NovelToon NovelToon
TAHANAN DI PELUKAN SANG PSIKOPAT

TAHANAN DI PELUKAN SANG PSIKOPAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Psikopat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wahidah88

"Jika aku memang pembunuh yang kau cari, kenapa jantungmu berdetak begitu kencang saat aku menyentuhmu?"
Ghea, seorang detektif hebat, terbangun tanpa ingatan di sebuah villa mewah. Seorang pria tampan bernama Adrian mengaku sebagai tunangannya. Namun, Ghea menemukan sebuah lencana polisi berdarah di bawah bantalnya.
Saat ingatan mulai pulih, kenyataan pahit menghantam: Pria yang memeluknya setiap malam adalah psikopat yang selama ini ia buru. Terjebak dalam sangkar emas, apakah Ghea akan memilih tugasnya sebagai detektif atau justru jatuh cinta pada sang iblis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahidah88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: HADIAH UNTUK KEPATUHAN

​Matahari pagi menyinari ruang makan dengan kelembutan yang menipu. Aroma roti panggang dan kopi segar yang dibawa Bi Inah mulai memenuhi ruangan, namun suasana di sana tetap terasa seperti di atas lapisan es tipis yang siap retak kapan saja.

​Ghea duduk di kursinya dengan posisi yang sangat anggun. Ia tidak lagi memberontak saat Adrian mengusap punggung tangannya di atas meja. Sebaliknya, ia memberikan senyuman tipis—senyuman yang terlihat lelah namun pasrah, sebuah akting yang ia asah sepanjang malam di depan cermin.

​Adrian menatap pergelangan kaki Ghea yang masih dilingkari rantai emas. Bunyi denting logam itu setiap kali Ghea bergerak seolah menjadi pengingat akan kekuasaannya. Namun, hari ini, Adrian tampak ingin memainkan peran yang berbeda: sang penyelamat yang murah hati.

​"Kau tahu, Ghea," ucap Adrian sambil menyesap kopinya perlahan. "Aku tidak pernah suka melihatmu terikat seperti ini. Bagiku, kau adalah permata yang seharusnya bersinar, bukan tawanan yang dirantai."

​Ghea menundukkan kepala, memainkan ujung sendoknya. "Aku yang memaksamu melakukannya, Adrian. Aku mengerti kenapa kau harus bertindak sejauh itu."

​Kalimat itu bagaikan musik di telinga Adrian. Ia meletakkan cangkirnya, lalu berdiri dan berjalan mendekati Ghea. Ia berlutut di samping kursi Ghea, mengeluarkan sebuah kunci perak kecil dari saku jasnya.

​Klik.

​Belenggu emas itu terlepas. Berat yang selama beberapa hari ini menahan kaki Ghea kini hilang, namun Ghea tahu, beban di jiwanya justru semakin berat karena ia sekarang masuk ke babak permainan yang lebih berbahaya.

​"Ini hadiah atas kepatuhanmu pagi ini," bisik Adrian sambil mengusap bekas kemerahan di kulit Ghea. "Jangan buat aku menyesal karena telah membebaskanmu, Sayang."

​Ghea menghembuskan napas lega yang dibuat-buat, lalu menyentuh bahu Adrian. "Terima kasih, Adrian. Aku... aku hanya ingin merasa berguna lagi. Aku bosan hanya diam di kamar."

​"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Adrian, matanya menyipit, tetap waspada meski hatinya mulai melunak.

​"Aku ingin membantu Bi Inah di dapur," jawab Ghea cepat, namun dengan nada yang rendah agar tidak terdengar terlalu antusias. "Aku ingin memasak sesuatu untuk makan malam kita. Kau bilang kau suka masakan rumah, bukan? Aku ingin belajar resep spesial dari Bi Inah."

​Adrian terdiam sejenak. Ia menatap Bi Inah yang berdiri mematung di sudut ruangan. Ketakutan masih jelas terlihat di mata wanita tua itu, terutama setelah kejadian penyanderaan di gerbang tempo hari.

​"Dapur adalah tempat yang penuh dengan benda tajam, Ghea," ujar Adrian dengan nada memperingatkan.

​Ghea terkekeh pelan, sebuah tawa yang terdengar pahit. "Kau pikir aku cukup bodoh untuk menyerangmu dengan pisau dapur setelah melihat apa yang bisa dilakukan anak buahmu? Aku hanya ingin menyibukkan diri agar tidak terus memikirkan hal-hal yang membuatku sedih."

​Adrian akhirnya mengangguk. "Baiklah. Bi Inah akan mengawasimu. Dan ingat, setiap sudut dapur itu tertangkap oleh kamera CCTV. Aku bisa melihat setiap gerakanmu dari ruang kerjaku."

​"Aku tahu," jawab Ghea patuh.

​Begitu Adrian pergi ke ruang kerjanya, Ghea segera melangkah ke dapur. Bi Inah menyambutnya dengan tangan yang gemetar.

​"Non Ghea... kenapa Non malah minta ke sini? Ini berbahaya," bisik Bi Inah saat mereka mulai mencuci sayuran.

​"Sstt... diamlah, Bi. Ikuti saja permainanku," balas Ghea dengan volume suara yang nyaris tak terdengar. Matanya bergerak lincah, menyisir setiap sudut dapur layaknya seorang detektif yang sedang melakukan olah TKP.

​Dapur ini sangat modern dan lengkap. Ghea melihat deretan pisau keramik yang sangat tajam di dalam blok kayu. Namun, ia tidak menyentuhnya. Ia tahu Adrian sedang memperhatikannya lewat lensa kamera di pojok langit-langit. Mengambil pisau hanya akan membuat Adrian kembali merantainya.

​Ia butuh sesuatu yang lebih halus. Sesuatu yang mematikan namun tidak terlihat seperti senjata.

​Ghea mulai membuka lemari di bawah wastafel dengan alasan mencari panci yang lebih besar. Di sana, ia menemukan apa yang ia cari: berbagai jenis cairan pembersih. Ada pemutih pakaian (sodium hipoklorit) dan pembersih lantai yang mengandung asam kuat.

​Dua bahan ini... jika dicampur, bisa menghasilkan gas klorin yang mematikan, batin Ghea. Pengetahuannya sebagai detektif forensik kini menjadi senjata tersembunyi. Namun, ia juga tidak bisa langsung mengambilnya.

​"Bi, tolong ambilkan garam di gudang bumbu," perintah Ghea dengan suara cukup keras agar terdengar oleh mikrofon CCTV.

​Saat Bi Inah berbalik, Ghea dengan gerakan secepat kilat meraih sebuah botol kecil pembersih kaca yang sudah hampir habis dan menyembunyikannya di dalam saku celemeknya. Ia juga sempat menyambar sebuah korek api gas yang tertinggal di dekat kompor.

​Sepanjang siang, Ghea berpura-pura sibuk memotong daging dan mengiris bawang. Ia menunjukkan performa sebagai seorang wanita yang sedang mencoba "berdamai" dengan takdirnya. Sesekali ia sengaja tersenyum ke arah kamera, memberikan kesan bahwa ia mulai menikmati perannya.

​Namun, di balik meja dapur, jemarinya sibuk meraba benda-benda yang berhasil ia curi. Ia tidak hanya mencari benda tajam; ia mencari elemen untuk sabotase.

​"Bi, apakah ada gudang penyimpanan alat pemadam api di dekat sini?" tanya Ghea sambil mengaduk sup.

​"Ada di lorong dekat perpustakaan, Non. Kenapa?"

​"Hanya memastikan. Aku sedikit trauma dengan api sejak kecelakaan itu," jawab Ghea berbohong.

​Sebenarnya, Ghea sedang memetakan rute pelarian baru. Ia tahu Adrian memegang kendali atas pintu-pintu elektronik, namun setiap sistem elektronik pasti memiliki kelemahan—terutama jika dipicu oleh keadaan darurat seperti kebakaran atau kebocoran gas.

​Sore harinya, saat sup buatannya hampir matang, Adrian masuk ke dapur. Ia tampak terkesan melihat Ghea yang mengenakan celemek, wajahnya sedikit bersemu karena panas kompor.

​"Baunya enak sekali," ujar Adrian, memeluk Ghea dari belakang dan mencium tengkuknya.

​Ghea menahan keinginan untuk menusuk mata Adrian dengan sendok sayur yang ia pegang. Ia memaksakan diri untuk bersandar pada dada Adrian. "Ini resep ibuku. Aku harap kau menyukainya."

​"Aku akan menyukai apa pun yang kau buat, Ghea. Karena sekarang, kau melakukannya untukku," bisik Adrian dengan nada posesif yang kental.

​Ghea tersenyum manis dalam dekapan Adrian. Di tangannya yang tersembunyi di bawah celemek, ia menggenggam botol kecil cairan kimia yang berhasil ia curi.

​Malam ini kau mungkin menikmati sup ini, Adrian, batin Ghea dingin. Tapi segera, kau akan menyadari bahwa detektif yang kau anggap sudah jinak ini, sedang menyiapkan racun yang tidak akan bisa kau deteksi.

​Sandiwara Ghea berjalan sempurna. Adrian mulai menurunkan pertahanannya, percaya bahwa hadiah berupa "kebebasan di dapur" telah berhasil membeli kesetiaan Ghea. Ia tidak tahu bahwa di balik aroma lezat makanan itu, Ghea sedang menyusun rencana untuk meledakkan seluruh istana ilusinya.

1
sun
sinopsisnya bagus thor,tapi kalau untuk penulisannya kurang bagus,karena banyak kata yang hilang dan tidak nyambung.
sarannya sebelum di update dibaca ulang yah thor....
Leebit: makasih ya atas komentarnya. sya usahakan bab 2 lebih baik lagi😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!