NovelToon NovelToon
Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Perempuan Desa Yang Selalu Dihina

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda
Popularitas:672
Nilai: 5
Nama Author: Nur silawati

"Amelia kita sudah menikah, ingat perjanjian kita jika pernikahan ini hanya sementara. Aku menikahimu karena terpaksa.. jangan berharap banyak dari pernikahan ini. Aku pun tidak akan menyentuhnya."ucap Rudi.
Amelia gadis berasal dari desa kidul, bertemu dengan Rudi pria asal ibukota,ia seorang kontraktor yang sedang membangun jalanan di desa Amelia.
Amelia terpaksa menerima lamaran Rudi karena ingin melunasi hutang kedua orang tuanya.
Rudi terpaksa menikahi Amelia karena tunangannya Sarah hilang entah ke mana menjelang 1 minggu pernikahan mereka.
Sementara undangan sudah menyebar kemana-mana.
Untuk menutupi aib keluarga Rudi memilih Amelia untuk ia nikahi.
"Apapun persyaratannya aku terima yang terpenting uang yang kamu janjikan harus tepati..." jawab Amelia tegas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur silawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 18 surat gugatan cerai.

Asti yang baru saja membuka handphone terlonjak kaget melihat gambar Laiba yang dikirim oleh Lia .

ia langsung melakukan panggilan telepon. Sangking asyiknya bermain dengan laiba Lia tidak tahu jika ada panggilan masuk, karena posisi handphone ia silent.

"Terima kasih Amelia, sudah bermain dengan laiba dan menyelamatkan laiba. Mulai besok kamu sudah bekerja untuk menjadi asisten pribadi saya." Ucap Reza.

Teguh orang kepercayaan  Reza memberitahu Amelia tugas-tugasnya sebagai sekretaris atau asisten pribadi Reza.

" Huhu.. akhirnya aku bebas melayani pria itu." Ucap teguh setelah ia memberikan pembekalan pada Amelia.

"Terima kasih Pak Reza telah menerima saya menjadi asisten pribadi bapak.. Saya akan bekerja sebaik mungkin."

"Baiklah.! Tunjukkan kinerjamu yang bagus dan loyalitas yang tinggi pada perusahaan ini. Saya tidak suka karyawan yang lemah, dan saya tidak suka karyawan yang lemot, semuanya harus cepat tanggap." Ucap Reza dengan wajah serius.

Teguh yang sedang memangku Laiba tersenyum simpul melihat Amelia Tegang.

" Aspri baru.! Selamat mengemban tugas yang sangat berat.. mudah-mudahan kamu kuat menghadapi bos barumu,yang moodnya berubah-rubah." Ledek Teguh.

Reza melotot menatap menatap Teguh yang cengar-cengir.

Tepat pukul 17:00 jam kantor pun usai, cleaning service pun sama jam kerja berakhir di jam 17:00.

Mata Kasih berbinar saat melihat Amelia keluar dari gedung perkantoran itu, bersama dengan Reza dan Laiba.

Ia yang keluar kantor terlebih dahulu,dan menunggu di post security sangat gelisah sekali.

" Alhamdulillah,aku kira kamu ninggalin aku Lia, udah selesai mau menangis andaikan aku ditinggal." Ucap Asih, menyambut kedatangan temennya.

Reza menggendong Laiba yang tertidur pulas. Sementara Amelia membawakan peralatan  Reza, seperti tas dan jas.

Setelah Reza dan Laiba masuk kedalam mobil mewah.

Lia bergegas menghampiri Asih.

"Lia dan Asih kalian berdua naik apa?"

Lia tertegun seorang CEO perhatian dengan karyawannya.

" Kami naik kereta api pak." Jawab Lia.

"Yasudah hati-hati kalian besok jangan sampai telat." Lia dan Asih mengaguk.

Hari semakin sore matahari mulai tenggelam dan malam akan segera datang.

Kedua wanita itu berlari-lari kecil menuju stasiun kereta api.

Kereta yang mereka tumpangi sudah sesak dipenuhi para pekerja kantoran.

"Huff..!! Alhamdulillah tidak ketinggalan kereta..." Lia mengelap peluh yang membasahi keningnya, begitu pun Kasih.

Kedua gadis itu terpaksa berdiri Karena kereta sangat Penuh sekali dan tidak ada tempat untuk duduk

Di rumah sederhana  Gendis dan Mahmudah gelisah kedua wanita paruh baya itu, mondar-mandir.

" Duh.. Mbakyu  anak-anak kok gak pulang-pulang, melamar pekerjaan masa seharian?? " Mahmudah gelisah tak menentu begitu pun Gendis.

"Kita berpikir positif  saja Mud. Semoga Allah  melindungi Amelia dan  Kasih di manapun mereka berada. Dijauhkan dari marabahaya."  Gendis tak henti-hentinya berdoa dalam hati untuk keselamatan Lia dan Kasih.

Kepanikan dua wanita paruh baya itu, terhenti saat kurir mengantarkan sebuah surat yang berlogo pengadilan agama.

"Permisi selamat Sore.. paket Atas nama Amelia lestari." Ucap Kurir tersebut.

" Dari pengadilan agama ya bang?" Tanya Gendis.

" Iya.. Bu! " Kurir meyerahkan amplop berlogo pengadilan agama itu,pada Gendis lalu, meminta Gendis tanda tangan bukti penerimaan paket.

"Terima kasih Bang kurir." Kurir menggangguk dan meneruskan pekerjaannya mengantarkan paket - paket ke customer.

" Surat apa sih yu? " Tanya Mahmudah.

" Sepertinya surat gugatan cerai, dari pengadilan agama. Mungkin Rudi sudah mendaftarkan gugatan cerai ke pengadilan agama." Gendis merasakan sesak di dadanya melihat amplop yang ia pegang.

Ia sangat prihatin dengan nasib keponakannya.. yang kurang beruntung rumah tangganya.

Pasangan menikah tanpa cinta itu banyak, tapi mereka bisa langgeng sampai akhir hayat.

" Bercerai lebih baik mbak yu, daripada  bertahan tapi menderita dan tersiksa. Amelia perempuan cantik, pintar dan baik hati. Insya Allah akan mendapatkan jodoh lelaki yang baik.." mahmudah bisa merasakan sakit hati yang Gendis rasakan.

Orang tua mana yang tidak sakit hati, melihat pernikahan anaknya patah di tengah jalan. Walaupun Amelia hanya keponakan. Gendis mencintai Amelia dan menyayanginya tanpa syarat.

"Amin Mud.. semoga Allah menggantikan jodoh yang baik untuk Amelia di kemudian hari." Kegelisahan mereka teralihkan oleh surat gugatan perceraian itu.

Di stasiun kabupaten. Amelia Dan kasih baru saja turun dari kereta.

"Alhamdulillah sampai dengan selamat.. ternyata bekerja di kota penuh perjuangan, tapi aku suka."ucap kasih.

Amelia mengangguk Dan tersenyum.

"Alhamdulillah kita mendapatkan pekerjaan, walaupun sangat jauh tempat kita bekerja. Setidaknya kita bersyukur ada transportasi menuju kantor kita. Oh ya  Kas, temenin aku mampir ke mall depan stasiun ini sebentar ya, Aku mau membeli beberapa potong pakaian untuk kerja. Kamu kan tahu, aku tidak memiliki pakaian yang layak untuk ke kantor."

"Aku pun sama tidak memiliki  pakaian yang baru. Alhamdulillah aku sudah dapat seragam cleaning service. Jadi aku tidak perlu beli pakaian baru.."kasih bersyukur hari pertama bekerja langsung diberi seragam oleh pihak personalia.

Berbeda dengan Amelia ia tidak mendapatkan seragam.ia akan mendapatkan seragam setelah 3 bulan bekerja.

"Aku mendapatkan seragam setelah 3 bulan aku bekerja selepas masa training. Alhamdulillah Kamu dapat seragam"kini dua gadis beda status, telah berada di mall.

Amelia fokus mencari outfit untuk ia kenakan ke kantor besok.

Ia harus berpenampilan yang menawan, supaya tidak malu-maluin bosnya Reza. Berhubung ia akan mengurus semua keperluan Reza. Sudah pasti Amelia akan ikut ke mana Reza pergi.

Teleponnya berdering saat Amelia Asik memilih outfit .

Asti menelpon ia tidak sabar mendengar cerita Amelia. Kenapa bisa bertemu dengan Laiba  Shanaz Putri Raharja.

"Assalamualaikum Mel..! Di mana kalian apa sudah pulang bekerja? " Tanya Asti.

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baru saja sampai stasiun kabupaten Timur, sekarang Kami lagi di mall, Aku mau membeli beberapa potong pakaian untuk bekerja besok.. aku diterima sebagai asisten pribadi Pak Reza, Aku juga nggak tahu berdasarkan apa beliau menjadikanku sebagai asisten pribadinya. Mungkin, balas budi karena telah menyelamatkan putrinya dari penyiksaan calon istrinya.. apapun itu aku bersyukur bisa bekerja kantoran." Amelia menceritakan  kronologis pertemuannya dengan Laiba Shahnaz..

"Yang terjadi dengan kalian berdua hari ini.. takdir yang sudah ditentukan oleh Allah. Aku ikut senang mendengar kamu keterima bekerja di kantor Pak Reza begitupun kasih.. Tuhan telah memberimu jalan Lia untuk menuju kesuksesan.. kamu bisa menjual naskahmu kapan saja dengan Pak Reza.." Amelia pun sangat bersyukur segala urusannya selalu dimudahkan oleh Allah.

"Kamu pulang kapan As? Novelku sudah gajian.. Aku ingin mentraktir mu makan  atau mau belanja.. oh iya, Jika ketemu ibu dan bapakku beserta adik-adikku sampaikan ya, Aku Pulang diundur sepertinya. Aku tidak menyangka jika aku langsung keterima kerja hari ini dan langsung bekerja pula. Mungkin Bude yang akan pulang kampung." Amelia bertubi-tubi mendapatkan surprise dari Allah hari ini.

Dari bertemu dengan Laiba dan Reza.. dan langsung diterima bekerja hari ini juga. Semua bukan satu kebetulan melainkan kehendaknya.

"Kemarin aku bertemu dengan ibu dan Bapakmu di sawah. Alhamdulillah kedua orang tuamu sehat. Anita dan Andita pun sehat.. mereka sudah berharap kamu pulang kampung. Di kampung berita kamu bercerai dengan suamimu sudah menyebar. Kemarin sore aku bertemu dengan Wawan anak pak lurah ia menitip salam untukmu, ia minta nomor handphone-mu tapi tidak ku kasih.. aku harus bertanya samamu dulu sebelum memberikan nomor telepon."Wawan anak pak lurah itu, memang tergila-gila dengan Amelia.

. Tetapi Amelia abaikan, bukan kenapa-napa Amelia mengabaikan. Sombong atau apa,  Wawan  sudah memiliki tunangan seorang guru sekolah dasar dan sudah pegawai negeri.

Sebisa mungkin Amelia menghindari bertemu dengan Wawan.

Wawan berhenti mengejar Amelia setelah ia menikah dengan Rudi.

"Jangan diberikan nomor handphone-ku pada siapapun ya  As.. Aku tidak mau komunikasi dengan suami orang? Statusku ini sangat sensitif bagi kaum hawa.."Asti sangat mengerti kegalauan sahabatnya itu.

Ia tidak mungkin memberikan nomor ponsel Amelia ke sembarang orang. Khususnya para pria-pria.

Perempuan saja meminta nomor telepon Amelia tidak Ia berikan. Kalaupun ia ingin memberikannya harus seizin Amelia terlebih dahulu.

"Ya sudah .. hati-hati kalian.. jangan kemalaman, Ingat besok kalian harus berangkat lebih pagi. Kak Reza orangnya disiplin, beliau datang ke kantor lebih pagi dari karyawannya.Dan ia tidak suka dengan karyawan yang datangnya telat." Asti selalu memberikan informasi mengenai Reza pada Amelia dan  Asih.

Kasih sibuk memilih-milih outfit kemeja dan celana kulot..Ia mencocokkannya di depan kaca yang ada di dalam mall, ia tidak berani mencobanya karena ia tidak ingin membeli hanya melihat-lihat saja..

Amelia memperhatikan gerak-gerak temennya itu yang  mencocokkan outfit didepan kaca.

" Kasih.! Ayo kita ke kasir, bawa sekalian outfit yang kamu pilih."perintah Amelia.

Kasih bengok  mendengar perintah Amelia.

"Aku tidak membeli outfit ini, hanya mencocokkan di depan kaca saja.. akan aku pinang setelah aku gajian." Kasih meletakkan kembali  outfit tersebut. Sesuai dengan posisinya masing-masing.

"Sudah buruan angkut.! Pakai uangku, tidak usah diganti gratis untukmu. Anggap saja sebagai hadiah supaya kamu semangat bekerja." Amelia mengambil outfit yang Kasih pilih.

"Jangan Lia.. outfit itu bukan kebutuhan pokok, Aku tidak terlalu membutuhkan. Terlalu enak hidupku. Kamu traktir terus menerus." Kasih menolak Lia membelikannya outfit. Ia tidak enak hati di traktir terus menerus..

Lia menghiraukan penolakan Asih.Ia membawa output yang dipilih oleh Asih ke kasir.

"Prok prok prok... Gaya lu shopping shopping.. di Mall. bisa bayar nggak tu? Semua pakaian yang di dalam keranjang itu. Jangan bikin malu ya, pakaian yang kamu borong itu harganya mahal ratusan ribu." Ejek Rudi..

Kamila tertawa terbahak-bahak, saking kencangnya ia tertawa. Suara aslinya keluar.. beberapa orang, menoleh ke arahnya termasuk Rudi.

Amelia tersenyum mencemooh menatap  Kamila..

Rudi pun menatap kekasihnya dengan heran.

" Jangan tertawa terlalu puas, biasanya kalau orang kebanyakan tertawa endingnya menangis.. jangankan baju satu keranjang ini, harga dirimu saja bisa aku beli."sarkas Amelia pada Rudi dan Kamila.

" Memangnya kamu saja,yang punya uang? Amelia itu banyak uangnya, secara Ia seorang penulis novel dan nafkah. Keren kan??" Kasih terpaksa pamer pada Rudi tentang keahlian Amelia..

Kamila kembali tertawa bersama Rudi, mendengar ucapan kasih.

" Apa katamu? Seorang penulis novel dan naskah?? Mimpi kali yee..! Sekolah  saja hanya kelulusan SMA ,mana bisa menulis novel." Ejek Rudi.

"Oh iya janda miskin!! Surat cerai Sudah ku kirim ke rumah Bude Mu.. jangan mempersulit jalannya persidangan perceraian, kamu tugasnya tanda tangan saja.. jangan berharap aku akan rujuk denganmu.. bulan depan aku akan menikah dengan Kamila dan hidup bahagia." Lia tertawa mengejek, Kamila geram melihat Amelia tertawa dan tersenyum-sinis.

"Semoga tidak menyesal dengan pilihannya.. doaku bahagia selalu, jangan khawatir aku akan menandatangani surat cerai itu jika sudah sampai. Dan jangan khawatir aku tidak mungkin mengambil barang yang aku buang di tempat sampah.."Amelia semakin hari semakin menunjukkan taringnya pada Rudi.

Jika dihina ia akan membalas, jika diinjak dia akan balas menginjak. Itu prinsipnya sekarang.

1
Sella Rahmantoni
selamat membaca buku baruku teman-teman semoga suka🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!