NovelToon NovelToon
Lahirnya Kultivator Naga Keabadian

Lahirnya Kultivator Naga Keabadian

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang / Budidaya dan Peningkatan / Ahli Bela Diri Kuno / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dana Brekker

Dijuluki "Sampah Abadi" dan dicampakkan kekasihnya demi si jenius Ma Yingjie tak membuat si gila kekuatan Ji Zhen menyerah. Di puncak dinginnya Gunung Bingfeng, ia mengikat kontrak darah dengan Zulong sang Dewa Naga Keabadian demi menjadi kultivator terkuat.

"Dunia ingin aku merangkak? Maka aku akan menaklukkannya lebih dulu!"

[Like, vote dan komentar sangat bermanfaat bagi kelanjutan cerita. Selamat membaca]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Cincin Ruang dan Pria Misterius

Pedagang itu masih menatap kepingan emas di tangan Ji Zhen dengan mata yang berkedip cepat. Nampak ragu, meskipun satu keping emas sangatlah menggiurkan untuk setumpuk rongsokan, akan tetapi naluri serakahnya sebagai penjual barang antik mulai bergejolak. Pria tua itu memegang cincin besi kusam incaran Ji Zhen, lalu memutarnya perlahan di bawah cahaya matahari pagi yang mulai terik.

“Tuan Muda, satu keping emas memang berharga. Tapi lihatlah guratan di cincin ini… meski kusam, logamnya terasa sangat berat. Rasanya seperti peninggalan keluarga bangsawan yang tertimbun lama. Bagaimana kalau tiga keping emas untuk semuanya?” tawar si pedagang, mencoba peruntungan.

Kali ini Ji Zhen mendengus, menampilkan senyum meremehkan yang sangat meyakinkan. Ia menarik kembali tangannya yang memegang emas, memasukkannya ke dalam saku jubah seolah minatnya baru saja menguap.

“Jangan berikan lebih dari satu emas, Bocah,” bisik Zulong di dalam kepala Ji Zhen. “Pria ini hanya menggertak. Lihat jempol kakinya yang terus mengetuk tanah, dia sedang butuh uang untuk membayar utang judinya atau sewa tempat ini. Dia tidak tahu apa-apa soal nilai asli benda itu.”

Ji Zhen mengikuti saran Zulong dan berbalik arah, memberikan isyarat pada Yang Huiqing untuk segera pergi. “Tiga emas? Untuk besi pemberat gorden dan koin berkarat? Paman, kau pikir aku ini bangsawan bodoh yang tidak tahu nilai uang? Simpan saja sampahmu itu sampai berlumut. Ayo, Huiqing, kita cari pedagang yang lebih waras.”

“Tunggu! Tunggu, Tuan Muda!” teriak si pedagang panik saat melihat Ji Zhen sudah melangkah lima meter. Ia tidak bisa melepaskan satu keping emas begitu saja. “B-baiklah! Satu keping emas! Ambil semuanya, anggap saja ini sedekah pagi dariku!”

Ji Zhen pun berhenti, tidak langsung berbalik agar posisinya tetap dominan. Pemuda licik setengah dungu itu menunggu beberapa detik sebelum memutar tubuh dan melemparkan keping emas itu dengan akurasi tinggi. Pedagang itu menangkapnya dengan sigap, wajahnya berubah cerah seketika.

Sementara Ji Zhen memungut kain lusuh berisi koin-koin dan cincin kusam itu. Dengan santainya, ia menyelipkan cincin itu ke balik lengan bajunya, sementara koin-koin lainnya ia berikan pada Huiqing untuk dibawa. Kepuasan pun segera merayap di dadanya. Pemuda itu baru saja mendapatkan alat penyimpanan ruang yang harganya bisa setara dengan satu blok bangunan di pusat Nancheng hanya dengan harga sepiring hidangan kelas atas.

Aroma daging ayam yang terbakar di atas bara arang mulai menyerang indra penciuman mereka saat tiba di sebuah kedai yang sangat ramai. Asap putih mengepul tinggi, membawa wangi lemak dan bumbu pedas manis yang kental. Ji Zhen dan Yang Huiqing duduk di bangku kayu panjang yang terletak di pojok kedai, mencoba menjauh dari hiruk-pikuk pusat pasar.

“Dua porsi sate ayam, daging semua. Jangan terlalu banyak cabai,” pesan Ji Zhen pada pelayan yang berlalu-lalang.

Sambil menunggu, Ji Zhen menyandarkan punggungnya pada tiang kayu kedai. Matanya menyisir orang-orang yang makan di sana. Namun, pandangannya tertahan pada seorang pria dewasa yang duduk tepat dua meja di hadapannya.

Pria itu tampak sangat berantakan layaknya gelandangan. Brewoknya tumbuh tidak beraturan, menutupi sebagian besar rahangnya yang tegas. Ia mengenakan jubah lusuh dengan rumbai-rumbai di bagian bawah yang sudah menghitam karena debu dan kotoran. Sebuah caping lebar menutupi dahinya, membuat wajah bagian atasnya sulit terlihat jelas. Orang itu sedang menikmati satenya dengan tenang, seolah dunia di sekitarnya tidak ada.

“Ji Zhen, tarik pandanganmu. Jangan terlalu lama menatap orang itu,” suara Zulong terdengar sangat serius, bahkan ada nada peringatan yang tidak biasa.

Mendengar itu, Ji Zhen tetap fokus pada satenya yang baru saja datang, namun ia membalas batin Zulong, tanpa perlu berbisik karena dirinya sudah mulai terbiasa. “Kenapa? Dia terlihat seperti pengemis atau kultivator pengelana kelas bawah. Apa dia berbahaya?”

“Dia bukan berasal dari lingkungan fana ini, Bocah,” jawab Zulong cepat. “Auranya tidak memancar keluar seperti praktisi Pembentukan Fondasi yang sombong. Energinya terlipat ke dalam, sangat padat dan aneh. Dia berasal dari alam yang lebih tinggi, mungkin alam roh atau bahkan lebih dari itu. Keberadaannya di kota perbatasan seperti Nancheng adalah sebuah keganjilan besar.”

Mendengar penjelasan Zulong, Ji Zhen merasakan bulu kuduknya berdiri. Ia segera menundukkan kepala, pura-pura sangat menikmati potongan sate di piringnya. Di dunia kultivasi, bertemu dengan orang dari alam yang lebih tinggi biasanya berarti masalah besar atau bencana yang tidak terelakkan. Ji Zhen mencoba mengatur napasnya agar tetap teratur, tidak ingin menunjukkan sedikit pun tanda-tengah kegelisahan.

Namun, harapannya untuk tetap tidak terlihat pupus seketika.

Hawa dingin yang menusuk tiba-tiba menyelimuti bahu kanan Ji Zhen. Sebuah tangan dengan jari-jari panjang dan kulit pucat mendarat tepat di atas pundaknya. Sentuhan itu tidak berat, namun Ji Zhen merasa seolah-olah seluruh sirkulasi qi es di tubuhnya mendadak membeku di tempat.

“Ikut aku.”

Suara itu singkat, dingin, dan membawa wibawa yang tidak mengizinkan penolakan. Pria brewokan misterius itu sudah berdiri di samping Ji Zhen, capingnya sedikit terangkat, memperlihatkan mata yang tegas dan sedalam jurang maut.

Yang Huiqing yang duduk di depan Ji Zhen langsung terdiam, wajahnya pucat pasi melihat tuannya tiba-tiba dicegat oleh orang yang auranya terasa sangat asing. Ia ingin bergerak atau setidaknya membantu Ji Zhen, namun suaranya seolah tertahan di tenggorokan.

Di sana Ji Zhen mencengkeram sumpitnya kuat-kuat. Ia menoleh perlahan, menatap pria misterius itu dengan jantung yang berdegup kencap. Di satu sisi, ia ingin melawan, namun logika dan peringatan Zulong menahannya. Pria ini bukan lawan yang bisa ia hadapi dengan trik licik atau teknik naga yang belum sempurna.

“Ke mana?” tanya Ji Zhen berusaha menjaga suaranya agar tidak bergetar.

Pria itu tidak menjawab. Ia melepaskan tangannya dari bahu Ji Zhen dan mulai melangkah keluar dari kedai sate, melewati kerumunan orang yang entah kenapa mendadak memberikan jalan tanpa sadar.

Ji Zhen pun berdiri, mengibaskan debu dari jubahnya dan memberi isyarat pada Huiqing agar tetap waspada. Mau tidak mau, ia harus mengikuti langkah pria misterius itu masuk ke dalam gang-gang sempit Nancheng yang belum pernah ia jelajahi.

1
YunArdiYasha
gas poll
MuhFaza
gas lanjutkan
MuhFaza
lanjut bg
Tuan Belalang
😍😍👍👍💪💪
YunArdiYasha
musuh
yuzuuu ✌
bagus ini ceritanya
DanaBrekker: terima kasih /Coffee/
total 1 replies
Tuan Belalang
😍👍👍👍
Tuan Belalang
sehat sehat othor
DanaBrekker: semoga semua pembaca karya othor juga sehat selalu
total 1 replies
Tuan Belalang
👍👍👍😍👍
Tuan Belalang
alamak, gukguk? 🤣
DanaBrekker: /Doge/
total 1 replies
Tuan Belalang
eyuhh najis 😄
Tuan Belalang
astoge udh gak ketolong nih anak 🤣
Tuan Belalang
pffftt mampus 👍👍🤣
DanaBrekker: /Cleaver//Gosh/
total 1 replies
Tuan Belalang
curang gak sih bangg 🤭🤭🤣
Tuan Belalang
mampus aja luu
Tuan Belalang
ji zhen nih tahan banting 💪
Tuan Belalang
mff bawell thorr abs novelmu bagus 😄😍👍🤭
DanaBrekker: terima kasih /Coffee/
total 1 replies
Tuan Belalang
🤭😍👍👍👍
Tuan Belalang
benr tu kt zilong
Tuan Belalang
😍😍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!