tapi saat ini, saya berdiri di sini bukan hanya sebagai COO Anda, tapi sebagai perwakilan keluarga Darwin. Tolong, bantu saya menjaga Skyline sampai suami saya bangun."

Suasana mendadak haru. Kebungkukan Sava bukan tanda kelemahan, melainkan sebuah gerakan politik yang jenius untuk mengunci kesetiaan para pria tua yang sangat menjunjung tinggi nilai keluarga dan kehormatan Darwin.

Di sudut ruangan, dekat pintu masuk, Winata dan Roy menyaksikan segalanya. Winata menyeka sudut matanya dengan saputangan.

"Dia sudah bekerja terlalu keras," bisik Winata pada Roy. "Sava melakukan segalanya untuk meredam kekacauan pria itu. Roy, aku bersumpah, jika Garvi bangun nanti dan masih berani menyakiti Sava atau membawa Shila ke dalam hidup mereka... aku sendiri yang akan membawa Sava pergi. Aku akan memastikannya menghilang sampai Garvi tidak bisa menemukannya lagi."

Roy terdiam, matanya masih tertuju pada Sava yang sedang menjawab pertanyaan para direksi yang kini melunak.

"Saya akan mendukung Anda, Nona Winata. Tapi Tuan Muda memiliki alasannya sendiri."

Winata menoleh tajam ke arah Roy. "Alasan? Jujurlah padaku, Roy. Kamu tahu segalanya. Kenapa Garvi bersikap seperti monster pada istri yang sangat mencintainya itu? Kenapa dia terus memanipulasi perasaan Sava?"

Roy menghela napas, menatap sepatunya yang mengkilap. "Ini adalah profesionalitas kerja, Nona. Saya tidak bisa sembarangan berbicara. Biarkan Mr. Garvi yang mengatakannya sendiri pada Nyonya Muda saat waktunya tepat."

"Profesionalitas?" Winata mendengus kesal. "Aku tumbuh bersama mereka berdua, Roy! Aku melihat bagaimana mereka dulu. Aku tidak mau hubungan mereka terus dingin dan saling menyakiti seperti ini. Beritahu aku sesuatu."

Roy melirik Winata dengan tatapan yang sulit diartikan. "Saya akan memberitahu Anda satu hal, jika Anda juga jujur pada saya. Anda tahu perasaan Nyonya Muda yang sebenarnya kepada Tuan Muda, bukan? Apakah dia benar-benar ingin bercerai, atau itu hanya cara untuk menarik perhatian Tuan?"

Winata tertegun. Ia menatap Roy tajam, namun Roy tetap diam dengan wajah datarnya yang legendaris.

"Dunia ini memang penuh dengan orang-orang keras kepala," gumam Winata pahit.

Sava baru saja memenangkan pertempuran di ruang rapat, namun mereka semua tahu, perang yang sesungguhnya baru saja dimulai saat pintu lift terbuka di lobi dan Shila melangkah masuk dengan perut yang sengaja ia tonjolkan, siap untuk meledakkan bom berikutnya.

***

1
Umi Kolifah
kamu hebat Sava, semoga garvi sadar perbuatannya menyakitimu sebelum penyesalan datang terlambat
Desi Santiani
semangat thor💪
Desi Santiani
semangat miss sava, semoga gravi segera siuman n dya bisa menunjukan cara mencintaimu dgn lebih nyata
Desi Santiani
semangat thor😍
Desi Santiani
selalu suka dgn karya2nya thor, krna alur cerita nya dkemas apik, tokoh karakter ddlm cerita sgt jelas per partnya, bahasa penulisannya selalu apik.
Desi Santiani
seru thor double up,
Nda
penasaran thor,di tunggu kelanjutanya
Nda
di tunggu double up-nya thor
Murnia Nia
lanjut thor aku kirim vote ni untuk karyamu
Umi Kolifah
buat gavi menyesal Thor , ave pergi sejauh mungkin
Desi Santiani
menarikk alurnya semangat thor
merry
cinta tp menlukai psagann y,,
Nda
selalu mampir thor
Nda
ditunggu double up-nya thor 😍
Nda
ditunggu kelanjutanya thor,ceritanya seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!