NovelToon NovelToon
SILENCE OF JUSTICE

SILENCE OF JUSTICE

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Karir / Duniahiburan / Bullying di Tempat Kerja / Cinta Murni / Balas Dendam
Popularitas:87
Nilai: 5
Nama Author: Black _Pen2024

"Ketika kebenaran dibungkam paksa, ketika keadilan dipaksa untuk diam, beberapa orang terpaksa beraksi. "

Cinta rahasia Xiao Fei dengan Yu, aktor papan atas yang dipuja, berakhir dengan tragis. Publik meratapi "kematian karena overdosis" yang menyayat hati, namun duka Fei berubah menjadi teror murni saat sebuah kiriman video anonim tiba. Di dalamnya, Yu bukan hanya dibunuh—ia disiksa, dilecehkan secara keji, dan dikorbankan dalam sebuah ritual mengerikan oleh sekelompok individu bertopeng. Kematian Yu bukanlah akhir, melainkan awal dari neraka yang nyata.

Didorong oleh cinta dan dahaga akan kebenaran, Fei harus meninggalkan identitasnya yang aman dan menyusup ke dalam dunia glamor industri hiburan yang beracun. Akhirnya Xiao Fei dengan beberapa orang yang bertemu secara tak sengaja mengambil peran utama sebagai penegak keadilan. Mampukah aksi mereka menunjukkan keadilan yang kini berubah menjadi Keheningan Keadilan. Silence of Justice akan menuntun kita pada aksi mereka. Berhasilkah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black _Pen2024, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Daftar Hitam

Malam itu, pondok terpencil itu diselimuti oleh keheningan yang pekat, hanya dipecahkan oleh suara angin yang sesekali berdesir di antara pohon-pohon pinus dan gemeretak arang di perapian. Aroma kopi pahit yang mengepul dari cangkir-cangkir yang tak terhitung jumlahnya memenuhi udara, bercampur dengan ketegangan dan paranoia yang mencekik. Meylie dan Fernandez, dengan mata merah karena kurang tidur, terhuyung-huyung di ambang kelelahan, namun pikiran mereka begitu terfokus pada layar laptop yang bersinar di hadapan mereka. Mereka telah membuka kotak Pandora—folder "THE DEEP STATE" milik Yu.

"Ini... ini lebih besar dari yang kubayangkan," bisik Fernandez, suaranya serak, matanya terpaku pada deretan file yang tak berujung. Jari-jarinya gemetar saat ia mengklik salah satu file, membuka sebuah spreadsheet yang penuh dengan angka-angka dan nama-nama sandi.

Meylie hanya mengangguk, hatinya mencelos. Ia merasakan hawa dingin yang menjalar di punggungnya, bukan karena dinginnya malam, melainkan karena kebenaran mengerikan yang kini terhampar di depan mata mereka. Duka yang selama ini ia rasakan atas kematian Yu kini bercampur dengan rasa jijik yang mendalam dan amarah yang membakar. Yu tidak mati sia-sia. Ia adalah seorang pahlawan yang gugur, yang mencoba melawan sebuah monster.

Mereka mulai bekerja, mengurai setiap benang kusut dalam jaringan digital Yu. Fernandez, dengan keahliannya yang luar biasa, menavigasi melalui lapisan-lapisan enkripsi dan kode yang Yu tinggalkan. Meylie, dengan intuisinya yang tajam dan pemahamannya tentang kebiasaan Yu, memberikan konteks, menghubungkan titik-titik yang awalnya tampak tidak relevan. Setiap kali sebuah file berhasil didekripsi, kengerian baru terungkap.

File pertama yang mereka fokuskan adalah sebuah dokumen berjudul "Ledger_Q4_20XX". Di dalamnya, terdapat bukti terperinci transfer dana ilegal skala besar. Bukan hanya ratusan ribu, melainkan jutaan, bahkan puluhan juta dolar yang berpindah tangan secara rahasia. Ada nama-nama bank di luar negeri, perusahaan cangkang di negara-negara surga pajak, dan serangkaian transaksi yang dicatat dengan kode-kode rumit. Fernandez, dengan pengalamannya sebagai editor investigasi, mengenali pola-pola pencucian uang yang canggih.

"Lihat ini, Meylie," Fernandez menunjuk ke sebuah baris di spreadsheet. "Transfer ke perusahaan 'Emerald Holdings' dari akun atas nama 'Shadow Broker'. Lalu Emerald Holdings mentransfer lagi ke 'Lotus Trust' yang berbasis di Cayman Islands. Ini adalah skema pencucian uang klasik, tapi dengan skala yang sangat besar."

Meylie menelan ludah. "Siapa 'Shadow Broker' itu?"

"Entahlah. Yu tidak menyebutkan nama aslinya di sini. Tapi ini jelas bukan transaksi kecil. Ini melibatkan jaringan keuangan internasional."

Mereka menemukan bahwa dana-dana kotor ini tidak hanya berasal dari satu sumber. Ada jejak penjualan narkoba, perdagangan senjata, dan yang paling mengerikan, perdagangan manusia.

Kemudian, mereka menemukan folder yang diberi nama "Talent Acquisition". Meylie membukanya dengan tangan gemetar. Di dalamnya, ada serangkaian dokumen yang membuat darahnya mendidih. Ini adalah kontrak budak. Bukan kontrak kerja biasa, melainkan perjanjian yang mengikat anak-anak muda, calon bintang, ke dalam cengkeraman industri. Mereka dipaksa bekerja berjam-jam, dieksploitasi secara finansial, dan yang paling keji, dipaksa untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak etis, bahkan pelecehan seksual, demi "karir" mereka. Jika mereka menolak, mereka akan dibungkam, karir mereka dihancurkan, atau bahkan lebih buruk.

"Astaga..." Meylie terkesiap, matanya membelalak saat ia membaca salah satu kontrak. Ada klausul yang sangat mengerikan, yang memungkinkan "pihak kedua" (korban) untuk "menyerahkan segala bentuk kepemilikan atas tubuh dan jiwa mereka" kepada "pihak pertama" (eksploiter). Ini adalah kontrak budak yang disamarkan dengan jargon hukum.

"Yu... dia mencoba mengungkap ini," Meylie berbisik, suaranya tercekat. Ia teringat Yu yang selalu membela keadilan, yang selalu muak dengan sisi gelap industri hiburan.

Fernandez menghela napas panjang, wajahnya pucat. "Ini adalah sisi gelap yang paling busuk. Industri hiburan memang selalu punya rahasia, tapi ini... ini melampaui batas."

Mereka menemukan daftar nama-nama korban, yang sebagian besar adalah aktor dan aktris muda yang karirnya tiba-tiba meredup atau menghilang begitu saja. Beberapa nama bahkan masih ia kenali dari berita-berita lama. Yu telah mengumpulkan bukti tentang mereka semua.

Selanjutnya, mereka menggali file-file yang berjudul "Political Connections" dan "Media Influence". Di sana, terhampar bukti transaksi gelap yang melibatkan politisi papan atas dan taipan media berpengaruh. Ada rekaman percakapan telepon yang disamarkan, email terenkripsi yang kini berhasil didekripsi, dan bahkan beberapa video buram dari pertemuan rahasia. Mereka melihat wajah-wajah yang sering muncul di berita, orang-orang yang dihormati publik, kini terlihat dalam konteks yang berbeda—berkomplot, merencanakan, dan terlibat dalam kejahatan.

"Ini bukan hanya korupsi. Ini adalah konspirasi yang mengakar," Fernandez berkata, suaranya bergetar. "Mereka mengendalikan hampir setiap aspek kota ini. Politik, media, bahkan hukum."

Meylie merasakan realisasi pahit itu menghantamnya. Kasus ini jauh lebih besar dari sekadar persaingan aktor atau dendam pribadi. Ini adalah isu yang mempengaruhi stabilitas politik kota, integritas sistem peradilan, dan moralitas masyarakat. Yu tidak hanya mengungkap kejahatan kecil, ia mencoba menjatuhkan piramida kekuasaan yang sangat besar dan kejam.

"Dia dibunuh karena ini," Meylie berkata, tatapannya dingin dan keras. "Karena dia punya bukti yang bisa menjatuhkan mereka semua. Dia tahu tentang ini semua."

Determinasi Meylie semakin diperkuat oleh kebenaran ini. Rasa sakit dan duka yang selama ini ia tahan kini berubah menjadi sebuah kekuatan yang tak tergoyahkan. Yu bukan pecundang yang mati karena overdosis. Yu adalah seorang pahlawan, seorang martir, yang berani melawan raksasa. Ia telah mengorbankan nyawanya demi kebenaran, dan Meylie, sebagai kekasihnya, kini merasa memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk menyelesaikan perjuangannya.

"Mereka tidak hanya membungkamnya, Meylie," Fernandez menambahkan, menunjuk ke file video "THE LAST RITUAL" yang masih belum mereka buka. "Mereka juga melakukan sesuatu yang lebih mengerikan. Yu pernah bilang, mereka percaya pada keabadian melalui ritual pengorbanan."

Meylie mengangguk, merasakan kengerian yang mendalam. Ia teringat video penyiksaan Yu, adegan pengambilan organ yang brutal. Itu bukan hanya untuk menghilangkan bukti. Itu adalah bagian dari ritual keji.

Mereka terus bekerja, mengumpulkan nama-nama, tanggal, dan bukti-bukti. Setiap nama yang mereka temukan adalah sebuah benang dalam jaring laba-laba yang rumit. Para politisi yang menerima suap, para taipan media yang memanipulasi berita, para produser yang mengeksploitasi talenta muda—semuanya terhubung. Yu telah menyusun daftar hitam yang komprehensif, sebuah bom waktu yang siap meledak dan menghancurkan seluruh struktur kekuasaan ini.

"Bagaimana dia bisa mendapatkan semua ini?" Meylie bertanya, lebih pada dirinya sendiri.

"Yu itu cerdas, dan dia punya akses," Fernandez menjawab. "Sebagai aktor, dia sering berada di lingkaran dalam. Dia mendengar banyak hal, melihat banyak hal. Dan dia punya kemampuan untuk merekam dan menyembunyikannya. Dia juga punya koneksi di dunia peretas, mungkin dari masa lalunya yang lebih gelap. Dia tidak hanya mengamati, dia juga menyusup."

Meylie memejamkan mata, membayangkan Yu, kekasihnya, diam-diam mengumpulkan bukti-bukti ini, hidup dalam ketakutan, mengetahui bahwa nyawanya dalam bahaya setiap saat. Rasa bangga dan sedih bercampur aduk dalam dirinya.

"Ini adalah perang," Meylie berkata, membuka matanya, tatapannya kini dingin dan penuh tekad. "Dan kita tidak bisa mundur."

Fernandez mengangguk, ketakutan di matanya kini bercampur dengan resolusi yang baru ditemukan. "Tidak. Kita sudah terlalu jauh. Dan Yu... dia tidak akan ingin kita menyerah."

Mereka terus menyaring data, mencari pola dalam aliran dana ilegal. Akhirnya, sebuah nama perusahaan muncul berulang kali, sebagai penerima terbesar dari dana-dana kotor itu, dan juga sebagai penghubung antara berbagai pihak yang terlibat:

"Perusahaan Berlian Hitam."

Meylie dan Fernandez saling pandang. Nama itu terasa familier. Yu pernah menyebutkannya dalam bisikan paranoidnya, menghubungkannya dengan Tuan Z, produser film papan atas.

"Perusahaan Berlian Hitam," Fernandez membaca dari layar. "Ini adalah perusahaan cangkang utama mereka. Sebagian besar dana kotor disalurkan melalui sini."

"Dan pemiliknya?" Meylie bertanya, meskipun ia sudah tahu jawabannya.

Fernandez menekan beberapa tombol, mencari informasi tentang perusahaan itu. Profil perusahaan muncul di layar. Di bagian "Direksi Utama" dan "Pemilik Saham Mayoritas", tertera sebuah nama yang sudah tidak asing lagi bagi mereka:

"Tuan Z."

Produser film papan atas itu. Orang yang Nyonya Xu sebutkan telah Yu tolak tawarannya untuk "menjual jiwanya." Orang yang Sung He sebutkan terhubung dengan "orang-orang yang sangat kuat" dan "ritual aneh."

Meylie merasakan sebuah sengatan. Tuan Z bukan hanya seorang produser film. Dia adalah titik koneksi utama. Dia adalah Operator Utama.

"Jadi, Tuan Z," Meylie berbisik, suaranya dipenuhi amarah yang dingin. "Dia adalah perantara utama. Dia mengelola logistik uang kotor, kontrak budak, dan mungkin juga... ritual itu."

Fernandez mengangguk. "Dia adalah orang yang sangat berkuasa di industri ini. Tapi dia juga sangat pandai menyembunyikan jejaknya. Ini akan sulit."

"Tidak ada yang sulit lagi," Meylie membalas, matanya menatap tajam ke layar yang menampilkan profil Tuan Z. Wajah pria tua itu, dengan senyum tipis dan mata yang dingin, kini terasa seperti wajah iblis. "Kita punya daftar hitam Yu. Kita punya buktinya. Dan kita akan menggunakan ini untuk menjatuhkannya."

Duka Meylie kini telah sepenuhnya bertransformasi menjadi tekad baja. Yu adalah pahlawan yang gugur, dan Meylie adalah penerus perjuangannya. Dengan "Daftar Hitam" Yu di tangan mereka, dan Tuan Z sebagai target berikutnya, mereka merasa selangkah lebih dekat ke puncak piramida kekuasaan yang tak tersentuh itu. Pertarungan ini telah memasuki babak yang paling berbahaya, namun Meylie, sang Ling, siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang.

1
Ita Xiaomi
Menegangkan. Kasihan Yu😢
Ita Xiaomi: Berharap keadilan bs ditegakkan.
total 2 replies
Ita Xiaomi
Saat ini hanya Fei sendirian yg menolak utk percaya pd berita yg tersebar.
Ita Xiaomi: Sama-sama kk. Semangat berkarya. Berkah&Sukses selalu.
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!